Tuesday, November 28, 2006

THE MESSAGE CONVERSATION

Saya menelpon dirinya sekitar pukul setengah delapan malam lewat, tiba-tiba dari nada panggil berubah menjadi nada sibuk. Tak lama sesudah itu pesan masuk di telepon tangan milik saya.


P :
Sorry now is not a good time

Me :
No prob, … Sorry to bother,

P :
No but i just had a fight with dad.

Me:
Understood. Calm yourself, .. Take one at a time. Just let me know if you need friend to talk. Take it easy, …

P :
I do but cant for now.

Me :
I am not asking now .. At most of your convenient time. Hmmm ..Why don’t you make a cup of tea, go to your room, sipping your tea and put light music ?

P :
I really wish i was dead.

Me :
Come on .. It’s not true, .. That’s only an emotional though that you have now. Take a deep breath. Remember that everything happens for a reason. I want you to try to smile now … Your anger face looks so bad .. …

P :
I die for a reason

Me :
And what is the reason ? If then I may know …

P :
I may tell u later

Me :
Okay, anytime …

Me :
What are you doing now ? Ready to sleep ? .. Could you pls do me a favour ? .. Pls don’t sleep with and angry feeling ..,

P :
I’ll try not

Me :
Thanks, …

Me :
Have a good night, dear Pumpkin, … May the angel guard you while you’re sleeping and may the sweet dream be yours. Hope when you wake up everything will be much better, nity nite.


Kemudian keesokan paginya :

Me :
G’Morning, how’s thing with you ? Hope that all is under control now, .. Wishing you a pleasant day, …

P:
Yes im ok nw. Thanks 4 asking.


And from that day till now, saya belum bertemu lagi dengannya dan belum berkomunikasi lagi baik langsung maupun melalui pesan di telepon tangan.

Monday, November 13, 2006

THE MEMORY

satu siang ketika pikiran lagi tak menentu lalu datang Bunda sambil membawa segelas kopi pahit ...

"'dék, hidup itu seperti kopi ini, kalau terlalu pahit, kasih gula sedikit, secukupnya. Pun kalau masih pahit juga dan kamu sudah sampai batas maksimal, bilang sama Yang Punya Hidup, "semua berasal dariMu maka kukembalikan semuanya kepadaMu untuk Kau berikan kembali padaku dengan tatanan yang lebih sempurna dan lebih mudah ditelaah" .. niscaya dech semuanya berjalan lancar, kamu percaya Bunda kan ?" ...

Wednesday, November 08, 2006

THE MESSAGE

Tiba-tiba saja saya dikejutkan oleh sms yang masuk :

"Har, ada apa ? Keinget mulu udah bbrp hari ini. Kangen! :-("

Dikirim tanggal 5 November jam 14.32

Saya lalu membalasnya :

"Mungkin karena I feel not comfortable belakangan ini dan I do miss you around me, anytime I think of you then kerasa nyaman béyb ... "

Lalu dibalasnya lagi olehnya :

"Alhamdullilah. :-) Kalo ada apa2 u feel like sharing, don't hesitate to message me ya, Har. Times I recall the past when esp. you n other close ones believed in me often calms me down. It reminds me of how good person I once was and that makes me want to be that person again despite how filthy I've been in the last few years. That's bcoz I know that u believed in me n at least there was a close one regard me as a good person. I miss the old self of mine."

Lalu datang lagi smsnya :

"I miss our beloved Bandung. And I miss having you around. I've bn such a filthy person, Har. I've let things change me not in a good ways. Insya Allah kita be there 4 each other n saling mengingatkan. God, I miss you, Har! Mohon maaf utk smwa yg ga'berkenan ya, Har - lahir-batin. My best regard 4 bunda."


And all just leaves me blank in my mind ..
I am speechless but I do miss you as well, béyb .. so much ...


Phnom Penh, 05 November 2006

Friday, November 03, 2006

THE MEMORY

Dear Bapak,
Aku masih ingat cerita Bapak tentang terowongan itu,
Aku masih ingat cerita Bapak tentang gelap gulitanya terowongan itu,
Aku masih ingat cerita Bapak betapa sulitnya menemukan terowongan itu,

Dear Bapak,
Aku masih ingat betapa Bapak bilang pada kami semua agar jika ada kesempatan untuk dapat datang dan berkunjung ke terowongan itu,
Aku masih ingat betapa mata Bapak berkaca-kaca ketika bercerita tentang kekejaman yang terjadi di sekitar terowongan itu,
Aku masing ingat semua ...

