Monday, May 09, 2005

A Reply ..

A REPLY

This is a reply from the email that I sent to some of my friends/colleagues few days ago ..

Yaaah , what can I say ? Sebenarnya bangsa kita itu tidak mempunyai kesadaran sejarah . Mengapa ? Karena masyarakat kita dibangun berdasarkan tradisi oral . Ingat dongeng ? pantun ? gurindam ? Itu kan kan diturun temurunkan secara oral dan diingat . Jadi ingatan kita terbiasa dibangun berdasarkan apa yang kita ingat dan hafal . Jadinya kita belajar ( dalam arti secara umum ) berdasarkan 'rote learning' - hafalan ....mati lagi ! Akibatnya ingatan jangka pendek yang lebih berkembang ; bagaimana yang jangka panjang ? ya itu tadi berdasarkan apa yang kita ingat dari nenek moyang kita tanpa adanya sikap analitis dan kritis .Celakanya yang jangka panjang isinya meng-agung-agungkan nenek-kakek kita yang keturunan inilah yang keturunan itulah yang selalu hebat , benar dan menang . Kenapa suatu kerajaan hancur ? yang disalahkan pihak luar ! Semua dilihat dalam kacamata hitam putih ( yang hitam kan biasanya untuk menutup mata buta , iya nggak ? yang putih tidak jelas min atau plus dan silindris tidak he he he ) . Nah, kembali tentang Gedung Arsip Nasional . Konon dulu gedung itu tidak terawat , karena pemerintah tidak punya uang . Kemudian oleh para pencinta situs-situs bersejarah dikumpulkanlah biaya/dana untuk memperbaiki dan merawatnya . Karena sambutannya luar biasa , terutama dari orang-orang Belanda didirikanlah Yayasan yang akan mengelola dana yang masuk , dari sumbangan ataupun kegiatan yang diadakan , untuk pemeliharaan gedung itu . Supaya yayasan ini punya independensi maka diaturlah perjanjian dengan pemerintah hak , wewenang dan tanggung jawab Yayasan ini dengan masa berlaku sekian tahun ( sorry lupa saya ! ) . Setelah itu akan dikembalikan kepada pemerintah dengan harapan pemerintah sudah memiliki anggaran untuk pemeliharaannya . Nah , perjanjian ini konon sudah habis masa berlakunya tetapi apakah pemerintah sudah mampu untuk merawatnya ? Allahualam bissawab ! Selain itu yayasan ini terganjal pada Undang-undang tentang Yayasan ( inipun saya lupa pokok-pokok isinya apa ! ) . Jadi , sekian dulu ingatan saya tentang sejarah gedung bersejarah ini .Tentang dokumen sejarah bangsa , bisa lho diberikan kepada Universitas yang punya program studi sejarah . Tetapi lagi-lagi peyimpanan itu memerlukan tempat / ruang yang khusus , dengan tempratur tertentu , disusun dengan sistematika dan orang yang mempunyai rasa tanggung jawab yang besar serta kecintaan terhadap sejarah bangsanya , karena di dokumen itulah gambaran diri dan karakter bangsa terletak !!!

from Nani Sutojo

No comments: