Dear God, I know that what I am doing is wrong. I should be more supportive. It hurts me and feels that it so unfair but I guess I have to pay my karma.
Ah! ini hanya sebuah cerita sangat pendek pada saat Idul Fitri.
Seperti biasa setiap Idul Fitri pastilah ada saja tamu yang datang ke rumah untuk bermaaf-maaf-an dan bersilaturahmi dengan Bunda. Beberapa ada teman lamanya yang datang.
Karena saya seorang putranya satu-satunya yang ada di rumah menemani beliau tentunya saat Bunda menerima tamu, saya pun menyiapkan minuman dan penganan Lebaran untuk para tetamu.
Alkisah datanglah seorang tante yang tentunya adalah kawan lama dari Bunda. Saat saya menyajikan minuman dan penganan tersebut di ruang tamu dan bersalaman dengan sang kawan lama ini, terjadilah percakapan kecil antara saya dengan tamu Bunda saya itu:
"Lhoo, ini mas yang di Kamboja ? Sudah balik ? Apa kabar ?" -Baik, Tante.-
"Kapan nyusul mas-mas dan mbak-mbaknya ?" -agak tercekat sesaat, .... Err, nanti tante kalau tante sudah menyusul om-
Dan muka Bunda pun berubah dan sang Tante pun tersenyum pahit dan saya berlalu ke belakang.
Anuuu .. eerrrrr ... Om yang merupakan suami sang Tante sudah lama RIP.
Begitu tamunya pulang, sang Bunda tercinta hanya geleng-geleng kepala dan ngomong dengan nada tajam:
"Je ben ereg no manieren zeg"
Posted by -dimas hary- ::
05:48 ::
1 Comments:
Rasa itu masih ada dan menyesakkan dada menghimpit dan tak lagi bisa bergerak
diri luluh lantak dalam buaian sengsara cinta adakah kerinduan terbalas ? pada sebuah titik penantian tanpa akhir ? pada sebuah titik harapan akan punah ?
sepanjang masa kehidupan berlangsung getir mendera dan menjadikan jiwa tak lagi berteman suka aku tak lagi mampu menahan aku tak lagi berdaya berserah menggapai hati kosong bagai jiwa tak punya hati
m a t i
Posted by -dimas hary- ::
04:40 ::
0 Comments:
Tadi ketika lagi asyik minum kopi dengan beberapa teman dekat, tanpa direncanakan saya bertemu dengan mantan saya. Ada gejolak yang saya sendiri tidak tahu apa. Sebuah rasa yang sulit untuk digambarkan. Ada rasa sakit, ada rasa senang dan ada rasa gugup.
Beberapa saat setelah pertemuan itu saya mengirimkan pesan kepadanya, yang tentunya tak ada balasan darinya.
"One thing I want to say that it is nice to finally see you again. I know everything it's over between us. I did not want to lie to myself, I still have the feeling for you. I know that your decision is final. My apology if during our relationship I was such a drama person. Hope you are happy now and will finally meet your true sweetheart."
Mungkin salah, mungkin banyak yang tidak setuju tapi satu hal bahwa saya telah jujur dengan diri saya sendiri dan saya tidak membohongi perasaan yang masih ada.
Posted by -dimas hary- ::
04:33 ::
0 Comments:
Saya sama sekali tidak pernah menyangka bahwa ketika bangsa ini merayakan kemerdekaannya terbebas dari penjajahan, justru di hari itulah hati saya terbunuh, ...
Posted by -dimas hary- ::
23:44 ::
0 Comments: