Friday, November 18, 2005

TAHUKAH ANDA ?

Gouverneurs Generaal van Netherlands Indie

PIETER BOTH (1609 - 1614)

Tanggal lahir bahkan tahun kelahiran dari Pieter Both tidak diketahui pasti (sekitar tahun 1568 ?), tetapi yang jelas beliau lahir di kota kecil Amersfoot. Masa kecil Pieter Both juga tidak diketahui. Yang diketahui pasti adalah dia berdagang di Italia dan mempunyai perusahaan disana. Perjalanan pertama Pieter Both yang diketahui dilakukan pada tahun 1599 dengan empat kapa mewakili perusahaan Nieuwe of Brabantsche Comapngnie dari Amsterdam menuju Indonesia. Dia kembali pada tahun 1601 degan dua kapa yang penuh muatan.

Tidak lama setelah pulang berlayar, para pedagang yang bergabung dalam Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) meminta dia untuk tinggal di Hindia Belanda sebagai Gubernur Jenderal merangkap juga sebagai Konsul Dagang, dengan tujuan untuk mengorganisasi kebutuhan perusahaan menjadi lebih baik. Akhirnya pada tahun 1609 Pieter Both menjadi Gubernur Jenderal Pertama VOC di Hindia Belanda (Indonesia). Mengapa para pedagang tersebut memilih Pieter Both tidaklah jelas, yang pasti pada tahun 1610 Both berlayar dengan armada yang terdiri dari 8 kapal, dan sepuluh bulan kemudian, pada tanggal 19 Desember 1610 mendarat di Banten, Jawa Barat.

Image hosted by Photobucket.com

Tugas pertama Both adalah mencari tempat yang cocok untuk berlabuhnya kapal dan juga lokasi yang bakal menjadi pusat pemerintahan VOC. Tugas selanjutnya adalah mngatasi korupsi yang selama ini dilakukan oleh para pedagang VOC dan memastikan monopoli rempah-rempah di Maluku jatuh ke tangan VOC. Akhirnya Both menjadikan Maluku sebagai pusat perdagangan, sementara untuk kantor dan pelayanan administrasi dipusatkan di Jawa. Alasannya adalah persediaan pangan lebih melimpah di Jawa dibandingkan di Maluku. Sejarah membuktikan bahwa memang akhirnya pulau Jawa mempunyai kedudukan yang strategis selama penjajahan Belanda di Indonesia. Both membangun sebuah kantor di kota Jayakarta, kemudian menjalin kontrak dengan raja-raja Maluku, membuat perjanjian dengan Timor yang saat itu sudah dijajah Portugis dan menaklukan Tidore.

Pieter Both berhenti menjadi Gubernur Jenderal dan digantikan oleh Gerard Reynst pada tanggal 6 November 1614. Tanggal 2 Januari 1615 dengan menaiki kapal "Banda"sebagai kapal komando, Both meninggalkan Banten dengan armada yang terdiri dari empat kapal membawa muatan senilai 4.5 juta Gulden, tetapi Both tidak pernah sampai tujuan. Pada tanggal 6 Maret 1615 kapalnya karam diterjang badai di lepas pantai Mauritius, Both berusaha mencapai pantai tetapi akhirnya tewas sebelum mendarat di pantai. Untuk mengenang namanya, sampai sekarang nama Pieter Both dipakai sebagai nama salah satu dataran tinggi di Mauritius dengan nama Pieter Bothberg.

Disarikan dari berbagai sumber dan dirangkum oleh Hatmanto Sri Nugroho.

Wednesday, November 16, 2005

KALKULATIF

Entah hari ini tiba-tiba aja inget dengan pengalaman sekitar dua tahun yang lalu, pada saat itu I was unemployee, beneran jobless less less yang pekerjaan hanya bergantung kepada event-event yang berkenan hiring me as their Floor Director or Artist Coordinator.

