Thursday, April 05, 2007

THE PAST

Tiba-tiba saja salah seorang sahabat mengirimkan photo ini .., gooosssshhh .. I am so speechless. Ngga tau beneran mau ngomong apa, antara terkejut, ngga percaya namun nyata adanya.

This picture was taken on April 19, 1992 .. so itu mungkin sekitar 15 tahunan yang lalu. Betapa dalam waktu lima belas tahun itu semua berubah begitu cepat.

Can you guess which one is me ? .. hihihi ...


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Friday, March 30, 2007

THE CHANGING

Sudah hampir seminggu lebih menikmati liburan di Tanah Air, saya sudah bertemu hampir semua teman baik yang ingin saya temui.Entah kenapa liburan kali ini saya menemui banyak hal yang sangat berbeda dengan liburan-liburan saya sebelumnya.

"Kenapa, Mas ? Mas sudah tidak sepopuler dan sebegitu dipuja oleh semua orang ?"

Mungkin waktu yang semakin berganti, mungkin juga suasana kebatinan yang sudah tidak lagi sama dengan dulu atau juga mungkin bahwasanya setiap manusia ciptaan-Nya berkembang dan berganti dari hari ke hari. Yes, we cannot expect to be the same again.

Ketika saya bertemu dengan sahabat-sahabat lama saya dimana hampir diantara kami ini semua adalah seusia, pertemuan pertama begitu sangat mengesankan, dalam artian kami masih bercanda, masih berbicara tentang ini dan itu dan sepanjang pertemuan itu hanyalah melulu diisi oleh tawa, olok-olokan semata yang terkadang jika orang lain yang mendengarnya maka akan merah kupingnya. Saya sendiri menikmati pertemuan itu. That's the best among others meeting.

Namun seiring sejalan dengan berlalunya hari dan kehadiran saya pada saat liburan yang mana pada saat orang-orang lain bekerja, membuat kemudian saya dapat melihat apa yang sesungguhnya dari arti setiap pertemuan itu.

"Sudah banyak yang berubah yaa, Mas ? tidak seperti dulu lagi ? tidak seakrab dulu lagi ? ngga ada lagi pelukan dan cium pipi kiri kanan ? dan segala tata cara upacara yang biasa Mas dan teman-teman mas lakukan. Mungkin sudah old fashioned kali, Mas, gaya itu."

Saya tidak dapat menyalahkan siapa pun dalam hal ini dan tidak dapat cemburu atau merasa bahwa sekarang saya bukan lagi nomor satu, bahwa saya bukan lagi orang yang selalu didahulukan. Tigapuluh enam purnama berlalu dan saya tidak dapat mengharapkan orang untuk terus sama ketika saya dulu baru saja pergi meninggalkan Tanah Air.

Saya hanya merasa bahwa kini semua memang sudah berjalan pada posisinya masing-masing dan saya tidak lagi berhak untuk mengatur jalur atau jalan mana yang harus diambil agar sesuai dan seharmonis seperti yang saya inginkan. Satu hal yang patut saya syukuri bahwasanya saya masih punya teman di Tanah Air, orang-orang yang mengenal saya walaupun mungkin tidak seperti dulu lagi tapi at least ada orang-orang yang bisa saya temui jika saya kembali ke Tanah Air.

Nampaknya bahwa saya mulai kehilangan gigi mungkin itu yang membuat saya kemudian merasa miris dan merasa ditinggalkan tapi saya selalu percaya bahwa semua terjadi karena ada alasan yang mendasarinya. Mungkin saya belum menerima itu tapi lambat laun saya akan menyadarinya.

Bukan mengkasihani diri sendiri tapi itulah kenyataan hidup yang memang harus dilewati dan dijalani. Sebagai manusia tentu kita harus berproses. Berproses pada banyak hal yang tentunya tidak akan berhenti.

Saya bertemu dengan beberapa orang yang boleh dikata sangat akrab dulu sebelum saya berangkat meninggalkan Tanah Air. Ketika saya kembali untuk kemudian bertemu lagi dengan mereka dan membuat janji, ketika bertemu terlihat sangat berbeda, ada jarak yang terbentang walaupun tipis namun terlihat jelas.

"Kan seperti yang orang-orang bilang, Mas, bahwa pada setiap kehidupan itu orang akan datang dan pergi. Jangan serakah dong, Mas, masa maunya orang datang terus tapi ngga pergi-pergi."

Iya, saya menyadari hal itu dan saya tahu bahwa semua itu adalah memang kehendak-Nya. Well, tidak berusaha untuk menjadi sok bijak tapi itulah yang sesungguhnya saya rasakan. Tuhan pasti punya rencana. Tuhan pasti memberikan yang terbaik bagi umat-Nya.

Sebuah perjalanan yang mungkin tidak akan terulang lagi dan sebuah perjalanan yang God knows when I will be back and meet them again.

"Jangan sedih begitu dong, Mas, masih banyak kok yang mengharapkan Mas untuk kembali lagi berada dalam lingkaran mereka. Mungkin tidak sekarang tapi pastinya nanti mereka akan menyadarinya bahwa apa yang pernah Mas bikin dan berikan kepada mereka itu adalah hal terindah yang pernah ada."

Kini saya mungkin hanya tersenyum dan berharap yang terbaik bagi mereka. May be I don't belong to them anymore but one thing that making me happy. I introduced them to each other and they've been close and good to each other with a very good bound. What can I expect more ?

Thursday, March 22, 2007

THE LOVE

and I love you so .. the people asked me how,

Jakarta, 19 March 2007

Monday, March 12, 2007

THE SUNDAY

Indeed it was one fine day. Pergi kesana kemari untuk beli pesanan si A, si B, si C dan si lainnya. After that having coffee with Ricky and Kwong before heading to the photo shots of my little family here in Phnom Penh.

I did enjoy the time being together with this litte family. This is the first time where everyone's available to get together. Here's the result ... How I love the pictures ...

Thanks guys .. love you all ..

Can't wait to be home to meet my Sweety Pie .. hihihi.

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Saturday, March 10, 2007

THE HOME WORK from Tobytha

Tiba-tiba dapat pesan di shoutbox dari Tobytha Darl .. one of my good friend. He gave me homework, jadilah mampir ke blognya tersayang itu to see what kind of homework yang dia kasih.

"Mas .. mas .. pakai satu bahasa biar ngga bingung yaa jawab pekerjaan rumahnya, jangan sok Enggris. Sekali-sekali pakai EYD kan ngga masalah kan buat dirimu."

Pekerjaan Rumah dari Toby adalah saya diminta menceritakan enam hal yang aneh yang kita miliki, entah itu berupa kebiasaan, sifat atau hal-hal lain yang berhubungan dengan saya langsung.

Hmm .. agak bingung juga yaa, nampaknya hanya orang lain yang bisa menilai diri kita masing-masing secara kalau kita menilai diri kita langsung maunya yang baik-baik saja yang dikatakan.

"Halaaaaaah .. Mas, wong sifat sampeyan banyak kok yang ngga nggenah."

Pertama yaa, I love to keep buying things yang terkadang barang-barang itu ngga ada gunanya, ngga tau kenapa kok rasanya lapar mata aja liat barang bagus.

"Lhoo bukannya itu kan karena Mas suka pamer pada dasarnya."

