Wednesday, September 14, 2005

I miss thee ...
Pulang jam empat pagi karena ngerjain kawat yang harus segera dikirim ke Jakarta, jam tujuh sudah dibangunkan, jam delapan sudah di kantor lagi ..

Alhasil hari ini tiap kali diajak ngomong orang jadi bolot ..... doooooohhhhhhhhh....


16 hari menjelang ...

Tuesday, September 13, 2005

Kembali hari ini bangun kesiangan. Astaga mak .. ketika lihat jam sudah jam setengah sembilan kurang tiga menit dan sang atasan pun sudah jalan ke kantor. Ya sudah pasrah saja. Mungkin efek dari re-position everything in my room :).

Seharian ini ngerjain file, mainan di blog, friendster and YM. Sempat email-emailan dengan beberapa orang. Setelah itu jam enam latihan paduan suara di International School of Phnom Penh (ISPP) .. ahahahahahah .. finally join dengan Bella Voice 2005 dan dapat tempat di BASS ... hihihi, padahal kan berharap dapat tempatnya di Tenor seperti kawankuh Avin .

Latihan sampai jam delapan kurang seperempat dan ternyata ini untuk pentas natal nanti, duuh senangnya akhirnya bisa menyanyikan Christmas Carol. Anggota laki-lakinya cuman berempat. 2 di Tenor dan 2 di Bass.

Balik ke kantor dan ngerjain file lagi. Sampai saat ini sang atasan pun masih di kantor. Katanya sih lagi bikin kawat ke Jakarta untuk minta ijin meninggalkan negara akreditasi berhubung katanya (lagi) denger-denger beliau mau ke Jakarta tanggal 5 Oktober. Duuh .. ketemu lagi dong, padahal niat ingsun cuti itu untuk tidak bertemu sesaat dengan beliau.

Pengen ketemuan sama Roth malam ini tapi liat kondisi kayaknya ngga mungkin ...

Laparrrrrrrrrrrrrrrrrrr ....

17 hari menjelang ...
cinta tak sepenuhnya indah,
sejuta onak menanti,
seribu ilalang menghalangi,

cinta tak sepenuhnya indah,
sungai tak bermuara
berliku, melingkar tak berpangkal

cinta sepenuhnya indah,
dan cinta hanya untuk cinta ... ,

Monday, September 12, 2005

Bangun pagi seperti biasa dan nyiapin baju kerja karena tadi malam ruang baju dikunci oleh Madame Butler jadi ngga bisa ambil baju. Selesai mandi dan beresin kamar, segera turun ke bawah, hujan gerimis lumayan deras, minta antar Chan Tha ke kantor sambil mampir beli obat Madame Ambassadeur.

Sampai kantor kedinginan, hari ini karena hujan yang terus menerus, Phnom Penh terasa dingin sekali. Di kantor beresin file mulai dicicil tapi tetap masih jalan ditempat *sigh*.

Siang makan dikantor seperti biasa dengan menu nasi goreng, emping, buah dan air putih.

Sore ngantuk ampun-ampunan. Jam enam berangkat ke tempat les tapi mampir ke Western Union dulu karena perlu kirim dana. Pulang dari les terus ke tempat Lyna Ro, ambil pesanan The West Wing - Season 5.

Ke kantor sebentar, beresin meja, file dan matikan komputer terus buru-buru pulang. Ngga sabar mau nonton.
as love comes to an end,
I smile to an eternity
hope has gone
as the tears dry,
as I close my eyes
the pain is gone
peace be with me ..
satu janji teringkar
untuk menutup kelambu hati,
hanya asa yang
membiarkan sang cinta
menyelinap,
bertahta sejenak
kemudian berlalu
hanya kepedihan tersisa
tak kuasa sembunyikan
riak-riak kekecewaan,
asa memudar, perih menjalar
dijiwa meratap,
benamkan wajah dan berteriak,
menangis, ratapi diri ...
kini taman hati kembali usang,
gersang dan sekali lagi
tertutup kelambu jingga
sang penjaga hati ..

Sunday, September 11, 2005

Seharian ngga kemana-mana. Asli diam di rumah. Nonton TV, nonton film di DVD, tidur-tiduran. Pun kalau pergi cuman ke In-Style Spa aja, biasalah program rutin setiap akhir minggu.