Dear Bapak,
Kemarin aku tersenyum dan mataku berkaca-kaca ketika aku sampai di pintu gerbang masuk ke terowongan itu,
Kemarin aku tersenyum bangga karena aku dapat memenuhi janjiku pada Bapak untuk dapat melihat tempat itu, tempat dimana dulu Bapak bertugas dan mengabdi atas nama bangsa dan negara kita,
Kemarin aku tersenyum bangga ketika aku dapat mengunjungi beberapa tempat dari semua tempat yang pernah Bapak ceritakan,

Dear Bapak,
Aku bangga menjadi putra Bapak, aku bangga Bapak dulu menjadi anggota pasukan perdamaian Garuda IV ..
Aku berjanji akan menapak tilasi semua tempat yang pernah Bapak ceritakan dari Selatan ke Utara Viet Nam, aku berjanji sebelum aku kembali ke Tanah Air.


Cu Chi Tunnel
Saigon, Vietnam, 30 Oktober 2006

Tuesday, October 03, 2006

THE JOKE

A man escapes from prison where he has been for 15 years. He breaks into a house to look for money and guns and finds a young couple in bed. He ordered the guy out of bed and ties him to a chair, while tying the girl to the bed he gets on top of her, kisses her neck, then gets up and goes into the bathroom.

While he's in there, the husband tell his wife:
"Listen, this guys an escaped convict, look at his clothes! He probably spent lots of time in jail and hasn't seen a woman in years. I saw how he kissed your neck." If he wants sex, don't resist, don't complain, do whatever he tells you. Satisfy him no matter how much he nauseates you. This guy is probably very dangerous If he gets angry, he'll kill us. Be strong, honey. I love you."

To which his wife responds:
"He wasn't kissing my neck. He was whispering in my ear. He told me he was gay, thought you were cute, and asked me if we had any Vaseline. I told him it was in the bathroom. Be strong honey. I love you too!!"

Monday, October 02, 2006

THE INTRODUCTION

Awal mulanya waktu hari Jumat kemaren after office hour sms-an with two of my Singaporean friends yang berujung pada janjian untuk spending weekend together. Alhasil malam itu pukul 10 kurang saya pun dijemput oleh mereka.

We went to one place called Classic Bar yang mana menurut sahibul hikayat suka ada show-show yang entahlah apa namanya. Pendek cerita, sampailah kita di Classic Bar itu lalu masuk duduk manis dan memesan minuman, berhubung lagi bulan suci so I decided to drink coke only. Kita datang sudah pukul setengah sebelas malam dan kemudian jam sebelas dimulailah rangkaian para penyanyi-penyanyi negeri Khmer ini melantunkan lagu-lagunya. Kami pikir hanya satu atau dua orang .. ternyata satu orang menyanyikan paling tidak empat lagu dan sementara itu ada sekitar empat penyanyi, jadilah kita mendengarkan enam belas lagu Khmer yang even I did not understand a single word. Pffuuiihh ....,

Waktu berlalu dan sampai mendekati pukul duabelas malam, suasana Classic Bar tidak berubah, yang ada malah banyak sekali locals came in, jadi semakinlah kita bertiga ini menjadi stranger in the night bener. Akhirnya one of my friend sudah tidak tahan lagi dan mengajak untuk pindah.

Singkat kata, akhirnya kami pindah ke Heart of Darkness, ... begitu masuk Heart of Darkness yang mana ini adalah tempat clubbing favorit saya, I felt like breathing again in a fresh air ... hahahaha, call me exxagerated but that's exactly what I feel.