Kedua, ngga pernah bisa bilang tidak dengan firm dan penuh pasti. Cenderung mengatakan iya atas permintaan apa saja yang sekiranya dimintai tolong oleh orang. Walaupun tidak bisa bantu atau mbantu tapi diri sendiri susah pun tetap aja dijalankan.

"Itu salah satu program untuk tetap dapat titel orang baik yaa, Mas ?."

Ketiga, walaupun udah punya sejuta enam belas tas, tetap aja keep buying bags walaupun udah dilarang oleh sejuta umat. Padahal terkadang ngga tau tas itu mau buat apa.

"Terlalu mengagumi Carrie Bradshaw yaa, Mas, kan ngga mungkin Mas mengkoleksi sepatu berhak dan made in Manolo Blahnik lagi."

Keempat, my friends a.k.a those that so-called my inner circle tahu benar bahwa saya hobi sekali complain tentang apa aja yang bisanya ngga sesuai dengan aturan main atau aturan yang seharusnya dijalankan. Kayaknya hal ini ngga bisa dihilangkan secara sepertinya sudah in blood gitu.

"Errrr .. Mas .. Mas .. sampeyan kan paling gaya kalo udah urusan protokoler, sampai-sampai urusan makan malam bareng sama teman-teman aja diatur duduknya harus dimana dan dekat siapa."

Kelima, sama dengan Toby .., paling ngga bisa liat internet nganggur, yang tadinya ngantuk begitu nyentuh dunia internet, waaaaahhh dunia langsung cerah ceria rasanya, mata kok rasanya yang tadinya lima watt langsung jadi limaratus watt ..., mungkin status Toby dan saya sama .. we are internet whore !!! ...

"Bukannya ajang mencari jodoh sudah selesai, Mas ? .. Mas ajah yang hobi sapa kiri kanan, biar banyak teman apa banyak koleksi, Mas ?."

Keenam, .. the sixth sense. Things that sometimes I hate it tapi juga terkadang menguntungkan di beberapa sisi, hanya aja terkadang harus dealing to those yang menuntut kalau apa "dibacakan" tidak sesuai ... lhaa wong namanya aja saya manusia bisa aja salah ... hihihi, ..

"Kalau yang ini saya speechless, Mas, .. hehehehe."


There .. I have done the home work given by Tobytha ... sekarang giliran saya memberikan pekerjaan rumah ini kepada : ...

Tante Miund ... yang menggemari Om Marty Natalegawa
dik Faiz ... yang sangat kontroversial
Weennyiikuh .. yang mengagumi Richard Dean Anderson
Avinkeuh .. yang udah lama ngga update blognyah
Mas Agus Item Ganteng ..
Aga .. calon Duta Besar Indonesia untuk Uganda ... hihihi

Wednesday, March 07, 2007

Cerita Cinta

Baru saja pulang dari foot reflexiology dengan Mbak DP, tadinya ngga ada rencana untuk pergi tapi tiba-tiba saja kok ingin relaksasi sebentar pas momentnya lagi sms-an sama Mbak DP alhasil kita janjian untuk ketemuan ditempat foot reflexiology tempat biasa kita menghabiskan waktu hari Minggu malam.

Saya datang lebih dahulu secara tempatnya Mbak DP agak sedikit lebih jauh dari tempat saya. Lima belas menit setelah saya datang dan sang masseur sudah mulai melakukan pekerjaannya, Mbak DP datang. Duduk disebelah saya dan percakapan pun dimulai.

"Aduuh, Mas, kenapa yaa Tuhan menciptakan CINTA ?"

Errr .. I am a little bit speechless sesungguhnya dengan pertanyaannya dia itu, saya hanya bisa jawab, "Lhoo CINTA itu kan anugerah."

Mbak DP ini lalu memulailah dengan section tjurhatnya. Saya tahu bahwa belakangan ini dia lagi dekat dengan seseorang yang mana secara nalar orang yang lagi dekat dengan Mbak DP ini termasuk dalam kategori pria yang sangat pendiam dan sangat misterius. Kalau buat saya lhoo secara saya jarang sekali berinteraksi dengan pria ini walaupun sering ketemu dalam beberapa acara resmi ataupun casual namun percakapan yang terjadi hanyalah percakapan basa-basi.

"Saya pikir everything runs well, bukannya kemaren hari Minggu you spent the time with him yaa ?"

Mbak DP lalu bercerita kalau hari Minggu itu memang dia bersama yang lainnya pergi ke satu tempat dan semenjak pisah dari mulai malam itu sampai dengan saat ini tak ada satu kabar pun yang diterima oleh Mbak DP. Pesan pendek di telepon tangan pun tidak dijawab.

"How I hate waiting an sms. Rasanya pengen banting itu telepon tangan."

Lho lho Mbak .. daripada dibanting kan mendingan dihibahkan ke saya, hahahaha. Saya hanya tertawa saja mendengar kalimatnya. Welcome to the club, Mbak, kemaren kemana saja ? ... hihihi.

Saya memang tidak bercerita pada Mbak DP mengenai hubungan saya dengan NS yang pada sore hari sebelum saya berangkat latihan paduan suara telah diklarifikasi secara jelas dan nyata. Yupe, semua yang telah terjadi, semua omongan di telepon maupun di pesan pendek pada telepon tangan hanyalah sebatas manis di bibir saja, saya sendiri tidak tahu sebab musababnya apa namun saya mempunyai kecenderungan untuk mengambil kesimpulan bahwa semua ini NS lakukan karena perasaan insecure yang dia miliki secara NS ini memiliki sifat posesif yang sangat tinggi kadarnya. It's over before it begins.

Well, cinta diciptakan untuk dinikmati tapi terkadang dimaki habis dan tidak jarang pula dikutuk oleh semua orang. Dari mulai cinta yang sekedar iseng, main-main sampai yang cinta benar-benar serius yang bahkan bisa membuat orang lupa daratan. Seperti yang sering saya bilang pada semua orang bahwa love is simple but yet complicated.

"Kenapa yaa, Mas, saya ini gampang banget terjatuh, luluh lantak padahal udah sering kali lhoo terjerumus atas kebodohan cinta,"

Berarti benar apa yang dikatakan oleh pepatah bahwa cinta itu buta, ngga ada matanya sama sekali dan tidak melihat. Tapi yaa kan ngga buta-buta amat. Hanya saja begitu Om or Tante Cupid melepaskan panahnya dari busur cintanya, booomm ... semua berasa indah, even semua orang pasti akan tahu kalau kita lagi jatuh cinta, everything seems easy, there's always a smile in our face dan bola mata berbinar ceria *haiyaaaaaaaaaahhh .. bahasanya ampun mak jaaaannn*

Sambil ngobrol dengan Mbak DP, saya mengkaji dan melihat kebelakang apa yang telah terjadi selama seminggu belakangan ini semenjak saya kenal dengan NS. Begitu banyak keindahan yang terjadi yang dirasa, begitu banyak hal yang tadinya mungkin saya pikir susah tapi kok yaa bisa saya jalankan dan tanpa adanya komplikasi banyak hal. Ya itulah the greatest power of love.

Tapi saya pun tersenyum dan mentertawai diri saya yang begitu mudahnya dibodohi oleh perasaan yang seharusnya saya sudah tahu bahwa jika semua satu saat akan terjadi tidak seperti yang diharapkan, saya sesungguhnya sudah mempersiapkan diri saya namun tetap saja perasaan sakit ada walaupun mungkin kali ini tidak terlalu dalam. Yang parah adalah perasaan bahwa I am being a fool, I am being stupid dan kok yaa bisa-bisanya yaa percaya dengan semua omongan-omongan yang sesungguhnya ngga makna dan esensinya. Cuman sekedar bumbu cerita cinta.

