Thursday, February 16, 2006

objek wisata : THE TOUL SLENG

Seorang teman blog saya protes dan mengatakan bahwa The Killing Field sesungguhnya bukanlah objek wisata. Somehow I agree with him tapi saya tidak bisa mengatakan lain karena faktanya memang demikian bahwa The Killing Field adalah salah satu tempat tujuan wisata para turis yang datang ke Kamboja.

Sebelum ke Killing Field, biasanya para guide turis atau turis-turis itu sendiri akan mengunjungi dulu sebuah musium pembantaian yang letaknya ditengah kota Phnom Penh. The Toul Sleng, karena kaitan antara The Toul Sleng dan The Killing Field sangat erat. Mari kita simak perjalanan ke The Toul Sleng.

Merupakan sebuah sekolah pada era sebelum tahun 1975. Pada saat Phnom Penh diduduki oleh Khmer Merah, sekolah ini berubah menjadi S-21, sebuah penjara tempat dimana orang-orang Khmer, yang ditangkap oleh bangsanya sendiri, diinterogasi dan dibunuh secara tidak berperi kemanusiaan.

Terbagi atas tiga gedung dimana Gedung A merupakan Penjara Eksekutif, para pejabat, petinggi negara ditempatkan di sel-sela di Gedung A. Sementara Gedung B merupakan penjara setengah eksekutif, satu ruangan terdiri atas enam sampai delapan orang sementara Gedung C merupakan penjara massal dimana satu sel berukuran 2 x 2 meter diisi kurang lebih 30 -40 orang. Bisa anda bayangkan seperti apa sempitnya dan tersiksanya orang-orang itu.


Image hosting by Photobucket



Di halaman Genocide Museum “Toul Sleng”ini dapat anda lihat 14 kuburan korban terakhir kekejaman rezim Khmer Merah yang dipimpin oleh Pol Pot. 13 orang pria dan satu orang wanita, ke 14 orang ini adalah para petinggi Khmer Merah yang dibunuh oleh Khmer Merah sendiri. Mayat mereka ini ditemukan di sel-sel eksekutif di Gedung A diatas tempat tidur penyiksaannya.


Image hosting by Photobucket




Image hosting by Photobucket




Image hosting by Photobucket


Inilah ruangan dimana para mayat tersebut ditemukan. Menurut cerita teman-teman saya yang orang Kamboja, pada era tahun 1985an, ruangan ini masih dibiarkan sebagaimana aslinya, masih tercium bau amis darah yang sangat menyengat dan jarang ada orang yang mau berkunjung masuk ke ruangan sel. Sekarang ini ruangan sudah dibersihkan walaupun tidak di cat dan lantainya tidak diganti, tempat tidur dibiarkan apa adanya. Salah satu photo yang terpajang di ruangan adalah seseorang dengan perut yang dibedah kemudian dibiarkan isinya keluar lalu dimasukkan burung pemakan bangkai sehingga sang korban mati perlahan – lahan karena isi perutnya kerap dipatuki oleh burung tersebut.

Memasuki Gedung B maka anda akan disajikan dengan The Room of Thousands Pictures. Dimana terpampang wajah-wajah para korban dan juga para executioners termasuk petinggi – petinggi Pol Pot dan juga beberapa alat yang dipakai untuk menyiksa.


Image hosting by Photobucket



Jika anda perhatikan photo diatas, di lantai terdapat skema dari semen berbentuk huruf L dan jarak dari satu skema ke skema lainnya tampak rapi. Dulunya antara satu skema dengan skema lain terdapat tembok pemisah, inilah sel untuk semi-eksekutif. Dimana ukuran sel yang sama dipakai di Gedung C untuk penjara massal sebagaimana saya sebutkan diatas tadi, satu sel untuk sekitar 30 – 40 orang.


Image hosting by Photobucket



Selain photo-photo para korban, dipampang pula photo-photo para prajurit Khmer Merah yang mana usianya masihlah sangat muda belia berkisar 14 – 17 tahun. Dengan jiwa yang masih muda dan penuh semangat diharapkan bahwa pencucian otak untuk mengindoktrinasi dengan ideologi negara yang baru dapat dilakukan dengan sempurna.


Image hosting by Photobucket



Photo siapakah kiranya yang ada diatas ini ?
Inilah Madame Huo Nim, istri dari Menteri Penerangan pemerintahan Lon Nol sebelum Pol Pot yang kemudian suaminya diambil oleh Khmer Merah, diinterogasi dan dieksekusi namun tidak diketahui dimana jasadnya, sebagaimana kebanyakan orang-orang lainnya.

Madame Huo Nim ini ketika ditangkap masih menggendong anak bayinya yang masih berusia beberapa bulan. Tampak pada gambar beliau didudukkan di satu kursi yang merupakan kursi eksekusinya beliau.

Dibelakang kepalanya terdapat besi semacam bor. Jadi beliau dieksekusi dalam keadaan menggendong bayinya dan kemudian kepalanya dibor dengan menggunakan alat bor (tidak tampak pada gambar).

Kekejaman yang terjadi membuat banyak tahanan tidak tahan dan sebagian besar dari mereka melakukan aksi bunuh diri dengan cara terjun dari lantai tiga, kebanyakan adalah para penghuni Gedung C.


Image hosting by Photobucket



Dalam ruangan yang sangat kecil inilah sebanyak 20 – 30 orang dimasukkan dan semua dalam posisi jongkok. Jika satu tahanan berdiri maka tahanan yang lain harus berdiri karena mereka dirantai dalam satu untaian rantai besi di tangan dan kaki.


Image hosting by Photobucket



Karena banyaknya tahanan yang melakukan aksi bunuh diri maka Gedung C kemudian dipasangi kawat berduri yang mana kawat tersebut dialiri oleh listrik sehingga tidak ada lagi orang yang bisa melakukan terjun bebas.


Image hosting by Photobucket



Di dalam lemari kaca tersimpan tengkorak kepala-kepala yang ditemukan di sekitar penjara Toul Sleng ini.

Pada penghujung perjalanan mengeliling Penjara Toul Sleng ini kita bisa melihat besi-besi yang dulu dipakai untuk mengikat kaki para tahanan / korban. Juga patung Pol Pot yang dihancurkan dan tulisan dari marmer : Jayalah Republik Komunis Kampuchea ...

Jika anda suatu saat pergi ke Penjara ini dan keluar dari lingkungan bekas penjara ini dengan muka masih bisa tersenyum dan tertawa-tawa, I salute you. :-)

3 comments:

Luigi said...

Dear Harry,

Ada 2 blog hari ini yang saya tengok nulis tentang penjara, dan belumlama berselang juga sempet nengok ke fasilitas penjara terbaik di Liberia, tetep buat saya mah - LP dan apapun namanya itu ya tetep penjara dan seburuk2nya tempat berada.. Nanti deh saat longgar saya nulis & upload foto ttg si penjara itu.. ancur2an lah pokoknya.. :)

May this finds you well.. :)

-dimas hary- said...

Dear Luigi,
Thank you for stopping by. I look forward to read your blog telling story about prison ..

How's life so far ?

Hope you have a pleasant weekend.

cheers,

Avin said...

duh.. selesai baca postingan ini pun gue jadi sulit tersenyum.. *merinding*