Tuesday, November 08, 2005

LEBARAN ...

Lebaran tahun ini nampaknya berlalu seperti tahun lalu. Nothing special happens, dan yang lebih menyayat hati adalah inilah untuk kedua kalinya Lebaran di negeri orang dan hanya bisa mendengar melalui telepon suara-suara hingar-bingar ketika menelepon teman-teman atau sanak saudara yang lagi asyik berkumpul.

Kalau ditanya ngapain aja Lebaran kemarin. Well, here goes the story ..
Malam Takbiran ngga kemana-mana, stay at Wisma dan ikutan bantuin Ibu KRT dan Juru Masak bikin persiapan untuk open house di Lebaran hari kedua. So, setelah bantu-bantu, I went directly to my room and continued reading Senopati Pamungkas I that written by one of my favorite author Arswendo Atmowiloto.

Di hari Lebaran yang jatuhnya sama dengan Lebaran di Tanah Air yaitu tanggal 3 November 2005, jam enam sudah dibangunkan oleh Ibu KRT terus langsung mandi dan turun kebawah sambil menunggu saatnya berangkat shalat Ied. Nyatanya Ibu KRT dan Juru Masak belum mandi dan bersiap-siap, alhasil duduk dengan manislah gue di dapur menikmati kopi dan roti.

Jam tujuh kurang seperempat berangkat ke Mesjid Toul Tom Pong dengan Tuk-Tuk. Tahun ini berhubung supir Wisma Indonesia hanya satu yang dinas maka para kawula dalem harus menggunakan tuk-tuk untuk berangkat shalat Ied.

Ketemu dengan beberapa masyarakat Indonesia yang juga akan melaksanakan shalat Ied. Suasana Lebaran sama sekali tidak terasa, entah kenapa kok rasanya hambar dan biasa aja walaupun alunan takbir, tahmid dan tahlil terus dikumandangkan. Om Dubes dan Tante datang ketika shalat hendak dimulai .. ehm, ini sudah menjadi satu hal yang biasa bahwa Duta Besar Indonesia selalu datang tepat waktu alias mepet, padahal sudah diberitahu bahwa harus datang lebih pagian karena hampir semua masyarakat muslim di Phnom Penh akan shalat Ied di Mesjid Toul Tom Pong mengingat Mesjid Besar Boeng Kok terkena imbas banjir dari danau di belakang mesjidnya.

Selesai shalat terus seperti biasa salam-salaman mohon maaf lahir batin, balik ke Wisma, terus melanjutkan sarapan yang tertunda setelah itu terus di kamar ngelanjutin baca lagi. In between telpon ke Indonesia, ngomong sama Bunda dan saudara-saudara yang lagi ngumpul dan tampaknya ramai sekali. Ada perasaan miris tapi I know that I may not regret for what I have decided waktu dulu ngambil kerjaan ini. I tried to keep thinking positive dan nampak susah beneur. Sore keluar sebentar setelah itu bantu-bantu lagi di dapur buat acara besok open house.

Jam duabelas malam masih cekikikan di dapur barengan sama Ibu KRT dan Juru Masak, mungkin this is the only hiburan yang bisa gue rasain untuk bisa ngilangin rasa kangen ngumpul dengan keluarga pas Lebaran.

Siang waktu telpon Bunda, she's so fine terus telpon gue kasihin ke Ibu KRT, begitu selesai ngomong sama Bunda dan telpon sudah ditutup, Ibu KRT bilang "Bunda tadi bilang pengen nangis soalnya udah dua kali Lebaran si Ragil ndak dirumah" .... aduuuhhh ... I am speechless.

Hari kedua Lebaran adalah Open House untuk masyarakat Indonesia yang ada di Kamboja. Sesuai jadwal bahwa Open House adalah pukul 11.30 sampai dengan pukul 16.00. Acara hari itu terbagi atas dua, satu untuk masyarakat Indonesia kemudian jam 18.30 - 20.30 adalah resepsi diplomatik untuk para kepala perwakilan negara asing / organisasi internasional.

Seperti biasa, acara berjalan dengan lancar. Tamu mulai berdatangan jam setengah duabelas dan sebagian besar datang setelah selesai Shalat Jumat. Jam tiga sore boleh dikatakan acara open house untuk masyindo sudah selesai. Langsung beres-beres untuk acara berikutnya jam setengah tujuh, setelah koordinasi dengan pihak dari Le Royale, gue segera bergegas untuk mandi dan ganti kostum tentunya.

Seperti yang terlihat dibawah ini ... hihihihi ...

Image hosted by Photobucket.com

kombinasi antara silk kamboja dan kain parang jawa ...

1 comment:

Living in Thailand said...

Nice site maybe we can do something!Free SMS and Free Fax