Dulu saya selalu mempunyai ketakutan kalau ditolak atau gagal dalam menjalin satu hubungan tapi mungkin dengan seiringnya waktu berjalan semua dapat diatasi. I am not ashamed or afraid for being rejected and failed. Sudah sejuta enam belas kali dan sampai saat ini saya belum kapok, .. saya akan terus mencari cinta, saya akan terus berusaha untuk mendapatkan seseorang yang sekiranya dapat menjalani satu hubungan dengan segala kekurangan maupun kelebihannya. Kesamaan saya dengan Mbak DP ini mungkin adalah kita sama-sama mudah jatuh cinta.

"Jadi, Mas, saya mesti gimana yaa ? kirim sms jangan ke dia ?."

Errr ... saya bingung untuk menjawabnya, saya pikir yang lebih baik dilakukan adalah dia dan menunggu, sebagai wanita tentunya *walaupun Bu Kartini sudah memperjuangkan emansipasi dan saat ini adalah era globalisasi* akan lebih baik untuk sedikitnya me-rem perasaan dan emosi. Dan kalimat klise pun keluar dari mulut saya, "Sudahlah, ikuti saja alurnya."

Kalau bicara tentang cinta memang tidak akan ada habisnya. Namun saya ingat selalu apa yang dikatakan oleh Wai Kwong, teman Malaysia saya itu. "Don't worry, there's always someone for someone in this world. Your time will come."

Iya, saya percaya bahwa Tuhan punya rencana lain tentunya karena everything happens for a reason. Terdengar sangat dan sok bijak mungkin namun benar adanya lhoo kalau mau dikaji lebih dalam lagi.

"Mas .. Mas .. udah selesai, ayo antar saya pulang." ...

Menikmati angin panas kota Phnom Penh .. saya kembali tersenyum mengingat betapa kita terkadang dibodohi oleh cinta.

Beberapa saat sebelum saya tidur, tiba-tiba telepon tangan saya berbunyi, nada tanda ada pesan masuk.

"Mas ... Mas, dia kirim pesan, aduuh berbunga-bunga rasanya."

Hahahahahaha, saya tertawa. Betapa cinta itu sangat misterius cara bekerjanya. Duuhh, seandainya saya pun mendapatkan sms yang sama mungkin saya akan jingkrak-jingkrak. Kini gantian saya yang memandang telepon tangan saya itu dengan sebal, ingin rasanya membanting telepon tangan itu.

Malam semakin larut, nampaknya lebih baik tidur daripada memikirkan yang tidak mungkin terjadi.

Terngiang-ngiang dikuping saya lagu Cinta oleh Titiek Puspa yang saya nyanyikan waktu acara malam persahabatan Indonesia – Kamboja ..

"Cintaaaaaaaa oooooooooohhhhhhhh cintaaaaaaaaaaaaaaaa .... "

Tuesday, March 06, 2007

THE NOTHING

Hari Minggu kemarin saya kecopetan. Dua buah dompet yang saya letakkan di kantong depan back pack saya itu tiba-tiba raib tak ada rimbanya dan saya hanya bisa tersenyum pasrah. Saya tidak menyadari jika kantong tas back pack saya itu dibuka oleh orang sampai kemudian ketika saya melihat bolpen saya terjatuh dan saya melihat bahwa retsleting bagian kantong itu sudah terbuka setengahnya.

Sampai dirumah saya check seantero kamar dan saya bongkar tas yang terakhir saya pakai sebelum saya pakai tas yang hitam ini dan dompet itu pun tak ada. Well, buat saya secara jujur bukan masalah uangnya yang hilang tapi beberapa hal kecil yang ada di dompet itu, .. photo almarhum Bapak saya, photo almarhum Eyang Kakung, KTP Indonesia dan beberapa catatan kecil lainnya. Saya berharap ada orang yang akan telpon dan mengembalikan dompet tersebut. Namun hingga kini harapan tinggallah harapan dan saya sudah ikhlas akan kehilangan saya tersebut, saya percaya Tuhan punya rencana lain.

Entah kenapa seolah hari Minggu itu kesabaran saya benar-benar diuji secara luar dalam. Setelah pulang dari mengantar istri Juragan saya itu, kemudian saya memutuskan untuk beristirahat sejenak dengan berusaha melelapkan diri ditengah siang panas ditemani musik Indonesia tahun 80an dan dinginnya penyejuk kamar. Namun entah kenapa berjuta sms datang silih berganti dan sejuta enam belas telpon masuk dan semua itu required to be answered. How I hate my Sunday!. I suppose to be able to take a rest secara baru saja pulang dari luar kota mengurusi delegasi Menteri Luar Negeri RI yang menghadiri sidang di Siem Reap dan kurang tidur!.

Malamnya sebagaimana telah dijadwalkan saya gabung dengan beberapa teman-teman dekat saya disini untuk acara potluck ditempatnya Wai Kwong, a Chinese Malaysian. Undangan yang saya sebar adalah pukul 19.00 waktu setempat namun ketika saya datang pukul 19.30 hanya ada dua orang yang datang dan yang lain tampak belum datang.

I could not get angry as I am being late by myself though I told them that I might be late. Tapi ya sudahlah. Acara potluck ini sendiri berlangsung hingga pukul 22.30 dan setelah itu masing-masing pulang.

Sampai di rumah saya masih mencoba mengkontak NS, entah sudah berapa kali namun masih tak ada jawaban. Saya mencoba untuk tidak emosi ataupun melakukan kebodohan namun disisi lain saya pun tertawa betapa kita ini manusia terkadang sangat mudah dibodohi oleh cinta.

Well, there is no point of this story as saya hanya meracau saja pada dasarnya.

Wednesday, February 28, 2007

THE DINNER ARRANGEMENT

Beberapa hari lalu saya kembali mengeksplorasi kemampuan saya untuk menjadi Tukang Tata dan Tukang Atur dalam satu jamuan makan malam di rumah atasan saya.

Kegiatan yang buat saya sangat menyenangkan karena kegiatan jamuan makan malam ini dapat mengakomodir kemampuan saya lebih jauh lagi dalam hal penataan, walaupun tidak pernah belajar secara khusus namun karena pengalaman-pengalaman yang sudah-sudah, saya merasa bahwa kemampuan saya semakin terasah namun tetap jauh dari sempurna.

Jamuan Makan Malam kali ini terbagi atas dua tempat dikarenakan jumlah tamu yang agak banyak sehingga tidak memungkinkan untuk semua tamu didudukkan pada satu meja.

Maka dibuatlah dua meja yang terpisah.

Photobucket - Video and Image Hosting

Gambar yang diatas ini adalah meja panjang tempat para bapak-bapak menikmati makan malamnya.

Photobucket - Video and Image Hosting

Gambar yang diatas ini adalah tempat para ibu-ibu menikmati makan malamnya.

Photobucket - Video and Image Hosting

Penataan peralatan makan.

