Wednesday, June 01, 2005

TAHUKAH ANDA ? ...

Bahwa buku Negara Kertagama yang dikarang oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365, sesungguhnya bercerita mengenai kejayaan Majapahit pada masa pemerintahan Rajasanagara atau lebih dikenal dengan nama Hayam Wuruk, beserta patihnya Gajah Mada.

Naskah Nagara Kertagama ini ditulis di 159 lembar daun Lontar berukuran 48 x 33 cm, masing-masing lembar daun memuat empat baris naskah yang ditulis dalam aksara Bali dengan menggunakan bahasa Jawa Kuno.

Kitab Nagara Kertagama ini menceritakan mengenai kejayaan Majapahit pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, juga menceritakan mengenai sistem pemerintahan, adat istiadat, berbagai upacara keagamaan serta keadaan keluarga kerajaan. Naskah tersebut juga menceritakan mengenai perjalanan raja ke beberapa tempat serta peranan Patih Gajah Mada dalam kemajuan kerajaan Majapahit.

Naskah Nagara Kertagama ini ditemukan oleh seorang peneliti dari Belanda yaitu Meneer JLA. Branders di reruntuhan Istana Cakranegara di Lombok pada tahun 1894. Sempat jatuh ke tangan Belanda, pada tahun 1971 Ratu Juliana menyerahkan kembali naskah ini pada Presiden Soeharto untuk ditaruh di Museum Nasional. Sampai sekarang ini naskah tersimpan di Perpustakaan Nasional RI.

3 comments:

nana said...

aku tau sih Oom, tapi ndak selengkap pengetahuan si Oom hehehe..

Anonymous said...

kalo naskah2 yang lain di reruntuhan itu tidak dimusnahkan (yang aku tahu, hanya sebagian diambil, sisanya dihancurkan belanda) bisa dibayangkan, sejarah bangsa kita lebih dari yang kita tahu selama ini..:)

b

Andreas Harsono said...

Saya kira juga perlu dipertanyakan mengapa naskah-naskah Majapahit itu ditemukan di Bali? Bukan misalnya di desa Panataran dimana ada Candi Palah, salah satu candi Shiwa terbesar, di kaki Gunung Kelud, milik Majapahit?

Ada satu versi. Naskah-naskah itu dihancurkan ketika kerajaan Demak menyerbu Majapahit.

Lantas naskah di Bali itu, apakah benar karya Prapanca? Saya pernah membaca buku, dalam bahasa Belanda, bahwa buku itu mengutip Prapanca. Bukan asli karya Prapanca.