Awal mulanya waktu hari Jumat kemaren after office hour sms-an with two of my Singaporean friends yang berujung pada janjian untuk spending weekend together. Alhasil malam itu pukul 10 kurang saya pun dijemput oleh mereka.
We went to one place called Classic Bar yang mana menurut sahibul hikayat suka ada show-show yang entahlah apa namanya. Pendek cerita, sampailah kita di Classic Bar itu lalu masuk duduk manis dan memesan minuman, berhubung lagi bulan suci so I decided to drink coke only. Kita datang sudah pukul setengah sebelas malam dan kemudian jam sebelas dimulailah rangkaian para penyanyi-penyanyi negeri Khmer ini melantunkan lagu-lagunya. Kami pikir hanya satu atau dua orang .. ternyata satu orang menyanyikan paling tidak empat lagu dan sementara itu ada sekitar empat penyanyi, jadilah kita mendengarkan enam belas lagu Khmer yang even I did not understand a single word. Pffuuiihh ....,
Waktu berlalu dan sampai mendekati pukul duabelas malam, suasana Classic Bar tidak berubah, yang ada malah banyak sekali locals came in, jadi semakinlah kita bertiga ini menjadi stranger in the night bener. Akhirnya one of my friend sudah tidak tahan lagi dan mengajak untuk pindah.
Singkat kata, akhirnya kami pindah ke Heart of Darkness, ... begitu masuk Heart of Darkness yang mana ini adalah tempat clubbing favorit saya, I felt like breathing again in a fresh air ... hahahaha, call me exxagerated but that's exactly what I feel.
Begitu sampai di dalam, I met with one of my good friend, a Cambodian dan dia lagi bersama teman-temannya. Lalu dikenalkannyalah saya satu per satu dengan teman-temannya itu dan saya pun mengenalkan balik teman-teman saya yang orang Singapore. Setelah perkenalan itu, kami duduk bergabung, memesan minum dan mulai asyik dengan kegiatan masing-masing, ada yang keep dancing, ada yang keep drinking, ada yang keep smoking dan ada yang keep chatting.
Pada mulanya saya tidak menaruh perhatian tetapi kemudian ketika setiap kali cheers (orang sini mempunyai kebiasaan untuk mengangkat gelas dan melakukan toast acap kali mau minum), dia selalu memandang mata saya, well, mau tidak mau akhirnya perhatian saya pun terpecah padanya. Lalu saya ingat bahwa ketika dikenalkan oleh teman saya tadi, dia adalah satu-satunya yang dengan ramah menanyakan saya berasal dari mana dan sudah berapa lama di Cambodia sementara yang lain hanya menjabat tangan dan menyebut nama.
Malam semakin larut dan minuman yang tersedia dimeja semakin banyak jumlahnya, saya sendiri karena pusing terintimidasi oleh lagu-lagu Khmer, akhirnya memutuskan untuk meminum segelas anggur merah. Teman saya yang Cambodian harus meninggalkan Heart of Darkness sekitar jam satu karena rumahnya yang agak jauh dan terletak dipinggiran kota, sepeninggal teman saya itu, saya dan teman-teman saya yang orang Singapore dan teman-teman yang baru dikenalkan kepada saya tetap berkumpul dalam satu meja dan menjelang pulang saya baru masuk ke dance floor. Naaahh, di dance floor itulah terjadi pandangan mata yang tak lepas satu dan lainnya antara saya dan dia, sebutlah S. S ini kemudian menarik tangan saya untuk bergabung bersama dalam satu lingkaran dance. Sampai kemudian pukul setengah tiga akhirnya kita semua memutuskan untuk pulang, entah kenapa kok tiba-tiba saya yang biasanya tidak pernah menanyakan nomer telepon tangan orang lain, malam itu saya menanyakan nomer telepon S. Dia memberikan nomornya dan setelah itu kita berpisah.
Setelah sampai di rumah dan sebelum sahur, saya mengirimkan sms kepada S mengucapkan terima kasih dan saya tidak berharap akan ada balasan darinya. Namun tak dinyana bahwa dia membalas dan mengatakan hal yang sama dan berharap dapat bertemu lagi.
At that time after sahur, I slept with big smile on my face :-)
.. to be continued ..
Monday, October 02, 2006
Saturday, September 30, 2006
THE MESSAGE
I got this message tadi malam pas pulang dari Heart of Darkness, .. I brought another number jadi nomer yang ini ditinggal di kamar dan pas pulang ada pesan ini:
"Makasih smsnya, Hary. :-) Akhir2 ini jg kange us back time ago, t'utama kemarin sore saat chat sm W. Tp skrg jadi kangen sm Hary, tserah yg dulu atopun yg skrg. :-) Kangeeen bngt! Pngn meluk. :-) God, He knows how much I miss u. BTW, sbnrnya td siang udah bls smsnya tp ga'tau deh ktrima ato ga' krn sampe skrg ga'ada reportnya."
and here is my reply:
'My dearest béyb, ... I have received yr sms diz afternoon and I did love it. I put it in my blog:-) ... Pengen bngt dipeluk kamu, I miss the comfort you give. Belakangan ini keinget terus sama those times back then having coffee di Oh La La Dago, ... Dearest, yang senang yaa disana, I pray for you always. Love you much, as always.'
Phnom Penh, dinihari, 30 September 2006
"Makasih smsnya, Hary. :-) Akhir2 ini jg kange us back time ago, t'utama kemarin sore saat chat sm W. Tp skrg jadi kangen sm Hary, tserah yg dulu atopun yg skrg. :-) Kangeeen bngt! Pngn meluk. :-) God, He knows how much I miss u. BTW, sbnrnya td siang udah bls smsnya tp ga'tau deh ktrima ato ga' krn sampe skrg ga'ada reportnya."
and here is my reply:
'My dearest béyb, ... I have received yr sms diz afternoon and I did love it. I put it in my blog:-) ... Pengen bngt dipeluk kamu, I miss the comfort you give. Belakangan ini keinget terus sama those times back then having coffee di Oh La La Dago, ... Dearest, yang senang yaa disana, I pray for you always. Love you much, as always.'
Phnom Penh, dinihari, 30 September 2006
Friday, September 29, 2006
THE MESSAGE
Entah kenapa kok tiba-tiba aja teringat sama dia so I decided untuk mengirimkan message kepadanya
me :
cuman mau bilang kalo Hary kangen sama kamu
dan dijawablah olehnya:
Haha... Just after I thought of u yesterday afternoon. Iya, Har. Lately sering kangen nih. Seneng deh terima smsnya :-)
Phnom Penh, 29 September 2006
me :
cuman mau bilang kalo Hary kangen sama kamu
dan dijawablah olehnya:
Haha... Just after I thought of u yesterday afternoon. Iya, Har. Lately sering kangen nih. Seneng deh terima smsnya :-)
Phnom Penh, 29 September 2006
Monday, September 11, 2006
Friday, September 08, 2006
THE HOPING
Iya, entah kenapa harapan bodoh itu kembali menyerang semenjak semalam, berharap bahwa dia akan mengirimiku surat elektronik, tapi apakah dia tahu itu ? eh bukannya merendahkan namun takutnya dia tidak mengerti apa yang dimaksud dengan alamat surat elektronik.
Tadi malam sebelum tidur, aku kembali berkhayal tentang hubunganku dengan dia yang mana tentunya tidaklah akan terjadi dan tidak mungkin, tapi aku pun tidak memungkiri bahwa khayalan itu mampu menyumbangkan senyuman manis diwajahku dan entah kenapa debar desir jantung itu masih saja ada acap kali aku mengingat dirinya.
Adakah Tuhan mendengar doaku ?
Phnom Penh, 07 September 2006
Tadi malam sebelum tidur, aku kembali berkhayal tentang hubunganku dengan dia yang mana tentunya tidaklah akan terjadi dan tidak mungkin, tapi aku pun tidak memungkiri bahwa khayalan itu mampu menyumbangkan senyuman manis diwajahku dan entah kenapa debar desir jantung itu masih saja ada acap kali aku mengingat dirinya.
Adakah Tuhan mendengar doaku ?
Phnom Penh, 07 September 2006
Tuesday, September 05, 2006
THE FEELING
aku membayangkan seandainya kau adalah belahan jiwaku, mungkinkah aku bahagia ?
ini semua bermula terbetik pada satu titik, mungkin kita bertemu pada waktu yang salah atau kita memang tidak ditakdirkan bersama ?
pertemuan itu sesaat, tak ada kesan, tak ada tukar nomor telepon, tak ada tukar apa pun, kecuali satu hal bahwa aku memberimu alamat surat elektronikku, tapi aku yakin bahwa kau tak akan peduli dengan itu,
entah kenapa debar desir jantungku acap kali aku mengingatmu dan kini kupandangi photomu tanpa daya, ...
aku tahu aku bodoh tapi aku tak kuasa menolak rasa itu,
phnom penh, 01 september 2006
ini semua bermula terbetik pada satu titik, mungkin kita bertemu pada waktu yang salah atau kita memang tidak ditakdirkan bersama ?
pertemuan itu sesaat, tak ada kesan, tak ada tukar nomor telepon, tak ada tukar apa pun, kecuali satu hal bahwa aku memberimu alamat surat elektronikku, tapi aku yakin bahwa kau tak akan peduli dengan itu,
entah kenapa debar desir jantungku acap kali aku mengingatmu dan kini kupandangi photomu tanpa daya, ...
aku tahu aku bodoh tapi aku tak kuasa menolak rasa itu,
phnom penh, 01 september 2006
Monday, August 28, 2006
THE SUPERHERO
Your results:
You are Superman
Click here to take the Superhero Personality Test
You are Superman
| You are mild-mannered, good, strong and you love to help others. |
Click here to take the Superhero Personality Test
Tuesday, August 15, 2006
THE PRAYER
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa,
Puji dan syukur kami persembahkan hanya ke hadirat-Mu, karena berkat pertolongan-Mu , perjuangan bangsa kami berhasil membuahkan proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, 61 tahun yang lalu.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih,
Kami menyadari sepenuhnya, bahwa kemerdekaan yang Engkau anugerahkan kepada kami bangsa Indonesia, adalah nikmat yang telah kami tebus dengan pengorbanan jiwa dan raga putra-putri bangsa kami. Karenanya ya Allah, berikanlah kepada kami, para pemimpin bangsa kami, dan seluruh bangsa Indonesia kekuatan lahir batin, untuk mampu mempertahankan kemerdekaan dan mengisinya dengan sepenuh hati.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun,
Dengan rasa ikhlas dari lubuk hati kami yang paling dalam, kami memohon kehadirat-Mu ya Allah, ampunilah kami, para pemimpin kami, dan para pahlawan kami, semoga Engkau berkenan mengampuni dosa-dosa para pahlawan kami, dan menerima pengabdian dan darma bakti mereka kepada bangsa dan negara kami sebagai syuhada.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemelihara,
Kiranya Engkau berkenan memelihara seluruh tanah air dan bangsa kami, hindarkanlah bangsa dan negara kami dari fitnah dan marabahaya, jauhkan kami dari perpecahan dan permusuhan, berilah kami jalan keluar dari segala krisis, dan meantapkan tekad kami untuk membangun negara dan bangsa kami, menuju masyarakat madani.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa,
Limpahkanlah taufik dan hidayah-Mu kepada kami semua, agar jiwa dan semangat kemerdekaan terus menggelora dan mengilhami usaha dan perjuangan kami, demi kejayaan negara dan bangsa kami, agar dapat sejajar dengan bangsa-bangsa yang telah maju.
Ya Allah, Tuhan Penentu Masa Depan,
Masa depan adalah milik anak cucu kami. Jadikanlah generasi masa kini dan generasi mendatang sebagai generasi yang penuh iman dan takwa, generasi yang hormat kepada orang tua dan menghargai jasa para pahlawan. Dan jadikanlah kami dan anak cucu kami manusia yang dapat membawa bangsa dan negara kami ke tingkat kemajuan dan keadilan yang kami cita-citakan dengan terciptanya masyarakat yang saling menghormati dan penuh kasih sayang.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Sayangilah kami dan bangsa kami. Terimalah doa kami serta kabulkanlah permohonan kami.
Puji dan syukur kami persembahkan hanya ke hadirat-Mu, karena berkat pertolongan-Mu , perjuangan bangsa kami berhasil membuahkan proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, 61 tahun yang lalu.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih,
Kami menyadari sepenuhnya, bahwa kemerdekaan yang Engkau anugerahkan kepada kami bangsa Indonesia, adalah nikmat yang telah kami tebus dengan pengorbanan jiwa dan raga putra-putri bangsa kami. Karenanya ya Allah, berikanlah kepada kami, para pemimpin bangsa kami, dan seluruh bangsa Indonesia kekuatan lahir batin, untuk mampu mempertahankan kemerdekaan dan mengisinya dengan sepenuh hati.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun,
Dengan rasa ikhlas dari lubuk hati kami yang paling dalam, kami memohon kehadirat-Mu ya Allah, ampunilah kami, para pemimpin kami, dan para pahlawan kami, semoga Engkau berkenan mengampuni dosa-dosa para pahlawan kami, dan menerima pengabdian dan darma bakti mereka kepada bangsa dan negara kami sebagai syuhada.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemelihara,
Kiranya Engkau berkenan memelihara seluruh tanah air dan bangsa kami, hindarkanlah bangsa dan negara kami dari fitnah dan marabahaya, jauhkan kami dari perpecahan dan permusuhan, berilah kami jalan keluar dari segala krisis, dan meantapkan tekad kami untuk membangun negara dan bangsa kami, menuju masyarakat madani.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa,
Limpahkanlah taufik dan hidayah-Mu kepada kami semua, agar jiwa dan semangat kemerdekaan terus menggelora dan mengilhami usaha dan perjuangan kami, demi kejayaan negara dan bangsa kami, agar dapat sejajar dengan bangsa-bangsa yang telah maju.
Ya Allah, Tuhan Penentu Masa Depan,
Masa depan adalah milik anak cucu kami. Jadikanlah generasi masa kini dan generasi mendatang sebagai generasi yang penuh iman dan takwa, generasi yang hormat kepada orang tua dan menghargai jasa para pahlawan. Dan jadikanlah kami dan anak cucu kami manusia yang dapat membawa bangsa dan negara kami ke tingkat kemajuan dan keadilan yang kami cita-citakan dengan terciptanya masyarakat yang saling menghormati dan penuh kasih sayang.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Sayangilah kami dan bangsa kami. Terimalah doa kami serta kabulkanlah permohonan kami.
Monday, August 14, 2006
THE MIND
Feel that I am in the middle of the crisis, let me jot down what is in my mind actually .. :
* Arranging schedule for month of August, September and October.
* Updating the Run Down for Diplomatic Reception 2006.
* Checking all the items for Diplomatic Reception decoration.
* Updating the schedule of Mr. Ambassador and Madame.
* Collecting the custom for The Singers.
* Concepting the decoration for Malam Syukuran on August 26th, 2006.
* Fixing my handphone.
* Finishing all the movies from Sothea.
* Try to let go all the feeling and just be myself.
* Try to find myself and the strength to continue this life.
* Fasting and praying. No more postponing.
* Clean up my working table.
* Finishing album photo to be submitted to Mr. Ambassador by end of this week.
currently reading : *menghapal lagu payung fantasi*
will watch tonite : come undone
* Arranging schedule for month of August, September and October.
* Updating the Run Down for Diplomatic Reception 2006.
* Checking all the items for Diplomatic Reception decoration.
* Updating the schedule of Mr. Ambassador and Madame.
* Collecting the custom for The Singers.
* Concepting the decoration for Malam Syukuran on August 26th, 2006.
* Fixing my handphone.
* Finishing all the movies from Sothea.
* Try to let go all the feeling and just be myself.
* Try to find myself and the strength to continue this life.
* Fasting and praying. No more postponing.
* Clean up my working table.
* Finishing album photo to be submitted to Mr. Ambassador by end of this week.
currently reading : *menghapal lagu payung fantasi*
will watch tonite : come undone
Monday, July 24, 2006
THE QUESTION
only a simple question ..
"WHAT IS THE EXACT MEANING OF WHITE LIES ?"
anybody willing to share with me .. ? send your answer to my email : hcs.puruhito@gmail.com
"WHAT IS THE EXACT MEANING OF WHITE LIES ?"
anybody willing to share with me .. ? send your answer to my email : hcs.puruhito@gmail.com
Friday, July 21, 2006
THE INCIDENT
How could I be so blind ? so stupid ? I should have known it .. I should have realized it ..
Damn me .. !!!
Phnom Penh, 20 July 2006. the day I hate myself so much and feel betrayed
Damn me .. !!!
Phnom Penh, 20 July 2006. the day I hate myself so much and feel betrayed
Tuesday, July 18, 2006
THE NAME
“Apalah artinya sebuah nama.” Kutipan paling legendaris dari Shakespeare tentang nama. Mungkin sebagian orang tidak perduli akan nama yang diberikan oleh orang tuanya, mungkin sebagian orang lebih suka dipanggil dengan nama kecilnya atau nama panggilannya ketimbang dipanggil dengan memakai nama resminya. Mungkin juga sebagian orang malah tidak perduli punya nama atau tidak, atau mungkin sebagian orang tidak peduli apakah orang lain mengingat namanya atau tidak.
Tapi tidak untuk saya, somehow it’s a little bit bother me when someone that we have properly being introduced to each other lalu bertemu kembali dalam satu kesempatan dan lupa namanya tapi yang bersangkutan merasa tidak terganggu untuk bertanya nama kita. Jangan untuk bertanya dengan orangnya langsung, bertanya pada teman-temannya pun tidak. Mungkin dia menganut paham aliran “Apalah artinya Sebuah Nama.”
Tadi malam saya memutuskan untuk tidak hadir di kelas bahasa yang sedang saya pelajari, pertama karena memang hujan yang besar menerpa Phnom Penh dan yang kedua tidak adanya kendaraan untuk pergi ke kelas tersebut. Lalu sebagai gantinya, saya memutuskan untuk makan malam dengan dua orang sahabat saya, Miss Dv dan Miss Dn.
Kami makan ditempat biasa, well, sudah tiga hari kami makan direstaurant yang sama, actually I went there last night because of I had a purpose of seeing someone. Sebenarnya bukan seseorang yang special tapi secara jujur dikatakan bahwa sudah beberapa hari ini dia mengganggu jalan pikiran saya (here we go again .. me and my exaggerated language!).
Saya bertemu dengan orang tersebut (tentunya karena dia bekerja di restaurant tersebut!), seperti yang saya lakukan acap kali bertemu dengannya, saya selalu menyapa dengan menyebut namanya dan menanyakan kabarnya dan seperti biasanya dia menjawab sambil tersenyum tapi dia tidak pernah bertanya balik mengenai kabar saya .. (eh ?). Entah mungkin momennya tidak tepat sehingga dia belum mau bertanya nama saya atau mungkin memang dia merasa bahwa tidak perlu mengetahui nama saya.
Anyway, setelah selesai makan dengan Miss Dn dan Miss Dv, we decided to go somewhere to have a coffee or a drink. Phnom Penh hujan dan all of us love rain, jadi kita menyusuri pinggir sungai dengan memakai mobil dan sambil menikmati jatuhnya rintikan hujan dan musik lembut yang mengalun.
Setelah itu kami pun memutuskan untuk duduk di satu tempat sambil ngobrol, sambil bertukar pikiran, maka kami pergi ke Riverhouse Lounge, satu tempat yang lokasinya ada di pinggir sungai.
Ketika hendak masuk ke lounge tersebut, Miss Dn bertemu dengan salah seorang temannya yaitu Mr. Dns, anak muda berkebangsaan Russia namun warga negara Perancis kalau tidak salah, somehow seperti itulah. Mr. Dns ini adalah crème de la crème-nya Phnom Penh. Once I was introduced to him by Ms. Dn and setelah itu walaupun suka bertemu di beberapa acara, namun we hardly say hi to each other. Entah kenapa, mungkin juga karena waktu itu dikenalkannya dalam satu acara pesta sehingga orang terkadang tidak begitu ambil serius. The good thing is I do remember his name. Dns.
Naah tadi malam itu setelah masuk ke lounge dan duduk kemudian memesan minum, maka kami bertiga pun mulai asyik mengobrol sambil sesekali tertawa cekakakan, sampai kemudian datanglah Mr. Dns ini ke meja kami, kemudian dengan tanpa basa-basi, dia mulai ikut mengobrol tanpa melihat eksistensi saya sebagai bagian dari kelompok kecil yang mungil ini. Pertama, saya tidak begitu merasa tersinggung, saya pikir mungkin memang dia ingin berbicara dengan Ms. Dn saja, tapi kemudian dia mulai mengajak Ms. Dv bicara sampai kemudian saya sama sekali tidak ditegurnya. What such an attitude I guess.
Saya mencoba untuk tidak mengambil pusing dengan semua itu, saya asyik menikmati musik dan rokok serta segelas Tia Maria.
Time to go home, maka ketika berpamitan, saya sengaja tidak berpamitan padanya, buat apa ? daripada nanti pamitan pun tidak dijawab atau disapa, well, I better not to. Maka saya keluar dari lounge lebih dulu dari sahabat-sahabat saya itu, sampai kemudian ketika sampai ke mobil, I was surprised kalau dia ternyata ikut pulang dan ikut di mobil yang sama !!!. Ms. Dv memutuskan untuk mengantarkan dia terlebih dahulu kemudian baru mengantar Ms. Dn dan terakhir mengantar saya.
Sesampainya di depan rumah Mr. Dns ini, dia said thank you to everyone and even to me (to my surprise) dan secara reflek saya menjawab, “Okay Dns, good nite.” Dan yang bikin saya terkejut lagi ketika dia menepuk pundak saya dan mengatakan, “I should appreciate that you remember my name” … HELLLLLOOOOOOOOWWWW … mungkin ini yang dimaksud oleh Shakespeare dengan “Apalah Artinya Sebuah Nama” …,
Ms. Dn dan Ms. Dv tertawa tergelak-gelak ..
Tapi tidak untuk saya, somehow it’s a little bit bother me when someone that we have properly being introduced to each other lalu bertemu kembali dalam satu kesempatan dan lupa namanya tapi yang bersangkutan merasa tidak terganggu untuk bertanya nama kita. Jangan untuk bertanya dengan orangnya langsung, bertanya pada teman-temannya pun tidak. Mungkin dia menganut paham aliran “Apalah artinya Sebuah Nama.”
Tadi malam saya memutuskan untuk tidak hadir di kelas bahasa yang sedang saya pelajari, pertama karena memang hujan yang besar menerpa Phnom Penh dan yang kedua tidak adanya kendaraan untuk pergi ke kelas tersebut. Lalu sebagai gantinya, saya memutuskan untuk makan malam dengan dua orang sahabat saya, Miss Dv dan Miss Dn.
Kami makan ditempat biasa, well, sudah tiga hari kami makan direstaurant yang sama, actually I went there last night because of I had a purpose of seeing someone. Sebenarnya bukan seseorang yang special tapi secara jujur dikatakan bahwa sudah beberapa hari ini dia mengganggu jalan pikiran saya (here we go again .. me and my exaggerated language!).
Saya bertemu dengan orang tersebut (tentunya karena dia bekerja di restaurant tersebut!), seperti yang saya lakukan acap kali bertemu dengannya, saya selalu menyapa dengan menyebut namanya dan menanyakan kabarnya dan seperti biasanya dia menjawab sambil tersenyum tapi dia tidak pernah bertanya balik mengenai kabar saya .. (eh ?). Entah mungkin momennya tidak tepat sehingga dia belum mau bertanya nama saya atau mungkin memang dia merasa bahwa tidak perlu mengetahui nama saya.
Anyway, setelah selesai makan dengan Miss Dn dan Miss Dv, we decided to go somewhere to have a coffee or a drink. Phnom Penh hujan dan all of us love rain, jadi kita menyusuri pinggir sungai dengan memakai mobil dan sambil menikmati jatuhnya rintikan hujan dan musik lembut yang mengalun.
Setelah itu kami pun memutuskan untuk duduk di satu tempat sambil ngobrol, sambil bertukar pikiran, maka kami pergi ke Riverhouse Lounge, satu tempat yang lokasinya ada di pinggir sungai.
Ketika hendak masuk ke lounge tersebut, Miss Dn bertemu dengan salah seorang temannya yaitu Mr. Dns, anak muda berkebangsaan Russia namun warga negara Perancis kalau tidak salah, somehow seperti itulah. Mr. Dns ini adalah crème de la crème-nya Phnom Penh. Once I was introduced to him by Ms. Dn and setelah itu walaupun suka bertemu di beberapa acara, namun we hardly say hi to each other. Entah kenapa, mungkin juga karena waktu itu dikenalkannya dalam satu acara pesta sehingga orang terkadang tidak begitu ambil serius. The good thing is I do remember his name. Dns.
Naah tadi malam itu setelah masuk ke lounge dan duduk kemudian memesan minum, maka kami bertiga pun mulai asyik mengobrol sambil sesekali tertawa cekakakan, sampai kemudian datanglah Mr. Dns ini ke meja kami, kemudian dengan tanpa basa-basi, dia mulai ikut mengobrol tanpa melihat eksistensi saya sebagai bagian dari kelompok kecil yang mungil ini. Pertama, saya tidak begitu merasa tersinggung, saya pikir mungkin memang dia ingin berbicara dengan Ms. Dn saja, tapi kemudian dia mulai mengajak Ms. Dv bicara sampai kemudian saya sama sekali tidak ditegurnya. What such an attitude I guess.
Saya mencoba untuk tidak mengambil pusing dengan semua itu, saya asyik menikmati musik dan rokok serta segelas Tia Maria.
Time to go home, maka ketika berpamitan, saya sengaja tidak berpamitan padanya, buat apa ? daripada nanti pamitan pun tidak dijawab atau disapa, well, I better not to. Maka saya keluar dari lounge lebih dulu dari sahabat-sahabat saya itu, sampai kemudian ketika sampai ke mobil, I was surprised kalau dia ternyata ikut pulang dan ikut di mobil yang sama !!!. Ms. Dv memutuskan untuk mengantarkan dia terlebih dahulu kemudian baru mengantar Ms. Dn dan terakhir mengantar saya.
Sesampainya di depan rumah Mr. Dns ini, dia said thank you to everyone and even to me (to my surprise) dan secara reflek saya menjawab, “Okay Dns, good nite.” Dan yang bikin saya terkejut lagi ketika dia menepuk pundak saya dan mengatakan, “I should appreciate that you remember my name” … HELLLLLOOOOOOOOWWWW … mungkin ini yang dimaksud oleh Shakespeare dengan “Apalah Artinya Sebuah Nama” …,
Ms. Dn dan Ms. Dv tertawa tergelak-gelak ..
Wednesday, July 12, 2006
CATATAN PERJALANAN 5
Pada saat kita masuk ke dalam pelataran dalam Angkor Wat, suasana nyaman, suasana sejuk dan damai terasa memasuki setiap relung jiwa. Entah mungkin itu hanya perasaan saja atau memang karena dulunya tempat ini merupakan tempat ibadah, tempat penenangan diri dan tapa seraya memuja sang Dewa, wallahualam.
Yang pertama kita lihat di kiri dan kanan adalah kolam atau seperti tempat pemandian, dahulunya mungkin entah raja atau kaum bangsawan mensucikan dirinya terlebih dahulu sebelum melakukan ritual sembahyang memuja dewa.