Photobucket - Video and Image Hosting

Pada gambar diatas tampak table runner yang berwarna gelap dan nuansa yang didasari dengan taplak warna putih. Bunga yang diletakkan disesuaikan dengan meja dan warna yang diambil pun merupakan perpaduan. Table Runner warna gelap ini saya pakai untuk meja para bapak-bapak, terkesan keras namun elegant dan juga tidak meninggalkan sisi-sisi keindahannya.

Photobucket - Video and Image Hosting

Sementara untuk meja para ibu, saya menggunakan table runner yang tadinya adalah selendang batik kuno. Warna batik kuno yang cenderung lembut membuat penampilan meja menjadi terlihat kalem dan feminim. Bunga yang dipakai pun tidak berwarna keras namun warna yang menyesuaikan dengan nuansa ruangan itu sendiri.


Ehm .. bagaimana ? .. sudah lulus belum yaa saya ? ... hihihihi, ...

Your Kissing Technique Is: Passionate but Aggressive
Hey, slow it down a little!Yes, you've got some killer kissing moves...But that doesn't mean you need to show off ten minutes worth of technique in ten seconds.Take your time. A little passion goes a long way.Are You a Good Kisser?

Wednesday, February 21, 2007

in memoriam : SOBRON AIDIT

Beberapa waktu yang lalu ketika saya membuka email dan kemudian membaca satu email berisi berita dukacita, saya terkejut.

"Har, Om Sobron wafat di Paris kemarin."

Sebuah kalimat singkat namun cukup membuat saya terdiam sesaat, berdoa agarsanya Om Sobron diterima disisi-Nya.

Saya mengenal Om Sobron dari buku-buku yang dikarang olehnya, waktu itu kalau tidak salah era reformasi sudah berjalan di bumi Nusantara ini, ada banyak buku dari para pengarang eksil atau eks tahanan politik peristiwa 65 kembali diterbitkan setelah hampir lebih dari tiga dasawarsa dibekukan. Bahasa yang digunakan dalambuku-bukunya adalah bahasa yang lugas dan merakyat terkadang pun dicampur dengan bahasa daerah. Agaknya darah kesusastraan sesungguhnya mengalir dalam tubuh keluarga Aidit. Hal ini hanya berdasarkan kesimpulan saya pribadi karena saya memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengan dua orang anggota keluarga Aidit, Om Sobron yang adik kandung D.N. Aidit dan Ilham Aidit yang putra kandung D.N. Aidit. Kepiawaian Om Ilham dalam merangkai kata ketika mempresentasikan sesuatu merupakan keahliannya yang saya kagumi.

Salah satu buku Om Sobron yang menjadi favorit saya adalah buku yang bercerita tentang restorannya di Paris yang menjual masakan Indonesia namun juga restoran tersebut tidak pernah lepas dari intaian para intel.

Om Sobron adalah adik kandung dari Dipa Nusantara Aidit atau yang lebih dikenal dengan nama D.N. Aidit, Ketua Partai Komunis Indonesia [PKI]. Hal inilah yang menyebabkan namanya masuk dalam daftar hitam pemerintah Republik Indonesia pada masa zaman Orde Baru berkuasa.

Pada saat terjadinya peristiwa G 30 S, Om Sobron saat itu sedang berada di Beijing, Cina, untuk mengajar di salah satu sekolah disana. Peristiwa 30 September itu menyebabkan beliau tidak dapat pulang kembali ke Tanah Air. Sementara dalam hatinya sendiri bertanya-tanya sedang terjadi apakah di Indonesia saat itu.

Om Sobron mengetahui kabar bahwa kakaknya sudah meninggal dari delegasi Kuba yang datang ke Beijing dan menyampaikan pesan dari Fidel Castro bahwa D.N. Aidit sudah meninggal.

Ketika itulah perjalanan hidupnya dimulai dengan segala kegetiran, rasa amarah, sedih semua bercampur menjadi satu. Satu kehidupan yang berubah secara drastis. Dapat dirasakan bagaimana rasanya ditolak masuk ke negerinya sendiri. Om Sobron berkelana dari satu negara ke negara lain. Beberapa temannya bahkan meninggal di luar negeri tanpa pernah memiliki kesempatan untuk kembali melihat Tanah Air.

Ketika tahun 1998 Presiden Soeharto turun dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia, saat itulah Om Sobron memiliki kesempatan untuk pulang menengok kembali Tanah Air yang telah ditinggalkannya semenjak pra peristiwa 1965.

Saya sendiri memiliki kesempatan untuk bertatap muka langsung dengan Om Sobron pada suatu sore. Ketika itu saya masih bekerja di salah satu LSM yang bergerak di bidang sastra, budaya dan sejarah Indonesia, kebetulan sekali proyek yang saya tangani adalah proyek yang berkaitan dengan Peristiwa 1965. Om Sobron adalah seorang penulis cerita, puisi dan artikel yang handal, karyanya banyak sekali diterbitkan di luar negeri. Karena saat itu LSM saya sedang menyusun satu buku yang berisikan hasil karya para eksil di luar negeri, pada satu kesempatan beliau ke Tanah Air, beliau mampir ke kantor tempat saya bekerja tersebut ditemani oleh salah seorang tokoh teater dan juga aktris senior Indonesia.

Saya melihat Om Sobron sebagai seseorang yang berjiwa muda, terlihat sehat dan gagah dan pandangan matanya masih tajam seperti layaknya orang-orang muda yang memiliki satu spirit yang tinggi. Hal ini pun saya lihat di diri Om Pramoedya.

Salah satu cita-citanya adalah beliau ingin para korban peristiwa 1965 tersebut agar diperlakukan secara manusiawi. Belum tentu mereka bersalah dan belum tentu juga bahwa mereka adalah pelaku sesungguhnya.

Menurut berita yang saya baca, Om Sobron akan dikremasikan dan beliau meminta agar abunya sebagian ditaruh di makam istrinya di Beijing dan sebagian lagi ditaruh dimakam ibundanya di Belitung.

Sampai akhir hayatnya saya percaya bahwa sesungguhnya Om Sobron sangat mencintai Tanah Airnya, Indonesia.

Selamat jalan Om Sobron, semoga perjalanan menghadap sang Khalik diberi kelancaran dan semoga saja apa yang menjadi cita-cita Om Sobron agar para tahanan, mantan tahanan politik peristiwa 1965 dapat direhabilitasi namanya dan diperlakukan manusiawi.

Sunday, February 18, 2007

THE STORY

Benar juga apa yang dikatakan oleh beberapa teman saya bahwa God works with His misterious way. Kita memang tidak pernah tahu apa yang Tuhan rencanakan untuk kita, satu hal yang pasti yang selalu saya yakini adalah apa pun rencana-Nya, Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita karena Dia yang paling tahu.

Beberapa hari yang lalu saya mengirimkan pesan kepada seseorang yang belum saya kenal di salah satu web tempat perkenalan di internet. Secara jujur mengingat perbedaan usia yang boleh dikatakan sangat jauh, saya tidak mengharap terlalu banyak.

Sampai kemarin malam kalau tidak salah tiba-tiba saya mendapatkan jawaban dari dia di message box saya, sesuatu yang cukup mengejutkan namun disisi lain pun membuat saya senang. Entah kapan terakhir kali saya merasakan kesenangan seperti ini, it was like I was back then in long time ago ketika masih sibuk mencari tambatan hati *haiyaaaaaaaaaahhh*

Dulu most of my time I spent it by looking for my significant other dengan segala macam cara dilakukan, mulai dari pasang iklan di web sampai dengan chatting almost every night, hahahaha, kalau mengingat itu semua malu rasanya tapi dibalik itu I got so many experiences yang I could share dengan yang lain.