Pada saat itu saya lagi berhubungan katakanlah dengan A. Kita bertemu dalam satu kesempatan biro iklan melalui internet (duuhhh … you can see how desperate I am), setelah melalui beberapa periode kirim-kiriman pesan dan kemudian bertukar nomer handphone lalu saling kirim sms akhirnya diputuskan untuk bertemu.

Pada dasarnya dia orang baik, masih muda dan penuh dengan pemikiran-pemikiran yang terkadang pun membuat saya amazed dengan segala pertanyaannya. Dia masih berstatus mahasiswa dan sedang giat-giatnya belajar pada waktu itu. Anyway, kemudian setelah beberapa kali pertemuan, akhirnya diputuskan bahwa kita menjalin hubungan (cieee bahasanya … ngga kuat!). Segala sesuatu berjalan cukup lancar pada awalnya … PADA AWALNYA .. dan kemudian terjadilah tragedi yang membuat semuanya buyar dan akhirnya mengembalikan saya pada posisi bahwa tidak lagi mau percaya pada diri sendiri tapi bukan itu yang ingin saya ceritakan, saya hanya ingin menceritakan tentang sesuatu yang selalu membuat saya tersenyum dan bersyukur atas apa yang ada pada diri saya sekarang ini.

Dia meninggalkan saya tanpa memberitahu sebab musababnya, itu pun saya tahu dari sahabat terbaik saya yang kebetulan saat itu melihatnya dan bertanya padanya … jadi ceritanya begini :

Suatu sore di salah satu Plaza di bilangan Jakarta Selatan, rencananya saya dan sobat terbaik saya itu ingin minum teh berhubung memang kondisi keuangan sangat mencekik dan akhirnya kita harus berhemat tapi tanpa mengurangi rasa ingin ketawa bareng-bareng dan saling tukar cerita, akhirnya kita keukeuh untuk tetap menjalankan tradisi minum teh kita itu sambil menggussip berita seputar teman-teman kita.

Pada saat itu I only had around 15 thousands rupiah kalo ngga salah, setelah dihitung-hitung maka kalo masih mau ada sisa dan untuk survive besok maka saya hanya bisa beli teh hangat saja tanpa yang lain-lain. Pada saat saya mau pesan that hot tea itulah saya lihat A dengan seseorang berjalan dan terlihat sangat intimate. Saya tidak mau berprasangka apa pun tadinya, saya hanya mikir, katanya dia mau belajar karena ujian dan sekarang kok dia ada di Plaza ? so then begitu my good friend kembali dari toilet, I told her tentang A ini …

D : “Orangnya dimana sekarang ?”
H : “Tadi sich jalan ke arah food court”
D : “Okay, you stay here and I found out what’s actually been going on”
H : “Okay.”

So pergilah D mencari A di area food court. Sambil menunggu D kembali, saya duduk dan mulai merokok sambil tentunya meniup-niup the hot tea yang entah kenapa kok hari itu rasanya panas banget.

Sepuluh menit kemudian datanglah D dan teh saya itu belum juga dingin.

D : “I think it’s better for us to move, I mean not sitting here”
H : “Why ?”
D : “Because I told A that I am not with you and I don’t want A to see you”

Walaah, ngga berusaha untuk jadi orang pelit tapi mengingat I have spent half of my money that I have untuk beli teh hangat dan duduk-duduk santai sambil ngobrol ngalor ngidul dan sekarang harus pindah gara-gara A.

H : “Gini yaa, I am not trying to be calculative but I have spent half of my money untuk beli this hot tea”

Dan dengan bodohnya saya minum pula teh panas itu dengan tergesa-gesa yang mengakibatkan lidah saya melepuh dan bibir saya panas serta mulut saya seperti naga yang baru saja mengeluarkan semburan apinya.

Lalu kita pindah dan D menceritakan hal ihwal tentang siapa yang bersama A dan juga hubungannya dengan saya.

Until now I still remembered tentang itu semua, anytime I talk with D melalui sms, telpon ataupun waktu ketemu kemaren waktu saya pulang ke tanah air the quote of “I am not trying to be calculative” selalu aja terselipkan dan kita berdua terbahak-bahak.