Jalan menuju lobby utama tempat dimana semua orang bersembahyang tampak panjang namun memberikan nuansa sejuta misteri.

Jika anda memiliki kekuatan lahir batin [mungkin saya terlalu hiperbola], tidak ada salahnya untuk mencoba naik ke tingkat paling tinggi. Harus saya ucapkan disini rasa terima kasih saya yang sebesar-besarnya kepada salah satu teman baik saya yaitu Bona yang telah memberikan motivasi dan kekuatan hingga saya bisa naik sampai di puncaknya Angkor. Dengan kemiringan tangga yang hampir tegak lurus dan anak tangga yang tidak lebar, saya akui bahwa semua jerih payah itu akan hilang begitu kita sampai di puncak. Nanti satu saat jika anda berkesempatan pergi ke Angkor, maka anda akan mengetahui mengapa tangga itu dibuat sedemikian sulitnya untuk dinaiki.Di menara utama terdapat patung Budha yang berukuran cukup besar. Sebagaimana diketahui bahwa setelah Budha masuk dan menggantikan Hindu, maka Angkor menjadi Candi Budha dengan begitu banyaknya patung Budha bertebaran, namun sekarang ini sebagian besar patung sudah diselamatkan ditaruh di Musium Nasional di Phnom Penh dan sebagian besar lagi hancur pada masa rejim Pol Pot / Khmer Merah berkuasa.

Pemandangan terlihat begitu menarik dari puncak Angkor, apalagi candi ini menghadap ke barat dan salah satu daya tariknya adalah pemandangan pada saat matahari terbenam.


Inilah menara utama di Angkor. Tampak terlihat megah dan besar. Pada masanya dulu, hanya Raja dan Guru Spiritualnya yang diperkenankan naik dan bersembahyang di menara utama ini, yang lainnya hanya bisa sampai pelataran lobby saja. Tidak ada yang bisa naik ke menara utama ini.

Pemandangan dari menara utama ke pelataran candi di bawah.

Pelataran tampak dari atas.

Perbandingan besarnya manusia dengan menara utama


Patung Budha pada menara utama, tidak begitu jelas karena patungnya berwarna hitam dan diselimuti kain merah.

Patung Budha disalah satu gang di menara utama namun sudah tidak ada lagi kepalanya. Banyak patung yang hilang pada jaman rejim Pol Pot / Khmer Merah berkuasa, ada yang memang sengaja dihancurkan, ada juga yang memang dicuri untuk kemudian dijual sebagai barang antik.

Setelah turun dari menara, maka kita akan memutari Angkor untuk melihat cerita-cerita yang direfleksikan dengan relief di sekeliling Angkor, cerita bagaimana bangsa Khmer dulunya merupakan satu bangsa yang besar dan tangguh dalam menghadapi setiap serangan atau pun percobaan penjajahan oleh kerajaan lain.
Tampak mendung mulai mengelilingi Angkor


Ini adalah salah satu gang bagian luar Angkor

Inilah sebagian relief yang mengelilingi Angkor.

Yang pertama kita lihat di kiri dan kanan adalah kolam atau seperti tempat pemandian, dahulunya mungkin entah raja atau kaum bangsawan mensucikan dirinya terlebih dahulu sebelum melakukan ritual sembahyang memuja dewa.
Jalan menuju lobby utama tempat dimana semua orang bersembahyang tampak panjang namun memberikan nuansa sejuta misteri.
Jika anda memiliki kekuatan lahir batin [mungkin saya terlalu hiperbola], tidak ada salahnya untuk mencoba naik ke tingkat paling tinggi. Harus saya ucapkan disini rasa terima kasih saya yang sebesar-besarnya kepada salah satu teman baik saya yaitu Bona yang telah memberikan motivasi dan kekuatan hingga saya bisa naik sampai di puncaknya Angkor. Dengan kemiringan tangga yang hampir tegak lurus dan anak tangga yang tidak lebar, saya akui bahwa semua jerih payah itu akan hilang begitu kita sampai di puncak. Nanti satu saat jika anda berkesempatan pergi ke Angkor, maka anda akan mengetahui mengapa tangga itu dibuat sedemikian sulitnya untuk dinaiki.Di menara utama terdapat patung Budha yang berukuran cukup besar. Sebagaimana diketahui bahwa setelah Budha masuk dan menggantikan Hindu, maka Angkor menjadi Candi Budha dengan begitu banyaknya patung Budha bertebaran, namun sekarang ini sebagian besar patung sudah diselamatkan ditaruh di Musium Nasional di Phnom Penh dan sebagian besar lagi hancur pada masa rejim Pol Pot / Khmer Merah berkuasa.
Pemandangan terlihat begitu menarik dari puncak Angkor, apalagi candi ini menghadap ke barat dan salah satu daya tariknya adalah pemandangan pada saat matahari terbenam.
Inilah menara utama di Angkor. Tampak terlihat megah dan besar. Pada masanya dulu, hanya Raja dan Guru Spiritualnya yang diperkenankan naik dan bersembahyang di menara utama ini, yang lainnya hanya bisa sampai pelataran lobby saja. Tidak ada yang bisa naik ke menara utama ini.
Pemandangan dari menara utama ke pelataran candi di bawah.
Pelataran tampak dari atas.
Perbandingan besarnya manusia dengan menara utama
Patung Budha pada menara utama, tidak begitu jelas karena patungnya berwarna hitam dan diselimuti kain merah.
Patung Budha disalah satu gang di menara utama namun sudah tidak ada lagi kepalanya. Banyak patung yang hilang pada jaman rejim Pol Pot / Khmer Merah berkuasa, ada yang memang sengaja dihancurkan, ada juga yang memang dicuri untuk kemudian dijual sebagai barang antik.
Setelah turun dari menara, maka kita akan memutari Angkor untuk melihat cerita-cerita yang direfleksikan dengan relief di sekeliling Angkor, cerita bagaimana bangsa Khmer dulunya merupakan satu bangsa yang besar dan tangguh dalam menghadapi setiap serangan atau pun percobaan penjajahan oleh kerajaan lain.
Tampak mendung mulai mengelilingi Angkor
Ini adalah salah satu gang bagian luar Angkor
Inilah sebagian relief yang mengelilingi Angkor.
selanjutnya .. menelusuri Phnom Kulen ..
Tuesday, July 11, 2006
CATATAN PERJALANAN 4
The Great ANGKOR WAT
Perjalanan berikutnya adalah mengunjungi salah satu yang termasuk Keajaiban Dunia dan juga Cagar Budaya Dunia yang dilindungi oleh Badan PBB. The Great Angkor Wat.
Konservasi Angkor dimulai pada tahun 1960 oleh pemerintah Perancis.
Perjalanan berikutnya adalah mengunjungi salah satu yang termasuk Keajaiban Dunia dan juga Cagar Budaya Dunia yang dilindungi oleh Badan PBB. The Great Angkor Wat.
Konservasi Angkor dimulai pada tahun 1960 oleh pemerintah Perancis.
tanda konservasi dimulai
Angkor dibangun pada masa pemerintahan Raja Suryavarman II pada pertengahan abad ke 12, baik sebagai ibukota dan juga candi penghormatan kepada Dewa Wisnu.
Angkor Wat dikelilingi oleh parit besar yang dikenal dengan sebutan The Moat yang menandakan samudera, dengan total luas keseluruhan kompleks Angkor ini kurang lebih 200 hektar.
2 jembatan pada bagian barat dan timur membelah parit besar menggabungkan bagian luar dan dalam Angkor dengan panjang masing-masing 190 m. Angkor sendiri dikelilingi oleh tembok dengan panjang kali lebar adalah 1,025 m x 802 m.
Angkor dibangun pada masa pemerintahan Raja Suryavarman II pada pertengahan abad ke 12, baik sebagai ibukota dan juga candi penghormatan kepada Dewa Wisnu.
Angkor Wat dikelilingi oleh parit besar yang dikenal dengan sebutan The Moat yang menandakan samudera, dengan total luas keseluruhan kompleks Angkor ini kurang lebih 200 hektar.
2 jembatan pada bagian barat dan timur membelah parit besar menggabungkan bagian luar dan dalam Angkor dengan panjang masing-masing 190 m. Angkor sendiri dikelilingi oleh tembok dengan panjang kali lebar adalah 1,025 m x 802 m.
the moat

Menelusuri causeway maka kita akan berhadapan dengan pintu masuk Angkor Wat, terdiri atas tiga menara.
Menelusuri causeway maka kita akan berhadapan dengan pintu masuk Angkor Wat, terdiri atas tiga menara.
tiga menara
Menara tengah merupakan pintu masuk utama kedalam kompleks Angkor Wat.


Dari mulai pintu masuk, kita kembali menelusuri jembatan atau semacam jalan yang terbuat dari batu solid dan kokoh untuk menuju menara utama Angkor Wat ini. Angkor Wat sendiri secara seksama menggabungkan dua pola dari gaya arsitektur Khmer yaitu pyramid dan apa yang disebut “concentric galleries.” Piramid dipakai sebagai simbol dari Hindu yaitu Gunung Meru atau Mahameru. Jika anda pernah membaca Mahabharata, Bharatayudha dan Pandawa Seda karya RA. Kosasih, maka sering disebut bahwa tempat bersemayamnya para dewa berada di puncak Mahameru.
Menara tengah merupakan pintu masuk utama kedalam kompleks Angkor Wat.
Dari mulai pintu masuk, kita kembali menelusuri jembatan atau semacam jalan yang terbuat dari batu solid dan kokoh untuk menuju menara utama Angkor Wat ini. Angkor Wat sendiri secara seksama menggabungkan dua pola dari gaya arsitektur Khmer yaitu pyramid dan apa yang disebut “concentric galleries.” Piramid dipakai sebagai simbol dari Hindu yaitu Gunung Meru atau Mahameru. Jika anda pernah membaca Mahabharata, Bharatayudha dan Pandawa Seda karya RA. Kosasih, maka sering disebut bahwa tempat bersemayamnya para dewa berada di puncak Mahameru.
tampak menara utama dari jauh
Angkor Wat ini menghadap ke arah Barat, yang mana setiap candi Hindu yang menghadap ke arah Barat adalah merupakan candi yang diperuntukkan bagi Dewa Wisnu. Dulunya Angkor ini dibangun pada masa Hindu berkuasa.
Kita memasuki kota Angkor dari arah barat dengan menyeberangi parit besar. Begitu melewati pintu utama, anda akan berjalan diatas jembatan sepanjang 350 m dan diujung jembatan itu anda akan melihat 5 menara Angkor yang berdiri walau tidak utuh lagi namun dapat memberikan satu nuansa betapa dulu sangat indah karya manusia yang dibekali otak dan pemikiran oleh Yang Mempunyai Hidup.
Sebelum menyusuri jembatan, cobalah ke sebelah selatan arah pintu masuk utama, beberapa meter dari situ maka anda akan bisa melihat satu relief penari Apsara yang tersenyum namun memperlihatkan giginya. Lalu apa istimewanya ? yang menjadikannya istimewa adalah dari sekitar kurang lebih 2,000 relief penari Apsara yang ada di Angkor, hanya satu yang memperlihatkan giginya, entah maksud dan tujuannya apa pada masa itu dibuat seperti itu.
Pada saat anda menelusuri jalan menuju menara utama Angkor, di kiri dan kanan terdapat masing-masing satu bangunan yang dulunya dipercaya bahwa bangunan tersebut merupakan perpustakaan para pendeta. Bayangkan bahwa jaman dulu saja minat baca dan belajar sudah ada. Mendekati pintu masuk ke menara utama setelah melewati gedung perpustakaan tersebut, maka anda akan menjumpai dua buah kolam dikiri dan kanan [pada saat saya datang, kolam disebelah kanan sedang kering sehingga hanya ada kolam disebelah kiri], kolam ini merupakan kolam yang sering dipakai oleh para turis untuk berphoto karena pada kolam ini terdapat bayangan lima menara utama Angkor Wat.
Angkor Wat ini menghadap ke arah Barat, yang mana setiap candi Hindu yang menghadap ke arah Barat adalah merupakan candi yang diperuntukkan bagi Dewa Wisnu. Dulunya Angkor ini dibangun pada masa Hindu berkuasa.
Kita memasuki kota Angkor dari arah barat dengan menyeberangi parit besar. Begitu melewati pintu utama, anda akan berjalan diatas jembatan sepanjang 350 m dan diujung jembatan itu anda akan melihat 5 menara Angkor yang berdiri walau tidak utuh lagi namun dapat memberikan satu nuansa betapa dulu sangat indah karya manusia yang dibekali otak dan pemikiran oleh Yang Mempunyai Hidup.
Sebelum menyusuri jembatan, cobalah ke sebelah selatan arah pintu masuk utama, beberapa meter dari situ maka anda akan bisa melihat satu relief penari Apsara yang tersenyum namun memperlihatkan giginya. Lalu apa istimewanya ? yang menjadikannya istimewa adalah dari sekitar kurang lebih 2,000 relief penari Apsara yang ada di Angkor, hanya satu yang memperlihatkan giginya, entah maksud dan tujuannya apa pada masa itu dibuat seperti itu.
Pada saat anda menelusuri jalan menuju menara utama Angkor, di kiri dan kanan terdapat masing-masing satu bangunan yang dulunya dipercaya bahwa bangunan tersebut merupakan perpustakaan para pendeta. Bayangkan bahwa jaman dulu saja minat baca dan belajar sudah ada. Mendekati pintu masuk ke menara utama setelah melewati gedung perpustakaan tersebut, maka anda akan menjumpai dua buah kolam dikiri dan kanan [pada saat saya datang, kolam disebelah kanan sedang kering sehingga hanya ada kolam disebelah kiri], kolam ini merupakan kolam yang sering dipakai oleh para turis untuk berphoto karena pada kolam ini terdapat bayangan lima menara utama Angkor Wat.
gedung perpustakaan
gedung perpustakaan satu lagi
kolam tempat pengambilan photo
CATATAN PERJALANAN 3
Melanjutkan dari Catatan Perjalanan 1 dan 2
ELEPHANT TERRACE and TERRACE OF GARUDA
Dari Bapuon maka kita akan menelusuri causeway menuju keluar area Bapuon dan sampailah kita di Elephant Terrace yang dibangun pada masa pemerintahan Jayavarman VII kemudian pada masa pemerintahan Jayavarman VIII ditambah beberapa bangunan.
Elephan Terrace ini biasanya dipakai untuk acara-acara kenegaraan atau resepsi-resepsi resmi. Dengan panjang 300 m. Ada tiga tangga untuk menaiki Elephant Terrace ini dari arah depan, satu ditengah dan dua ada di kiri dan kanan pada ujung teras ini. Tangga yang tengah merupakan tangga yang paling besar.