Tadi malam itu somehow kita akhirnya bertemu di messenger, ngobrol ini dan itu cukup banyak. Sampai tanpa disadari waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi.

Saya terus memikirkan hal ini sampai kemudian siang tadi saya iseng telpon dan kemudian tanpa terasa sudah ngobrol selama hampir dua setengah jam dan itu pun berhenti karena waktu Maghrib sudah tiba. Selama dua setengah jam itu we played the take turns game, kalau saya bertanya maka dia akan bertanya balik dan kalau dia bertanya maka saya akan bertanya balik, sebuah permainan cara lama namun tampak cukup efektif karena selama dua setengah jam itu somehow kita bisa saling mengenal satu dan lainnya dengan lebih baik lagi.

Malam tadi pun kita janjian lagi untuk bertemu di messenger secara kita tinggal di dua negara yang berbeda. Saya berusaha untuk tidak memikirkannya dan berusaha untuk menetralisir perasaan saya karena saya tahu setelah sejuta enam belas kegagalan, I should have learnt more and be better dalam menghadapi situasi seperti ini. Tapi sepertinya hal itu tidaklah mudah, as I always said that love is simple but yet complicated.

Saya tidak mengatakan bahwa saya mencintainya tapi somehow dari perbincangan yang berkait dan hal-hal yang similar satu dengan yang lainnya, ada perasaan lain timbul dan ini buat saya bukan hal yang baik untuk sementara ini, saya belajar untuk meredamnya. Semua orang tahu yang namanya cyber love itu terkadang work well atau tidak sama sekali. Pembicaraan di dunia maya belum tentu nantiya setelah ketemu face to face akan sama. Iya sudah lihat photo tapi somehow there are some people are photogenic tapi begitu ketemu aslinya belum tentu.

Entah kenapa ketika tadi perbincangan hampir selesai karena dia harus pergi, saya ngerasa kangen. Sampai kemudian dia sendiri mengatakan bahwa dia ingin sekali ketemu. I know that I have the equal feeling as well untuk ketemu tapi saya berusaha untuk tidak menumbuhkembangkan perasaan itu.

Satu hal adalah dia mampu membuat saya tersenyum terus menerus. Yupe, I the one who said bahwa saya percaya bahwa Long Distance Relationship bisa work well kalau memang kita mau working it out well.

Is this one of the God's way ? .. I am not daring to ask tapi saya cukup bersyukur karena ada satu hal yang bisa mengisi sesuatu yang kosong cukup lama dalam hati saya *cieeeeee*

Until the time, I have no comment at all but I thank you for bringing smile and joyful feeling in my heart.

Thursday, February 08, 2007

THE SINGLE

Kalau ditanya kenapa masih single, saya masih bingung untuk menjawabnya. Palingan yang keluar adalah satu atau dua pernyataan klasik yang semua orang sudah tahu.

"Lhaa siapa yang mau sama gue ? wong gue jelek gini."

atau

"Iya nih, masih mencari pujaan hati yang sesungguhnya, katanya sich ngga dicari juga jodoh akan datang dengan sendirinya."

Tapi sejujurnya kenapa masih single sampai dengan sekarang mungkin lebih kepada standar yang dipakai untuk mencari teman hidup itu terlalu tinggi. Boleh dikata too perfect sehingga rasanya ngga mungkin bisa dapat.

"Pacaran aja sama robot, Mas, nanti semua yang mas mau pasti terlaksana."

Sejujurnya pula terkadang terbawa akan satu situasi di dalam satu cerita atau satu film yang mengakibatkan saya termehek-mehek selama beberapa hari dan terus membayangkan seandainya saya punya pacar seperti yang dicerita atau film itu pastinya akan sangat perfect.

"Cari info tentang email atau alamat rumahnya, Mas, nanti kirim surat minta tanda tangan."

Sejujurnya pula ada beberapa orang yang menyatakan minatnya untuk mengenal lebih dekat tapi kok hati ini ngga sreg yaa ? ngga sesuai, ngga seperti bayangan. Dulu pernah dipaksakan untuk terus berlanjut walaupun hati tidak sesuai, yang mana kemudian hasilnya adalah mata ini tak bisa berhenti berlatih, terus lihat kiri-kanan.

"Ah, memang si mas mah dasarnya aja ngga bisa diam matanya, jelalatan mulu."

Pernah punya pikiran bahwa jika kita memilih seseorang dari sekian yang mendekati kita dan menjalani satu relationship maka kemudian dapat dipastikan bahwa itu bisa dikatakan sebagai batu loncatan sehingga nantinya kita bisa mendapatkan seseorang yang kita harapkan.

"Eh, itu bukannya jahat yaa, mas, itu kan tandanya mas ngga ikhlas, ngga rela dalam menjalani satu hubungan."

Sejujurnya terlalu memandang tinggi standar diri sendiri sehingga acap kali melihat seseorang yang diminati *halaaahh* seolah dengan penuh keyakinan bisa mendapatkan padahal belum tentu orang itu mau.

"Mas, mas sich terlalu terpaku pada good gets good and bad gets bad. Jangan terlalu mandang diri sendiri bagus dech, mas."

So ...
mungkin itu yang membuat saya sampai saat ini tetap single.

Akhirnya kini saya sampai pada satu titik untuk menjalankan teori yang saya sering saya berikan kepada teman-teman saya; Follow the flow. Saya percaya bahwa pada saatnya nanti akan datang seseorang yang bisa saya cintai dan saya sayangi sepenuh hati dan menerima saya apa adanya.

"Errr ... optimistic boleh, mas, tapi jangan lupakan juga usaha. Miracle might happen but only God knows when."

Wednesday, February 07, 2007

THE FEELING

rasanya hari ini cape banget, ngga tau kenapa kok tiba-tiba aja kangen ingin punya seseorang yang bisa ditelpon ditengah kesibukan kantor cuman untuk tanya apa kabar atau mengeluh cape.

Friday, February 02, 2007

THE FEELING

malam ini terasa dingin, angin mengiris rasa sembilu pada tulang-tulang yang tegar berdiri. aku sendiri tak tahu yang kurasa, hanya kerinduan semata akan apa yang ingin kunyatakan tapi entahlah semua kata-kata itu terasa lenyap, ketika cerminan hati ada pada bayang pelupuk mata dan ketika akhirnya aku hanya mampu untuk menghela napas, ...

phnom penh, 2 februari 2007

Thursday, January 25, 2007

THE THOUGHT

Still last night when we all met for coffe times, the topic never changes, talks about L-O-V-E ...

Whenever they asked me about the definition of love, I always give the same answer : simple but yet complicated.

Been too long since my last relationship as I am now ready to begin the new one but then will I find my significant other soon ?

I smile to myself and continue to enjoy my red-wine and cigarette ..
Life is too wonderful to be wasted with silly thoughts but I keep doing my day-dreaming ..

phnom penh, 25 january 2007

Wednesday, January 17, 2007

THE LITTLE HEART

Kata hati itu terkadang suka menjebak. Banyak orang yang bilang jika kita menemukan satu keragu-raguan lalu tanyalah pada hati kecil kita karena hati kecil kita tidak akan pernah bohong. Naaaahh pertanyaan berikut adalah; dimana letak hati kecil itu ? apakah sesuatu yang selalu bicara di dalam diri kita atau sesuatu yang benar-benar kita yakini bahwa jalan itu yang harus diambil dan tidak salah.