Kalau tadi diatas saya tidak ingat alasannya kenapa saya tiba-tiba teringat pengalaman dua tahun itu, now I remember .. karena saya hanya punya uang USD 10 dan malam ini ada undangan ajakan minum kopi bareng dengan beberapa teman-teman dari kedutaan asing lain. Saya cuman takut bahwa nanti setelah pesan kopi dan lain-lain tau-taunya harus pindah tempat lagi … oh noooooooooooooooo … tidak untuk kedua kalinya mulut saya harus berkorban lagi.

Thursday, November 10, 2005

dan kusapa pagi ini dengan penuh senyuman,
semoga hari ini semuanya berjalan baik dan lancar
sesuai apa yang diharapkan ..

doa ketika bangun tidur

Wednesday, November 09, 2005

SHALAT ...

sebenarnya ngga ada yang istimewa, cuman aja entah kenapa tiba-tiba tadi malam kok begitu selesai mandi, saya langsung ambil air wudhu dan melaksanakan shalat Isya. Ada kerinduan untuk bisa bincang-bincang dengan Yang Maha Besar, Yang Punya Hidup, Gusti Panutan umat manusia. seperti tadi pun ketika lupa tidak melaksanakan Dzuhur dan Ashar dan baru ingat pada saat Maghrib, seperti ada dentuman genderang yang membuat dada sesak dan merasa bersalah tak berkesudahan. bukan sesuatu yang berlebihan tapi inilah sesungguhnya yang saya rasakan. maksud saya menulis ini pun bukan untuk riya ... tapi sekedar mengeluarkan apa yang ada dalam pikiran semata ...

terus terang aja, dalam shalat saya tidak meminta macam-macam, saya masih ingat salah satu ajengan pernah berkata pada saya bahwa sesungguhnya yang mulia pada setiap shalat fardhu adalah mengucapkan puji syukur yang tulus kehadirat Illahi Rabbi atas segala yang telah diberikan kepada kita karena sesungguhnya Dia Maha Mengetahui yang terbaik untuk diri kita

karena (lagi-lagi) kata ajengan saya, kalau mau minta ada waktunya sendiri yaitu pada saat shalat hajat atau shalat tahajud.

saya ingat beberapa tahun lampau ketika setiap kali bulan Ramadhan tiba maka tugas keluarga yang dibebankan kepada saya pun saya jalani, ... jaga toko parcel! .. sehari-hari selama menunggu toko itu saya ditemani oleh teman keponakan saya, sebut saja Y. saya tahu dari gelagat dan tingkah lakunya bahwa Y itu sebenarnya bukan orang yang taat beribadah atau bisa melafalkan ayat-ayat Illahi seperti ustadz jeffrey melantunkan kalam-kalam Illahi, .. tidak ... ! .. Y adalah seseorang yang cukup logis dan hedonis. naaah, yang bikin saya heran adalah ketika beberapa saat menjelang hari raya, Y ini mendadak rajin sekali menjalankan shalat lima waktu, terus mendadak rajin puasa (biasanya dari rumah saur tapi begitu sampai toko langsung bikin kopi panas dan menikmatinya dengan sebatang djarum super) bahkan begitu selesai sahur tidak langsung tidur tapi mainan hp untuk menunggu adzan subuh. saya dan keponakan saya tercengang-cengang melihat itu semua. puji syukur bahwa Allah telah membukakan matanya untuk dia.

setahun setelah kejadian itu, saya pulang ke bandung untuk berlibur sesaat dan bertemulah dengan keponakan saya, .. lalu saya bertanya mengenai Y ini, keponakan saya yang saya tanya hanya tersenyum dan yang lebih mencurigakan lagi adalah senyuman itu adalah senyuman melecehkan .. jadilah sebuah tanda tanya besar ...

lalu saya iseng menelpon Y dan saya bilang saya lagi di bandung dan kalau ada waktu mungkin we can have coffee together for the old time sake ... dan jawabannya adalah .. Om, gw sibuk, next time better kali yaa ...

agak terkejut juga saya, lalu saya cerita pada keponakan saya itu, ... keponakan saya tertawa terbahak-bahak, lalu berceritalah dia .. bahwa dulu itu Y mendadak alim karena dia lagi ingin memikat hati seorang gadis pujaannya ... lalu Y itu pun dalam setiap shalatnya selalu berdoa semoga Allah mau membukakan pintu hati si gadis untuknya semata ...