Elephan Terrace ini biasanya dipakai untuk acara-acara kenegaraan atau resepsi-resepsi resmi. Dengan panjang 300 m. Ada tiga tangga untuk menaiki Elephant Terrace ini dari arah depan, satu ditengah dan dua ada di kiri dan kanan pada ujung teras ini. Tangga yang tengah merupakan tangga yang paling besar.
bersambung ke Catatan Perjalanan 4
The Great Angkor Wat
THE SITTING
Mungkin buat sebagian besar orang hal ini tidak menjadi masalah tapi terkadang ada juga yang membuat kemudian kita berpikir bahwa walaupun ini merupakan hal kecil namun bisa memberi efek yang cukup besar. Ini masalah sitting arrangement atau penempatan posisi duduk orang di suatu acara makan.
Sebagai bagian dari salah satu tugas yang saya jalankan, salah satunya adalah mengatur jamuan makan malam dengan kode “sitting dinner” yang mana berarti setiap tamu akan duduk ditempat yang telah ditentukan dan namanya pun ditulis di kartu kecil yang diletakkan dimeja makan. Tentunya sebelum menaruh siapa duduk dekat siapa maka yang perlu diperhatikan adalah siapa yang menjadi guest of honor kemudian kedudukan atau jabatan orang per orangnya lainnya sehingga akan memudahkan bagi tuan rumah yang menyusun.
Dan tanpa saya sadari, hal ini ternyata secara tidak langsung pun terbawa pada acara makan malam informal. Entah mungkin saya yang terbiasa dengan sistim protokoler seperti itu atau mungkin karena lingkup pergaulan disini yang membuat saya sering sekali menghadiri undangan makan malam informal namun memiliki aturan tidak tertulis akan posisi duduk orang per orangnya.
So it happened last night when I had dinner with some of my good friends here. Rencananya adalah kita semua berkumpul di restaurant yang sudah ditentukan untuk makan malam bersama. Yang pertama terjadi adalah ketika dijemput oleh Miss Dr dan Miss Dn, di mobil ternyata sudah ada Miss Pl. Well, not that I don’t like Ms. Pl tapi sebaiknya Miss Dn memberitahukan bahwa Miss Pl akan ikut serta. Sometimes there are times when you only want to be with your close friends only. But I tried to tolerate, may be I was over-sensitif at that time.
On the way to the restaurant, Ms. Dn sent message to Mr. S informing that we were at that time already on the way and would be there soon. To my surprise that Ms. Dn asked Mr. S to prepare 8 chair. I thought that we were only 6 of us; Miss Dr, Miss Dn, Miss Pl, Mr. L, Mr. S and myself. Ternyata ada dua orang temannya Ms. Dn lagi yang akan bergabung.
Saya masih dalam posisi duduk ditempat saya pertama kali duduk ketika meja sudah dibersihkan dan disiapkan ketika Ms. Dn meminta saya untuk pindah duduk ke bangku di depan saya dan bersebelahan dengan Mr. L.
Okay, so in my side was me, Mr. L, Mr. S and Ms. Dr while in front of us was Ms. 1, Ms. 2, Ms. Dn and Ms. Pl. Saya merasa tidak nyaman dengan posisi seperti itu. Namun mungkin saya pikir teori saya salah tapi setelah setengah makan malam berjalan, saya baru menyadari bahwa apa yang saya rasakan itu benar adanya. Ms. 1 dan Ms. 2 bercakap-cakap antara mereka sendiri ataupun terkadang dengan Ms. Dn dan sesekali dengan Mr. L dan Mr. S,. Ms. Dn sendiri sibuk bicara dengan Ms. Pl dan Ms. Dr terkadang atau dengan Mr. L dan Mr. S. Diantara 8 orang yang ada, saya merasa bahwa saya sendiri. Benar bahwa saya bisa saja gabung dengan pembicaraan yang sedang terjadi, tapi bagaimana saya mau jump-in ke pembicaraan yang sedang berjalan jika ternyata pembicaraan tersebut bukan pembicaraan global tetapi lebih kepada pembicaraan untuk segelintir orang saja yang mengerti ?
So that night turned up into something unpleasant for me. First, I agreed to attend the dinner because I’ve promised to join. The food was good, I meant usual food. But the companions this time, for me, were wrong. Besides, you may laugh so hard, I did not get a chance to see Konser Eliminasi AFI. Other thing, I got news that one of my good friend was hospitalized and no one was here with him.
Tapi mungkin satu hal adalah bahwa saya harus belajar untuk bisa menerima keadaan dan membuat suasana yang menurut kata hati saya tidak nyaman dibuat senyaman mungkin, walaupun mungkin effort untuk itu akan susah but there’s no harm of trying.
Mudah-mudahan makan malam yang akan datang akan lebih menyenangkan.
Phnom Penh, 09 Juli 2006
Sebagai bagian dari salah satu tugas yang saya jalankan, salah satunya adalah mengatur jamuan makan malam dengan kode “sitting dinner” yang mana berarti setiap tamu akan duduk ditempat yang telah ditentukan dan namanya pun ditulis di kartu kecil yang diletakkan dimeja makan. Tentunya sebelum menaruh siapa duduk dekat siapa maka yang perlu diperhatikan adalah siapa yang menjadi guest of honor kemudian kedudukan atau jabatan orang per orangnya lainnya sehingga akan memudahkan bagi tuan rumah yang menyusun.
Dan tanpa saya sadari, hal ini ternyata secara tidak langsung pun terbawa pada acara makan malam informal. Entah mungkin saya yang terbiasa dengan sistim protokoler seperti itu atau mungkin karena lingkup pergaulan disini yang membuat saya sering sekali menghadiri undangan makan malam informal namun memiliki aturan tidak tertulis akan posisi duduk orang per orangnya.
So it happened last night when I had dinner with some of my good friends here. Rencananya adalah kita semua berkumpul di restaurant yang sudah ditentukan untuk makan malam bersama. Yang pertama terjadi adalah ketika dijemput oleh Miss Dr dan Miss Dn, di mobil ternyata sudah ada Miss Pl. Well, not that I don’t like Ms. Pl tapi sebaiknya Miss Dn memberitahukan bahwa Miss Pl akan ikut serta. Sometimes there are times when you only want to be with your close friends only. But I tried to tolerate, may be I was over-sensitif at that time.
On the way to the restaurant, Ms. Dn sent message to Mr. S informing that we were at that time already on the way and would be there soon. To my surprise that Ms. Dn asked Mr. S to prepare 8 chair. I thought that we were only 6 of us; Miss Dr, Miss Dn, Miss Pl, Mr. L, Mr. S and myself. Ternyata ada dua orang temannya Ms. Dn lagi yang akan bergabung.
Saya masih dalam posisi duduk ditempat saya pertama kali duduk ketika meja sudah dibersihkan dan disiapkan ketika Ms. Dn meminta saya untuk pindah duduk ke bangku di depan saya dan bersebelahan dengan Mr. L.
Okay, so in my side was me, Mr. L, Mr. S and Ms. Dr while in front of us was Ms. 1, Ms. 2, Ms. Dn and Ms. Pl. Saya merasa tidak nyaman dengan posisi seperti itu. Namun mungkin saya pikir teori saya salah tapi setelah setengah makan malam berjalan, saya baru menyadari bahwa apa yang saya rasakan itu benar adanya. Ms. 1 dan Ms. 2 bercakap-cakap antara mereka sendiri ataupun terkadang dengan Ms. Dn dan sesekali dengan Mr. L dan Mr. S,. Ms. Dn sendiri sibuk bicara dengan Ms. Pl dan Ms. Dr terkadang atau dengan Mr. L dan Mr. S. Diantara 8 orang yang ada, saya merasa bahwa saya sendiri. Benar bahwa saya bisa saja gabung dengan pembicaraan yang sedang terjadi, tapi bagaimana saya mau jump-in ke pembicaraan yang sedang berjalan jika ternyata pembicaraan tersebut bukan pembicaraan global tetapi lebih kepada pembicaraan untuk segelintir orang saja yang mengerti ?
So that night turned up into something unpleasant for me. First, I agreed to attend the dinner because I’ve promised to join. The food was good, I meant usual food. But the companions this time, for me, were wrong. Besides, you may laugh so hard, I did not get a chance to see Konser Eliminasi AFI. Other thing, I got news that one of my good friend was hospitalized and no one was here with him.
Tapi mungkin satu hal adalah bahwa saya harus belajar untuk bisa menerima keadaan dan membuat suasana yang menurut kata hati saya tidak nyaman dibuat senyaman mungkin, walaupun mungkin effort untuk itu akan susah but there’s no harm of trying.
Mudah-mudahan makan malam yang akan datang akan lebih menyenangkan.
Phnom Penh, 09 Juli 2006
Monday, July 10, 2006
THE ELIMINATION
Dari Konser Eliminasi AFI 2006. Hendri dari Riau harus pulang tadi malam
Phnom Penh, 09 Juli 2006
Phnom Penh, 09 Juli 2006
Wednesday, July 05, 2006
THE HISTORY
Pada hari ini 47 tahun yang lalu, Presiden Republik Indonesia yang kala itu dijabat oleh Ir. Soekarno, mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Yang mana isinya adalah :
* Bubarkan Konstituante
* Kembali ke UUD 1945
* Bubarkan Konstituante
* Kembali ke UUD 1945
Monday, July 03, 2006
THE VISITING
Kira-kira ada yang bisa mengajak saya tidak ke tempat ini jika saya kembali ke Tanah Air ? this is one of the place that I do really want to visit since I was a little kid ... one of the historical place in Indonesia, located near by Bandung .. to be exact adanya di Lembang
Planetarium Boscha
Wednesday, June 28, 2006
THE EDUCATION
saya memang sedang tidak tinggal di tanah air tapi tidak berarti kemudian saya tertinggal dengan berita-berita terbaru, thanks to teknologi internet yang memungkin saya bisa berkomunikasi dengan kawan, saudara, handai taulan melalui surat elektronik dan juga memantau berita-berita yang terjadi di tanah air belakangan ini.
sebutlah masalah gempa jokja yang tidak kunjung selesai dengan penyaluran bantuan, atau juga masalah lumpur gas yang entah sudah memasuki bulan keberapa (am i exaggerated ?) serta belum lagi ditambah dengan urusan-urusan lainnya. namun satu hal yang mencolok dan menganggu saya (well, not that bothers actually, only a simple thought how could a high ranking people do such a thing) adalah masalah pendidikan.
ujian negara baru saja selesai untuk para siswa sma, yang mana setelah tiga hari ujian, maka diumumkanlah hasilnya. mengejutkan sekali .. atau bisa dikatakan bahwa ini adalah satu fenomena spektakuler yang akan dibenci oleh banyak orang, hampir 90 persen lebih peserta ujian negara kelulusan sma ini dinyatakan oleh pemerintah tidak lulus!!!!
Helllooooo …… sebegitu bodohkah bangsa indonesia ? sebegitu pandirnyakah generasi penerus bangsa ?
maksud dan tujuan dari penetapan passing grade atau batas kelulusan pun tidak dijelaskan secara terbuka, sang menteri yang mengurusi bidang pendidikan pun berkelit dan mengelak serta memprotes balik orang-orang yang memprotes dirinya, dan yang membikin semakin menyebalkannya adalah pernyataannya yang mengatakan bahwaini adalah kebijaksanaan menteri sebelumnya dan dia hanya meneruskan saja …
well … another helllllooooooo, digaji oleh negara dengan uang rakyat, seharusnya bisa berpikir dengan baik, jernih, bijaksana dan tentunya adil. kalo memang kebijaksanaan itu tidaklah baik, kenapa juga tidak direvisi, tidak diamandemenkan ? jadi kesannya adalah tidak mau susah-susah mikir tentang system atau apa pun yang terkait, toch selama ini sudah ada jalan dan tidak ada ruginya tinggal meneruskan, kalo sampai something goes wrong then just blame orang sebelumnya saja. that simple kok …
Apakah ketika kebijaksanaan itu hendak diterapkan, konsekuensi yang terjadi sudah dipikirkan masak-masak ? sudah diperhitungkan sedemikian rupa ?
berita-berita mulai bermunculan. sang anak kecewa tidak lulus lalu kemudian bunuh diri. sang anak tidak lulus lalu kemudian membakar sekolah. sang anak tidak lulus lalu mencegat gurunya. sang anak tidak lulus lalu orang tua tidak puas dan akhirnya berkumpul untuk mengadakan aksi protes.
Kedukaan mulai merambah ke dunia pendidikan indonesia. dikatakan di berbagai media massa cetak maupun media televise ataupun radio bahwa arogansi pemerintah mulai tampak sekarang ini, sang menteri pendidikan pencetus ide ini yang katanya adalah ide atau kebijaksanaan menteri sebelumnya, berlindung dibalik punggung wakil presiden ri.
sampai dengan saya menuliskan ini, masih saja bergulir wacana permintaan kepada pemerintah untuk ujian ulang namun ditolak dan tidak disetujui. saya hanya membayangkan bahwa pada anak-anak yang tidak bisa lulus ini tentunya harus mengulang kembali pelajaran di bangku kelas tiga smp ataupun sma, sementara itu anak-anak dari kelas dua naik ke kelas tiga, terjadinya penumpukan pada bangku kelas dua dan tiga namun banyak sekali bangku kosong pada kelas satu. ini adalah perhitungan logika saya secara mendasar saja.
lalu bagaimana dengan nasib para akademi dan universitas ? akankah mereka mendapatkan mahasiswa-mahasiswa baru ?
kita lihat saja perkembangan selanjutnya, yang jelas saat ini dunia pendidikan indonesia sedang berduka, mari tundukkan kepala dan mengheningkan cipta agar jasa para pahlawan pendidikan tidak terbuang percuma, mari kita kibarkan bendera setengah tiang untuk dunia pendidikan kita.
phnom penh, 28 juni 2006
sebutlah masalah gempa jokja yang tidak kunjung selesai dengan penyaluran bantuan, atau juga masalah lumpur gas yang entah sudah memasuki bulan keberapa (am i exaggerated ?) serta belum lagi ditambah dengan urusan-urusan lainnya. namun satu hal yang mencolok dan menganggu saya (well, not that bothers actually, only a simple thought how could a high ranking people do such a thing) adalah masalah pendidikan.
ujian negara baru saja selesai untuk para siswa sma, yang mana setelah tiga hari ujian, maka diumumkanlah hasilnya. mengejutkan sekali .. atau bisa dikatakan bahwa ini adalah satu fenomena spektakuler yang akan dibenci oleh banyak orang, hampir 90 persen lebih peserta ujian negara kelulusan sma ini dinyatakan oleh pemerintah tidak lulus!!!!
Helllooooo …… sebegitu bodohkah bangsa indonesia ? sebegitu pandirnyakah generasi penerus bangsa ?
maksud dan tujuan dari penetapan passing grade atau batas kelulusan pun tidak dijelaskan secara terbuka, sang menteri yang mengurusi bidang pendidikan pun berkelit dan mengelak serta memprotes balik orang-orang yang memprotes dirinya, dan yang membikin semakin menyebalkannya adalah pernyataannya yang mengatakan bahwaini adalah kebijaksanaan menteri sebelumnya dan dia hanya meneruskan saja …
well … another helllllooooooo, digaji oleh negara dengan uang rakyat, seharusnya bisa berpikir dengan baik, jernih, bijaksana dan tentunya adil. kalo memang kebijaksanaan itu tidaklah baik, kenapa juga tidak direvisi, tidak diamandemenkan ? jadi kesannya adalah tidak mau susah-susah mikir tentang system atau apa pun yang terkait, toch selama ini sudah ada jalan dan tidak ada ruginya tinggal meneruskan, kalo sampai something goes wrong then just blame orang sebelumnya saja. that simple kok …
Apakah ketika kebijaksanaan itu hendak diterapkan, konsekuensi yang terjadi sudah dipikirkan masak-masak ? sudah diperhitungkan sedemikian rupa ?
berita-berita mulai bermunculan. sang anak kecewa tidak lulus lalu kemudian bunuh diri. sang anak tidak lulus lalu kemudian membakar sekolah. sang anak tidak lulus lalu mencegat gurunya. sang anak tidak lulus lalu orang tua tidak puas dan akhirnya berkumpul untuk mengadakan aksi protes.
Kedukaan mulai merambah ke dunia pendidikan indonesia. dikatakan di berbagai media massa cetak maupun media televise ataupun radio bahwa arogansi pemerintah mulai tampak sekarang ini, sang menteri pendidikan pencetus ide ini yang katanya adalah ide atau kebijaksanaan menteri sebelumnya, berlindung dibalik punggung wakil presiden ri.
sampai dengan saya menuliskan ini, masih saja bergulir wacana permintaan kepada pemerintah untuk ujian ulang namun ditolak dan tidak disetujui. saya hanya membayangkan bahwa pada anak-anak yang tidak bisa lulus ini tentunya harus mengulang kembali pelajaran di bangku kelas tiga smp ataupun sma, sementara itu anak-anak dari kelas dua naik ke kelas tiga, terjadinya penumpukan pada bangku kelas dua dan tiga namun banyak sekali bangku kosong pada kelas satu. ini adalah perhitungan logika saya secara mendasar saja.
lalu bagaimana dengan nasib para akademi dan universitas ? akankah mereka mendapatkan mahasiswa-mahasiswa baru ?
kita lihat saja perkembangan selanjutnya, yang jelas saat ini dunia pendidikan indonesia sedang berduka, mari tundukkan kepala dan mengheningkan cipta agar jasa para pahlawan pendidikan tidak terbuang percuma, mari kita kibarkan bendera setengah tiang untuk dunia pendidikan kita.
phnom penh, 28 juni 2006
Thursday, June 22, 2006
THE MEETING
Meeting disini bukan rapat seperti yang sering didengungkan orang-orang ketika menerima telpon atau membuat janji. “Can I call you back ? I am in the meeting now.” “Let’s see because tomorrow after lunch saya ada meeting dengan client.”
Meeting yang saya maksudkan adalah bertemu atau bahasa gaulnya KETEMUAN. Ada dua kategori ketemuan ini, satu adalah dengan membuat janji terlebih dahulu dan yang kedua adalah dengan secara mendadak.
Beberapa waktu yang lalu, kalau tidak salah akhir minggu lalu, yang mana disini kebetulan jatuh pada saat long weekend, saya memutuskan untuk menghabiskan waktu hari Sabtu saya dengan pergi ke salon untuk potong rambut, menghapuskan rambut abu-abu yang memang sudah jadwalnya untuk diganti dengan warna lain setiap sebulan sekali, melakukan pijat muka dan facial. Saya memutuskan hari Sabtu kemarin itu adalah hari perawatan tubuh. Sebagian dari teman-teman saya tertawa mungkin melihat satu kebiasaan seperti ini yang mungkin jarang dilakukan oleh para kaum adam. Buat saya lebih baik saya berterus terang mengatakan kegiatan saya tinimbang seperti seorang teman saya yang ingin sekali mencat rambutnya dan melakukan facial tapi melakukannya dengan sembunyi-sembunyi karena takut dikata-katai atau diejek oleh temannya.
Selesai segala urusan perawatan tubuh, hujan datang, kebetulan rumah saya tidak jauh dari salon langganan tersebut, maka saya memutuskan untuk pulang dengan hujan-hujanan dan menikmati dinginnya angin yang semilir. Sampai di rumah saya langsung ke kamar, ganti baju, buat kopi susu panas dan duduk dengan manis di depan televisi, menikmati dvd film seri yang baru saja diberi oleh teman saya, Will & Grace.
Tak berapa lama menonton beberapa episode dari serial tersebut, saya menemukan kejenuhan dan memutuskan untuk pergi ke tempat saya biasa pijat refleksi. Saya senang pergi ke tempat tersebut karena ditempat itu saya bisa merasa tidur dengan sangat sangat nyenyak tanpa ada gangguan (kadang saya meragukan apakah sang pemijat memijat kaki kanan saya atau tidak karena saya merasa tidak merasakan apa-apa, mungkin karena nyenyaknya).
Pada saat ditengah lelapnya tidur sesaat saya itulah, telpon saya berdering dan sebuah sms masuk menanyakan saya ada dimana dan akan kemana. Saya membalas dan mengatakan bahwa saya lagi bersantai dan tidak ada rencana lain setelah ini. Lalu teman saya ini mengajak untuk ketemuan dan ngobrol-ngobrol sambil menikmati anggur merah, rokok dan makanan kecil plus dikenalkan dengan temannya. .Tadinya saya menolak, saya membayangkan kamar saya dan televisi serta another cup of coffee with milk sambil membaca buku yang harus diselesaikan, tapi tiba-tiba saja saya teringat dengan apa yang diucapkan oleh salah satu teman saya bahwa sekarang ini dia tidak pernah mau melewatkan kesempatan kalau diundang atau diajak ketemuan karena siapa tahu saja nanti bisa ketemu jodoh. Eh .. pemikiran yang sangat menarik, bukan ? …
Sekitar satu jam kemudian saya sudah duduk ngobrol dengan teman-teman saya sambil menikmati rokok dan anggur merah dan obrolan pembuka. Bicara banyak hal dari mulai tentang soundtrack film, film-film klasik, film serial, relationship, friendship, pekerjaan, waktu luang, hobi dan lainnya, dan tiba-tiba saja salah seorang teman saya mengenalkan saya dengan seseorang. Mungkin biasa dalam satu pertemuan antara satu dan yang lainnya jika kita membawa teman kemudian kita pasti mengenalkan kepada teman kita yang lain, kali ini pun seperti itu, saya merasa tidak ada sesuatu yang istimewa sampai kemudian kita mulai bicara ke hal-hal yang sifatnya lebih dari biasa-biasa saja,,bicara tentang buku lebih dalam lagi, bicara tentang film lebih menjurus kepada karakter pemainnya, alur ceritanya, settings, editing, bicara tentang kehidupan dan banyak hal lagi. Saya menanggapi semua itu dengan biasa saja pada mulanya!!!.
Sampailah pada waktu jam malam (which ngga mungkin kan kalau saya sampai punya jam malam ?), mungkin karena saya masih dihinggapi rasa euphoria of watching Will & Grace lalu keinginan menggebu untuk menyelesaikan buku yang sedang saya baca, maka ajakan untuk melanjutkan perjalanan malam ke Heart of Darkness; salah satu klub favorite saya disini; saya tolak, saya pikir akan lebih enak untuk dirumah. So, saya pamit dengan semua teman-teman saya termasuk teman baru saya ini.
Waktu sampai di tempat parkir, si teman baru ini tersenyum dan berkata, “So, are you sure that you are available to be my shoulder to cry on ? .. I have so many stories that I want to share.” “Sure.” “Okay, I’ll call you, your number is 012813***, right ?” dan saya amazed dengan ingatannya karena seingat saya, saya tidak pernah memberi nomor telpon saya kepadanya. “How did you get my number ?.” “You gave me.” “No, I did not, you never asked.” “Well, there is time when you mentioned the number to V and I happened standing near V and at that time you haven’t known me yet.” “Oh, okay, got it. So, call me anytime you need friend to talk to.” “Okay, bye.” “Bye.”
Lalu menghilanglah dia dengan motornya dan barulah saya menyadari kebodohan saya untuk kedua kalinya (ingat cerita saya tentang the body guard ?), saya tidak menanyakan nomor telponnya dan sekarang teman saya yang mengenalkan saya kepadanya sedang liburan ke Paris.
What a meeting …. !!!!
Meeting yang saya maksudkan adalah bertemu atau bahasa gaulnya KETEMUAN. Ada dua kategori ketemuan ini, satu adalah dengan membuat janji terlebih dahulu dan yang kedua adalah dengan secara mendadak.
Beberapa waktu yang lalu, kalau tidak salah akhir minggu lalu, yang mana disini kebetulan jatuh pada saat long weekend, saya memutuskan untuk menghabiskan waktu hari Sabtu saya dengan pergi ke salon untuk potong rambut, menghapuskan rambut abu-abu yang memang sudah jadwalnya untuk diganti dengan warna lain setiap sebulan sekali, melakukan pijat muka dan facial. Saya memutuskan hari Sabtu kemarin itu adalah hari perawatan tubuh. Sebagian dari teman-teman saya tertawa mungkin melihat satu kebiasaan seperti ini yang mungkin jarang dilakukan oleh para kaum adam. Buat saya lebih baik saya berterus terang mengatakan kegiatan saya tinimbang seperti seorang teman saya yang ingin sekali mencat rambutnya dan melakukan facial tapi melakukannya dengan sembunyi-sembunyi karena takut dikata-katai atau diejek oleh temannya.
Selesai segala urusan perawatan tubuh, hujan datang, kebetulan rumah saya tidak jauh dari salon langganan tersebut, maka saya memutuskan untuk pulang dengan hujan-hujanan dan menikmati dinginnya angin yang semilir. Sampai di rumah saya langsung ke kamar, ganti baju, buat kopi susu panas dan duduk dengan manis di depan televisi, menikmati dvd film seri yang baru saja diberi oleh teman saya, Will & Grace.
Tak berapa lama menonton beberapa episode dari serial tersebut, saya menemukan kejenuhan dan memutuskan untuk pergi ke tempat saya biasa pijat refleksi. Saya senang pergi ke tempat tersebut karena ditempat itu saya bisa merasa tidur dengan sangat sangat nyenyak tanpa ada gangguan (kadang saya meragukan apakah sang pemijat memijat kaki kanan saya atau tidak karena saya merasa tidak merasakan apa-apa, mungkin karena nyenyaknya).
Pada saat ditengah lelapnya tidur sesaat saya itulah, telpon saya berdering dan sebuah sms masuk menanyakan saya ada dimana dan akan kemana. Saya membalas dan mengatakan bahwa saya lagi bersantai dan tidak ada rencana lain setelah ini. Lalu teman saya ini mengajak untuk ketemuan dan ngobrol-ngobrol sambil menikmati anggur merah, rokok dan makanan kecil plus dikenalkan dengan temannya. .Tadinya saya menolak, saya membayangkan kamar saya dan televisi serta another cup of coffee with milk sambil membaca buku yang harus diselesaikan, tapi tiba-tiba saja saya teringat dengan apa yang diucapkan oleh salah satu teman saya bahwa sekarang ini dia tidak pernah mau melewatkan kesempatan kalau diundang atau diajak ketemuan karena siapa tahu saja nanti bisa ketemu jodoh. Eh .. pemikiran yang sangat menarik, bukan ? …
Sekitar satu jam kemudian saya sudah duduk ngobrol dengan teman-teman saya sambil menikmati rokok dan anggur merah dan obrolan pembuka. Bicara banyak hal dari mulai tentang soundtrack film, film-film klasik, film serial, relationship, friendship, pekerjaan, waktu luang, hobi dan lainnya, dan tiba-tiba saja salah seorang teman saya mengenalkan saya dengan seseorang. Mungkin biasa dalam satu pertemuan antara satu dan yang lainnya jika kita membawa teman kemudian kita pasti mengenalkan kepada teman kita yang lain, kali ini pun seperti itu, saya merasa tidak ada sesuatu yang istimewa sampai kemudian kita mulai bicara ke hal-hal yang sifatnya lebih dari biasa-biasa saja,,bicara tentang buku lebih dalam lagi, bicara tentang film lebih menjurus kepada karakter pemainnya, alur ceritanya, settings, editing, bicara tentang kehidupan dan banyak hal lagi. Saya menanggapi semua itu dengan biasa saja pada mulanya!!!.
Sampailah pada waktu jam malam (which ngga mungkin kan kalau saya sampai punya jam malam ?), mungkin karena saya masih dihinggapi rasa euphoria of watching Will & Grace lalu keinginan menggebu untuk menyelesaikan buku yang sedang saya baca, maka ajakan untuk melanjutkan perjalanan malam ke Heart of Darkness; salah satu klub favorite saya disini; saya tolak, saya pikir akan lebih enak untuk dirumah. So, saya pamit dengan semua teman-teman saya termasuk teman baru saya ini.
Waktu sampai di tempat parkir, si teman baru ini tersenyum dan berkata, “So, are you sure that you are available to be my shoulder to cry on ? .. I have so many stories that I want to share.” “Sure.” “Okay, I’ll call you, your number is 012813***, right ?” dan saya amazed dengan ingatannya karena seingat saya, saya tidak pernah memberi nomor telpon saya kepadanya. “How did you get my number ?.” “You gave me.” “No, I did not, you never asked.” “Well, there is time when you mentioned the number to V and I happened standing near V and at that time you haven’t known me yet.” “Oh, okay, got it. So, call me anytime you need friend to talk to.” “Okay, bye.” “Bye.”
Lalu menghilanglah dia dengan motornya dan barulah saya menyadari kebodohan saya untuk kedua kalinya (ingat cerita saya tentang the body guard ?), saya tidak menanyakan nomor telponnya dan sekarang teman saya yang mengenalkan saya kepadanya sedang liburan ke Paris.
What a meeting …. !!!!
Friday, June 16, 2006
THE LUNCH
