Friday, September 16, 2005

Ada kejadian yang membuat entah kenapa ya perasaan kok jadi miris dan kemudian kesal. Sampai saat ini saya masih mencoba untuk menetralisir itu semua, masih mencoba untuk menenangkan pikiran dan tidak mau ambil pusing lagi.

Satu sms datang dari seseorang yang saya anggap selama ini merupakan orang yang sangat dekat dan tanpa dibilang pun semua orang tahu kalau saya sayang dengan dia. SMS yang dikirimnya hari ini kepada saya, cukup membuat saya tersentak, hati saya miris, tersinggung, merasa diri bodoh dan merasa diri selama ini sudah melakukan banyak ketololan-ketololan hanya demi orang tersebut.

Kalau pun apa yang saya rasa itu kemudian membuat orang tersebut balik terkejut, well, saya hanya ingin mengeluarkan apa yang ada di dalam pikiran saya saja saat ini.

"Har, maaf baru ngasih kbr. Jd kpn pulang ke sini, Har? I'm not sure bout picking u up yet, jd kynya mndingan ga' janji2. Bn wanting 2 contact u, Har."

SMS itu dikirim siang tadi pukul 15.23.

Bukannya ingin menjadi the first priority dalam hidupnya, sama sekali tidak, saya tahu dimana posisi saya, orang tersebut pun sudah memiliki seseorang istimewa dalam hidupnya. Ada beberapa hal yang memang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata dan so far saya selalu berpegang pada hal tersebut. Tapi ketika siang ini saya dapat sms tersebut diatas, seolah-olah langit-langit runtuh dan saya terbangun.

For once in my life I want people to understand me and knows me better, memang salah yaa permintaan seperti itu ?

For once in my life I want to be in someone's else shoes, memang salah yaa ?

Sampai saat ini saya masih merasa sakit. But I know it will go eventually, the pain. But I learnt my lesson. Seperti yang dibilang di film Moulin Rouge bahwa the greatest thing to learn is to love and be loved. I learn bahwa selama ini saya hanya menghabiskan waktu dengan memikirkan sesuatu yang mustahil terjadi, so .. it's time for me untuk membuka lembaran baru.

Enough is enough.

I replied smsnya dengan "No need to pick me up kok. I am fine. I will in Indonesia on end of Sept. Take care yaa. I see you when I see you. Salam buat .... ."

1 comment:

silverlines said...

Similar thing happen at this part of the world, when suddenly the distance between Kemang to Thamrin became so faraway to catch, while before, even thousands miles journey we were willing to go through. Time flies, and it does change some relationship into something quite different. *mellow mode on*