Gubrak .. gubrak .. gubrak ... !!! ... gantian saya yang bengong ...

well, bukan hal yang aneh tentunya .., tapi yang saya sesali adalah ketika semua telah dimakbulkan oleh-Nya ... kembalilah Y menjadi Y yang dulu ...

duuh Gusti kulo nyuwun pangampuro ... mudah-mudahan ini tidak pernah terjadi pada saya. saya tahu bahwa saya masih lalai menjalankan setiap perintah lima waktunya, terkadang dilaksanakan, terkadang tidak, namun saya berusaha untuk selalu mengucap syukur atas segala rahmatan dari-Nya hingga saya bisa kembali bangkit dan meraih kehidupan yang lebih baik dan lebih baik lagi ...

so ... shalat anyone ?
entahlah
sudah berjuta kata coba kurangkai
sudah berjuta huruf kujalin
namun semua seolah hilang
lenyap tak berbekas

bagai dentuman genderang kekecewaan
bertalu tak henti
menghujat diri, meramaikan pasar malam kebodohan
yang kini kujalani

tak lagi ada asa untukmu
tidak untuk satu titik pun

entahlah
sudah berjuta kata coba kurangkai, kujalin
namun ...

dentuman kecewa itu terlampau keras
menghantam tembok sang maha diraja kekecewaan

sakit namun itulah kejujuran
aku tak tahu lagi kebohongan apa yang kan kudengar
....

Tuesday, November 08, 2005

LEBARAN ...

Lebaran tahun ini nampaknya berlalu seperti tahun lalu. Nothing special happens, dan yang lebih menyayat hati adalah inilah untuk kedua kalinya Lebaran di negeri orang dan hanya bisa mendengar melalui telepon suara-suara hingar-bingar ketika menelepon teman-teman atau sanak saudara yang lagi asyik berkumpul.

Kalau ditanya ngapain aja Lebaran kemarin. Well, here goes the story ..
Malam Takbiran ngga kemana-mana, stay at Wisma dan ikutan bantuin Ibu KRT dan Juru Masak bikin persiapan untuk open house di Lebaran hari kedua. So, setelah bantu-bantu, I went directly to my room and continued reading Senopati Pamungkas I that written by one of my favorite author Arswendo Atmowiloto.

Di hari Lebaran yang jatuhnya sama dengan Lebaran di Tanah Air yaitu tanggal 3 November 2005, jam enam sudah dibangunkan oleh Ibu KRT terus langsung mandi dan turun kebawah sambil menunggu saatnya berangkat shalat Ied. Nyatanya Ibu KRT dan Juru Masak belum mandi dan bersiap-siap, alhasil duduk dengan manislah gue di dapur menikmati kopi dan roti.

Jam tujuh kurang seperempat berangkat ke Mesjid Toul Tom Pong dengan Tuk-Tuk. Tahun ini berhubung supir Wisma Indonesia hanya satu yang dinas maka para kawula dalem harus menggunakan tuk-tuk untuk berangkat shalat Ied.