seperti biasa tentunya hari jumat adalah hari beribadah bagi para umat muslimin di dunia. so, hari ini saya berangkat ke mesjid dengan mister k yang mana setelah jumatan akan makan siang bersama dengan saya, mister dd dan mister vc.
selesai shalat saya pun dengan sabar menunggu mister k yang sedang asyik berbincang dengan mister treasury. setelah pembicaraan mereka selesai, kami langsung melaju ke lemograss, sebuah restaurant yang menjual makanan thailand.
hari ini saya makan siang bersama mister k, mister dd dan mr. vc. kebetulan mr. vc memang sudah merencanakan untuk mengajak saya dan mister k makan semenjak beberapa bulan lalu maka lemongrass adalah tujuan yang dipilih. it's a thai food and also cambodian food dan rasanya pun enak.
pembicaraan selama makan siang pun beragam, dari mulai harga komputer (mister vc ini adalah pemilik perusahaan perawatan komputer) yang menurut dia naik 5 % dari harga sebelumnya, lalu membicarakan kebun karet yang baru saja dibeli olehnya sebesar kurang lebih 500 hektar yang mana adalah kongsi dagang tujuh orang dan kepemilikan mister vc ini "hanya" 75 hektar saja dengan total pembiayaan pengurusan sampai dengan nanti waktu panen in the next five years adalah 80,000 dollar amerika, sampai kemudian mister vc ini bilang bahwa dia ingin mengunjungi indonesia the next time saya atau mister k pulang.
saya pikir mungkin karena selama ini gaul dengan orang-orang indonesia so beliau ingin mengunjungi indonesia, secara beliau adalah orang mampu yang hampir sebulan sekali terbang ke singapore atau kuala lumpur, kalau hanya bangkok saja tidak usah ditanya.
"i want to visit indonesia once you guys go back,"
demikian katanya ke saya dan mister k.
'sure, just do let me know when do you plan to go and i will take care things that you need during your stay in indonesia,'
demikian kata saya membalas ucapannya, maksud hati memang bukan basa-basi, tulus mau bantu karena selama saya di phnom penh, mister vc ini sangat baik orangnya.
"i want to know what pulau galang looks like now,"
'excuse me ? .. you mean the galang island for the refugee ?'
"is there any other galang island in indonesia ?"
'not that i know of. why did you want to visit pulau galang, mister vc ?'
'because he was a boat people before. he's a refugee, '
mister k memberitahu saya
saya agak terkejut dan terpana sementara mister vc terbahak-bahak.
"hei, take a look at the mirror, take a look at your face,"
mister vc berkata
' you really were a refugee ?'
"yes, i was. from 1989 to 1992, three years and i learnt a lot of things and i could not forget that a lot of indonesians helping me"
saya masih tidak percaya bahwa mister vc yang saya kenal ini dulunya adalah manusia perahu dari kamboja yang ditampung di pulau galang bersama-sama dengan para pengungsi dari vietnam.
saya bilang sama dia bahwa jika dia ingin mengunjungi pulau galang, saya bisa mengusahakannya karena kebetulan kakak saya bekerja di iom, salah satu badan pbb yang mengurusi masalah imigran gelap.
satu fakta lagi yang bikin saya ternganga adalah bahwa sesungguhnya para manusia perahu itu adalah orang-orang kaya di negeri asalnya, mereka pergi mencari peruntungan atau ingin lepas dari sesuatu. tadinya saya masih membantah bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena saya pikir jika mereka kaya, lalu kenapa repot-repot masuk ke negara orang dan illegal pula, tapi kemudian ketika diberitahu bahwa masing-masing individu mempunyai alasannya masing-masing besides setiap orang dipungut biaya yang tidak sedikit oleh pemilik kapal.
saya masih ingin mendengarkan cerita tentang perjalanan hidup mr. vc yang tampaknya seperti roller coaster, perjalanan hidup dia selama berada di pengungsian.
"if i tell you my story when i was in pulau galang from the first till i went back to cambodia, it will take three to four hours, so next time better, "
dan saya mempercayainya bahwa ini pastinya bukan sekedar cerita.
"but one thing that i can tell you is that all those boat people from cambodia, now they are the success persons"
dan saya membayangkannya ... seorang anak muda dulunya yang berpetualang menjadi manusia perahu dan sekarang menikmati hasilnya .. sebuah perusahaan perawatan komputer yang cukup besar dan merupakan cabang dari singapur, sebidang kebun karet soon will be seluas 75 hektar yang nantinya akan menghasilkan karet dan menjanjikan ...
hmmm ... bahwasanya Tuhan itu Maha Adil ..
so ada yang mau jadi manusia perahu ? anyone ? ..
selesai shalat saya pun dengan sabar menunggu mister k yang sedang asyik berbincang dengan mister treasury. setelah pembicaraan mereka selesai, kami langsung melaju ke lemograss, sebuah restaurant yang menjual makanan thailand.
hari ini saya makan siang bersama mister k, mister dd dan mr. vc. kebetulan mr. vc memang sudah merencanakan untuk mengajak saya dan mister k makan semenjak beberapa bulan lalu maka lemongrass adalah tujuan yang dipilih. it's a thai food and also cambodian food dan rasanya pun enak.
pembicaraan selama makan siang pun beragam, dari mulai harga komputer (mister vc ini adalah pemilik perusahaan perawatan komputer) yang menurut dia naik 5 % dari harga sebelumnya, lalu membicarakan kebun karet yang baru saja dibeli olehnya sebesar kurang lebih 500 hektar yang mana adalah kongsi dagang tujuh orang dan kepemilikan mister vc ini "hanya" 75 hektar saja dengan total pembiayaan pengurusan sampai dengan nanti waktu panen in the next five years adalah 80,000 dollar amerika, sampai kemudian mister vc ini bilang bahwa dia ingin mengunjungi indonesia the next time saya atau mister k pulang.
saya pikir mungkin karena selama ini gaul dengan orang-orang indonesia so beliau ingin mengunjungi indonesia, secara beliau adalah orang mampu yang hampir sebulan sekali terbang ke singapore atau kuala lumpur, kalau hanya bangkok saja tidak usah ditanya.
"i want to visit indonesia once you guys go back,"
demikian katanya ke saya dan mister k.
'sure, just do let me know when do you plan to go and i will take care things that you need during your stay in indonesia,'
demikian kata saya membalas ucapannya, maksud hati memang bukan basa-basi, tulus mau bantu karena selama saya di phnom penh, mister vc ini sangat baik orangnya.
"i want to know what pulau galang looks like now,"
'excuse me ? .. you mean the galang island for the refugee ?'
"is there any other galang island in indonesia ?"
'not that i know of. why did you want to visit pulau galang, mister vc ?'
'because he was a boat people before. he's a refugee, '
mister k memberitahu saya
saya agak terkejut dan terpana sementara mister vc terbahak-bahak.
"hei, take a look at the mirror, take a look at your face,"
mister vc berkata
' you really were a refugee ?'
"yes, i was. from 1989 to 1992, three years and i learnt a lot of things and i could not forget that a lot of indonesians helping me"
saya masih tidak percaya bahwa mister vc yang saya kenal ini dulunya adalah manusia perahu dari kamboja yang ditampung di pulau galang bersama-sama dengan para pengungsi dari vietnam.
saya bilang sama dia bahwa jika dia ingin mengunjungi pulau galang, saya bisa mengusahakannya karena kebetulan kakak saya bekerja di iom, salah satu badan pbb yang mengurusi masalah imigran gelap.
satu fakta lagi yang bikin saya ternganga adalah bahwa sesungguhnya para manusia perahu itu adalah orang-orang kaya di negeri asalnya, mereka pergi mencari peruntungan atau ingin lepas dari sesuatu. tadinya saya masih membantah bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena saya pikir jika mereka kaya, lalu kenapa repot-repot masuk ke negara orang dan illegal pula, tapi kemudian ketika diberitahu bahwa masing-masing individu mempunyai alasannya masing-masing besides setiap orang dipungut biaya yang tidak sedikit oleh pemilik kapal.
saya masih ingin mendengarkan cerita tentang perjalanan hidup mr. vc yang tampaknya seperti roller coaster, perjalanan hidup dia selama berada di pengungsian.
"if i tell you my story when i was in pulau galang from the first till i went back to cambodia, it will take three to four hours, so next time better, "
dan saya mempercayainya bahwa ini pastinya bukan sekedar cerita.
"but one thing that i can tell you is that all those boat people from cambodia, now they are the success persons"
dan saya membayangkannya ... seorang anak muda dulunya yang berpetualang menjadi manusia perahu dan sekarang menikmati hasilnya .. sebuah perusahaan perawatan komputer yang cukup besar dan merupakan cabang dari singapur, sebidang kebun karet soon will be seluas 75 hektar yang nantinya akan menghasilkan karet dan menjanjikan ...
hmmm ... bahwasanya Tuhan itu Maha Adil ..
so ada yang mau jadi manusia perahu ? anyone ? ..
Tuesday, June 13, 2006
THE HOLIDAY
madame de meester berangkat ke kampung halaman suaminya beserta anak-anak dan suaminya tentunya, sementara itu madame oehadian baru saja mengirimkan sms mengucapkan selamat menikmati liburan karena dia dan suaminya kembali ke tanah air untuk liburan. madame ando sudah lebih dulu berangkat ke jepang untuk berobat sekalian liburan.
here we go again, phnom penh on june to mid of august .. quiet .. most foreigners menikmati summer holiday ...
no coffee time, no lunch club, no dinner ... istirahat .. tetirah ...
sementara itu ... i take out my draft book dan kembali meneruskan draft catatan perjalanan untuk segera ditampilkan *halaaaahhh .. bahasanya* di blog tercinta ini ..
ada yang mau liburan ke kamboja ? .. anyone ? ..
here we go again, phnom penh on june to mid of august .. quiet .. most foreigners menikmati summer holiday ...
no coffee time, no lunch club, no dinner ... istirahat .. tetirah ...
sementara itu ... i take out my draft book dan kembali meneruskan draft catatan perjalanan untuk segera ditampilkan *halaaaahhh .. bahasanya* di blog tercinta ini ..
ada yang mau liburan ke kamboja ? .. anyone ? ..
Thursday, June 08, 2006
THE LISTENING
Now I am listening ...
1. Ternyata
2. Kusadari
3. Seandainya Kita Selalu Satu
All by Harvey Malaiholo ... thanks to the 80's ...
1. Ternyata
2. Kusadari
3. Seandainya Kita Selalu Satu
All by Harvey Malaiholo ... thanks to the 80's ...
Tuesday, June 06, 2006
THE NOTE
hari minggu yang lalu saya menghabiskan waktu di rumah, totally dirumah dan tidak kemana-mana, entah kenapa rasanya malas untuk keluar. bangun menjelang siang, lupa kalau hari itu ada janji untuk ketemuan dengan beberapa teman di salah satu pasar tradisional, rencananya mau eksplore namun karena bangun terlambat maka buyarlah semua rencana.
i promised to stay at home every sunday, at least dari jam 6 sore sampai jam 8 malam ketika konser eliminasi afi 2006 digelar di indosiar. well, i know i am old enough but i guess there's nothing wrong by watching that program, again i said that all because of the sentimental reason aja kali karena dulu waktu afi baru keluar, saat itu lagi di bandung dan mostly setiap konser i spent my time sama bunda sambil minum teh dan makan camilan terus membahas every single singer that performed diselingi gussip-gussip seputaran tetangga dan family saat jeda berlangsung.
well, i wished that this year i could do the same. tahun ini i watched the show alone in my room while during the commercial breaks I read a book.
pada performance minggu ini masih banyak terlihat ketegangan dan ketidaknyaman para peserta afi 2006, beberapa dari mereka bisa mengatasi hal tersebut namun yang lainnya seolah terbawa akan suasana tegang dan takut salah. komentator minggu ini adalah trie utami, vina panduwinata dan indra birowo.
adi mc bersama ari untung dan somehow still 'crispy'.
yang tereliminasi minggu ini adalah takeda, peserta dari jakarta.
well, satu hal yang mungkin juga mempengaruhi adalah jawaban yang diberikan oleh peserta ketika komentator bertanya, pada saat takeda ditanya oleh trie utami, jawaban yang diberikan tidak terkesan diplomatis, mungkin juga karena faktor perolehan sms yang kerap diberitakan kepada peserta dan pada saat itu takeda menduduki posisi bawah. keoptimisan seolah hilang dari dirinya.
so far yang bisa tampil dengan baik adalah andi, peserta audisi surabaya asal kediri. well, not because of his one of my favourite tapi memang begitu adanya.
i promised to stay at home every sunday, at least dari jam 6 sore sampai jam 8 malam ketika konser eliminasi afi 2006 digelar di indosiar. well, i know i am old enough but i guess there's nothing wrong by watching that program, again i said that all because of the sentimental reason aja kali karena dulu waktu afi baru keluar, saat itu lagi di bandung dan mostly setiap konser i spent my time sama bunda sambil minum teh dan makan camilan terus membahas every single singer that performed diselingi gussip-gussip seputaran tetangga dan family saat jeda berlangsung.
well, i wished that this year i could do the same. tahun ini i watched the show alone in my room while during the commercial breaks I read a book.
pada performance minggu ini masih banyak terlihat ketegangan dan ketidaknyaman para peserta afi 2006, beberapa dari mereka bisa mengatasi hal tersebut namun yang lainnya seolah terbawa akan suasana tegang dan takut salah. komentator minggu ini adalah trie utami, vina panduwinata dan indra birowo.
adi mc bersama ari untung dan somehow still 'crispy'.
yang tereliminasi minggu ini adalah takeda, peserta dari jakarta.
well, satu hal yang mungkin juga mempengaruhi adalah jawaban yang diberikan oleh peserta ketika komentator bertanya, pada saat takeda ditanya oleh trie utami, jawaban yang diberikan tidak terkesan diplomatis, mungkin juga karena faktor perolehan sms yang kerap diberitakan kepada peserta dan pada saat itu takeda menduduki posisi bawah. keoptimisan seolah hilang dari dirinya.
so far yang bisa tampil dengan baik adalah andi, peserta audisi surabaya asal kediri. well, not because of his one of my favourite tapi memang begitu adanya.
Friday, June 02, 2006
THE MEMORY
Kenal dengan keempat wanita legendaries pada gambar diatas ini ?
Dulu jaman-jamannya RCTI masih memakai dekoder (dan kalau telat bayar iuran maka di dekodernya tertulis UA and literally my brother translated it as Urung Ayar, ahahaha, sebuah singkatan pemaksaan dari Urung Bayar maksudnya), program film seri ini adalah salah satu dari sekian banyak film seri yang saya nantikan kehadirannya. This amazing four legendary ladies mampu untuk membuat saya tertawa terpingkal-pingkal dan melupakan kepenatan duniawi sesaat (ceilaaaa bahasanya).
THE GOLDEN GIRLS ..
Film seri TV yang menampilkan empat tokoh utama yang semuanya adalah wanita yang dalam cerita itu diceritakan mereka sudah menjanda baik itu ditinggal cerai ataupun ditinggal mati oleh suaminya. Mereka adalah Dorothy Petrillo-Zbornak, Sophia Petrillo, Rose Nylund dan Blanche Deveraux.
Film ini memulai season pertamanya pada tahun 1985 dan bertahan sampai dengan season ketujuh yang berakhir pada tahun 1992.
BEATRICE ARTHUR as DOROTHY PETRILLO-ZBORNAK
Dilahirkan pada tanggal 13 Mei 1923 di New York dengan nama Bernice Frankel. Memulai karir dalam dunia film pertelevisian pada tahun 1954 dalam film seri Omnibus.
Dalam Golden Girls ini Beatrice berprofesi sebagai guru bahasa Inggris.
Dalam kehidupan sebenarnya, suami Beatrice ini meninggalkan Beatrice untuk menikah dengan orang yang lebih muda.
Sindiran-sindirannya dalam film tersebut yang menambah warna film itu menjadi lebih ceria dan sarat dengan petuah-petuah kehidupan yang disampaikan secara implicit.
Sepanjang tujuh musim pemutaran, Beatrice tidak pernah memakai sepatu hak tinggi.
RUE McCLANAHAN as BLANCHE DEVERAUX
Dilahirkan di Healdton, Oklahoma, 21 Februari 1934. Karir pada pertelevisian dimulai pada era tahun 1970an dan sampai sekarang pun masih aktif. Merupakan salah satu bintang pertelevisian yang dapat memerankan peranannya secara sempurna.
Dalam Golden Girls ini Rue berprofesi sebagai sekretaris seorang direktur musium.
Berperan sebagai seorang yang boleh dikatakan narcis dan tergila-gila pada lelaki, kecentilan dan kegenitannya membuat film seri ini semakin meriah.
Begitu pun dalam kehidupan sebenarnya pun hampir menyerupai karakter dalam peran yang dimainkannya. Rue menikah 6 kali !!!
BETTY WHITE as ROSE NYLUND
Betty White merupakan yang tertua diantara 4 orang anggota The Golden Girls ini. Dilahirkan di Oak Park, Illinois pada 17 Januari 1922, setahun lebih tua dari Beatrice Arthur.
Betty memulai shooting pertamanya pada tahun 1945 dan karir dia sebelum di perfilman adalah penari professional.
Suaminya meninggal dua tahun sebelum Golden Girls memulai shooting pertamanya.
Dalam Golden Girls ini, Betty berperan sebagai seorang yang paling lambat dalam menangkap segala sesuatu yang diperbincangkan dan sering membuat jengkel teman satu rumahnya dengan cerita tentang St. Olaf, tempat dia dilahirkan dan dibesarkan. Dalam serial ini Betty bekerja sebagai seorang konsultan pada sebuah lembaga yang menampung dan menangani orang-orang yang butuh tempat bicara.
ESTELLE GETTY as SOPHIA PETRILLO
Dilahirkan di New York, 25 Juli 1923. Memulai karir di dunia film dan pertelevisian pada era tahun 1978.
Merupakan yang tertua ketiga setelah Betty White dan Beatrice Arthur. Itulah sebabnya saat shooting film ini, make up artist memerlukan waktu beberapa jam untuk memoles muka Beatrice dan Estelle karena Beatrice harus terlihat lebih muda dari Estelle sementara Estelle harus terlihat jauh lebih tua dari Beatrice.
Estelle Getty berperan sebagai ibu dari Beatrice dalam film seri ini.
Setelah season ketujuh berakhir maka penampilan kembali mereka bersama-sama adalah pada tahun 2003, kembali di TV dengan judul The Golden Girls Greatest Moments. Pada acara ini, Estelle Getty tidak dapat hadir karena sakit.
Buat saya pribadi, film seri ini merupakan film seri favorit sepanjang masa walaupun sudah ada Sex and the City. Dan yang lebih mengasyikkan lagi adalah .. setelah berburu kesegala tempat, saya berhasil menemukan Season 1, 2 dan 3 dari film seri ini. Oh, hidup memang indah … HEHEHEHEHE. Anybody willing to help me dengan season 4 sampai 7 ?
“thank you for being a friend
traveled down the road and back again
your heart is true
you’re a pal and confidante
and if you threw a party
invited everyone you knew
you would see the biggest gift would be from me
and the card attached would say
THANK YOU FOR BEING A FRIEND … “
Wednesday, May 31, 2006
BLOG CHAIN 2
Tentang Sahabat
Siapa nama sahabat kamu yang terakhir kali nelepon kamu?
NDAK ADA, GUE YANG NELPON KE AVIN
Ngapain?
NGOMONGIN MASALAH PHOTO DI FRIENDSTER YANG BIKIN KITA KETAWA CEWAWA'AN
Siapa nama sahabat kamu yang terakhir kali ngasih barang?
IDA DE MEESTER, NGASIH OLEH-OLEH GELANG CORAL DARI BEIJING
Siapa nama sahabat kamu yang tahu kamu in detail?
DESY
Siapa nama sahabat kamu yang pernah jalan seharian penuh?
DESY
Siapa nama sahabat yang paling sering curhat ke kamu?
BANYAK
Punya sahabat cowok?
PUNYA
Kira-kira kamu sahabatan sama dia bisa jatuh cinta gak?
HAH ? .. MAKSUDNYA ? COBA LEBIH JELAS LAGI DECH ..
Siapa sahabat kamu yang terakhir nangis sama kamu?
LUPA ..
Siapa sahabat yang paling sering berantem sama kamu?
DESY
Siapa nama sahabat kamu yang ada di luar negeri?
GIMANA KALO DIGANTI AJA PERTANYAANNYA SECARA GUE ADA DI LUAR NEGERI SEKARANG. SAHABAT GUE DI DALAM NEGERI BANYAK, DIANTARANYA ADA DESY, BONI, ADE, AVIN ..
Terakhir kali jalan sama sahabat kamu kapan? Siapa mereka?
TADI MALAM, MAKAN MALAM TERUS MAIN BOWLING SAMA DANA
Punya mantan sahabat?
EH ? .. HMM .. KAYAKNYA ADA DECH ..
Siapa?
BUKAN UNTUK KONSUMSI PUBLIK ..
Pernah suka sama pacar/gebetannya sahabat kamu?
PERNAH ..
Siapa sahabat yang paling sering ngomelin kamu?
KAYAKNYA LEBIH BANYAK GUE YANG NGOMELIN SOBAT-SOBAT GUE ..
Siapa sahabat yang paling sering kamu omelin?
BANYAK ..
Siapa sahabat terakhir kamu yang pacaran?
NGGA TAU
Cowok/ceweknya kamu kenal gak?
--
Apa semua sahabat kamu kenal gebetan/pacar kamu sekarang?
BIASANYA GUE KALO PUNYA PACAR / GEBETAN PASTI DI FIT AND PROPER TEST SAMA SOHIB-SOHIB GUE ..
Siapa sahabat yang kamu kangenin sekarang?
DESY AND AVIN
Kenapa?
KANGEN CEWAWA'AN AND NGOMONGIN FUNNY THINGS ABOUT THE 80'S
Siapa sahabat kamu yang baik banget?
ADA BEBERAPA,
Kalo yang sabar banget?
HMM .. SIAPA YAA ? SO FAR SICH AVIN
end of this section.
Siapa nama sahabat kamu yang terakhir kali nelepon kamu?
NDAK ADA, GUE YANG NELPON KE AVIN
Ngapain?
NGOMONGIN MASALAH PHOTO DI FRIENDSTER YANG BIKIN KITA KETAWA CEWAWA'AN
Siapa nama sahabat kamu yang terakhir kali ngasih barang?
IDA DE MEESTER, NGASIH OLEH-OLEH GELANG CORAL DARI BEIJING
Siapa nama sahabat kamu yang tahu kamu in detail?
DESY
Siapa nama sahabat kamu yang pernah jalan seharian penuh?
DESY
Siapa nama sahabat yang paling sering curhat ke kamu?
BANYAK
Punya sahabat cowok?
PUNYA
Kira-kira kamu sahabatan sama dia bisa jatuh cinta gak?
HAH ? .. MAKSUDNYA ? COBA LEBIH JELAS LAGI DECH ..
Siapa sahabat kamu yang terakhir nangis sama kamu?
LUPA ..
Siapa sahabat yang paling sering berantem sama kamu?
DESY
Siapa nama sahabat kamu yang ada di luar negeri?
GIMANA KALO DIGANTI AJA PERTANYAANNYA SECARA GUE ADA DI LUAR NEGERI SEKARANG. SAHABAT GUE DI DALAM NEGERI BANYAK, DIANTARANYA ADA DESY, BONI, ADE, AVIN ..
Terakhir kali jalan sama sahabat kamu kapan? Siapa mereka?
TADI MALAM, MAKAN MALAM TERUS MAIN BOWLING SAMA DANA
Punya mantan sahabat?
EH ? .. HMM .. KAYAKNYA ADA DECH ..
Siapa?
BUKAN UNTUK KONSUMSI PUBLIK ..
Pernah suka sama pacar/gebetannya sahabat kamu?
PERNAH ..
Siapa sahabat yang paling sering ngomelin kamu?
KAYAKNYA LEBIH BANYAK GUE YANG NGOMELIN SOBAT-SOBAT GUE ..
Siapa sahabat yang paling sering kamu omelin?
BANYAK ..
Siapa sahabat terakhir kamu yang pacaran?
NGGA TAU
Cowok/ceweknya kamu kenal gak?
--
Apa semua sahabat kamu kenal gebetan/pacar kamu sekarang?
BIASANYA GUE KALO PUNYA PACAR / GEBETAN PASTI DI FIT AND PROPER TEST SAMA SOHIB-SOHIB GUE ..
Siapa sahabat yang kamu kangenin sekarang?
DESY AND AVIN
Kenapa?
KANGEN CEWAWA'AN AND NGOMONGIN FUNNY THINGS ABOUT THE 80'S
Siapa sahabat kamu yang baik banget?
ADA BEBERAPA,
Kalo yang sabar banget?
HMM .. SIAPA YAA ? SO FAR SICH AVIN
end of this section.
BLOG CHAIN 1
Dapat chain ini dari blognya Adék Penulis
Tentang Dia.
Nama dia terdiri dari berapa huruf vokal?
DUA
Apa nama merek ponselnya dia?
NGGA TAU
Hobi terbesar dia?
RIBET DOT COM
Makanan kesukaan dia?
YANG JELAS WESTERN FOOD DAN MUNGKIN JUGA KHMER FOOD, KATANYA SICH UDAH PERNAH DIAJAK KE BALI CAFÉ UNTUK NYOBAIN INDONESIAN FOOD
Minuman kesukaan dia?
KALO KETEMUAN PAS CLUBBING YAA MINUMNYA BIR
Warna seprai terakhir dia?
RUMAHNYA AJA DIMANA BELUM TAU
Berapa jumlah teman di friendster dia?
KAYAKNYA NGGA PUNYA FRIENDSTER
Apa merek shampoonya dia?
NGGA TAU
Apa merek sabunnya dia?
NGGA TAU
Dia punya berapa saudara kandung? Siapa namanya?
NGGA TAU
Nilai ulangan terakhir yang kamu tahu tentang dia?
HAH ? ..
Dia suka warna apa?
POKOKNYA KALO PAKAI BAJU ITU PASTI MATCHING DARI ATAS SAMPAI BAWAH
Model baju kesukaan dia?
SETIAP KETEMU PASTI PAKAI YOU CAN SEE ..
Pulsa terakhir dia?
EHM .. GINI YAA .. SECARA NOMOR TELPONNYA AJA NGGA TAU
Dia les apa aja?
YANG PASTI DIA LANCAR BAHASA INGGRIS, PERANCIS DAN RUSIA
Alat musik yang bisa dimainin dia apa aja?
NGGA TAU ..
Bokapnya kerja apa?
DIPLOMAT
Pelajaran kesukaannya dia apa aja?
NGGA TAU
Dia suka olahraga?
KELIHATANNYA SICH BEGITU
Apa kata-kata terakhir yang dia ucapkan sama kamu?
NGGA PERNAH NGOMONG, CUMAN SEMPAT SENYUM AJA WAKTU ITU
Kenal teman baiknya dia?
KENAL ..
Baju terakhir yang dia pake saat pergi bareng kamu warnanya apa?
NGGA PERGI BARENG SICH TAPI NGELIAT DIA TERAKHIR ... DIA PAKAI BAJU WARNA MERAH
Dia suka baca?
NANTI KUTANYAKAN PADA SOHIBNYA
Dia suka musik pop?
MUNGKIN ..
Dia suka komik?
NDAK TAU JUGA YAA .. MUNGKIN SUKA TINTIN
Dia suka nonton?
SEMPAT NGELIAT DIA DI TEMPAT DVD, MUNGKIN DIA JUGA HOBI NONTON
Yang terakhir, dia suka kamu?
NGGAK .... HAHAHAHAHAHA, KASIAN YAA GUE ....
end of this section.
Tentang Dia.
Nama dia terdiri dari berapa huruf vokal?
DUA
Apa nama merek ponselnya dia?
NGGA TAU
Hobi terbesar dia?
RIBET DOT COM
Makanan kesukaan dia?
YANG JELAS WESTERN FOOD DAN MUNGKIN JUGA KHMER FOOD, KATANYA SICH UDAH PERNAH DIAJAK KE BALI CAFÉ UNTUK NYOBAIN INDONESIAN FOOD
Minuman kesukaan dia?
KALO KETEMUAN PAS CLUBBING YAA MINUMNYA BIR
Warna seprai terakhir dia?
RUMAHNYA AJA DIMANA BELUM TAU
Berapa jumlah teman di friendster dia?
KAYAKNYA NGGA PUNYA FRIENDSTER
Apa merek shampoonya dia?
NGGA TAU
Apa merek sabunnya dia?
NGGA TAU
Dia punya berapa saudara kandung? Siapa namanya?
NGGA TAU
Nilai ulangan terakhir yang kamu tahu tentang dia?
HAH ? ..
Dia suka warna apa?
POKOKNYA KALO PAKAI BAJU ITU PASTI MATCHING DARI ATAS SAMPAI BAWAH
Model baju kesukaan dia?
SETIAP KETEMU PASTI PAKAI YOU CAN SEE ..
Pulsa terakhir dia?
EHM .. GINI YAA .. SECARA NOMOR TELPONNYA AJA NGGA TAU
Dia les apa aja?
YANG PASTI DIA LANCAR BAHASA INGGRIS, PERANCIS DAN RUSIA
Alat musik yang bisa dimainin dia apa aja?
NGGA TAU ..
Bokapnya kerja apa?
DIPLOMAT
Pelajaran kesukaannya dia apa aja?
NGGA TAU
Dia suka olahraga?
KELIHATANNYA SICH BEGITU
Apa kata-kata terakhir yang dia ucapkan sama kamu?
NGGA PERNAH NGOMONG, CUMAN SEMPAT SENYUM AJA WAKTU ITU
Kenal teman baiknya dia?
KENAL ..
Baju terakhir yang dia pake saat pergi bareng kamu warnanya apa?
NGGA PERGI BARENG SICH TAPI NGELIAT DIA TERAKHIR ... DIA PAKAI BAJU WARNA MERAH
Dia suka baca?
NANTI KUTANYAKAN PADA SOHIBNYA
Dia suka musik pop?
MUNGKIN ..
Dia suka komik?
NDAK TAU JUGA YAA .. MUNGKIN SUKA TINTIN
Dia suka nonton?
SEMPAT NGELIAT DIA DI TEMPAT DVD, MUNGKIN DIA JUGA HOBI NONTON
Yang terakhir, dia suka kamu?
NGGAK .... HAHAHAHAHAHA, KASIAN YAA GUE ....
end of this section.
Tuesday, May 30, 2006
CATATAN PERJALANAN 2
BAPUON
Merupakan candi yang dibangun pada sebuah bukit. Setelah dari keluar dari komplek Candi Bayon, maka kita akan melintasi satu halaman yang sangat luas yang dulunya merupakan tempat berdirinya istana. Setelah melewati halaman tersebut maka kita akan berhadapan dengan Candi Bapuon. Candi yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Udayadityavarman II pada masa abad ke 13.
Renovasi yang dilakukan saat ini seharusnya selesai pada akhir tahun 2002 yang lalu namun dikarenakan begitu komplikasinya bentuk relief dan bangunan sehingga sampai saat ini pun renovasi masih terus berjalan. Saat ini pengunjung belum diperkenankan untuk masuk dan melihat sehingga baru tampak luarnya saja yang bisa dinikmati.