Sore jam setengah enam ke kantor karena ada acara peringatan Isra-Miraj Nabi Muhammad SAW. Ngga ngikutin sepenuhnya acara karena yang ceramah orang Cham dengan bahasa Melayu yang .. ehm .. *maaf* .. bikin sakit telinga. So then alhasil photo-photo aja barengan ama Elvan, Gema and Nada.

Acara selesai jam sembilan, naik keatas mau matikan komputer dan turunlah hujan dengan sangat derasnya. Setelah hampir dua jam nunggu dikarenakan tidak reda juga, nekat pulang. Sampai rumah langsung mandi, beresin rak dvd, niatnya mau rubah posisi tata letak di kamar tapi berhubung malas alhasil tarik selimut, matikan lampu dan tidur ...

19 hari menjelang ...

Saturday, September 10, 2005

Mungkin karena dipaksakan akhirnya tadi malam tumbang juga. Pulang dengan badan sangat tidak enak dan tidak nyaman walaupun sempat ngobrol panjang lebar tentang cinta, kehidupan dan sebagainya di Salt Lounge bareng sama Kenneth Lauw, Satoshi Morita and Roth.

Bangun jam setengah sembilan pagi namun kerasa sekali badan ancur-ancuran alhasil tidur lagi dan baru bangun jam setengah satu siang. Abis itu langsung kerja bongkar barang. Maghrib hujan sangat besar dan acara bongkar membongkar terus melanjut dan diteruskan dengan makan duren sambil nonton Inaugurasi AFI. So happy because at least Anjar bisa jadi juara.

Jam setengah duabelas naik ke kamar, mandi dan ngelanjutin nonton The West Wing . Tidur...


20 hari menjelang ...

Friday, September 09, 2005

PERJALANAN SATU TAHUN

sebuah refleksi balik

Hari ini setahun yang lalu ..

Penggalan puisi yang tidak pernah selesai ditulis. Kalimat itu seperti biasanya tentu kalimat standar yang tidaklah istimewa, lain jika kalimat tersebut yang menulis adalah beberapa teman baik saya yang sangat – sangat handal dalam hal tulis menulis baik itu berupa puisi atau pun prosa ataupun artikel. Silahkan lihat di masing – masing blog milik Vinkeuh, Fandillah, Desy, ataupun Ucha.

Tanggal 9 September 2004 waktu itu adalah genap satu tahun saya bekerja disini, begitu banyak bentuk perjuangan yang sudah saya lakukan baik itu dalam moril maupun materiil, lahir maupun batin. Sebuah perjalanan yang tidak mudah, sebuah perjalanan yang bagi saya masih merupakan proses pendewasaan diri untuk bisa menjadi manusia yang lebih berdedikasi, berkomitmen, mengerti akan arti kesabaran yang sesungguhnya dan kebijaksanaan yang sejati.

Tiga bulan pertama bekerja dengan satu sistim baru, suasana baru dan ritme kerja baru, telah menghabiskan hampir 90 % dari waktu satu hari. Inilah pertama kalinya saya berkesempatan untuk bekerja dibawah sistim birokrasi yang diciptakan oleh apa yang disebut dengan aparatur negara. Aparat negara yang sehari-harinya berkutat dengan masalah hubungan luar negeri. Bukan hal yang mudah untuk beradaptasi walaupun mungkin saya punya kemampuan lebih untuk melakukan adaptasi namun tidak untuk kali ini. Saya harus jungkir balik menyesuaikan gaya, kultur dan ritme kerja saya.

Saya sudah lama meninggalkan dunia korporasi sejak saya gabung bekerja dengan salah satu LSM di Jakarta. Dari LSM itulah dimulainya kehidupan saya yang berkutat dengan kultur seni, budaya, sastra dan sejarah, diskusi, aksi dan juga tentunya perenungan-perenungan untuk mencapai langkah kehidupan yang lebih baik. Memang 5 tahun bukan waktu yang banyak, boleh dikatakan adalah waktu yang masih baru dan pendek tapi saya merasa sudah banyak mendapatkan ilmu dan menyatu dalam kehidupan bebas dunia freelance.