Ketemu dengan beberapa masyarakat Indonesia yang juga akan melaksanakan shalat Ied. Suasana Lebaran sama sekali tidak terasa, entah kenapa kok rasanya hambar dan biasa aja walaupun alunan takbir, tahmid dan tahlil terus dikumandangkan. Om Dubes dan Tante datang ketika shalat hendak dimulai .. ehm, ini sudah menjadi satu hal yang biasa bahwa Duta Besar Indonesia selalu datang tepat waktu alias mepet, padahal sudah diberitahu bahwa harus datang lebih pagian karena hampir semua masyarakat muslim di Phnom Penh akan shalat Ied di Mesjid Toul Tom Pong mengingat Mesjid Besar Boeng Kok terkena imbas banjir dari danau di belakang mesjidnya.

Selesai shalat terus seperti biasa salam-salaman mohon maaf lahir batin, balik ke Wisma, terus melanjutkan sarapan yang tertunda setelah itu terus di kamar ngelanjutin baca lagi. In between telpon ke Indonesia, ngomong sama Bunda dan saudara-saudara yang lagi ngumpul dan tampaknya ramai sekali. Ada perasaan miris tapi I know that I may not regret for what I have decided waktu dulu ngambil kerjaan ini. I tried to keep thinking positive dan nampak susah beneur. Sore keluar sebentar setelah itu bantu-bantu lagi di dapur buat acara besok open house.

Jam duabelas malam masih cekikikan di dapur barengan sama Ibu KRT dan Juru Masak, mungkin this is the only hiburan yang bisa gue rasain untuk bisa ngilangin rasa kangen ngumpul dengan keluarga pas Lebaran.

Siang waktu telpon Bunda, she's so fine terus telpon gue kasihin ke Ibu KRT, begitu selesai ngomong sama Bunda dan telpon sudah ditutup, Ibu KRT bilang "Bunda tadi bilang pengen nangis soalnya udah dua kali Lebaran si Ragil ndak dirumah" .... aduuuhhh ... I am speechless.

Hari kedua Lebaran adalah Open House untuk masyarakat Indonesia yang ada di Kamboja. Sesuai jadwal bahwa Open House adalah pukul 11.30 sampai dengan pukul 16.00. Acara hari itu terbagi atas dua, satu untuk masyarakat Indonesia kemudian jam 18.30 - 20.30 adalah resepsi diplomatik untuk para kepala perwakilan negara asing / organisasi internasional.

Seperti biasa, acara berjalan dengan lancar. Tamu mulai berdatangan jam setengah duabelas dan sebagian besar datang setelah selesai Shalat Jumat. Jam tiga sore boleh dikatakan acara open house untuk masyindo sudah selesai. Langsung beres-beres untuk acara berikutnya jam setengah tujuh, setelah koordinasi dengan pihak dari Le Royale, gue segera bergegas untuk mandi dan ganti kostum tentunya.

Seperti yang terlihat dibawah ini ... hihihihi ...

Image hosted by Photobucket.com

kombinasi antara silk kamboja dan kain parang jawa ...

Wednesday, October 26, 2005

SMS

I don't know where u r now, I'm not even sure where I am now n just as uncertain as future has always bn, I don't know where I'll b or if we ever b in d same place. But4sure like I've bn all this time, I'd b undstanding of ur choice, given the fact I'm not certain thing. That's y I've bn sincerely letting u go w/ ur choice all this time. I just want u 2 have TRUE happiness n whatever's best 4 u, no lip svice. Yg bahagia ya, heart. I'll fondly think of u.

from i love you

SMS

I remain what I am now, what I was then, what I used to be. But I cannot hide the dissapointment to see you not getting better in managing your own life. Time has passed and the limit is approaching. God knows how I love and care so much of you but life continues and I won't waste my time anymore in uncertainties. You're always special, only that we're no longer living in the same world. I love u still n I won't deny that.

my reply

SMS

Things made me feel spc4u. Things change n so does each of us. It's okay if I'm no longer spc4u - as now even I wudnt cnsdr myself spc either. This is me at d present; notd1 who once u felt cmftble being w/ or may b no longer even s'1 u feel strongly cnncted2 - but I wudnt deny that this is how n where I am now. Just dont u hesitate2b true2urself n admit what u feel, dear - 4 I still want only happiness4u, wherever u find it. :-) Love, = D filthy me =

from i love you

Tuesday, October 25, 2005

WHAT PATTERN IS YOUR BRAIN ?