Tebaran batu-batu yang terlihat pada photo diatas adalah bagian dari candi yang belum selesai diletakkan pada tempat yang sesungguhnya. Pada batu-batu itu jika diperhatikan secara cermat, terdapat kode-kode tertentu yang nantinya akan memudahkan para ahli untuk meletakkan pada susunannya.

Sementara ini kita hanya bisa photo dari luar saja.
Merupakan candi yang dibangun pada sebuah bukit. Setelah dari keluar dari komplek Candi Bayon, maka kita akan melintasi satu halaman yang sangat luas yang dulunya merupakan tempat berdirinya istana. Setelah melewati halaman tersebut maka kita akan berhadapan dengan Candi Bapuon. Candi yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Udayadityavarman II pada masa abad ke 13.
Renovasi yang dilakukan saat ini seharusnya selesai pada akhir tahun 2002 yang lalu namun dikarenakan begitu komplikasinya bentuk relief dan bangunan sehingga sampai saat ini pun renovasi masih terus berjalan. Saat ini pengunjung belum diperkenankan untuk masuk dan melihat sehingga baru tampak luarnya saja yang bisa dinikmati.
Tebaran batu-batu yang terlihat pada photo diatas adalah bagian dari candi yang belum selesai diletakkan pada tempat yang sesungguhnya. Pada batu-batu itu jika diperhatikan secara cermat, terdapat kode-kode tertentu yang nantinya akan memudahkan para ahli untuk meletakkan pada susunannya.
Sementara ini kita hanya bisa photo dari luar saja.
CATATAN PERJALANAN 1
Sebuah perjalanan wisata sebagai bagian dari proses pembelajaran dan mengenal lebih jauh budaya satu bangsa.
Perjalanan dimulai hari Jumat, 12 Mei 2006. Naik bis dari Phnom Penh ke Siem Reap memakan waktu hampir 6 jam lebih, berangkat dari Phnom Penh pukul 07.30 pagi dan tiba di Siem Reap kurang lebih pukul 13.45.
Panas dan debu mendera menerpa wajah seolah mengucap selamat datang di Siem Reap. Kota sejuta candi. Waktu dulu menginjakkan kaki pertama kalinya ke Kamboja tercinta yang panas gersang dan berdebu ini (thanks God sekarang sudah bulan Mei dimana musim hujan sudah datang sampai nanti November), dibilang bahwa belum resmi di Kamboja kalau belum pernah lihat Angkor Wat. Salah satu dari situs budaya yang dilindungi oleh dunia dan bisa dikatakan merupakan salah satu dari keajaiban dunia.
ANGKOR THOM
Merupakan salah satu yang terbesar dari kota-kota Khmer yang pernah ada. Didirikan oleh Raja Jayavarman VII.
Perjalanan ini dimulai dari Pintu Gerbang Selatan atau biasa disebut South Gate. Pintu Gerbang dengan menaranya yang memiliki empat wajah menunjuk ke empat arah mata angin. Pintu Selatan ini merupakan pintu yang selalu digunakan oleh para pengunjung untuk memulai tour di kawasan Angkor Wat, mengingat bahwa komplek Angkor Thom ini memiliki 5 pintu masuk namun satu-satunya yang masih dalam kondisi boleh dikatakan utuh dan telah selesai direnovasi dengan sempurna adalah Pintu Selatan ini.

Jalan menuju Pintu Selatan ini pada kiri kanannya diapit oleh patung-patung yang berjajar menggambarkan 54 dewa (gods) dan 54 iblis (demons).

BAYON
Merupakan candi yang dikenal dengan nama Candi Jayavarman VII. Candi ini memiliki 49 menara tapi sebagian orang mengatakan bahwa sesungguhnya terdapat 54 menara. Sisa yang masih ada sekarang tinggal 37 menara saja yang masih berdiri. Keistimewaan candi ini adalah wajah yang terukir pada setiap puncak menara dan menghadap kearah empat mata angin.
Bas Relief atau relief-relief yang ada menceritakan dari masa peperangan dengan suku Cham sampai dengan kekehidupan sehari-hari.
Pada masa pemerintahan Raja Jayavarman VII candi ini dipakai sebagai tempat pemujaan kepada Sang Budha, namun ketika Raja Jayavarman VIII memerintah, candi ini berubah fungsi menjadi tempat pemujaan bagi para dewa-dewa Hindu.