Saya sering melakukan kesalahan hanya gara-gara melawan arus untuk suatu tindakan yang harus dilakukan. Di satu sisi kadang kita berpikir harus mengambil jalan A tapi pada saat kenyataan yang dijalankan kita ambil jalan B dan akhirnya terjadilah ending yang sudah diperkirakan; TIDAK SUKSES. Bodoh, bukan ? Tapi itulah kenyataan yang ada dan sering kita alami namun tidak kita sadari.

Seperti tadi malam, saya memutuskan untuk pergi ke butik milik teman baik saya untuk mengambil beberapa barang pesanan setelah itu akan langsung pulang, ganti pakaian dan pergi ke Sunway Hotel untuk fitness as I have made an appointment with a personal trainer.

Yes, at around six thirty something I went to my good friends’boutique, ngobrol tentang ini dan itu, bahas ini dan itu, cewawakan dan kemudian baru sekitar pukul setengah delapan lewat pulang ke rumah.

Sampai rumah langsung masuk kamar, ganti baju, siapin tas olah raga dan segala perlengkapannya setelah itu lalu kirim sms to my dearest little family for having coffee together di Metro di Riverside. Setelah kirim sms terus duduk dan mata tertumbuk pada acara di televise GOLDEN GLOBE AWARDS, mulailah kebimbangan bertamu. Menunda keberangkatan menjadi tigapuluh menit, setelah tigapuluh menit ditunda lagi menjadi sekitar satu jam dan alhasil ganti baju lagi dan pergi ke Metro. Bye bye gym, bye bye PT, bye bye steam and sauna. See !!! … itulah hukumannya jika tidak mengikuti kata hati. TIDAK SUKSES. Bodoh, bukan ?.

Sampai di Metro pukul sepuluh kurang lima menit dan belum ada siapa pun, alhasil akhirnya duduk sendirian sembari menikmati segelas anggur merah dan rokok. SMS kiri dan kanan, beberapa teman membalas sms dan terjadi percakapan yang somehow pasti menyenangkan jika dilakukan dengan cara berkomunikasi face to face.


ME: Damn … I cannot resist to be in someonw hand now, .. I guess Mr. Love is still far away .. Ihiks, .. Keur naon, neng ?

NENG : Same here,desperately need to be someone. Hehehe. Keur nonton little miss sunshine yeuh.edan!disfunctional famly!udah nonton?

ME: Kamu téh suka menghina ih .. Film baru ntar munculnya di Kamboja sebulan dua bulan lagi ... ,

NENG :Gusti!Itu film jiffest! Hahaha...aduh aku haus belaian lelaki! Hahahaha..kumaha yeuuh..

ME: Ya beginilah kita, .. Makanya kalo di Bangkok ik jd binal .. Hahaha.

NENG : Gpp lah, scr akika disindang gak bisa binal! Hahahaha...pengen ciuman! Waaak!

ME : Neng, msh mending pengen ciuman, sayah mah pengen ...., HAHAHAHA, lieur siah, ...

NENG : Ya itu jg pgn kalee! Heuheu..tp ciuman penuh cinta aja dulu deh. Sono pisan rasanya siah!

ME : Ooohh kita dan segala rasa kangen akan cinta, ... Halaaaaahhh ...

NENG : Mbeeer!! Biological clock is ticking, kang mas..gustiii..kieu tah teu boga kabogoh teh nya kang!

ME : Urang keur hobi lalajo drama seri Korea di dvd, Éta-nya nu mainna anjriiiiiittttt .... siah jeung bodi ngadukung .., kieu mun euweuh kabogoh .. Ngakhayal babuuuuu ...

NENG : Anjiiir, obsesif ka bintang pilem! Hahahaha. Satu lg, kangen lalaki mengucapkan ”selamat tidur sayang. Mimpiin aku ya”. Dangdut tapi pol. Heeuh?


Untungnya ada si euNeng jadi saya tidak kesepian. Setelah menunggu selama satu jam limabelas menit dan no one showed up so I decided myself to go home. Another stupid thing that I did karena sebenarnya saya sudah yakin tidak akan ada yang datang mengingat sebagian dari mereka sudah mengirim sms mengatakan tidak bisa joining tapi kemudian saya merasa bahwa ini bagian dari tanggung jawab saya yang mengundang so ada atau tidak ada yang datang, saya tetap harus datang walaupun hati saya mengatakan lebih baik ke gym saja daripada nongkrong di Metro. See!! Happened again. Bodoh, bukan ?

Pulang dari Metro saya langsung menyalakan televise dan kemudian kembali channel StarWorld memutar lagi acara GOLDEN GLOBE AWARDS itu, duduk dengan manis, mengambil rokok dan kemudian terlena dengan acara di TV tersebut. Kebodohan lagi, padahal tadi sewaktu pulang saya sudah memutuskan untuk tidak menonton TV ataupun DVD karena saya memutuskan untuk tidur cukup dan mengistirahatkan tubuh. Alhasil tetap tidur around jam 1 dinihari. Bodoh, bukan ?

Itulah, kata hati terkadang diabaikan dan kita tidak menyadarinya sama sekali bahwa kata itu membantu kita banyak sekali dalam menjalani roda kehidupan ini hari demi harinya. Seperti ketika saya sedang menulis pemikiran kecil saya ini, tadinya saya memutuskan untuk tidak menulis dulu tapi hendak makan siang di luar dengan Kangmaskóe tapi apa daya the attraction of writing is more powerful so then I decided not to go with him dan memutuskan untuk menulis.

Lalu nada sms terdengar di telepon tangan saya,

Kangmaskoe: MAS, dimana ? gue lagi makan nih di restaurant China yang baru yang kita mau cobain waktu itu, yang diatasnya YAMATO.


SEEEEEEEEEEEEEEEE!!! Seandainya saya ikut kan saya hari ini makan enak. Bodoh, bukan ? ...


now reading:
rainbow road - alex sanchez

Tuesday, January 16, 2007

THE LETTER

Libatkan Swasta Adopsi Gedung Bersejarah

JAKARTA, KOMPAS - Pihak swasta perlu dilibatkan dalam perawatan gedung tua di Jakarta melalui bentuk "adopsi". Pengarang Buku Batavia in 19thCentury Photographs, Scott Merrillees, yang ditemui di sela acara kunjungan Kota Tua Jakarta, Minggu (14/1), menjelaskan, skema tersebut memberikan kesempatan pihak swasta untuk memilih salah satu gedung tua untuk dirawat dan direvitalisasi.

Sebelumnya, dalam acara kunjungan terlihat beberapa gedung yang berasal dari abad ke-18 dan awal abad ke-20 sudah rusak."Upaya itu sudah dilakukan oleh Bank Mandiri yang merawat Gedung NHM (Nederlansche Handel Maatschappij/Perusahaan Perdagangan Belanda) dan menjadikan sebagai Museum Bank Mandiri. Bank Indonesia juga melakukan langkah serupa dengan memanfaatkan bekas gedung di Jalan Pintu Besar sebagai Museum Bank Indonesia. Langkah tersebut menyelamatkan gedung, sekaligus menciptakan sarana pendidikan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan pihak swasta dapat mengadopsi gedung sekaligus memanfaatkan untuk tempat usaha, seperti kantor, tanpa mengubah bentuk asli.