Ketika memutuskan untuk menerima pekerjaan yang saat ini saya lakukan, saya tidak berpikir bahwa kemudian masalah birokrasi para birokrat dapat membuat darah naik ke ubun-ubun, satu hal yang saya lupa untuk pelajari dan tanyakan sebelum keberangkatan saya. Alhasil, itulah yang terjadi, tiga bulan pertama saya harus jungkir balik, menahan semua emosi, mengontrol rasa marah yang acap kali muncul setiap kali saya harus berhadapan dengan sistim yang sesungguhnya sudah tidak jamak dilakukan di era globalisasi ini, namun kemajuan tinggal kemajuan, pada akhirnya kalau pun kita menuntut perubahan tetap harus melalui satu proses dan jika orang yang luar biasa dan berkuasa penuh mendukung perubahan itu, barulah hal tersebut dapat terjadi.

Adaptasi dengan atasan baru pun membutuhkan perjuangan yang tidak mudah, walaupun sudah mendapatkan gambaran seperti apa sesungguhnya sang atasan, tetap saya harus beradaptasi dan kemudian juga mengambil langkah-langkah yang sekiranya perlu diantisipasi. Tahap kedua setelah adaptasi dengan sistim, saya beradaptasi dengan sang atasan yang terkenal sebagai figur yang keras, workalholic namun juga banyak sisi baiknya. Sampai saat ini pun proses adaptasi, pendekatan kepada sang atasan masih saya lakukan walaupun mungkin tidak separah dulu. Seperti fenomena umum yang terjadi, jika sudah tahu selahnya maka akan mudah untuk mengerjakannya.

Bayangkan, tiga bulan pertama beradaptasi dengan sistim kerja, tiga bulan bulan kedua beradaptasi dengan sang atasan dan memasuki tiga bulan ketiga, adaptasi pada lingkungan kerja, kegiatan masyarakat Indonesia dan rekanan kerja. Bukan hal yang mudah untuk bisa langsung masuk pada satu lingkungan dan langsung diterima, tentunya ada banyak pro dan kontra yang terjadi apalagi omongan-omongan yang seharusnya dan sepatutnya tidak perlu diucapkan. Kecemburuan, kesirikan, sikut sana, sikut sini masih sering terjadi dan bukan hal yang jarang terjadi. Kesabaran, kebijaksanaan, pengontrolan emosi, penggunaan logika, langkah antisipasi yang lugas dan tegas merupakan hal-hal harus terus diasah dalam menghadapi semua itu.

Tiga kali tiga bulan berarti sembilan bulan. Ada duabelas bulan dalam satu tahun dan sudah tiga perempatnya saya habiskan untuk beradaptasi. Disela-sela itu tugas semakin banyak, kewajiban semakin bertambah sehingga dibutuhkan kekuatan mentalitas yang bisa memanage semua itu. Saya tidak mengatakan bahwa setelah sembilan bulan masa adaptasi kemudian saya menjadi seseorang yang bisa dikatakan sebagai orang yang dapat diandalkan. Saya hanya bisa mengatakan setelah sembilan bulan masa adaptasi, saya bisa lebih menikmati setiap hembusan napas, setiap jejak langkah yang saya lakukan. Menjadi orang yang diandalkan bukan hal yang mudah dan dibutuhkan mental yang kuat untuk bisa melakukan itu.

Satu hal yang pasti adalah memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rakhmatan yang diberikan oleh-Nya, atas segala limpahan rizki, taufik dan hidayah-Nya. Saya bersyukur bahwa Allah masih menyayangi saya, masih memberikan bimbingannya, masih menuntun acap kali jalan gelap terbentang didepan mata.

Satu tahun ini pun tak lepas dari campur tangan Bunda yang selalu acap kali saya ingin bicara selalu ada. Bunda yang selalu mensupport setiap langkah jejak yang saya lakukan dan Bunda yang tak pernah bosan memberikan nasihat, memperingati segala tindakan yang sekiranya merugikan dan juga yang tak pernah bosan memberikan cinta dan sayangnya.

Sore ini saya tersenyum dan menengadahkan muka saya menatap langit jingga, "Bapak, I wish you were here. I wish you could see me now. I could not be the one like now without you. You are my truly hero and idol. I love you. Till we meet again. May you rest in peace".