Begitu sampai di dalam, I met with one of my good friend, a Cambodian dan dia lagi bersama teman-temannya. Lalu dikenalkannyalah saya satu per satu dengan teman-temannya itu dan saya pun mengenalkan balik teman-teman saya yang orang Singapore. Setelah perkenalan itu, kami duduk bergabung, memesan minum dan mulai asyik dengan kegiatan masing-masing, ada yang keep dancing, ada yang keep drinking, ada yang keep smoking dan ada yang keep chatting.
Pada mulanya saya tidak menaruh perhatian tetapi kemudian ketika setiap kali cheers (orang sini mempunyai kebiasaan untuk mengangkat gelas dan melakukan toast acap kali mau minum), dia selalu memandang mata saya, well, mau tidak mau akhirnya perhatian saya pun terpecah padanya. Lalu saya ingat bahwa ketika dikenalkan oleh teman saya tadi, dia adalah satu-satunya yang dengan ramah menanyakan saya berasal dari mana dan sudah berapa lama di Cambodia sementara yang lain hanya menjabat tangan dan menyebut nama.

Malam semakin larut dan minuman yang tersedia dimeja semakin banyak jumlahnya, saya sendiri karena pusing terintimidasi oleh lagu-lagu Khmer, akhirnya memutuskan untuk meminum segelas anggur merah. Teman saya yang Cambodian harus meninggalkan Heart of Darkness sekitar jam satu karena rumahnya yang agak jauh dan terletak dipinggiran kota, sepeninggal teman saya itu, saya dan teman-teman saya yang orang Singapore dan teman-teman yang baru dikenalkan kepada saya tetap berkumpul dalam satu meja dan menjelang pulang saya baru masuk ke dance floor. Naaahh, di dance floor itulah terjadi pandangan mata yang tak lepas satu dan lainnya antara saya dan dia, sebutlah S. S ini kemudian menarik tangan saya untuk bergabung bersama dalam satu lingkaran dance. Sampai kemudian pukul setengah tiga akhirnya kita semua memutuskan untuk pulang, entah kenapa kok tiba-tiba saya yang biasanya tidak pernah menanyakan nomer telepon tangan orang lain, malam itu saya menanyakan nomer telepon S. Dia memberikan nomornya dan setelah itu kita berpisah.

Setelah sampai di rumah dan sebelum sahur, saya mengirimkan sms kepada S mengucapkan terima kasih dan saya tidak berharap akan ada balasan darinya. Namun tak dinyana bahwa dia membalas dan mengatakan hal yang sama dan berharap dapat bertemu lagi.

At that time after sahur, I slept with big smile on my face :-)

.. to be continued ..

Saturday, September 30, 2006

THE MESSAGE

I got this message tadi malam pas pulang dari Heart of Darkness, .. I brought another number jadi nomer yang ini ditinggal di kamar dan pas pulang ada pesan ini:

"Makasih smsnya, Hary. :-) Akhir2 ini jg kange us back time ago, t'utama kemarin sore saat chat sm W. Tp skrg jadi kangen sm Hary, tserah yg dulu atopun yg skrg. :-) Kangeeen bngt! Pngn meluk. :-) God, He knows how much I miss u. BTW, sbnrnya td siang udah bls smsnya tp ga'tau deh ktrima ato ga' krn sampe skrg ga'ada reportnya."


and here is my reply:

'My dearest béyb, ... I have received yr sms diz afternoon and I did love it. I put it in my blog:-) ... Pengen bngt dipeluk kamu, I miss the comfort you give. Belakangan ini keinget terus sama those times back then having coffee di Oh La La Dago, ... Dearest, yang senang yaa disana, I pray for you always. Love you much, as always.'

Phnom Penh, dinihari, 30 September 2006

Friday, September 29, 2006

THE MESSAGE

Entah kenapa kok tiba-tiba aja teringat sama dia so I decided untuk mengirimkan message kepadanya

me :
cuman mau bilang kalo Hary kangen sama kamu

dan dijawablah olehnya:
Haha... Just after I thought of u yesterday afternoon. Iya, Har. Lately sering kangen nih. Seneng deh terima smsnya :-)


Phnom Penh, 29 September 2006

Friday, September 08, 2006

THE HOPING

Iya, entah kenapa harapan bodoh itu kembali menyerang semenjak semalam, berharap bahwa dia akan mengirimiku surat elektronik, tapi apakah dia tahu itu ? eh bukannya merendahkan namun takutnya dia tidak mengerti apa yang dimaksud dengan alamat surat elektronik.