Perjalanan dimulai hari Jumat, 12 Mei 2006. Naik bis dari Phnom Penh ke Siem Reap memakan waktu hampir 6 jam lebih, berangkat dari Phnom Penh pukul 07.30 pagi dan tiba di Siem Reap kurang lebih pukul 13.45.
Panas dan debu mendera menerpa wajah seolah mengucap selamat datang di Siem Reap. Kota sejuta candi. Waktu dulu menginjakkan kaki pertama kalinya ke Kamboja tercinta yang panas gersang dan berdebu ini (thanks God sekarang sudah bulan Mei dimana musim hujan sudah datang sampai nanti November), dibilang bahwa belum resmi di Kamboja kalau belum pernah lihat Angkor Wat. Salah satu dari situs budaya yang dilindungi oleh dunia dan bisa dikatakan merupakan salah satu dari keajaiban dunia.
ANGKOR THOM
Merupakan salah satu yang terbesar dari kota-kota Khmer yang pernah ada. Didirikan oleh Raja Jayavarman VII.
Perjalanan ini dimulai dari Pintu Gerbang Selatan atau biasa disebut South Gate. Pintu Gerbang dengan menaranya yang memiliki empat wajah menunjuk ke empat arah mata angin. Pintu Selatan ini merupakan pintu yang selalu digunakan oleh para pengunjung untuk memulai tour di kawasan Angkor Wat, mengingat bahwa komplek Angkor Thom ini memiliki 5 pintu masuk namun satu-satunya yang masih dalam kondisi boleh dikatakan utuh dan telah selesai direnovasi dengan sempurna adalah Pintu Selatan ini.
Jalan menuju Pintu Selatan ini pada kiri kanannya diapit oleh patung-patung yang berjajar menggambarkan 54 dewa (gods) dan 54 iblis (demons).
BAYON
Merupakan candi yang dikenal dengan nama Candi Jayavarman VII. Candi ini memiliki 49 menara tapi sebagian orang mengatakan bahwa sesungguhnya terdapat 54 menara. Sisa yang masih ada sekarang tinggal 37 menara saja yang masih berdiri. Keistimewaan candi ini adalah wajah yang terukir pada setiap puncak menara dan menghadap kearah empat mata angin.
Bas Relief atau relief-relief yang ada menceritakan dari masa peperangan dengan suku Cham sampai dengan kekehidupan sehari-hari.
Pada masa pemerintahan Raja Jayavarman VII candi ini dipakai sebagai tempat pemujaan kepada Sang Budha, namun ketika Raja Jayavarman VIII memerintah, candi ini berubah fungsi menjadi tempat pemujaan bagi para dewa-dewa Hindu.
Monday, May 29, 2006
PERTEMANAN
“I guess so much for the friendship now and you should know very well, Hary, that people change.”
Kutipan sebuah pembicaraan diatas itu terjadi ketika pada hari Sabtu lalu saya bertemu dengan teman lokal yang mana kita berdua cukup lama tidak bertemu. Mister V ini adalah salah satu anggota dari High Quality Bitches yang dulu sekitar enam atau delapan bulan yang lalu sempat merambah dunia pergaulan Phnom Penh setiap akhir minggu dari satu tempat gaul ke tempat gaul lainnya atau dari satu pesta ke pesta lainnya.
Berawal dari satu perkenalan tidak resmi, pembicaraan seputar kehidupan dan jalannya dinamika hidup percintaan, saya mengenal Mister V ini dari Mister J yang saya kenal terlebih dahulu, dari Mister J ini pula saya mengenal Mister D. Lalu hampir setiap weekend dimulai dari hari Jumat sampai dengan Minggu sore kami berempat selalu bertemu entah itu undangan suatu pesta perpisahan salah satu expats atau pesta ulang tahun atau acara-acara lainnya. Mister J menamakan kami sebagai High Quality Bitches, the name that for sure I am not proud of :p.
Mister J berasal dari Korea Selatan, saya dari Indonesia dan Mister V serta Mister D adalah our local friends. Pada masa-masanya kita sering berkumpul, kita sering membicarakan banyak hal, mulai dari hal-hal yang bersifat umum sampai hal-hal yang bersifat sangat pribadi namun herannya kami semua menikmati masa-masa itu dan saling membantu, sampai kemudian pada satu titik dimana Mister J mengatakan pada saya dan dua orang teman lainnya tersebut bahwa dia harus pindah ke London karena pacarnya menginginkan dia untuk pindah.
Singkat cerita, setelah kepindahan Mister J ke London, mulailah grup High Quality Bitches ini terpecah-belah. I still try to manage to keep in touch with Mister J via email dan mengirimkan sms at least beberapa kali dalam seminggu kepada Mister V dan Mister D namun lambat-laun frekuensinya semakin berkurang dan berkurang dan berkurang sampai pada satu titik dimana tidak ada lagi kabar mengenai satu dan lainnya.
Saya berpikir apakah karena saya waktu itu baru saja mengenal mereka (the three of them had known each other long time before they knew me) atau mungkin proses adaptasi saya tidak berhasil ? that left a big question mark in my mind tapi saya coba untuk tidak ambil pusing walaupun sedikit banyaknya saya menyayangkan hal itu terjadi.
Then to my surprise, I met with Mister V last Saturday nite.
Setelah segala urusan pekerjaan selesai; well, yes, you can complain, I did work last Saturday because of my boss held a friendly dinner; saya memutuskan untuk gabung dengan beberapa teman saya yang sudah lebih dulu ada di Elsewhere, salah satu tempat membaurnya para lokal dan expats di Phnom Penh. Tak berapa lama kemudian, teman-teman saya berniat untuk makan malam di salah satu tempat makan seafood yang enak dan murah (well, if then you cannot call it supper, you could call it dinner though it was 10.30 pm already), I decided not to join dan memutuskan untuk pulang sambil membayangkan menonton serial The Golden Girls di dvd.
Tapi kemudian entah kenapa, saya berubah pikiran dan memutuskan untuk pay a short visit to Salt Lounge, one of my favorite place in Phnom Penh. Saat tiba disana dan masuk ruangan distulah saya bertemu lagi dengan Mister V setelah sekian lama tidak pernah bertemu. Kami bertukar cerita sambil sesekali bercanda. Pada kesempatan itulah saya bertanya mengenai kabarnya Mister J dan Mister D. Mister V hanya tersenyum getir dan menjawab dengan pahit bahwa satu demi satu teman-temannya menghilang, Mister J tidak lagi ada kontak bahkan melalui surat elektronik sekalipun, pesan di telepon tangan pun tidak dijawab sementara Mister D sekarang sudah sangat berubah bahwasanya dia sekarang sudah bekerja dan akan berangkat ke London dalam waktu dekat.
“I only realize that it is may be my condition so they did not want to be my friend anymore. I know, Hary, I am jobless now, I have no money and I am not the person that may be they used to know.”
KABOOOMM!!!!
It hit me hard right in my heart and I felt my chest hurt.
Kejadian sekian tahun lalu kembali terputar dengan indahnya dalam memori. Betapa sangat menyakitkannya ketika you are really in the deep shit and really in the deep trouble terus tiba-tiba semua orang menghilang, dihubungi tidak bisa, didatangi pun tak mau keluar menemui, kalau bertemu atau berpapasan di jalan atau dimana pun terlihat satu senyuman terpaksa dan basa-basi yang anak kecil pun tahu bahwa itu adalah basa-basi semata saja.
Oh yes, been-there-done-that.
I was grateful while I was in deep shit and trouble, I still have those that I can call friend. Those I can lean on and those that I still can share my story with or laugh together over something that may be buat sebagian orang tidak lucu atau tidak perlu ditertawakan. I don’t need to mention them but they know who they are and I pray to God every damn day may they always get happiness and nothing else except happiness in their entire life. I love you guys so much …
So yes I can understand damn well perasaannya Mister V sekarang.
“I was surprised when I saw you entering this place and you look so happy to meet me and hug me and as if nothing happens with me. So, after you know my condition now, will you still be my friend ?”
Mata saya berkaca-kaca, kenapa harus sebegitunya ? kenapa harus untuk menjadi teman pun masih harus dipertanyakan ? mungkin pengalaman Mister V dengan dua orang (mantan) sahabatnya yang membuat dia sekarang menjadi sangat berhati-hati.
‘I might not be as rich as Mister J or as lucky as Mister D but one thing that you should know, Mister V. Whatever you are, even you are scum or anything lower than that, you are still my friend. A one dear friend. So, take out those worried eyes and I want to see the smile back in your face. The real smile!’
We ordered drink and we toast! That nite we spent the whole nite together. Talking !
Keesokan harinya ketika saya membereskan kamar tidur saya; yang tentunya merupakan tugas rutin hari Minggu; saya teringat kejadian semalam dan saya merasa bahwa saya bersyukur sampai dengan saat ini saya tidak pernah berhenti mengucap syukur kepada-Nya atas segala yang telah diberikan pada perjalanan hidup saya. At least saya tahu bagaimana menghargai pertemanan dan tahu bagaimana teman yang sesungguhnya itu.
Seperti tertulis di liriknya the Golden Girls ..
“.. thank you for being my friend .. “
A memento with Mister V, Salt Lounge, Saturday, 27 May 2006.
Kutipan sebuah pembicaraan diatas itu terjadi ketika pada hari Sabtu lalu saya bertemu dengan teman lokal yang mana kita berdua cukup lama tidak bertemu. Mister V ini adalah salah satu anggota dari High Quality Bitches yang dulu sekitar enam atau delapan bulan yang lalu sempat merambah dunia pergaulan Phnom Penh setiap akhir minggu dari satu tempat gaul ke tempat gaul lainnya atau dari satu pesta ke pesta lainnya.
Berawal dari satu perkenalan tidak resmi, pembicaraan seputar kehidupan dan jalannya dinamika hidup percintaan, saya mengenal Mister V ini dari Mister J yang saya kenal terlebih dahulu, dari Mister J ini pula saya mengenal Mister D. Lalu hampir setiap weekend dimulai dari hari Jumat sampai dengan Minggu sore kami berempat selalu bertemu entah itu undangan suatu pesta perpisahan salah satu expats atau pesta ulang tahun atau acara-acara lainnya. Mister J menamakan kami sebagai High Quality Bitches, the name that for sure I am not proud of :p.
Mister J berasal dari Korea Selatan, saya dari Indonesia dan Mister V serta Mister D adalah our local friends. Pada masa-masanya kita sering berkumpul, kita sering membicarakan banyak hal, mulai dari hal-hal yang bersifat umum sampai hal-hal yang bersifat sangat pribadi namun herannya kami semua menikmati masa-masa itu dan saling membantu, sampai kemudian pada satu titik dimana Mister J mengatakan pada saya dan dua orang teman lainnya tersebut bahwa dia harus pindah ke London karena pacarnya menginginkan dia untuk pindah.
Singkat cerita, setelah kepindahan Mister J ke London, mulailah grup High Quality Bitches ini terpecah-belah. I still try to manage to keep in touch with Mister J via email dan mengirimkan sms at least beberapa kali dalam seminggu kepada Mister V dan Mister D namun lambat-laun frekuensinya semakin berkurang dan berkurang dan berkurang sampai pada satu titik dimana tidak ada lagi kabar mengenai satu dan lainnya.
Saya berpikir apakah karena saya waktu itu baru saja mengenal mereka (the three of them had known each other long time before they knew me) atau mungkin proses adaptasi saya tidak berhasil ? that left a big question mark in my mind tapi saya coba untuk tidak ambil pusing walaupun sedikit banyaknya saya menyayangkan hal itu terjadi.
Then to my surprise, I met with Mister V last Saturday nite.
Setelah segala urusan pekerjaan selesai; well, yes, you can complain, I did work last Saturday because of my boss held a friendly dinner; saya memutuskan untuk gabung dengan beberapa teman saya yang sudah lebih dulu ada di Elsewhere, salah satu tempat membaurnya para lokal dan expats di Phnom Penh. Tak berapa lama kemudian, teman-teman saya berniat untuk makan malam di salah satu tempat makan seafood yang enak dan murah (well, if then you cannot call it supper, you could call it dinner though it was 10.30 pm already), I decided not to join dan memutuskan untuk pulang sambil membayangkan menonton serial The Golden Girls di dvd.
Tapi kemudian entah kenapa, saya berubah pikiran dan memutuskan untuk pay a short visit to Salt Lounge, one of my favorite place in Phnom Penh. Saat tiba disana dan masuk ruangan distulah saya bertemu lagi dengan Mister V setelah sekian lama tidak pernah bertemu. Kami bertukar cerita sambil sesekali bercanda. Pada kesempatan itulah saya bertanya mengenai kabarnya Mister J dan Mister D. Mister V hanya tersenyum getir dan menjawab dengan pahit bahwa satu demi satu teman-temannya menghilang, Mister J tidak lagi ada kontak bahkan melalui surat elektronik sekalipun, pesan di telepon tangan pun tidak dijawab sementara Mister D sekarang sudah sangat berubah bahwasanya dia sekarang sudah bekerja dan akan berangkat ke London dalam waktu dekat.
“I only realize that it is may be my condition so they did not want to be my friend anymore. I know, Hary, I am jobless now, I have no money and I am not the person that may be they used to know.”
KABOOOMM!!!!
It hit me hard right in my heart and I felt my chest hurt.
Kejadian sekian tahun lalu kembali terputar dengan indahnya dalam memori. Betapa sangat menyakitkannya ketika you are really in the deep shit and really in the deep trouble terus tiba-tiba semua orang menghilang, dihubungi tidak bisa, didatangi pun tak mau keluar menemui, kalau bertemu atau berpapasan di jalan atau dimana pun terlihat satu senyuman terpaksa dan basa-basi yang anak kecil pun tahu bahwa itu adalah basa-basi semata saja.
Oh yes, been-there-done-that.
I was grateful while I was in deep shit and trouble, I still have those that I can call friend. Those I can lean on and those that I still can share my story with or laugh together over something that may be buat sebagian orang tidak lucu atau tidak perlu ditertawakan. I don’t need to mention them but they know who they are and I pray to God every damn day may they always get happiness and nothing else except happiness in their entire life. I love you guys so much …
So yes I can understand damn well perasaannya Mister V sekarang.
“I was surprised when I saw you entering this place and you look so happy to meet me and hug me and as if nothing happens with me. So, after you know my condition now, will you still be my friend ?”
Mata saya berkaca-kaca, kenapa harus sebegitunya ? kenapa harus untuk menjadi teman pun masih harus dipertanyakan ? mungkin pengalaman Mister V dengan dua orang (mantan) sahabatnya yang membuat dia sekarang menjadi sangat berhati-hati.
‘I might not be as rich as Mister J or as lucky as Mister D but one thing that you should know, Mister V. Whatever you are, even you are scum or anything lower than that, you are still my friend. A one dear friend. So, take out those worried eyes and I want to see the smile back in your face. The real smile!’
We ordered drink and we toast! That nite we spent the whole nite together. Talking !
Keesokan harinya ketika saya membereskan kamar tidur saya; yang tentunya merupakan tugas rutin hari Minggu; saya teringat kejadian semalam dan saya merasa bahwa saya bersyukur sampai dengan saat ini saya tidak pernah berhenti mengucap syukur kepada-Nya atas segala yang telah diberikan pada perjalanan hidup saya. At least saya tahu bagaimana menghargai pertemanan dan tahu bagaimana teman yang sesungguhnya itu.
Seperti tertulis di liriknya the Golden Girls ..
“.. thank you for being my friend .. “
A memento with Mister V, Salt Lounge, Saturday, 27 May 2006.
Wednesday, May 24, 2006
Monday, May 22, 2006
THE CONCERT
Okay, the concert of 12 new academia of Academy Fantasy of Indosiar has been begun yesterday evening dan mulai minggu depan akan mulai dengan konser eliminasi. Some people tertawa terbahak-bahak dan somehow ngga percaya ketika I told them the reason I could not join the program last nite because I did not want to miss the concert.
Indeed I enjoyed watching the concert last nite at tv. Seems it will be a very good competition, I only saw one or two of them that are not good but hampir semuanya sekarang mempunyai kemampuan yang cukup.
Jadi buat yang mentertawakan saya, I only can say .. I don't care because I do like watching AFI concert since it came for the first time and I think I am not giving you any disadvantage by watching that ..
So ... VIVA AFI FOREVER ... :-)
Indeed I enjoyed watching the concert last nite at tv. Seems it will be a very good competition, I only saw one or two of them that are not good but hampir semuanya sekarang mempunyai kemampuan yang cukup.
Jadi buat yang mentertawakan saya, I only can say .. I don't care because I do like watching AFI concert since it came for the first time and I think I am not giving you any disadvantage by watching that ..
So ... VIVA AFI FOREVER ... :-)
Thursday, May 11, 2006
The Telephone
me mobile phone rang ...
me : hai there
L : i just want to be quick
me : yes ? what do you mean ?
L : thank you for last nite, being with you is the most nice time i've ever had in my life
me : oh .. okay
L : yes, it's true and i just want to be honest with you. i am leaving for bangkok and i wish i can cancel my ticket. i'll be back soon. will you be here when i am back ?
me : i leave for siem reap tomorrow morning by bus at 7 and i will be back monday afternoon if there's no change of plan.
L : hmm .. i see what i can do ..
me : meaning ?
L : nothing, it's just me talking to myself
me : why did i smell something here ?
L : can you see or not that my face is grinning ?
me : are you telling me that you're going to go to siem reap ?
L : i said that i will see what i can do
me : okay
L : are you happy if i can see you in siem reap ?
me : what do you think ?
L : yes , you will be and i am sure hundred percents about that. anyway, i got to go now. again, thanks so much for last nite, you are great, damn great and i cannot stop myself to think of you all the time and anytime i watch starworld i feel that you are beside me. teach me how to read and teach me how to dream, will you ?
me : *smiling*
L : take care and till we meet again
me : take care and be good. hope to see you again soon.
me : hai there
L : i just want to be quick
me : yes ? what do you mean ?
L : thank you for last nite, being with you is the most nice time i've ever had in my life
me : oh .. okay
L : yes, it's true and i just want to be honest with you. i am leaving for bangkok and i wish i can cancel my ticket. i'll be back soon. will you be here when i am back ?
me : i leave for siem reap tomorrow morning by bus at 7 and i will be back monday afternoon if there's no change of plan.
L : hmm .. i see what i can do ..
me : meaning ?
L : nothing, it's just me talking to myself
me : why did i smell something here ?
L : can you see or not that my face is grinning ?
me : are you telling me that you're going to go to siem reap ?
L : i said that i will see what i can do
me : okay
L : are you happy if i can see you in siem reap ?
me : what do you think ?
L : yes , you will be and i am sure hundred percents about that. anyway, i got to go now. again, thanks so much for last nite, you are great, damn great and i cannot stop myself to think of you all the time and anytime i watch starworld i feel that you are beside me. teach me how to read and teach me how to dream, will you ?
me : *smiling*
L : take care and till we meet again
me : take care and be good. hope to see you again soon.
Friday, May 05, 2006
ASTOPODIM ...
"ASTOPODIIIIMMMMM .... !!!"
Lalu salah satu keponakan saya pun mengelus dadanya setelah mengucapkan kalimat itu. Saya yang berdiri didekatnya tergelak-gelak tertawa walaupun tidak mengerti apa maksudnya dengan yang diucapkan olehnya namun gerak tubuh dan mimik mukanya sangat lucu pada saat itu.
Setelah puas tertawa, barulah saya bertanya pada istri kakak saya tentang arti dari kata yang baru saja diucapkan oleh keponakan saya tersebut. "Oh itu, 'dék, maksudnya kan mau mengucapkan Astagfirullahaladzim tapi karena belum bisa fasih dan masih susah makanya dia dengan seenaknya menyingkat jadi Astopodim dan karena kebiasaan melihat bapaknya dan kakak-kakaknya kalau abis mengucapkan kata itu terus mengelus dada, makanya dia pun mengikuti melakukan hal itu." Saya pun tersenyum dan manggut-manggut tanda mengerti.