Perjalanan kerja masih panjang, baru duabelas purnama berlalu dan masih ada 24 purnama lagi yang harus dilalui dan saya percaya bahwa insya Allah kedepannya akan lebih mudah, lebih bijak dan lebih sabar. Masih banyak yang harus dibenahi, masih banyak yang harus dikerjakan, masih banyak yang harus dipenuhi. Namun dengan bantuan Allah dan seiring doa restu orang tua dan ikhtiar yang ikhlas, tulus dan tidak menuntut pamrih, segalanya insya Allah akan berjalan lancar. Amien.

Hari ini setahun yang lalu,


21 hari menjelang ...

Thursday, September 08, 2005

Kepala pusing karena tadi pagi bangunnya kaget. Selesai ngerjain surat jam satu pagi dinihari dan setelah memaksakan diri nonton serial favorit , jam tiga baru bisa memejamkan mata dan nyoba untuk tidur tapi yang ada malah balik kiri-kanan dan ganti posisi terus.

Alarm seperti biasa bunyi jam tujuh pagi dan I tried so hard to ignore it sampai akhirnya ketika sumone from the office called me about sumthing, MAK JENGGIRAT !!! .. loncat dari tempat tidur karena ternyata sudah jam delapan lewat limabelas menit saja. Ngga pake basa-basi terus langsung ke kamar mandi dan mandi. Keluar kamar sudah rapi.

Jam sebelas kurang sepuluh ke Raffles Hotel Le Royale untuk ngurus event ASEAN AMBASSADORS' LUNCHEON. Ketemu dengan Princess Sita, sambil nunggu tamu, ngobrol ngalor-ngidul. Jam 12 saatnya makan semua sudah hadir.

Makan siang di hotel karena as usual harus stand by. Ditemani oleh BPKRT dan Mas Kun.

Pagi matahari begitu menyengat sampai-sampai kalau tidak pakai sun glasses bikin kepala pusing. Pas siang hujan besar banget dan angin cukup besar, udara lumayan dingin. Kembali ke kantor setelah semua selesai.

Ngantuk ngga tertahankan.

22 hari menjelang ...

Wednesday, September 07, 2005

Hmm .. secara baru kemarin malam terima cd Christian Bautista dari Glo yang notabene datang dari Jakarta membawa cd tersebut plus dua bungkus rokok Djarum Super dan dua bungkus rokok Dji Sam Soe, so then most of the time itu cd berulang dan berulang terus ngga ada matinya.

Hari ini Phnom Penh hujan dari pagi dan suasana hati pun lagi runyam entah kenapa. Malas untuk mencari tahu pun menelusuri ada apakah gerangan ? whatever happens, let it happens.

Tadinya niatan mau beresin file yang sudah menumpuk dan menumpuk namun alhasil tidak ada, malah ngejogrog didepan komputer dan asyik ngutak-ngatik format laporan sambil mainan internet tentunya.

Makan siang sudah jam satu lewat. Nasi Rawon komplit .. duh jarang-jarang dapat menu Nasi Rawon berhubung bahan-bahan masaknya terbatas. Makan Rawon pake emping, duuuh nikmat banget yaak, persediaan emping segitu di-irit-iritnya takut tidak mencukupi sampai waktunya ada orang pulang ke tanah air dan bisa dititipi untuk beli emping lagi. Persediaan emping manis malah sudah ludes duluan (ini kok malah ngomongin makanan yaak).

After lunch rasa ngantuk menyerang teramat sangat sehingga mata ini benar-benar ngga bisa diajak kompromi lebih jauh lagi. Coba dengan matiin ac dan kemudian ngerokok, tetap aja. Well, what can I do to avoid it ? ya sudah nikmati aja tentunya.

Jam enam berangkat kursus. Dua kali tidak masuk kelas dan pelajaran pun tertinggal banyak. Jumat minggu lalu because of National Day-nya Vietnam lalu hari Senin karena ada jamuan makan malam di Wisma Indonesia so then I again am absent from the class.

23 hari menjelang ...

Tuesday, September 06, 2005

the way you look at me

no one ever saw me like you do
all the things that i could add up too
i never knew just what a smile was worth
but your eyes see everything
without a single word.

coz there's somethin' in the way
you look at me
it's as if my heart knows
you're the missing piece
you make me believe that there's nothin'
in this world i can't be
i never know what you see but there's
somethin' in the way you look at me.

if i could freeze a moment in my mind
it'll be the second that you
touch your lips to mine
i'd like to sop the clock
make time stands still
coz' baby this is just the way
i always wanna feel.

coz' there's something in the way
you look at me
it's as my heart knows
you're the missing piece
you make me believe that there's nothin'
in this world i can't be
i never know what you see but there's
something' in the way you look at me.

i don't know how or why.
i feel different in your eyes
all i know is it happens every time.

coz' there's something in the way
you look at me
it's as if my heart knows
you're the missing piece
you make me believe that there's nothin'
in this world i can't be
i never know what you see but there's
somethin' in the way you look at me.

the way you look at me
24 hari menjelang ...