Tadi malam sebelum tidur, aku kembali berkhayal tentang hubunganku dengan dia yang mana tentunya tidaklah akan terjadi dan tidak mungkin, tapi aku pun tidak memungkiri bahwa khayalan itu mampu menyumbangkan senyuman manis diwajahku dan entah kenapa debar desir jantung itu masih saja ada acap kali aku mengingat dirinya.

Adakah Tuhan mendengar doaku ?

Phnom Penh, 07 September 2006

Tuesday, September 05, 2006

THE FEELING

aku membayangkan seandainya kau adalah belahan jiwaku, mungkinkah aku bahagia ?
ini semua bermula terbetik pada satu titik, mungkin kita bertemu pada waktu yang salah atau kita memang tidak ditakdirkan bersama ?

pertemuan itu sesaat, tak ada kesan, tak ada tukar nomor telepon, tak ada tukar apa pun, kecuali satu hal bahwa aku memberimu alamat surat elektronikku, tapi aku yakin bahwa kau tak akan peduli dengan itu,

entah kenapa debar desir jantungku acap kali aku mengingatmu dan kini kupandangi photomu tanpa daya, ...

aku tahu aku bodoh tapi aku tak kuasa menolak rasa itu,


phnom penh, 01 september 2006

Monday, August 28, 2006

THE SUPERHERO

Your results:
You are Superman
























Superman
65%
Spider-Man
60%
Supergirl
55%
Batman
50%
Robin
50%
Wonder Woman
40%
The Flash
20%
Green Lantern
20%
Hulk
15%
Catwoman
0%
Iron Man
0%
You are mild-mannered, good,
strong and you love to help others.


Click here to take the Superhero Personality Test

Tuesday, August 15, 2006

THE PRAYER

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa,
Puji dan syukur kami persembahkan hanya ke hadirat-Mu, karena berkat pertolongan-Mu , perjuangan bangsa kami berhasil membuahkan proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, 61 tahun yang lalu.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih,
Kami menyadari sepenuhnya, bahwa kemerdekaan yang Engkau anugerahkan kepada kami bangsa Indonesia, adalah nikmat yang telah kami tebus dengan pengorbanan jiwa dan raga putra-putri bangsa kami. Karenanya ya Allah, berikanlah kepada kami, para pemimpin bangsa kami, dan seluruh bangsa Indonesia kekuatan lahir batin, untuk mampu mempertahankan kemerdekaan dan mengisinya dengan sepenuh hati.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun,
Dengan rasa ikhlas dari lubuk hati kami yang paling dalam, kami memohon kehadirat-Mu ya Allah, ampunilah kami, para pemimpin kami, dan para pahlawan kami, semoga Engkau berkenan mengampuni dosa-dosa para pahlawan kami, dan menerima pengabdian dan darma bakti mereka kepada bangsa dan negara kami sebagai syuhada.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemelihara,
Kiranya Engkau berkenan memelihara seluruh tanah air dan bangsa kami, hindarkanlah bangsa dan negara kami dari fitnah dan marabahaya, jauhkan kami dari perpecahan dan permusuhan, berilah kami jalan keluar dari segala krisis, dan meantapkan tekad kami untuk membangun negara dan bangsa kami, menuju masyarakat madani.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa,
Limpahkanlah taufik dan hidayah-Mu kepada kami semua, agar jiwa dan semangat kemerdekaan terus menggelora dan mengilhami usaha dan perjuangan kami, demi kejayaan negara dan bangsa kami, agar dapat sejajar dengan bangsa-bangsa yang telah maju.

Ya Allah, Tuhan Penentu Masa Depan,
Masa depan adalah milik anak cucu kami. Jadikanlah generasi masa kini dan generasi mendatang sebagai generasi yang penuh iman dan takwa, generasi yang hormat kepada orang tua dan menghargai jasa para pahlawan. Dan jadikanlah kami dan anak cucu kami manusia yang dapat membawa bangsa dan negara kami ke tingkat kemajuan dan keadilan yang kami cita-citakan dengan terciptanya masyarakat yang saling menghormati dan penuh kasih sayang.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Sayangilah kami dan bangsa kami. Terimalah doa kami serta kabulkanlah permohonan kami.