Your Brain's Pattern
You have a dreamy mind, full of fancy and fantasy.You have the ability to stay forever entertained with your thoughts.People may say you're hard to read, but that's because you're so internally focused.But when you do share what you're thinking, people are impressed with your imagination.

PERJALANAN PULANG II ...

hari sabtu bangun jam delapan pagi walaupun rasanya masih ngantuk (padahal kan kalo cuti itu halal hukumnya bangun siang .. yaaa nasib karena kebanyakan acara). hari sabtu dimulai dengan sarapan terus udah gitu sama desy jalan ke tempat mbak didiet, kakakku yang paling tua, it's been ages kayaknya ngga pernah ke ciputat lagi, begitu memasuki kompleks perumahannya, bergantian dalam pikiran semua kejadian yang pernah terjadi di kompleks itu. gimana yaa orang-orang sekarang ?
sampai di tempat mbak didiet, numpang makan siang, menu andalan sayur asem bumbu munik, how i love it so much especially dengan kacang merah ... ditambah dengan emping, sambal dan lalapan .. duuuhh berat badan yang sudah 85 kg ini tidak diperdulikan lagi dech pokoknya.
selesai makan siang, kudu harus jalan dengan segera karena harus ke pim 2 untuk ketemuan dengan anak-anak gelang putih jakarta.
well, ternyata pim 2 tidak senyaman pim 1 yang mana sekarang ini pim 1 ngga dingin tapi cenderung hangat. ketemuan juga sama andy temannya desy terus bertiga ngobrol di regal kafe setelah selesai dengan anak-anak gelang putih jakarta.
jalan ke sumenep untuk ketemu sama tante nani, disana makan rawon lagi bikinan yu rat .. duh yang namanya masakan indonesia bener-bener dipuas-puasin, sambil ngobrol sama tante nani, sama indra dan juga sambil nungguin desy yang nganterin andy ke kost-nya.
setelah dari sumenep terus menuju ke kebon sirih ketempat ketemuannya para blogger. thanks to cano yang udah membantu mengkoordinir dan akhirnya bisa ketemuan dengan sebagian blogger. ada cano, ada kang dq, ada rio, ada baskin, ada ko aldie, .... sebenernya sich banyak yang ditunggu tapi sebagian ngga bisa, too bad .. ya udah ...

Image hosted by Photobucket.com
ehm .. ada yang tersenyum simpul menatap kamera ...
Image hosted by Photobucket.com
pssstt .. ceu, tau ndak ... jadi waktu gue smp itu yaa .. gue pernah .... temen gue lhoo ...
ah, masa sich ? .. jadi jij udah dari dulu yaaa ....
Image hosted by Photobucket.com
cano mana yaa ? ...
habis ketemuan dengan para blogger, kemudian melanjut ke hot planet untuk ngupi-ngupi sebentar dengan cathy and truly terus pulang dan tidur karena besok pagi ke bandung.

Friday, September 30, 2005

PERJALANAN PULANG ...

bangun jam tujuh, itu pun dibangunkan oleh KRT. buru-buru mandi, menikmati sarapan walaupun tidak habis, minum kopi dan naik keatas untuk pamitan dengan om dubes.

diantar chan tha ke airport, check-in, ngurus over-weight, pamitan sama bu kun dan chan tha dan segera naik keatas, masuk loungenya bangkok airways, sambil nungguin boarding baca buku sambil minum kopi. jam sembilan masuk ke pesawat dan dada makin ngga karuan rasanya, too excited kayaknya.

pesawat berangkat tepat waktu, tiba jam setengah sebelas terus ngurus barang lagi di counternya kuwait air, abis itu nungguin waktu jam dua belas, boarding setengah satu dan diperiksa pula satu-satu, halaaaahhh ...