Monday, September 05, 2005

Start working as usual. Duuh bakalan penuh schedule minggu ini. Tadi ke airport jemput Komandan PasPamPres yang diundang datang ke Kamboja oleh Komandan PasPamPM. Dari airport langsung ke Wisma untuk ngurus dinner karena sitting dinner.

Setelah urusan dinner kelar, ke kantor untuk ambil surat-surat yang belum diproses then after that ngobrol sama Roth sampai jam setengah dua pagi terus dilanjut ...

Pulang sampai rumah jam 3. Ngantuk, cape tapi kok bawaannya mau smile terus.

25 hari menjelang ...

Sunday, September 04, 2005

Asli tidur seharian dan cuman berkutat dikamar dengan nonton TV dan sms-an.

26 hari menjelang ...

Saturday, September 03, 2005

Seharian dirumah. Nonton The West Wing -- Season 4. How I love the way Sam Seaborne working. I admire CJ. Cregg and I hate the snobbish style of Toby.

Hari ini adalah my first year anniversary di Phnom Penh. I came to this city a year ago on September 03rd, 2004 jam 17.20. So many things have happened and so many things have changed.

Nonton Grand Final AFI 2005 .. finally Ade dari Manado berhasil menjadi juara. Syukurlah .. at least not Bojes yang jadi juara.

27 hari menjelang ...

Friday, September 02, 2005

Hari ini libur. Try not to go the office.

Datang ke acara Ambassador's Secretaries of ASEAN++ Friendship Dinner di Palm View Cafe, Hotel Phnom Penh. Yang jadi host Naroat dari Embassy of USA.

28 hari menjelang ...

Thursday, September 01, 2005

Biasanya bisa sabar tapi nggak tau kenapa belakangan ini jadi malah ngga karuan. Tidak ter-organize dengan baik segala sesuatunya.

Tadi datang ke National Day-nya the Socialist Republic of Vietnam. Cuman ketemu dengan Nguyen Giang, ternyata he did not invite others secretaries from other embassies so I was so surprised when I knew that. Well, may be because he is new in Phnom Penh and the one who always be around whenever he needs an assistance is me. :)

I did enjoy the party. I was a little bit tipsy.

29 hari menjelang ...

Monday, August 29, 2005

MALAM SYUKURAN HUT KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE 60

Mengakhiri rangkaian kegiatan menyambut / memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 60, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh mengadakan acara Malam Syukuran 60 tahun Indonesia Merdeka dimana pada kesempatan itu pun diadakan pembubaran panitia untuk segala jenis kepanitiaan sehubungan dengan acara menyambut / memperingati 60 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sudah dari jauh hari ditetapkan bahwa acara akan dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2005 dari mulai pukul 17.00 sampai dengan pukul 21.00 dan bertempat di auditorium Pannasastra University. Dikatakan pula bahwa yang akan hadir kemungkinan mencapai sekitar 300 orang, mengingat pada saat itu terdapat tamu dari Masyarakat Indonesia di Ho Chi Minh City, Vietnam.

Persiapan yang dilakukan boleh dikatakan sistim ekspres dimana semuanya dikerjakan dengan sistim gotong royong. Koordinasi sana, koordinasi itu, koordinator anu bicara dengan koordinator ini untuk menyelesaikan itu.

Setelah itu diadakanlah rapat akhir pada hari Kamis (kalo ndak salah) untuk membicarakan semuanya. Hampir semua pihak terkait ikut hadir. Untuk kegiatan yang satu ini dikarenakan kesibukan mengurus untuk acara ASEAN Ambassadors’ Working Luncheon dan trip ke Bangkok maka saya untuk kali ini tidak involve banyak dan hanya sejauh sebagai pengisi acara saja.