Monday, August 14, 2006

THE MIND

Feel that I am in the middle of the crisis, let me jot down what is in my mind actually .. :

* Arranging schedule for month of August, September and October.

* Updating the Run Down for Diplomatic Reception 2006.

* Checking all the items for Diplomatic Reception decoration.

* Updating the schedule of Mr. Ambassador and Madame.

* Collecting the custom for The Singers.

* Concepting the decoration for Malam Syukuran on August 26th, 2006.

* Fixing my handphone.

* Finishing all the movies from Sothea.

* Try to let go all the feeling and just be myself.

* Try to find myself and the strength to continue this life.

* Fasting and praying. No more postponing.

* Clean up my working table.

* Finishing album photo to be submitted to Mr. Ambassador by end of this week.


currently reading : *menghapal lagu payung fantasi*
will watch tonite : come undone

Monday, July 24, 2006

THE QUESTION

only a simple question ..

"WHAT IS THE EXACT MEANING OF WHITE LIES ?"

anybody willing to share with me .. ? send your answer to my email : hcs.puruhito@gmail.com

Friday, July 21, 2006

THE INCIDENT

How could I be so blind ? so stupid ? I should have known it .. I should have realized it ..

Damn me .. !!!

Phnom Penh, 20 July 2006. the day I hate myself so much and feel betrayed

Tuesday, July 18, 2006

THE NAME

“Apalah artinya sebuah nama.” Kutipan paling legendaris dari Shakespeare tentang nama. Mungkin sebagian orang tidak perduli akan nama yang diberikan oleh orang tuanya, mungkin sebagian orang lebih suka dipanggil dengan nama kecilnya atau nama panggilannya ketimbang dipanggil dengan memakai nama resminya. Mungkin juga sebagian orang malah tidak perduli punya nama atau tidak, atau mungkin sebagian orang tidak peduli apakah orang lain mengingat namanya atau tidak.

Tapi tidak untuk saya, somehow it’s a little bit bother me when someone that we have properly being introduced to each other lalu bertemu kembali dalam satu kesempatan dan lupa namanya tapi yang bersangkutan merasa tidak terganggu untuk bertanya nama kita. Jangan untuk bertanya dengan orangnya langsung, bertanya pada teman-temannya pun tidak. Mungkin dia menganut paham aliran “Apalah artinya Sebuah Nama.”

Tadi malam saya memutuskan untuk tidak hadir di kelas bahasa yang sedang saya pelajari, pertama karena memang hujan yang besar menerpa Phnom Penh dan yang kedua tidak adanya kendaraan untuk pergi ke kelas tersebut. Lalu sebagai gantinya, saya memutuskan untuk makan malam dengan dua orang sahabat saya, Miss Dv dan Miss Dn.

Kami makan ditempat biasa, well, sudah tiga hari kami makan direstaurant yang sama, actually I went there last night because of I had a purpose of seeing someone. Sebenarnya bukan seseorang yang special tapi secara jujur dikatakan bahwa sudah beberapa hari ini dia mengganggu jalan pikiran saya (here we go again .. me and my exaggerated language!).

Saya bertemu dengan orang tersebut (tentunya karena dia bekerja di restaurant tersebut!), seperti yang saya lakukan acap kali bertemu dengannya, saya selalu menyapa dengan menyebut namanya dan menanyakan kabarnya dan seperti biasanya dia menjawab sambil tersenyum tapi dia tidak pernah bertanya balik mengenai kabar saya .. (eh ?). Entah mungkin momennya tidak tepat sehingga dia belum mau bertanya nama saya atau mungkin memang dia merasa bahwa tidak perlu mengetahui nama saya.

Anyway, setelah selesai makan dengan Miss Dn dan Miss Dv, we decided to go somewhere to have a coffee or a drink. Phnom Penh hujan dan all of us love rain, jadi kita menyusuri pinggir sungai dengan memakai mobil dan sambil menikmati jatuhnya rintikan hujan dan musik lembut yang mengalun.

Setelah itu kami pun memutuskan untuk duduk di satu tempat sambil ngobrol, sambil bertukar pikiran, maka kami pergi ke Riverhouse Lounge, satu tempat yang lokasinya ada di pinggir sungai.

