Thursday, June 22, 2006

THE MEETING

Meeting disini bukan rapat seperti yang sering didengungkan orang-orang ketika menerima telpon atau membuat janji. “Can I call you back ? I am in the meeting now.” “Let’s see because tomorrow after lunch saya ada meeting dengan client.”

Meeting yang saya maksudkan adalah bertemu atau bahasa gaulnya KETEMUAN. Ada dua kategori ketemuan ini, satu adalah dengan membuat janji terlebih dahulu dan yang kedua adalah dengan secara mendadak.

Beberapa waktu yang lalu, kalau tidak salah akhir minggu lalu, yang mana disini kebetulan jatuh pada saat long weekend, saya memutuskan untuk menghabiskan waktu hari Sabtu saya dengan pergi ke salon untuk potong rambut, menghapuskan rambut abu-abu yang memang sudah jadwalnya untuk diganti dengan warna lain setiap sebulan sekali, melakukan pijat muka dan facial. Saya memutuskan hari Sabtu kemarin itu adalah hari perawatan tubuh. Sebagian dari teman-teman saya tertawa mungkin melihat satu kebiasaan seperti ini yang mungkin jarang dilakukan oleh para kaum adam. Buat saya lebih baik saya berterus terang mengatakan kegiatan saya tinimbang seperti seorang teman saya yang ingin sekali mencat rambutnya dan melakukan facial tapi melakukannya dengan sembunyi-sembunyi karena takut dikata-katai atau diejek oleh temannya.

Selesai segala urusan perawatan tubuh, hujan datang, kebetulan rumah saya tidak jauh dari salon langganan tersebut, maka saya memutuskan untuk pulang dengan hujan-hujanan dan menikmati dinginnya angin yang semilir. Sampai di rumah saya langsung ke kamar, ganti baju, buat kopi susu panas dan duduk dengan manis di depan televisi, menikmati dvd film seri yang baru saja diberi oleh teman saya, Will & Grace.

Tak berapa lama menonton beberapa episode dari serial tersebut, saya menemukan kejenuhan dan memutuskan untuk pergi ke tempat saya biasa pijat refleksi. Saya senang pergi ke tempat tersebut karena ditempat itu saya bisa merasa tidur dengan sangat sangat nyenyak tanpa ada gangguan (kadang saya meragukan apakah sang pemijat memijat kaki kanan saya atau tidak karena saya merasa tidak merasakan apa-apa, mungkin karena nyenyaknya).

Pada saat ditengah lelapnya tidur sesaat saya itulah, telpon saya berdering dan sebuah sms masuk menanyakan saya ada dimana dan akan kemana. Saya membalas dan mengatakan bahwa saya lagi bersantai dan tidak ada rencana lain setelah ini. Lalu teman saya ini mengajak untuk ketemuan dan ngobrol-ngobrol sambil menikmati anggur merah, rokok dan makanan kecil plus dikenalkan dengan temannya. .Tadinya saya menolak, saya membayangkan kamar saya dan televisi serta another cup of coffee with milk sambil membaca buku yang harus diselesaikan, tapi tiba-tiba saja saya teringat dengan apa yang diucapkan oleh salah satu teman saya bahwa sekarang ini dia tidak pernah mau melewatkan kesempatan kalau diundang atau diajak ketemuan karena siapa tahu saja nanti bisa ketemu jodoh. Eh .. pemikiran yang sangat menarik, bukan ? …

Sekitar satu jam kemudian saya sudah duduk ngobrol dengan teman-teman saya sambil menikmati rokok dan anggur merah dan obrolan pembuka. Bicara banyak hal dari mulai tentang soundtrack film, film-film klasik, film serial, relationship, friendship, pekerjaan, waktu luang, hobi dan lainnya, dan tiba-tiba saja salah seorang teman saya mengenalkan saya dengan seseorang. Mungkin biasa dalam satu pertemuan antara satu dan yang lainnya jika kita membawa teman kemudian kita pasti mengenalkan kepada teman kita yang lain, kali ini pun seperti itu, saya merasa tidak ada sesuatu yang istimewa sampai kemudian kita mulai bicara ke hal-hal yang sifatnya lebih dari biasa-biasa saja,,bicara tentang buku lebih dalam lagi, bicara tentang film lebih menjurus kepada karakter pemainnya, alur ceritanya, settings, editing, bicara tentang kehidupan dan banyak hal lagi. Saya menanggapi semua itu dengan biasa saja pada mulanya!!!.

Sampailah pada waktu jam malam (which ngga mungkin kan kalau saya sampai punya jam malam ?), mungkin karena saya masih dihinggapi rasa euphoria of watching Will & Grace lalu keinginan menggebu untuk menyelesaikan buku yang sedang saya baca, maka ajakan untuk melanjutkan perjalanan malam ke Heart of Darkness; salah satu klub favorite saya disini; saya tolak, saya pikir akan lebih enak untuk dirumah. So, saya pamit dengan semua teman-teman saya termasuk teman baru saya ini.

Waktu sampai di tempat parkir, si teman baru ini tersenyum dan berkata, “So, are you sure that you are available to be my shoulder to cry on ? .. I have so many stories that I want to share.” “Sure.” “Okay, I’ll call you, your number is 012813***, right ?” dan saya amazed dengan ingatannya karena seingat saya, saya tidak pernah memberi nomor telpon saya kepadanya. “How did you get my number ?.” “You gave me.” “No, I did not, you never asked.” “Well, there is time when you mentioned the number to V and I happened standing near V and at that time you haven’t known me yet.” “Oh, okay, got it. So, call me anytime you need friend to talk to.” “Okay, bye.” “Bye.”

Lalu menghilanglah dia dengan motornya dan barulah saya menyadari kebodohan saya untuk kedua kalinya (ingat cerita saya tentang the body guard ?), saya tidak menanyakan nomor telponnya dan sekarang teman saya yang mengenalkan saya kepadanya sedang liburan ke Paris.

What a meeting …. !!!!

4 comments:

Avin said...

CIEEEEEE!!!!!!! Huhuuuuuy!!!

sefawkes said...

may I use your shoulder too??? "wink"

-dimas hary- said...

Avin ... coba yaa itu .. :D :D :D

-dimas hary- said...

sefawkes:
Bowleeeeeeeehhh ... *wink-wink* ..