jam setengah tiga sampai di jakarta, duuh senangnya, dijemput sama desy di airport, baru keluar dari tempat imigrasi dan lainnya sekitar jam empat kurang, langsung menuju ke sumenep 17 untuk kasih titipan, makan rawon sebentar disitu terus langsung ketemuan avin di plaza indonesia, duduk di coffee bean terus udah gitu muncul fandy dan ngga lama kemudian muncul calvin.

dari plaza indonesia terus ke utan kayu untuk liat pameran lukisannya okky, anak lontar. ngga ketemu siapa-siapa, dari situ terus ke kts untuk ketemu sama brahm dan leo. abis itu terus ke hotel dan tidur karena plan untuk hari sabtu sudah tersusun sedemikian padatnya.

Thursday, September 29, 2005

Well ... pernah ndak punya perasaan senang, gembira, sedih, khawatir, panik, deg-deg-an ndak jelas, ingin senyum terus ... dan semua perasaan itu jadi satu ? ... rasanya jantung memompa darah terlalu cepat terkadang atau malah terlalu lambat ke seluruh penjuru tubuh ...

Duuuhhh ....


kurang lebih 22 jam menjelang ...

Tuesday, September 27, 2005

07.00
Seperti biasa alarm bunyi, nyalain tv dan RCTI sedang asyik menggussip pagi-pagi. Tidur lagi sebentar dan bangun jam 07.45.

08.00
Sudah siap untuk berangkat kerja. Turun, minum kopi dan orange juicenya terus berangkat kantor.

08.15
Sampai di kantor segera beberes. Banyak banget yaak yang mesti dikerjakan terus udah gitu ternyata cuman sendirian ngerjainnya. I need help. Mungkin minta tolong Chan Tha sore ini buat nyelesaiin semuanya. Besok rencananya ngga ada di kantor soalnya mau nganterin temannya Tante Nani yang lagi berkunjung ke Phnom Penh. Duuhh .. Nyonya Dubes ngga ada kok jadinya saya yang ketempuhan nganterin yaakk ? ... hihihihi .. berasa jadi ibu-ibu anggota Dharwa Wadon ....

09.00
Pak Dubes datang. Ngobrol sebentar di ruangannya.

10.00
Pak KOP, Pak BPKRT dan Mas Kun dipanggil.


3 hari menjelang ...

Friday, September 23, 2005

11.00
Pak Suryo masuk ketemu dengan Bapak.

12.00
Masuk ke ruangan Bapak, kasih surat yang harus ditandatangan setelah itu remind him untuk Shalat Jumat.

12.20
After Bapak berangkat Shalat Jumat, I went to my room, locked it and went directly downstairs. Ke mesjid barengan sama Kangmaskoe and dilanjut dengan santap siang dirumah Kangmaskoe seperti biasa kalau setiap hari Jumat.

14.30
Kembali ke kantor, hujan besar, siapin uang untuk bayar tiket, telpon Chan Tha minta diantar ke tours and travel.

16.00
Kembali ke kantor. Beresin meja, beresin file-file yang harus dibawa pulang. Malam ini ada Sitting Dinner untuk 20 orang di Wisma.

16.45
Tang-Ting-Tung selesai. Tiket sudah okay, hotel sudah confirm. Semua sudah set. Okay ... BANGKOK HERE I COME AGAIN .... *browsing .. browsing .. cruising .. cruising .. shopping .. shopping ... * ... :D :D :D

SAMPAI JUMPA LAGI YAA TEMAN-TEMIN PADA HARI SELASA ... I will leave for Bangkok tomorrow morning and be back on Monday evening .. soalnya disini hari Senin hari libur nasional Kamboja ... :) ....
07.00
Alarm bunyi. Matiin AC dan tidur lagi.

07.47
Bangun ... JENGGIRAT karena sudah hampir jam delapan. Doooohh rasanya mata masih ada gajahnya. Buru-buru mandi.

08.10
Keluar kamar, turun kebawah, minum kopi dan Orange Juice terus berangkat ke kantor.

09.15
Bapak datang. Duduk di ruang Bapak ngomongin beberapa hal. Sumhow saya ngerasa makin hari kerjaan saya kok makin kayak this Charlie Young .... :) But I do enjoy my work.