Ketika hendak masuk ke lounge tersebut, Miss Dn bertemu dengan salah seorang temannya yaitu Mr. Dns, anak muda berkebangsaan Russia namun warga negara Perancis kalau tidak salah, somehow seperti itulah. Mr. Dns ini adalah crème de la crème-nya Phnom Penh. Once I was introduced to him by Ms. Dn and setelah itu walaupun suka bertemu di beberapa acara, namun we hardly say hi to each other. Entah kenapa, mungkin juga karena waktu itu dikenalkannya dalam satu acara pesta sehingga orang terkadang tidak begitu ambil serius. The good thing is I do remember his name. Dns.

Naah tadi malam itu setelah masuk ke lounge dan duduk kemudian memesan minum, maka kami bertiga pun mulai asyik mengobrol sambil sesekali tertawa cekakakan, sampai kemudian datanglah Mr. Dns ini ke meja kami, kemudian dengan tanpa basa-basi, dia mulai ikut mengobrol tanpa melihat eksistensi saya sebagai bagian dari kelompok kecil yang mungil ini. Pertama, saya tidak begitu merasa tersinggung, saya pikir mungkin memang dia ingin berbicara dengan Ms. Dn saja, tapi kemudian dia mulai mengajak Ms. Dv bicara sampai kemudian saya sama sekali tidak ditegurnya. What such an attitude I guess.

Saya mencoba untuk tidak mengambil pusing dengan semua itu, saya asyik menikmati musik dan rokok serta segelas Tia Maria.

Time to go home, maka ketika berpamitan, saya sengaja tidak berpamitan padanya, buat apa ? daripada nanti pamitan pun tidak dijawab atau disapa, well, I better not to. Maka saya keluar dari lounge lebih dulu dari sahabat-sahabat saya itu, sampai kemudian ketika sampai ke mobil, I was surprised kalau dia ternyata ikut pulang dan ikut di mobil yang sama !!!. Ms. Dv memutuskan untuk mengantarkan dia terlebih dahulu kemudian baru mengantar Ms. Dn dan terakhir mengantar saya.

Sesampainya di depan rumah Mr. Dns ini, dia said thank you to everyone and even to me (to my surprise) dan secara reflek saya menjawab, “Okay Dns, good nite.” Dan yang bikin saya terkejut lagi ketika dia menepuk pundak saya dan mengatakan, “I should appreciate that you remember my name” … HELLLLLOOOOOOOOWWWW … mungkin ini yang dimaksud oleh Shakespeare dengan “Apalah Artinya Sebuah Nama” …,

Ms. Dn dan Ms. Dv tertawa tergelak-gelak ..

Wednesday, July 12, 2006

CATATAN PERJALANAN 5

Pada saat kita masuk ke dalam pelataran dalam Angkor Wat, suasana nyaman, suasana sejuk dan damai terasa memasuki setiap relung jiwa. Entah mungkin itu hanya perasaan saja atau memang karena dulunya tempat ini merupakan tempat ibadah, tempat penenangan diri dan tapa seraya memuja sang Dewa, wallahualam.

Yang pertama kita lihat di kiri dan kanan adalah kolam atau seperti tempat pemandian, dahulunya mungkin entah raja atau kaum bangsawan mensucikan dirinya terlebih dahulu sebelum melakukan ritual sembahyang memuja dewa.


Photobucket - Video and Image Hosting


Jalan menuju lobby utama tempat dimana semua orang bersembahyang tampak panjang namun memberikan nuansa sejuta misteri.

Photobucket - Video and Image Hosting


Jika anda memiliki kekuatan lahir batin [mungkin saya terlalu hiperbola], tidak ada salahnya untuk mencoba naik ke tingkat paling tinggi. Harus saya ucapkan disini rasa terima kasih saya yang sebesar-besarnya kepada salah satu teman baik saya yaitu Bona yang telah memberikan motivasi dan kekuatan hingga saya bisa naik sampai di puncaknya Angkor. Dengan kemiringan tangga yang hampir tegak lurus dan anak tangga yang tidak lebar, saya akui bahwa semua jerih payah itu akan hilang begitu kita sampai di puncak. Nanti satu saat jika anda berkesempatan pergi ke Angkor, maka anda akan mengetahui mengapa tangga itu dibuat sedemikian sulitnya untuk dinaiki.Di menara utama terdapat patung Budha yang berukuran cukup besar. Sebagaimana diketahui bahwa setelah Budha masuk dan menggantikan Hindu, maka Angkor menjadi Candi Budha dengan begitu banyaknya patung Budha bertebaran, namun sekarang ini sebagian besar patung sudah diselamatkan ditaruh di Musium Nasional di Phnom Penh dan sebagian besar lagi hancur pada masa rejim Pol Pot / Khmer Merah berkuasa.