Pada kesempatan kali ini, Atase Pertahanan RI di Phnom Penh berhasil mendapatkan sponsor untuk mendatangkan artis ibukota sebagai pelepas rindu bagi para warga Indonesia yang sudah lama tidak mendengarkan lagu-lagu Indonesia terbaru secara live. Tentunya pihak lokal yang dalam hal ini adalah kami-kami yang ada di Phnom Penh tidak mau kalah tampil sehingga bergiatlah kami pun berlatih untuk nanti bisa tampil satu panggung dengan artis – artis ibukota yang tentunya sudah punya nama.

Para artis datang pada hari Jumat malam, dijemput oleh perwakilan staf diplomatik dari KBRI Phnom Penh plus saya yang mewakili Duta Besar karena beliau ada acara dan rekan-rekan dari protokol dan juga kantor Athan. Dari airport langsung menuju hotel dan langsung diacarakan makan malam bersama Duta Besar. Senang juga ternyata di rombongan tersebut ada Kang Acan yang ternyata adalah partnernya my beloved sista Mbak Vita. Alhasil kita asyik ngobrol-ngobrol dan saling berbagi cerita.

Sabtu pagi bangun kesiangan. Jam sepuluh sampai di Auditorium untuk Gladi Bersih ceritanya. Tunggu punya tunggu alhasil baru mulai gladi bersih pukul 11 siang dan para artis pun mereka check sound baru sekitar pukul satu.


Image hosted by Photobucket.com


Bersama Cici Faramida. Gladi Bersih Malam Syukuran HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 60.

Image hosted by Photobucket.com


Bersama Siti KDI. Gladi Bersih Malam Syukuran HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 60.


Acara diawali dengan hujan lebat yang mengguyur kota Phnom Penh namun Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Pukul 19.00 rangkaian acara hiburan pun dimulai dengan dibuka oleh permainan gamelan para ibu-ibu Dharwa Wanita Persatuan dan ibu-ibu Masyarakat Indonesia di Kamboja.

(photo menyusul)


Gamelan selesai, maka tarian Sukaretna yang ditarikan oleh tiga anak Indonesia menempati rangkaian acara berikutnya. Lucu juga lihat anak-anak menari.

(photo menyusul)


Setelah itu Rebana dengan lagu melayu dibawakan oleh PERMIKA.

(photo menyusul)


Angklung yang merupakan alat musik tradisional dari Jawa Barat pun dimainkan oleh gabungan tim remaja dan KBRI dengan membawakan dua buah lagu Jawa yaitu Cublek-Cublek Suweng dan Gundul-Gundul Pacul.

(photo menyusul)


Selesai angklung maka band remaja pun dengan vokalis anak-anak menghibur para undangan yang hadir dengan lagu I have a dream dan Benderaku (eh judulnya bener ngga yaa ? pokoknya yang syair .. berkibarlah bendera negeriku .. berkibarlah ….).

(photo menyusul)


Band anak-anak selesai dilanjutkan dengan anggota Brigade 911 Kamboja menyanyikan lagu Bengawan Solo, lalu saya menyanyikan Manuk Dadali (yang protes bayar !!!) dan ditutup dengan lagu tradisional Khmer yaitu Arappia.

(photo menyusul)


Usai sudah rangkaian acara pembuka. Acara dilanjutkan segera dengan acara utama yaitu hiburan dari artis ibukota.
(photo menyusul)


Disela-sela giliran naik panggung. Saya yang semenjak ikut blog jadi narsis karena ketularan teman-teman saya blogger yang lain (hayoooo ngaku siapa yang narsis ???) pun akhirnya kembali photo dengan para artis pendukung .. cieeeee …

Image hosted by Photobucket.com
Dengan Cici Faramida, Malam Syukuran HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 60

Image hosted by Photobucket.com

Dengan Siti KDI, Malam Syukuran HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 60

Setelah mengambil photo ini, saya baru teringat ucapan sobat saya yang waktu itu saya cerita bahwa akan ada Cici Faramida dan Siti KDI datang ke Phnom Penh dan dengan semangat perjuangan 45 dia bilang kalo gue harus photo karena waktu dia lagi belajar di London dan ada acara di KBRI London yang mendatangkan Ikke Nurjanah, dia photo lhoo bersama Ikke Nurjanah J.

Selesai acara tentunya kami berphoto ria kembali di panggung.

Image hosted by Photobucket.com