10.00
Nyambungin Bapak dengan beberapa pejabat teras di Universitas Gadjah Mada (UGM) via telepon.

Thursday, September 22, 2005

07.00
Alarm bunyi. Matikan. Nyalain TV, liat gossip di RCTI dengan mata masih setengah terbuka, lanjut nonton KISS dengan berita yang hampir sama.

08.00
Selesai mandi, turun kebawah, cari Pak Abidin, inform him mengenai meeting jam setengah sembilan di AMRITA Performance Arts. Duuhh, beliau itu yaa sudah tiga tahun lebih di Phnom Penh tapi kok ngga hapal-hapal jalan ... mau marah tapi orang tua, besides pagi-pagi pula, jauhin rejeki kalo kata orang dulu.

09.00
Bapak datang, senyum, sapa selamat pagi, siapin teh panas dan Evian plus bawain koran dan laporan schedule hari ini.

10.00
Staff meeting. Seperti biasa briefing dan sosialisasi banyak hal. Nampaknya sampai saat ini Deplu belum melakukan sesuatu yang riil, anyway ya dinikmati dan disyukuri saja dulu sampai sejauh ini semua berjalan baik.

12.00
Bapak pulang ke Wisma cepat karena ada meeting pukul 15.00. Begitu Bapak pulang, I called up one of my good friends, Desy .. ngobrol haha hihi .. mostly sich mengenai rencana-rencana mendatang. Aduuh senangnya, saya berusaha untuk melupakan semuanya dan tidak peduli dengan hal - hal yang sekiranya bisa menganggu. I deserve to be happy dan saya mau senang. Cape euy ngikutin maunya orang mulu, ngertiin orang mulu, memprioritaskan kepentingan orang mulu tapi pada akhirnya nothing for me. Sekarang sich yang pasti-pasti aja, buat apa ngebelain orang yang ternyata untuk mbela saya pun masih mikir, buat apa dengerin orang kalo ternyata ngedengerin saya pun tidak mau ...

14.00
Bapak datang. Ngerjain beberapa hal. Udara panas buanget.

15.00
Bapak meeting di Bayon TV. Jalan kaki dikawal Chan Tha sama Sudi. Mobil standby takut hujan.

15.30
Hujan lebat mendera Phnom Penh. Duuuh gimana ngga sakit kepala dan kulit berasa ditarik-tarik karena perubahan cuaca yang ngga jelas tiap harinya.

17.00
Selesai ngerjain Menu List untuk acara sitting dinner besok di Wisma, Bapak minta dirubah. Duuuuhh .. *twink-twink* ... gimana ngga agak-agak naik pitam, tapi ya sudahlah. This is the consequences sebagai "batur".

18.30
Makanan datang kemudian nyiapin makanan buat Bapak.

20.00
Ngerjain card list untuk besok meanwhile thanks GOD daftar menu untuk dimeja sudah selesai dikerjain .. !!!

22.30
I was on the line with Chandi waktu Bapak manggil saya untuk ngambil tas dan file-nya untuk dibawa pulang dan minta Pak Abidin siap-siap.

22.45
Bapak on the way home, I was going up to my room again lalu telpon Chandi.

23.50
Sudah satu jam lebih ngobrol sama Chandi di telpon ngebahas banyak hal dari mulai Gelang Putih, Mr. Activist, Sejarah, Museum, Protokoler, Surat Kredensial dan lain-lain. Selesai itu semua, beresin meja, make sure semua ruangan atas sudah terkunci dan persiapan diri untuk pulang.

Wednesday, September 21, 2005

We're going to see him soon in the theatre ...

Image hosted by Photobucket.com
I can't wait this movie to be on the big screen ...

Image hosted by Photobucket.com
MEMOIRS OF GEISHA