Selain perbankan, pihak swasta juga sudah mulai berinvestasi di KotaTua. Semisal sebuah klub di Jalan Kunir yang merenovasi bangunan tua dengan biaya ratusan miliar rupiah dan sejumlah klub di depan Museum Sejarah Jakarta juga mulai membangun usaha hiburan dengan mengombinasikan situs sejarah berikut artifak di bekas gedung kantor pos.

Scott, pria asal Melbourne, Australia, yang pernah 16 tahun bermukim di Jakarta, menyatakan sangat menghargai antusiasme warga Indonesia pada warisan sejarah bersama di Kota Tua.

Acara tersebut diikuti ratusan warga Indonesia dan sejumlah orang asing. Kawasan yang dikunjungi, seperti Kalibesar, pernah menjadi pusat perusahaan multinasional. Sebagai contoh, cabang pertama Hongkong Shanghai Banking Corporation (HSBC) di luar Hongkong dan Shanghai didirikan di Jalan Kalibesar Barat.

Pengamat sejarah, Lilik Sudarminto, yang ditemui seusai acara menyayangkan sejumlah situs seperti batu nisan di Taman Prasasti banyak yang rusak."Waktu perombakan pagar banyak nisan yang pecah. Puluhan nisan kuno dicungkil begitu saja," ujar Lilik. Lilik adalah Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UniversitasIndonesia yang meneliti sejarah melalui keberadaan makam Belanda. (ONG).

***kalau tidak hati2 dalam melakukkan fertilisasi swasta yangbertanggungjawab, justru akan membawa gedung gedung peninggalan sejarah itu akan bertambah pendek usianya.Controlling system harus diterapkan baik kepada pihak swasta yang diserahi tanggungjawab maupun pihak pemerintah daerah yang sarat dengan kolusi dan korupsi biadab.


TANGGAPAN SAYA :
Well, sebuah usaha yang tentunya tidak akan sia-sia jika dijalankan dengan penuh dedikasi, konsekuensi dan benar serta jujur. Hal ini pernah terjadi *mungkin beberapa rekan milis ada yang mengetahuinya secara lebih jelas* ketika waktu itu terjadi ribut-ribut antara Pemerintah dengan Tim Pengelola / Yayasan Gedung Arsip.

Dulu Gedung Arsip diserahkan oleh pemerintah untuk dikelola secara profesional dan saat itu Yayasan yang dipimpin oleh Tamalia Alisjahbana *CMIIW* telah melakukan upaya itu dengan baik. Terbukti bahwa setelah dikelola oleh Yayasan Gedung Arsip tersebut, tempat tersebut dipugar, kemudian bagian taman dalamnya dijadikan tempat pesta kebun untuk hajatan baik itu berupa reuni, pameran ataupun kawinan.

Selang entah berapa tahun kemudian, Pemerintah meminta kembali hak pengelolaan Gedung Arsip tersebut. Hal ini banyak diprotes oleh berbagai kalangan mengingat bahwa pengelolaan hal-hal yang berbau sejarah di negara kita tercinta ini merupakan secondary option atau bahkan not an option at all untuk diseriusi apalagi oleh pemerintah. Lihat saja begitu banyaknya museum yang terbengkalai dan dijaga dengan orang-orang yang tidak kompeten dalam bidangnya *belum lagi mereka menjaga dengan memakai sandal jepit!!*. Tapi pemerintah saat itu tetap mengotot untuk mengambil alih kembali pengelolaan Gedung Arsip tersebut. Lhaa iya kalau sesudah diambil alih terus dimantain dengan baik apa yang telah tercapai selama ini atau malah dikembangkan secara lebih jauh lagi, lhaa kalau terus setelah diambil alih kembali kacau balau, bagaimana ? siapa yang mau bertanggung jawab ? .. siapa kali ini yang hendak dikambinghitamkan ? Yayasan yang mengelola sebelumnya ?

Saya ingat bahwa salah seorang teman saya bercerita beberapa saat setelah terjadi ribut-ribut mengenai pengelolaan Gedung Arsip, salah satu kolektor atau museum, saya lupa, saat itu sudah bersedia untuk mengembalikan kurang lebih 50,000 naskah serta barang-barang antik milik Indonesia yang dulu dijual atau dirampas selama masa penjajahan sampai dengan beberapa saat setelah kemerdekaan. Kemudian setelah mengetahui adanya kemungkinan bahwa Gedung Arsip pengelolaannya akan dikembalikan kepada Pemerintah, kolektor atau museum tersebut menolak untuk menghibahkan koleksinya tersebut kepada Gedung Arsip.

Sungguh mengenaskan sekali begitu banyaknya Gedung Tua dan Bersejarah di Bumi Pertiwi ini yang dengan mudahnya dihancurkan atau diperjual belikan dengan tak lagi memandang arti dari perjalanan sejarah yang sangat panjang bagi bangsa yang besar ini. Agaknya apa yang dicetuskan oleh Bung Karno bahwa Jangan Sekali-Sekali Melupakan Sejarah hanyalah tinggal ucapan saja tanpa kita mampu untuk memaknainya secara lebih mendalam dan lebih konkrit lagi.

Mudah-mudahan sumbangan pikiran yang sedikit ini bisa membantu jalannya pelestarian sejarah bangsa kita sendiri. At least I feel free after writing all this that has been kept in my mind for queit sometimes.

Terima kasih atas kesediannya untuk membaca.

Friday, January 12, 2007

THE LITTLE STORY

Tadi malam saya memutuskan untuk tidak keluar rumah sekembalinya dari kantor, saya pikir istirahat dululah karena hampir setiap malam selalu keluar walaupun mungkin bertemu dengan orang yang sama dan selalu saja ada topik yang dibicarakan dan terkadang pembahasannya sampai panjang. I always enjoy my time being with my little happy family, mungkin karena the member of the family yang dari berbagai bangsa dan latar belakang. One day I will put their photo here.

Keluarga kecil bahagia ini terdiri atas satu orang Malaysia, satu orang Brunei, tiga orang Kamboja, tiga orang Indonesia dan satu orang Rumania.

Tadi malam yang kumpul hanya saya, Wai dan Ricky.

I was about to go up to my room *I was still in the kitchen when I received Ricky's message* and changed my clothes then start my ironing time.

His message was so touchy.

"Hi, I have bought a blueberry cheese cake for each one of us. Please join at Metro."

Not long after that Wai called me up asking me whether I got the message from Ricky and I said yes and I would join since he already bought a cake for each and everyone of us. Wai then joined.

Sampai di Metro semua sudah ada dan it turned up hanya saya, Wai, Ricky dan Lak.

Ricky last night not so very talkative as usual hanya saja entah kenapa saya merasa bahwa dia lagi senang hatinya. Tadi malam kami hanya membicarakan mengenai rencana untuk pergi travelling sama-sama di bulan Oktober yang akan datang. AirAsia lagi promosi memberikan 1,000,000 tempat duduk gratis *walaupun tentunya tidak seratus persen gratis*.

We plan to go to visit Bangkok and Pattaya and if it is possible also Chiang Mai. I've never been to Chiang Mai nor Pattaya apalagi Phuket. I really look forward to the trip and I do hope I can make it.