Photobucket - Video and Image Hosting


Pemandangan terlihat begitu menarik dari puncak Angkor, apalagi candi ini menghadap ke barat dan salah satu daya tariknya adalah pemandangan pada saat matahari terbenam.

Photobucket - Video and Image Hosting


Photobucket - Video and Image Hosting

Inilah menara utama di Angkor. Tampak terlihat megah dan besar. Pada masanya dulu, hanya Raja dan Guru Spiritualnya yang diperkenankan naik dan bersembahyang di menara utama ini, yang lainnya hanya bisa sampai pelataran lobby saja. Tidak ada yang bisa naik ke menara utama ini.

Photobucket - Video and Image Hosting


Pemandangan dari menara utama ke pelataran candi di bawah.

Photobucket - Video and Image Hosting


Pelataran tampak dari atas.

Photobucket - Video and Image Hosting

Perbandingan besarnya manusia dengan menara utama

Photobucket - Video and Image Hosting


Photobucket - Video and Image Hosting


Patung Budha pada menara utama, tidak begitu jelas karena patungnya berwarna hitam dan diselimuti kain merah.

Photobucket - Video and Image Hosting

Patung Budha disalah satu gang di menara utama namun sudah tidak ada lagi kepalanya. Banyak patung yang hilang pada jaman rejim Pol Pot / Khmer Merah berkuasa, ada yang memang sengaja dihancurkan, ada juga yang memang dicuri untuk kemudian dijual sebagai barang antik.

Photobucket - Video and Image Hosting


Setelah turun dari menara, maka kita akan memutari Angkor untuk melihat cerita-cerita yang direfleksikan dengan relief di sekeliling Angkor, cerita bagaimana bangsa Khmer dulunya merupakan satu bangsa yang besar dan tangguh dalam menghadapi setiap serangan atau pun percobaan penjajahan oleh kerajaan lain.

Tampak mendung mulai mengelilingi Angkor

Photobucket - Video and Image Hosting


Photobucket - Video and Image Hosting

Ini adalah salah satu gang bagian luar Angkor

Photobucket - Video and Image Hosting

Inilah sebagian relief yang mengelilingi Angkor.

Photobucket - Video and Image Hosting


selanjutnya .. menelusuri Phnom Kulen ..

Tuesday, July 11, 2006

CATATAN PERJALANAN 4

The Great ANGKOR WAT
Perjalanan berikutnya adalah mengunjungi salah satu yang termasuk Keajaiban Dunia dan juga Cagar Budaya Dunia yang dilindungi oleh Badan PBB. The Great Angkor Wat.

Konservasi Angkor dimulai pada tahun 1960 oleh pemerintah Perancis.


Photobucket - Video and Image Hosting

tanda konservasi dimulai


Angkor dibangun pada masa pemerintahan Raja Suryavarman II pada pertengahan abad ke 12, baik sebagai ibukota dan juga candi penghormatan kepada Dewa Wisnu.

Angkor Wat dikelilingi oleh parit besar yang dikenal dengan sebutan The Moat yang menandakan samudera, dengan total luas keseluruhan kompleks Angkor ini kurang lebih 200 hektar.

2 jembatan pada bagian barat dan timur membelah parit besar menggabungkan bagian luar dan dalam Angkor dengan panjang masing-masing 190 m. Angkor sendiri dikelilingi oleh tembok dengan panjang kali lebar adalah 1,025 m x 802 m.


Photobucket - Video and Image Hosting

the moat


Photobucket - Video and Image Hosting


Menelusuri causeway maka kita akan berhadapan dengan pintu masuk Angkor Wat, terdiri atas tiga menara.