Namun apa yang akan saya bahas bukan masalah keponakan saya dan kata astopodimnya. Pembahasan ini lebih kepada apa yang saya baca di detik dot kom. Mungkin buat sebagian orang hal ini bukan hal besar tapi buat saya hal ini kok agak sedikit menganggu hati nurani.
Seperti biasa saya selalu mengupdate berita-berita dari tanah air dengan membuka website milik detik dot kom dan kompas dot kom karena hanya dua web itu yang aksesibel disini. Seteleh meng-klik indeks berita, tiba-tiba mata saya tertumbuk pada satu wacana berita mengenai salah satu anggota DPR RI yang memberikan satu pernyataan bahwa sakit serta masuk rumah sakitnya kembali mantan Presiden Soeharto untuk dirawat dan dioperasi adalah merupakan salah satu manuver keluarga untuk menghindari beliau dari tuntutan hukum atau pun dibawanya beliau ke pengadilan.
Ya ALLAH Ya Rabbi, sebegitukah hati nurani seorang wakil rakyat ? sehingga ketika musibah sesungguhnya datang tidak lagi dipercaya dan dianggap sebagai bahan berkelit atau menghindar. Saya sungguh menyayangkan pernyataan Bapak Wakil Rakyat Yang Terhormat itu, seolah hanya dia sendiri yang benar, yang tahu bahwa itu semua adalah rekayasa keluarga untuk menghindari mantan Presiden RI tersebut dari kekuasaan pengadilan.
Saya bukan Soeharto-is atau apalah namanya sebutan bagi pengikut Soeharto. Tapi bagaimana pun bangsa ini bisa kemudian menjadi satu bangsa yang boleh dikatakan cukup maju dan berkembang karena jasa-jasa beliau. Lepas dari buruk atau tidaknya beliau pada saat memimpin tapi kita tak pernah bisa memungkiri gelar beliau sebagai Bapak Pembangunan Nasional. Indonesia begitu maju dalam kurun waktu 30 tahun masa pemerintahannya.
Terkadang apa yang dikatakan oleh pepatah benar adanya bahwa "karena nila setitik, rusak susu sebelanga. " Jadi sebaik apa pun hasilnya selama beliau bekerja dan mengabdi pada negara (mungkin ini bahasa klise) takkan pernah dilihat dan dilirik sedikit pun.
Lebih menggelikannya lagi, alih-alih di satu sisi para anggota dewan yang terhormat bicara tentangn keadilan dan lain sebagainya yang terkait dengan Soeharto, beliau-beliau ini pun melakukan that so-called "keadilan" dimana untuk naik lift pun diperlukan lift khusus untuk para anggota dewan yang terhormat ini, pun disediakan ruang tunggu dengan sofa yang nyaman dan tv. Well, katanya wakil rakyat, katanya tugas utamanya mengaspirasikan kehendak rakyat tapi ternyata semua itu hanya omong kosong belaka nampaknya. "ASTOPODIIIIMMM !!!"
Apakah terlalu banyak meminta jika kita atau taruhlah saya menyuarakan rasa empati kepada mantan orang no 1 di Indonesia ini ? seperti yang dikatakan oleh salah satu wakil ketua dewan rakyat ini (thanks God masih ada yang punya empati dan berpikir manusiawi) bahwa bayangkan jika yang terjadi ini pada ayah kita sendiri ? ..
Sebegitu banyak perihal yang harus dibereskan dan dibenahi tapi kenapa harus hal-hal lain yang dipersoalkan ?. Semenjak Soeharto lengser dan kemudian (rezim) reformasi menjalankan pemerintahannya, tanah air seolah tidak berhenti bergejolak. Benar kata sebagian besar orang-orang tua bahwa sekarang ini zaman reformasi dan reformasi kebablasan. Sebagai ganti memikirkan kemajuan, keadilan dan aspek-aspek lainnya, yang ada malah asyik-asyik mengusik ini dan itu yang ngga ada hubungannya sama sekali dengan perbaikan keadaan negara.
Hal yang sangat tepat dilakukan saat ini mungkin melakukan apa yang dilakukan oleh keponakan saya, mengelus dada dan berteriak :
"ASTOPODIIIIIIIIIIIIIIIIMMMM !!!!"
Lalu salah satu keponakan saya pun mengelus dadanya setelah mengucapkan kalimat itu. Saya yang berdiri didekatnya tergelak-gelak tertawa walaupun tidak mengerti apa maksudnya dengan yang diucapkan olehnya namun gerak tubuh dan mimik mukanya sangat lucu pada saat itu.
Setelah puas tertawa, barulah saya bertanya pada istri kakak saya tentang arti dari kata yang baru saja diucapkan oleh keponakan saya tersebut. "Oh itu, 'dék, maksudnya kan mau mengucapkan Astagfirullahaladzim tapi karena belum bisa fasih dan masih susah makanya dia dengan seenaknya menyingkat jadi Astopodim dan karena kebiasaan melihat bapaknya dan kakak-kakaknya kalau abis mengucapkan kata itu terus mengelus dada, makanya dia pun mengikuti melakukan hal itu." Saya pun tersenyum dan manggut-manggut tanda mengerti.
Namun apa yang akan saya bahas bukan masalah keponakan saya dan kata astopodimnya. Pembahasan ini lebih kepada apa yang saya baca di detik dot kom. Mungkin buat sebagian orang hal ini bukan hal besar tapi buat saya hal ini kok agak sedikit menganggu hati nurani.
Seperti biasa saya selalu mengupdate berita-berita dari tanah air dengan membuka website milik detik dot kom dan kompas dot kom karena hanya dua web itu yang aksesibel disini. Seteleh meng-klik indeks berita, tiba-tiba mata saya tertumbuk pada satu wacana berita mengenai salah satu anggota DPR RI yang memberikan satu pernyataan bahwa sakit serta masuk rumah sakitnya kembali mantan Presiden Soeharto untuk dirawat dan dioperasi adalah merupakan salah satu manuver keluarga untuk menghindari beliau dari tuntutan hukum atau pun dibawanya beliau ke pengadilan.
Ya ALLAH Ya Rabbi, sebegitukah hati nurani seorang wakil rakyat ? sehingga ketika musibah sesungguhnya datang tidak lagi dipercaya dan dianggap sebagai bahan berkelit atau menghindar. Saya sungguh menyayangkan pernyataan Bapak Wakil Rakyat Yang Terhormat itu, seolah hanya dia sendiri yang benar, yang tahu bahwa itu semua adalah rekayasa keluarga untuk menghindari mantan Presiden RI tersebut dari kekuasaan pengadilan.
Saya bukan Soeharto-is atau apalah namanya sebutan bagi pengikut Soeharto. Tapi bagaimana pun bangsa ini bisa kemudian menjadi satu bangsa yang boleh dikatakan cukup maju dan berkembang karena jasa-jasa beliau. Lepas dari buruk atau tidaknya beliau pada saat memimpin tapi kita tak pernah bisa memungkiri gelar beliau sebagai Bapak Pembangunan Nasional. Indonesia begitu maju dalam kurun waktu 30 tahun masa pemerintahannya.
Terkadang apa yang dikatakan oleh pepatah benar adanya bahwa "karena nila setitik, rusak susu sebelanga. " Jadi sebaik apa pun hasilnya selama beliau bekerja dan mengabdi pada negara (mungkin ini bahasa klise) takkan pernah dilihat dan dilirik sedikit pun.
Lebih menggelikannya lagi, alih-alih di satu sisi para anggota dewan yang terhormat bicara tentangn keadilan dan lain sebagainya yang terkait dengan Soeharto, beliau-beliau ini pun melakukan that so-called "keadilan" dimana untuk naik lift pun diperlukan lift khusus untuk para anggota dewan yang terhormat ini, pun disediakan ruang tunggu dengan sofa yang nyaman dan tv. Well, katanya wakil rakyat, katanya tugas utamanya mengaspirasikan kehendak rakyat tapi ternyata semua itu hanya omong kosong belaka nampaknya. "ASTOPODIIIIMMM !!!"
Apakah terlalu banyak meminta jika kita atau taruhlah saya menyuarakan rasa empati kepada mantan orang no 1 di Indonesia ini ? seperti yang dikatakan oleh salah satu wakil ketua dewan rakyat ini (thanks God masih ada yang punya empati dan berpikir manusiawi) bahwa bayangkan jika yang terjadi ini pada ayah kita sendiri ? ..
Sebegitu banyak perihal yang harus dibereskan dan dibenahi tapi kenapa harus hal-hal lain yang dipersoalkan ?. Semenjak Soeharto lengser dan kemudian (rezim) reformasi menjalankan pemerintahannya, tanah air seolah tidak berhenti bergejolak. Benar kata sebagian besar orang-orang tua bahwa sekarang ini zaman reformasi dan reformasi kebablasan. Sebagai ganti memikirkan kemajuan, keadilan dan aspek-aspek lainnya, yang ada malah asyik-asyik mengusik ini dan itu yang ngga ada hubungannya sama sekali dengan perbaikan keadaan negara.
Hal yang sangat tepat dilakukan saat ini mungkin melakukan apa yang dilakukan oleh keponakan saya, mengelus dada dan berteriak :
"ASTOPODIIIIIIIIIIIIIIIIMMMM !!!!"
Thursday, April 27, 2006
RA. Kartini
Praktek perlawanan terhadap poligami sudah dilakukan semenjak dulu kala. Salah satu yang menentang habis-habisan praktek poligami itu adalah RA. Kartini, salah satu Pahlawan Wanita Indonesia yang memperjuangkan emansipasi wanita.
Namun perlawanannya kandas ketika pada 8 November 1903, RA. Kartini harus menikah dengan Djojoadiningrat yang kala itu sudah mempunyai tiga orang istri dan tujuh anak. Setelah diboyong ke Rembang oleh suaminya yang adalah Bupati Rembang, Kartini tidak lagi bicara soal kedudukan harkat dan martabat wanita ataupun tentang pendidikan bahkan tentang poligami, seolah semua perjuangan itu lenyap tak berbekas. Usahanya dalam menggapai terang setelah kegelapan menyelimuti masih belum selesai ketika beliau dipanggil oleh Pemiliknya pada 17 September 1904, empat hari setelah melahirkan anak laki-laki dan satu-satunya.
Siapakah RA. Kartini ?
Dilahirkan pada 21 April 1879, ayahnya adalah RMAA. Sosroningrat yang pada waktu itu masih menjabat sebagai wedana. Ibunya adalah Ngasirah, anak dari Kyai Haji Madirono dan Nyai Haji Siti Aminah, pedagang kopra dari Desa Mayong, Jepara. Dari Ngasirah ini, Sosroningrat memiliki delapan anak. Ketika Sosroningrat diangkat sebagai Bupati Jepara, maka demi menuruti peraturan colonial yang berlaku saat itu bahwa seorang Bupati harus beristrikan bangsawan atau turunannya, maka yang menjadi Raden Ayu Bupati Jepara atau Garwa Padmi adalah Raden Ayu Moerjam, putri dari RAA. Tjitrowikromo, keturunan langsung Raja Madura. Sementara Ngasirah berstatus selir dan tidak diperkenankan tinggal di rumah utama. Semua anak-anaknya harus memanggil dirinya Yu (panggilan untuk orang kebanyakan / kakak perempuan) dan Ngasirah sendiri harus memanggil anak-anaknya dengan sebutan Ndoro.
Kartini adalah anak kelima dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Kartini merupakan anak perempuan tertua. Keluarga Kartini merupakan turunan keluarga cerdas. Kakek Kartini yaitu Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat Bupati dalam usia relatif muda yaitu 25 tahun, sementara itu kakak Kartini, Sosrokartono adalah ahli bidang bahasa. Selama pendidikan singkatnya di Belanda, beliau menguasai hampir 26 bahasa asing.
Walaupun hanya mengenyam pendidikan sampai di Sekolah Rakyat, jiwa Kartini adalah jiwa pemberontak dan tidak menyukai banyak hal yang menurut beliau tidak sepatutnya dilakukan antara sesame umat manusia. Hal ini dapat dibaca pada suratnya kepada Stella, sahabat korespondensinya pada 18 Agustus 1899 :
“Sesungguhnya adat sopan-santun kami orang Jawa amatlah rumit. Adikku harus merangkak bila hendak lalu dihadapanku. Kalau adikku duduk di kursi, saat aku lalu, haruslah segera ia turun duduk di tanah, dengan menundukkan kepala, sampai aku tidak kelihatan lagi. Adik-adikku tidak boleh berkamu dan berengkau kepadaku. Mereka hanya boleh menegur aku dalam bahasa Kromo Inggil (bahasa Jawa tingkat tinggi). Tiap kalimat yang diucapkan haruslah diakhiri dengan sembah.
Berdiri bulu kuduk bila kita berada dalam lingkungan keluarga bumiputera yang ningrat. Bercakap-cakap dengan orang yang lebih tinggi derajatnya, harus perlahan-lahan, sehingga orang yang didekatnya sajalah yang dapat mendengar. Seorang gadis harus perlahan-lahan jalannya, langkahnya pendek-pendek, gerakannya lambat seperti siput, bila berjalan agak cepat, dicaci orang, disebut “kuda liar.”
Peduli apa aku dengan segala tata cara itu … segala peraturan, semua itu bikinan manusia dan hanya menyiksa diriku saja. Kau tidak dapat membayangkan bagaimana rumitnya etiket di dunia keningratan Jawa itu .. Tapi sekarang mulai dengan aku, antara kami (Kartini, Roekmini dan Kardinah) tidak ada lagi tata cara. Perasaan kami sendiri yang akan menentukan batas-batas mana cara liberal itu boleh dijalankan.
Masih banyak lagi surat-surat Kartini kepada sahabat-sahabat dekatnya yang menuliskan tentang banyak hal yang ada dalam alam pikiran seorang Kartini, perempuan tanah Jawa yang memiliki pola jauh kedepan dibanding dengan sesamanya pada saat itu.
Siapakah sahabat-sahabat dekat Kartini ini ? adalah orang-orang yang sering korespondensi ataupun bercakap-cakap langsung dengannya yang mana sebenarnya hampir semuanya adalah merupakan musuh-musuh dalam selimut yang tidak ingin Kartini menjadi lebih maju. Diantaranya adalah;
JH. Abendanon
Datang ke Hindia-Belanda pada tahun 1900 ditugaskan oleh pemerintah Belanda sebagai Direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan. Pada masa-masa pertamanya tinggal di Hindia-Belanda, ia banyak dibantu oleh teman sehaluan politiknya yaitu Meneer Snouck Hurgronye, arsitek kemenangan Belanda atas Perang Aceh. Hurgronyelah yang menyarankan Abendanon untuk mendekati Kartini. Abendanonlah nantinya yang kemudian paling gigih berusaha menghalangi Kartini belajar ke Negeri Belanda. Ia tidak ingin Kartini lebih maju lagi.
EE. Abendanon (Ny. Abendanon)
Pendamping setia suaminya dalam menjalankan tugas mendekati Kartini. Sampai menjelang wafatnya, Kartini masih membina hubungan korespondensi dengannya.
Dr. Adriani
Dikenalkan oleh Keluarga Abendanon saat keluarga Kartini ke Batavia. Dr. Adriani ini adalah seorang ahli bahasa serta pendeta yang bertugas menyebarkan Kristen di Toraja, Sulawesi Selatan. Dr. Adriani ini kelak menjadi teman korespondensi Kartini yang paling intim.
Annie Glasser
Seorang guru yang memiliki beberapa akta pengajaran bahasa. Ia mengajarkan bahasa Perancis secara private kepada Kartini tanpa memungut bayaran. Abendanonlah yang meminta Glasser untuk datang ke Jepara untuk mengamati dan mengikuti perkembangan pemikiran Kartini. Tidak heran jika kelak Abendanon dapat mematahkan rencana Kartini untuk berangkat belajar ke Negeri Belanda, dengan mempergunakan diplomasi psikologis tingkat tinggi. Ketika semua pihak telah gagal dalam upaya menghalangi kepergian Kartini ke Belanda, tiba-tiba Abendanon datang dari Batavia ke Jepara untuk menemui Kartini tanpa perantaraan surat. Abendanon hanya membutuhkan berbicara beberapa menit dengan Kartini dengan hasil Kartini memutuskan membatalkan keberangkatannya ke Negeri Belanda. Hal ini hanya mungkin jika Abendanon mengetahui secara persis kondisi psikologis Kartini dan hal ini tidak lain karena bantuan dari Annie Glasser sebagai mata-matanya.
Stella (Estelle Zeehandelaar)
Sewaktu dalam masa pingitan yang mana adalah masa yang sangat dibencinya, Kartini banyak menghabiskan waktunya untuk membaca. Kartini tidak puas hanya mengikuti perkembangan pergerakan wanita di Eropa melalui buku dan majalah saja. Beliau ingin mengetahui yang sesungguhnya, maka untuk itu beliau memasang iklan di sebuah majalah di Negeri Belanda : Hollandsche Lelie”. Melalui iklan itu, Kartini menawarkan diri sebagai sahabat pena untuk wanita Eropa. Iklan tersebut disambut baik dengan segera oleh Stella, seorang wanita Yahudi Belanda. Stella adalah anggota militant pergerakan feminis di Negeri Belanda saat itu. Ia bersahabat dengan tokoh sosialis; Ir. Van Kol.
Ir. Van Kol
Van Kol pernah tinggal di Hindia-Belanda selama 16 tahun sebelum mengenal Kartini. Bekerja sebagai insinyur dan ia juga ahli dalam masalah-masalah colonial. Stella-lah yang mengenalkannya pada Kartini. Van Kol mendukung dan memperjuangkan kepergian Kartini ke Negeri Belanda atas biaya Pemerintah Belanda. Namun, rupanya ada niat tertentu Van Kol, Van Kol berharap dengan kepergian Kartini ke Negeri Belanda dapat menjadikan Kartini sebagai ‘saksi hidup’kebobrokan pemerintahan colonial Belanda di Hindia-Belanda. Hal ini semua dilakukan demi mensukseskan ambisinya dalam memenangkan partainya di Parlemen yaitu Partai Sosialis.
Itulah beberapa dari yang disebut sebagai sahabat-sahabat Kartini. Yang memegang peranan banyak dalam ritme kehidupan seorang Kartini.
Seratus dua tahun setelah kepergiannya menghadap Sang Khalik, perjuangannya belum tuntas, belum usai di Bumi Pertiwi ini. Munculnya Kartini-Kartini muda seakan memberikan tanda bahwa apa yang diperjuangkan Kartini semenjak dulu adalah hal yang murni dan tulus tanpa ada pamrih dan maksud tersembunyi apa pun dibelakangnya.
Semoga Kartini-Kartini muda ini akan dapat terus berjuang meneruskan apa yang tertunda sehingga bisa membuat tanah air menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
Phnom Penh, 21 April 2006
Disarikan dari berbagai sumber dan diolah ulang oleh HCS. Puruhito
Namun perlawanannya kandas ketika pada 8 November 1903, RA. Kartini harus menikah dengan Djojoadiningrat yang kala itu sudah mempunyai tiga orang istri dan tujuh anak. Setelah diboyong ke Rembang oleh suaminya yang adalah Bupati Rembang, Kartini tidak lagi bicara soal kedudukan harkat dan martabat wanita ataupun tentang pendidikan bahkan tentang poligami, seolah semua perjuangan itu lenyap tak berbekas. Usahanya dalam menggapai terang setelah kegelapan menyelimuti masih belum selesai ketika beliau dipanggil oleh Pemiliknya pada 17 September 1904, empat hari setelah melahirkan anak laki-laki dan satu-satunya.
Siapakah RA. Kartini ?
Dilahirkan pada 21 April 1879, ayahnya adalah RMAA. Sosroningrat yang pada waktu itu masih menjabat sebagai wedana. Ibunya adalah Ngasirah, anak dari Kyai Haji Madirono dan Nyai Haji Siti Aminah, pedagang kopra dari Desa Mayong, Jepara. Dari Ngasirah ini, Sosroningrat memiliki delapan anak. Ketika Sosroningrat diangkat sebagai Bupati Jepara, maka demi menuruti peraturan colonial yang berlaku saat itu bahwa seorang Bupati harus beristrikan bangsawan atau turunannya, maka yang menjadi Raden Ayu Bupati Jepara atau Garwa Padmi adalah Raden Ayu Moerjam, putri dari RAA. Tjitrowikromo, keturunan langsung Raja Madura. Sementara Ngasirah berstatus selir dan tidak diperkenankan tinggal di rumah utama. Semua anak-anaknya harus memanggil dirinya Yu (panggilan untuk orang kebanyakan / kakak perempuan) dan Ngasirah sendiri harus memanggil anak-anaknya dengan sebutan Ndoro.
Kartini adalah anak kelima dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Kartini merupakan anak perempuan tertua. Keluarga Kartini merupakan turunan keluarga cerdas. Kakek Kartini yaitu Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat Bupati dalam usia relatif muda yaitu 25 tahun, sementara itu kakak Kartini, Sosrokartono adalah ahli bidang bahasa. Selama pendidikan singkatnya di Belanda, beliau menguasai hampir 26 bahasa asing.
Walaupun hanya mengenyam pendidikan sampai di Sekolah Rakyat, jiwa Kartini adalah jiwa pemberontak dan tidak menyukai banyak hal yang menurut beliau tidak sepatutnya dilakukan antara sesame umat manusia. Hal ini dapat dibaca pada suratnya kepada Stella, sahabat korespondensinya pada 18 Agustus 1899 :
“Sesungguhnya adat sopan-santun kami orang Jawa amatlah rumit. Adikku harus merangkak bila hendak lalu dihadapanku. Kalau adikku duduk di kursi, saat aku lalu, haruslah segera ia turun duduk di tanah, dengan menundukkan kepala, sampai aku tidak kelihatan lagi. Adik-adikku tidak boleh berkamu dan berengkau kepadaku. Mereka hanya boleh menegur aku dalam bahasa Kromo Inggil (bahasa Jawa tingkat tinggi). Tiap kalimat yang diucapkan haruslah diakhiri dengan sembah.
Berdiri bulu kuduk bila kita berada dalam lingkungan keluarga bumiputera yang ningrat. Bercakap-cakap dengan orang yang lebih tinggi derajatnya, harus perlahan-lahan, sehingga orang yang didekatnya sajalah yang dapat mendengar. Seorang gadis harus perlahan-lahan jalannya, langkahnya pendek-pendek, gerakannya lambat seperti siput, bila berjalan agak cepat, dicaci orang, disebut “kuda liar.”