Satu kejadian kecil adalah ketika lagi asyik ngobrol then saya tanya sama Ricky mengenai hubungan dia dengan Lak karena sudah berapa hari ini jika kita semua kumpul, Ricky selalu datang dengan Lak. It's just out of my curiosity saja.

"Ya, you tanyeu dia-lah, jangan tanyeu aku."

then I asked Lak,

"Do you have any special relationship with Ricky ? I mean you and him are couple ?"
*saya harus tanya pelan-pelan mengingat Lak sangat lack of English*

"Yes, special." ... kalimat itu dikatakan dengan penuh kebanggaan. "Me him special."

Errr ... Wai dan saya berusaha untuk menahan ketawa, we appreciate caranya untuk mengungkapkan perasaanya kepada Ricky. Sementara Ricky sendiri entah kenapa tiba-tiba saja mukanya berubah merah dan tampak tersenyum malu.

Setelah itu sama-sama terdiam semua dan selang beberapa detik kemudian semua tertawa terbahak-bahak walaupun masing-masing pasti punya pemikiran yang berlainan tentang apa yang ditertawakannya.

Waktu sudah menunjukkan sekitar pukul sebelas malam ketika kami semua memutuskan untuk pulang. Saya mengantar Wai pulang dengan motor saya.

"You see, such a happy couple and what a love bird they are."

"Yes, I agree, I can see something sparkling in Ricky's eyes. When is my turn Wai ?"

"Later, old people a little bit difficult to get one yaaa."

HAHAHAHAHAHA, ..

After taking Wai's home then I headed myself to the residence. Sampai di kamar I keep thinking and still trying to digest about Ricky and Lak. Why is it so easy for people to find their significant other ? why me not ? ..

I fell a sleep with that thought still hanging in my mind ..

Thursday, January 11, 2007

THE PICTURES

Photobucket - Video and Image Hosting

Sala Daeng Station, on my way go to MBK


Photobucket - Video and Image Hosting


McDonald's Silom


Photobucket - Video and Image Hosting


MBK, the MaBengKong Centre, my favorite place ..


Photobucket - Video and Image Hosting


20 bath only ..


Photobucket - Video and Image Hosting


My room at Strand Inn, Patpong 2, Silom ...


Photobucket - Video and Image Hosting


The New Airport of Suvarnabhumi, ..

THE BANGKOK

Sesuatu yang direncanakan terkadang tidak berjalan sesuai rencana, tapi sesuatu yang terkadang spontanitas malah kemudian menjadi kenyataan. Hal ini terjadi dengan liburan akhir tahun. Basically tadinya saya tidak mempunyai satu rencana pun untuk melepas tahun 2006 dan menyongsong tahun 2007, lhaa wong biasanya juga hanya nonton acara di televisi lalu kemudian minum coca-cola dan sebangsanya plus camilan dan diakhiri dengan tidur.

Tapi tidak untuk tahun yang baru lalu itu, saya tiba-tiba saja memutuskan untuk pergi ke Bangkok, salah satu kota yang tak pernah tidur di kawasan Asia Tenggara, kota yang dikatakan sebagai Heaven on Earth for some people.

Saya sudah beberapa kali ke Bangkok, kepergian saya kali ini mungkin untuk yang ke 10 or ke 11 kalinya, mengingat bahwa jarak tempuh antara Phnom Penh dan Bangkok dengan menggunakan pesawat hanya 50 menit atau sekitar 12 jam dengan memakai bis, maka Bangkok merupakan destinasi liburan terdekat yang digandrungi oleh orang-orang di Phnom Penh especially para expatriates. Selain Bangkok, destinasi lain yang kini pun mulai digandrungi adalah Ho Chi Minh City (dahulu bernama Saigon), dengan jarak tempuh sekitar 45 menit dengan pesawat dan sekitar 6 – 9 jam dengan memakai bis.

Perkembangan Bangkok terjadi dengan sangat cepat, banyak sekali hal baru yang ada setelah kunjungan terakhir saya di Bangkok. Terkadang saya berpikir kapan kiranya Jakarta mampu bersaing dengan Bangkok dan Kuala Lumpur dalam hal tata kota, keramahan penduduknya, kesiapan infrastruktur dalam mengelola kepariwisataan, kesadaran penduduknya bahwa kotanya merupakan salah satu kota tujuan wisata di dunia.

Saat ini saya dengar dan baca bahwa Jakarta pun sedang membangun monorail, subway dan lainnya untuk mendukung fasilitas busway yang sudah ada, tapi akankah itu semua didukung sepenuhnya dengan kesadaran masyarakatnya yang tinggi ? secara terus terang saya katakan bahwa saya tidak akan heran jika di gerbong-gerbong monorail nantinya akan ada tulisan-tulisan dengan pylox atau pun spidol besar dari kelompok preman atau pun gank anak-anak sekolahan yang menyatakan bahwa mereka pernah di gerbong tersebut *menarik napas panjang* and yet they called it grafitti art ? ... *so help me God* ..

Saya pun tidak akan heran jika nanti di stasiun pemberhentian untuk monorail akan banyak pedagang-pedagang kaki lima yang menggelar lapaknya dimana-mana dan tentunya dengan pungutan-pungutan tak jelas dan belum lagi ditambah bau urine dimana-mana.

Silahkan katakan bahwa saya tidak mencintai negara saya sendiri, tapi apakah rasa nasionalisme atau kebanggaan sebagai bangsa Indonesia diukur oleh kebencian atau ketidaksukaan saya dengan hal-hal tadi yang saya sebut diatas ? apa yang saya katakan adalah atas dasar apa yang saya lihat dan saya pikir. Cobalah untuk membuka mata, berpikir secara obyektif dan melihat dari sudut kacamata yang lain maka apa yang saya katakan benar adanya. Bangsa kita belum siap untuk tinggal landas menuju Jakarta yang Cosmopolitan, Jakarta yang disukai oleh banyak wisatawan karena dikenal oleh keramahannya, kesiapannya dalam melayani.

Entah kemana larinya predikat Indonesia adalah negara dengan bangsanya yang ramah tamah dan selalu tersenyum, mungkin ini semua hilang secara perlahan karena himpitan serta desakan akan kehidupan yang terus harus meningkat dan meningkat.

Begitu banyak hal yang saya dapat dari perjalanan liburan terakhir yang baru lalu ke Bangkok, hal-hal kecil yang sekiranya pun kita mampu untuk kerjakan tidaklah dikerjakan, salah satu contoh adalah .. ketika saya berjalan-jalan di salah satu sudut kota sekitar pukul satu dini hari, sebuah truk tanki air berlalu didepan saya dengan menyemburkan airnya ke sepanjang trotoar dan pinggiran jalan untuk melenyapkan debu-debu, dari situ saya baru tahu kemana larinya sang debu di Bangkok, ... jajan di pinggir jalan di Bangkok you don’t need to be worry of being sick or getting the dust to your food karena memang lingkungannya bersih dan seolah tak berdebu. Lalu kenapa kita tidak bisa melakukan itu ? .. jawabannya nanti pasti beraneka macam seperti manasuka siaran niaga, acara yang beken di era 80an.

Saya tetap berharap Jakarta sebagai ibukota negara akan bisa memacu dirinya untuk tampil paripurna dan sejajar dengan kota-kota kosmopolitan lainnya.