Photobucket - Video and Image Hosting

tiga menara


Menara tengah merupakan pintu masuk utama kedalam kompleks Angkor Wat.

Photobucket - Video and Image Hosting


Photobucket - Video and Image Hosting


Dari mulai pintu masuk, kita kembali menelusuri jembatan atau semacam jalan yang terbuat dari batu solid dan kokoh untuk menuju menara utama Angkor Wat ini. Angkor Wat sendiri secara seksama menggabungkan dua pola dari gaya arsitektur Khmer yaitu pyramid dan apa yang disebut “concentric galleries.” Piramid dipakai sebagai simbol dari Hindu yaitu Gunung Meru atau Mahameru. Jika anda pernah membaca Mahabharata, Bharatayudha dan Pandawa Seda karya RA. Kosasih, maka sering disebut bahwa tempat bersemayamnya para dewa berada di puncak Mahameru.

Photobucket - Video and Image Hosting

tampak menara utama dari jauh


Angkor Wat ini menghadap ke arah Barat, yang mana setiap candi Hindu yang menghadap ke arah Barat adalah merupakan candi yang diperuntukkan bagi Dewa Wisnu. Dulunya Angkor ini dibangun pada masa Hindu berkuasa.

Kita memasuki kota Angkor dari arah barat dengan menyeberangi parit besar. Begitu melewati pintu utama, anda akan berjalan diatas jembatan sepanjang 350 m dan diujung jembatan itu anda akan melihat 5 menara Angkor yang berdiri walau tidak utuh lagi namun dapat memberikan satu nuansa betapa dulu sangat indah karya manusia yang dibekali otak dan pemikiran oleh Yang Mempunyai Hidup.

Sebelum menyusuri jembatan, cobalah ke sebelah selatan arah pintu masuk utama, beberapa meter dari situ maka anda akan bisa melihat satu relief penari Apsara yang tersenyum namun memperlihatkan giginya. Lalu apa istimewanya ? yang menjadikannya istimewa adalah dari sekitar kurang lebih 2,000 relief penari Apsara yang ada di Angkor, hanya satu yang memperlihatkan giginya, entah maksud dan tujuannya apa pada masa itu dibuat seperti itu.

Pada saat anda menelusuri jalan menuju menara utama Angkor, di kiri dan kanan terdapat masing-masing satu bangunan yang dulunya dipercaya bahwa bangunan tersebut merupakan perpustakaan para pendeta. Bayangkan bahwa jaman dulu saja minat baca dan belajar sudah ada. Mendekati pintu masuk ke menara utama setelah melewati gedung perpustakaan tersebut, maka anda akan menjumpai dua buah kolam dikiri dan kanan [pada saat saya datang, kolam disebelah kanan sedang kering sehingga hanya ada kolam disebelah kiri], kolam ini merupakan kolam yang sering dipakai oleh para turis untuk berphoto karena pada kolam ini terdapat bayangan lima menara utama Angkor Wat.


Photobucket - Video and Image Hosting

gedung perpustakaan


Photobucket - Video and Image Hosting

gedung perpustakaan satu lagi


Photobucket - Video and Image Hosting

kolam tempat pengambilan photo

CATATAN PERJALANAN 3

Melanjutkan dari Catatan Perjalanan 1 dan 2

ELEPHANT TERRACE and TERRACE OF GARUDA
Dari Bapuon maka kita akan menelusuri causeway menuju keluar area Bapuon dan sampailah kita di Elephant Terrace yang dibangun pada masa pemerintahan Jayavarman VII kemudian pada masa pemerintahan Jayavarman VIII ditambah beberapa bangunan.

Elephan Terrace ini biasanya dipakai untuk acara-acara kenegaraan atau resepsi-resepsi resmi. Dengan panjang 300 m. Ada tiga tangga untuk menaiki Elephant Terrace ini dari arah depan, satu ditengah dan dua ada di kiri dan kanan pada ujung teras ini. Tangga yang tengah merupakan tangga yang paling besar.


Photobucket - Video and Image Hosting


Photobucket - Video and Image Hosting


Photobucket - Video and Image Hosting



bersambung ke Catatan Perjalanan 4
The Great Angkor Wat