Peduli apa aku dengan segala tata cara itu … segala peraturan, semua itu bikinan manusia dan hanya menyiksa diriku saja. Kau tidak dapat membayangkan bagaimana rumitnya etiket di dunia keningratan Jawa itu .. Tapi sekarang mulai dengan aku, antara kami (Kartini, Roekmini dan Kardinah) tidak ada lagi tata cara. Perasaan kami sendiri yang akan menentukan batas-batas mana cara liberal itu boleh dijalankan.
Masih banyak lagi surat-surat Kartini kepada sahabat-sahabat dekatnya yang menuliskan tentang banyak hal yang ada dalam alam pikiran seorang Kartini, perempuan tanah Jawa yang memiliki pola jauh kedepan dibanding dengan sesamanya pada saat itu.
Siapakah sahabat-sahabat dekat Kartini ini ? adalah orang-orang yang sering korespondensi ataupun bercakap-cakap langsung dengannya yang mana sebenarnya hampir semuanya adalah merupakan musuh-musuh dalam selimut yang tidak ingin Kartini menjadi lebih maju. Diantaranya adalah;
JH. Abendanon
Datang ke Hindia-Belanda pada tahun 1900 ditugaskan oleh pemerintah Belanda sebagai Direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan. Pada masa-masa pertamanya tinggal di Hindia-Belanda, ia banyak dibantu oleh teman sehaluan politiknya yaitu Meneer Snouck Hurgronye, arsitek kemenangan Belanda atas Perang Aceh. Hurgronyelah yang menyarankan Abendanon untuk mendekati Kartini. Abendanonlah nantinya yang kemudian paling gigih berusaha menghalangi Kartini belajar ke Negeri Belanda. Ia tidak ingin Kartini lebih maju lagi.
EE. Abendanon (Ny. Abendanon)
Pendamping setia suaminya dalam menjalankan tugas mendekati Kartini. Sampai menjelang wafatnya, Kartini masih membina hubungan korespondensi dengannya.
Dr. Adriani
Dikenalkan oleh Keluarga Abendanon saat keluarga Kartini ke Batavia. Dr. Adriani ini adalah seorang ahli bahasa serta pendeta yang bertugas menyebarkan Kristen di Toraja, Sulawesi Selatan. Dr. Adriani ini kelak menjadi teman korespondensi Kartini yang paling intim.
Annie Glasser
Seorang guru yang memiliki beberapa akta pengajaran bahasa. Ia mengajarkan bahasa Perancis secara private kepada Kartini tanpa memungut bayaran. Abendanonlah yang meminta Glasser untuk datang ke Jepara untuk mengamati dan mengikuti perkembangan pemikiran Kartini. Tidak heran jika kelak Abendanon dapat mematahkan rencana Kartini untuk berangkat belajar ke Negeri Belanda, dengan mempergunakan diplomasi psikologis tingkat tinggi. Ketika semua pihak telah gagal dalam upaya menghalangi kepergian Kartini ke Belanda, tiba-tiba Abendanon datang dari Batavia ke Jepara untuk menemui Kartini tanpa perantaraan surat. Abendanon hanya membutuhkan berbicara beberapa menit dengan Kartini dengan hasil Kartini memutuskan membatalkan keberangkatannya ke Negeri Belanda. Hal ini hanya mungkin jika Abendanon mengetahui secara persis kondisi psikologis Kartini dan hal ini tidak lain karena bantuan dari Annie Glasser sebagai mata-matanya.
Stella (Estelle Zeehandelaar)
Sewaktu dalam masa pingitan yang mana adalah masa yang sangat dibencinya, Kartini banyak menghabiskan waktunya untuk membaca. Kartini tidak puas hanya mengikuti perkembangan pergerakan wanita di Eropa melalui buku dan majalah saja. Beliau ingin mengetahui yang sesungguhnya, maka untuk itu beliau memasang iklan di sebuah majalah di Negeri Belanda : Hollandsche Lelie”. Melalui iklan itu, Kartini menawarkan diri sebagai sahabat pena untuk wanita Eropa. Iklan tersebut disambut baik dengan segera oleh Stella, seorang wanita Yahudi Belanda. Stella adalah anggota militant pergerakan feminis di Negeri Belanda saat itu. Ia bersahabat dengan tokoh sosialis; Ir. Van Kol.
Ir. Van Kol
Van Kol pernah tinggal di Hindia-Belanda selama 16 tahun sebelum mengenal Kartini. Bekerja sebagai insinyur dan ia juga ahli dalam masalah-masalah colonial. Stella-lah yang mengenalkannya pada Kartini. Van Kol mendukung dan memperjuangkan kepergian Kartini ke Negeri Belanda atas biaya Pemerintah Belanda. Namun, rupanya ada niat tertentu Van Kol, Van Kol berharap dengan kepergian Kartini ke Negeri Belanda dapat menjadikan Kartini sebagai ‘saksi hidup’kebobrokan pemerintahan colonial Belanda di Hindia-Belanda. Hal ini semua dilakukan demi mensukseskan ambisinya dalam memenangkan partainya di Parlemen yaitu Partai Sosialis.
Itulah beberapa dari yang disebut sebagai sahabat-sahabat Kartini. Yang memegang peranan banyak dalam ritme kehidupan seorang Kartini.
Seratus dua tahun setelah kepergiannya menghadap Sang Khalik, perjuangannya belum tuntas, belum usai di Bumi Pertiwi ini. Munculnya Kartini-Kartini muda seakan memberikan tanda bahwa apa yang diperjuangkan Kartini semenjak dulu adalah hal yang murni dan tulus tanpa ada pamrih dan maksud tersembunyi apa pun dibelakangnya.
Semoga Kartini-Kartini muda ini akan dapat terus berjuang meneruskan apa yang tertunda sehingga bisa membuat tanah air menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
Phnom Penh, 21 April 2006
Disarikan dari berbagai sumber dan diolah ulang oleh HCS. Puruhito
Tuesday, April 25, 2006
Pernah tidak merasa kecewa akan satu hal tapi tidak bisa menyalurkannya, berusaha untuk mengeluarkannya dari dalam hati agar tidak menjadi penyakit yang menular dan membuat segala sesuatunya menjadi salah kaprah tapi nampaknya semua itu sia-sia ?
Mungkin saatnya saya untuk belajar tidak peduli seperti yang lainnya, belajar untuk tidak lagi berusaha memberikan yang terbaik walaupun itu dengan mengorbankan kepentingan diri sendiri, belajar untuk menjadi manusia egois, belajar untuk bisa seperti mereka yang melakukan segala sesuatunya tanpa beban.
dan rasa sakit itu masih ada ..
Mungkin saatnya saya untuk belajar tidak peduli seperti yang lainnya, belajar untuk tidak lagi berusaha memberikan yang terbaik walaupun itu dengan mengorbankan kepentingan diri sendiri, belajar untuk menjadi manusia egois, belajar untuk bisa seperti mereka yang melakukan segala sesuatunya tanpa beban.
dan rasa sakit itu masih ada ..
Monday, April 24, 2006
SOE HOK GIE
Bicara tentang perfilman Indonesia terkadang menggemaskan, mengesalkan namun juga menyimpan sejuta harapan. Kurang lebih seminggu yang lalu waktu saya di Indonesia, saya membeli VCD Gie, sebuah film karya Mira Lesmana yang disutradarai oleh Riri Riza.
Saya sudah mendengar mengenai akan dibuatnya film Gie ini waktu film tersebut masih dalam taraf perencanaan. Info ini saya dapat dari salah seorang rekan dekat saya yang masuk dalam tim pra produksi film tersebut, dan sebagai seseorang yang mencintai sejarah, saya tertarik untuk melihat hasil akhir film tersebut. Setelah tertunda sekian lama maka baru dua malam lalu saya kesampaian untuk melihat film Gie ini.
Entah kenapa ada perasaan haru biru, deg-deg-an dan senang, semua bercampur menjadi satu ketika saya melihat film ini. Seolah-olah walaupun tidak digambarkan secara lengkap namun pengejawantahan ataupun aplikasi dari buku Catatan Harian Seorang Demonstran tergambar dengan apik.
Mengenai teknis dari film tersebut, well, saya bukan ahlinya, mungkin satu hal yang buat saya agak menganggu adalah layar hitam yang muncul untuk waktu yang cukup lama setiap ganti masa satu perjalanan kehidupan Gie atau dari adegan ke adegan. Lalu juga dalam beberapa adegan suara backsound tampak lebih besar volumenya daripada suara narasi sehingga terkadang narasi yang diucapkan terdengar tidak jelas.
Pemilihan pemain Gie kecil yang jatuh pada Jonathan Mulia buat saya adalah merupakan pilihan yang cocok, dengan gaya yang (hampir) sama dengan pembawaan Nicholas Saputra sebagai Gie muda. Setting yang ditangani oleh Iri Supit kembali membuktikan kepiawaiannya dalam membuat suasana terasa kembali seperti Jakarta periode akhir 50an dan masa-masa 60an. Peran Ira yang dimainkan oleh Sita Nursanti (if I am not mistaken) atau lebih dikenal dengan Sita RSD terlihat sangat wajar dan gaya penampilannya yang sangat 50an sekali menunjukkan bahwasanya dia mempunyai bakat acting yang dapat diperhitungkan dalam kancah perfilman Indonesia. Nicholas sendiri terlihat berusaha sekali mendalami perannya tersebut, hal ini terlihat dari gaya keberhasilannya menggambarkan cara berjalan (maaf) pria Cina pada umumnya dan cara membawa tasnya .
Film diawali dengan narasi Gie yang bercerita tentang siapa itu Soe Hok Gie, bagaimana pemikirannya dan bagaimana kehidupan keluarganya serta lingkungannya berada. Persahabatannya dengan Han tampak digambarkan secara jelas, bagaimana dia begitu membela Han ketika sahabatnya itu dipukuli oleh Tantenya yang galak, bagaimana dia berusaha mengajak Han untuk bersembunyi dirumahnya karena dia tahu bahwa Han adalah anggota Partai Komunis Indonesia yang lagi dicari oleh aparat untuk ditangkap dan dibunuh. Diceritakan pula bagaimana dia membantah gurunya karena gurunya itu salah dalam menilai dialog seputar siapa itu Chairil Anwar dan tokoh kesusastraan dunia. Digambarkan pula bagaimana dia hendak memukuli gurunya yang menurut dia tidak adil lalu mengikuti langkah gurunya itu sampai kerumah dan tidak jadi memukuli gurunya itu ketika melihat dimana gurunya tinggal dan bagaimana kehidupan keluarga gurunya. Sisi humanisme Gie yang terekam dengan baik.
Pengembangan karakter berjalan dengan menarik dan terkadang membuat kita berusaha mengingat setiap kejadian yang terjadi di film itu tersebut karena saling berhubungan. Penggambaran suasana demonstrasi tidak diperlihatkan secara kolosal (mungkin karena pertimbangan biaya .. hehehe) namun apa yang ditayangkan sudah cukup memberikan gambaran jelasnya pada masa itu bagaimana pergerakan mahasiswa bergerak cepat dan gesit.
Satu hal lain yang mungkin juga membutuhkan biaya besar sehingga tidak difilmkan adalah perjalanan Gie ke Amerika dan ke Australia sekitar tahun 1968 kalau tidak salah setahun sebelum kematiannya. Dimana dalam perjalanan itu piringan hitam penyanyi kesayangannya Joan Baez dengan lagunya yang terkenal “Donna Donna Donna” (dimana dalam film Gie, lagu ini dinyanyikan dengan sangat apik dan membuat haru biru oleh Sita RSD) ditahan di Bandara Australia karena dianggap anti perang dan komunis.
Siapakah Soe Hok Gie itu ?
Ketika film ini dibuat dan mulai dipublikasikan, tidak banyak orang terutama kalangan muda atau generasi penerus bangsa Indonesia yang mengenal Soe Hok Gie. Jika ditanya, either mereka mengangkat bahu, mengatakan tidak tahu atau pura-pura berpikir mencari tahu siapakah gerangan Gie ini.
Soe Hok Gie dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942, Gie ini adalah adik dari sosiolog terkenal Indonesia yang sekarang bermukim di Australia yaitu Arief Budiman.
Catatan hariannya dibuat dari tanggal 4 Maret 1957 saat dia berusia kurang lebih lima belas tahun sampai dengan 8 Desember 1969, 9 hari sebelum kematiannya yang mengenaskan di puncak Gunung Semeru.
Menolak untuk tinggal kelas, Gie kemudian pindah ke salah satu SMP di Jakarta dan melanjutkan SMA-nya di Kolese Kanisius lalu kuliah di Universitas Indonesia. Semasa kuliahnya inilah Gie banyak melakukan berbagai aktifitas, salah satunya mendirikan MAPALA UI (Mahasiswa Pencinta Alam) yang mana salah satu kegiatan terpentingnya adalah naik gunung. Kritikannya terhadap masa pemerintahan Soekarno terkadang membuat orang-orang yang membacanya cukup merah telinganya, belum lagi sikap sinis dan kekecewaannya terhadap teman-teman seangkatannya yang pada masa tahun 66 turun ke jalan untuk membela rakyat dan mengutuk serta mengkritik para pejabat pemerintah tapi kemudian ketika mereka lulus dan bekerja akhirnya berpihak kesana dan melupakan tujuan utama dari perjuangan sebelumnya..
Gie dimakamkan pada tanggal 24 Desember 1969, satu hari sebelum Hari Natal, di Taman Pemakaman Umum Menteng Pulo, namun (entah kenapa) dua hari kemudian kuburannya dibongkar dipindahkan ke Pekuburan Umum Kober Tanah Abang. Tahun 1975 ketika Gubernur Ali Sadikin membongkar Pekuburan Kober, makam Gie harus dipindahkan, namun pihak keluarga tidak setuju dan menolak memindahkan makam Gie ini. Akhirnya tulang belulang Gie dikremasi dan disebar di puncak Gunung Pangrango di Padang Suryakencana kalau tidak salah.
Perfilman Indonesia tampak semakin melaju dan mudah-mudahan bisa kembali menggapai cita-citanya untuk menjadi tuan rumah dinegerinya sendiri.
Betapa pun kontroversialnya film Gie ini (apalagi dengan adanya lagu Gendjer-Gendjer), tetap bahwa film ini telah menambah khazanah perbendaharaan film di dunia perfilman Indonesia. Saya percaya masih akan ada film-film controversial lainnya yang akan muncul.
“Halo ? … “
‘Ya ?’
“Hary ? … “
‘Yupe .., siapa nih ?’
“Teman lama .., masih inget ndak ? .. saya qweriquriqer”
‘Oh, hai .. apa kabar ? udah lama tidak terdengar sepak terjangnya’
“Baik, aku ada info nich .. katanya Mr. ……. mau bikin film judulnya Dr. Subandrio”
‘HAH ? .. serius ? .. waahh, menarik tuch .. let me know .. let me know .. saya daftar dech untuk ikutan dalam production teamnya’
“Siip, I know you are going to like it. I’ll update you”
‘Thanks’
Saya sudah mendengar mengenai akan dibuatnya film Gie ini waktu film tersebut masih dalam taraf perencanaan. Info ini saya dapat dari salah seorang rekan dekat saya yang masuk dalam tim pra produksi film tersebut, dan sebagai seseorang yang mencintai sejarah, saya tertarik untuk melihat hasil akhir film tersebut. Setelah tertunda sekian lama maka baru dua malam lalu saya kesampaian untuk melihat film Gie ini.
Entah kenapa ada perasaan haru biru, deg-deg-an dan senang, semua bercampur menjadi satu ketika saya melihat film ini. Seolah-olah walaupun tidak digambarkan secara lengkap namun pengejawantahan ataupun aplikasi dari buku Catatan Harian Seorang Demonstran tergambar dengan apik.
Mengenai teknis dari film tersebut, well, saya bukan ahlinya, mungkin satu hal yang buat saya agak menganggu adalah layar hitam yang muncul untuk waktu yang cukup lama setiap ganti masa satu perjalanan kehidupan Gie atau dari adegan ke adegan. Lalu juga dalam beberapa adegan suara backsound tampak lebih besar volumenya daripada suara narasi sehingga terkadang narasi yang diucapkan terdengar tidak jelas.
Pemilihan pemain Gie kecil yang jatuh pada Jonathan Mulia buat saya adalah merupakan pilihan yang cocok, dengan gaya yang (hampir) sama dengan pembawaan Nicholas Saputra sebagai Gie muda. Setting yang ditangani oleh Iri Supit kembali membuktikan kepiawaiannya dalam membuat suasana terasa kembali seperti Jakarta periode akhir 50an dan masa-masa 60an. Peran Ira yang dimainkan oleh Sita Nursanti (if I am not mistaken) atau lebih dikenal dengan Sita RSD terlihat sangat wajar dan gaya penampilannya yang sangat 50an sekali menunjukkan bahwasanya dia mempunyai bakat acting yang dapat diperhitungkan dalam kancah perfilman Indonesia. Nicholas sendiri terlihat berusaha sekali mendalami perannya tersebut, hal ini terlihat dari gaya keberhasilannya menggambarkan cara berjalan (maaf) pria Cina pada umumnya dan cara membawa tasnya .
Film diawali dengan narasi Gie yang bercerita tentang siapa itu Soe Hok Gie, bagaimana pemikirannya dan bagaimana kehidupan keluarganya serta lingkungannya berada. Persahabatannya dengan Han tampak digambarkan secara jelas, bagaimana dia begitu membela Han ketika sahabatnya itu dipukuli oleh Tantenya yang galak, bagaimana dia berusaha mengajak Han untuk bersembunyi dirumahnya karena dia tahu bahwa Han adalah anggota Partai Komunis Indonesia yang lagi dicari oleh aparat untuk ditangkap dan dibunuh. Diceritakan pula bagaimana dia membantah gurunya karena gurunya itu salah dalam menilai dialog seputar siapa itu Chairil Anwar dan tokoh kesusastraan dunia. Digambarkan pula bagaimana dia hendak memukuli gurunya yang menurut dia tidak adil lalu mengikuti langkah gurunya itu sampai kerumah dan tidak jadi memukuli gurunya itu ketika melihat dimana gurunya tinggal dan bagaimana kehidupan keluarga gurunya. Sisi humanisme Gie yang terekam dengan baik.
Pengembangan karakter berjalan dengan menarik dan terkadang membuat kita berusaha mengingat setiap kejadian yang terjadi di film itu tersebut karena saling berhubungan. Penggambaran suasana demonstrasi tidak diperlihatkan secara kolosal (mungkin karena pertimbangan biaya .. hehehe) namun apa yang ditayangkan sudah cukup memberikan gambaran jelasnya pada masa itu bagaimana pergerakan mahasiswa bergerak cepat dan gesit.
Satu hal lain yang mungkin juga membutuhkan biaya besar sehingga tidak difilmkan adalah perjalanan Gie ke Amerika dan ke Australia sekitar tahun 1968 kalau tidak salah setahun sebelum kematiannya. Dimana dalam perjalanan itu piringan hitam penyanyi kesayangannya Joan Baez dengan lagunya yang terkenal “Donna Donna Donna” (dimana dalam film Gie, lagu ini dinyanyikan dengan sangat apik dan membuat haru biru oleh Sita RSD) ditahan di Bandara Australia karena dianggap anti perang dan komunis.
Siapakah Soe Hok Gie itu ?
Ketika film ini dibuat dan mulai dipublikasikan, tidak banyak orang terutama kalangan muda atau generasi penerus bangsa Indonesia yang mengenal Soe Hok Gie. Jika ditanya, either mereka mengangkat bahu, mengatakan tidak tahu atau pura-pura berpikir mencari tahu siapakah gerangan Gie ini.
Soe Hok Gie dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942, Gie ini adalah adik dari sosiolog terkenal Indonesia yang sekarang bermukim di Australia yaitu Arief Budiman.
Catatan hariannya dibuat dari tanggal 4 Maret 1957 saat dia berusia kurang lebih lima belas tahun sampai dengan 8 Desember 1969, 9 hari sebelum kematiannya yang mengenaskan di puncak Gunung Semeru.
Menolak untuk tinggal kelas, Gie kemudian pindah ke salah satu SMP di Jakarta dan melanjutkan SMA-nya di Kolese Kanisius lalu kuliah di Universitas Indonesia. Semasa kuliahnya inilah Gie banyak melakukan berbagai aktifitas, salah satunya mendirikan MAPALA UI (Mahasiswa Pencinta Alam) yang mana salah satu kegiatan terpentingnya adalah naik gunung. Kritikannya terhadap masa pemerintahan Soekarno terkadang membuat orang-orang yang membacanya cukup merah telinganya, belum lagi sikap sinis dan kekecewaannya terhadap teman-teman seangkatannya yang pada masa tahun 66 turun ke jalan untuk membela rakyat dan mengutuk serta mengkritik para pejabat pemerintah tapi kemudian ketika mereka lulus dan bekerja akhirnya berpihak kesana dan melupakan tujuan utama dari perjuangan sebelumnya..
Gie dimakamkan pada tanggal 24 Desember 1969, satu hari sebelum Hari Natal, di Taman Pemakaman Umum Menteng Pulo, namun (entah kenapa) dua hari kemudian kuburannya dibongkar dipindahkan ke Pekuburan Umum Kober Tanah Abang. Tahun 1975 ketika Gubernur Ali Sadikin membongkar Pekuburan Kober, makam Gie harus dipindahkan, namun pihak keluarga tidak setuju dan menolak memindahkan makam Gie ini. Akhirnya tulang belulang Gie dikremasi dan disebar di puncak Gunung Pangrango di Padang Suryakencana kalau tidak salah.
Perfilman Indonesia tampak semakin melaju dan mudah-mudahan bisa kembali menggapai cita-citanya untuk menjadi tuan rumah dinegerinya sendiri.
Betapa pun kontroversialnya film Gie ini (apalagi dengan adanya lagu Gendjer-Gendjer), tetap bahwa film ini telah menambah khazanah perbendaharaan film di dunia perfilman Indonesia. Saya percaya masih akan ada film-film controversial lainnya yang akan muncul.
“Halo ? … “
‘Ya ?’
“Hary ? … “
‘Yupe .., siapa nih ?’
“Teman lama .., masih inget ndak ? .. saya qweriquriqer”
‘Oh, hai .. apa kabar ? udah lama tidak terdengar sepak terjangnya’
“Baik, aku ada info nich .. katanya Mr. ……. mau bikin film judulnya Dr. Subandrio”
‘HAH ? .. serius ? .. waahh, menarik tuch .. let me know .. let me know .. saya daftar dech untuk ikutan dalam production teamnya’
“Siip, I know you are going to like it. I’ll update you”
‘Thanks’
Wednesday, April 12, 2006
Friday, April 07, 2006
Monday, April 03, 2006
Subscribe to:
Posts (Atom)