Friday, November 18, 2005

TAHUKAH ANDA ?

Gouverneurs Generaal van Netherlands Indie

PIETER BOTH (1609 - 1614)

Tanggal lahir bahkan tahun kelahiran dari Pieter Both tidak diketahui pasti (sekitar tahun 1568 ?), tetapi yang jelas beliau lahir di kota kecil Amersfoot. Masa kecil Pieter Both juga tidak diketahui. Yang diketahui pasti adalah dia berdagang di Italia dan mempunyai perusahaan disana. Perjalanan pertama Pieter Both yang diketahui dilakukan pada tahun 1599 dengan empat kapa mewakili perusahaan Nieuwe of Brabantsche Comapngnie dari Amsterdam menuju Indonesia. Dia kembali pada tahun 1601 degan dua kapa yang penuh muatan.

Tidak lama setelah pulang berlayar, para pedagang yang bergabung dalam Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) meminta dia untuk tinggal di Hindia Belanda sebagai Gubernur Jenderal merangkap juga sebagai Konsul Dagang, dengan tujuan untuk mengorganisasi kebutuhan perusahaan menjadi lebih baik. Akhirnya pada tahun 1609 Pieter Both menjadi Gubernur Jenderal Pertama VOC di Hindia Belanda (Indonesia). Mengapa para pedagang tersebut memilih Pieter Both tidaklah jelas, yang pasti pada tahun 1610 Both berlayar dengan armada yang terdiri dari 8 kapal, dan sepuluh bulan kemudian, pada tanggal 19 Desember 1610 mendarat di Banten, Jawa Barat.

Image hosted by Photobucket.com

Tugas pertama Both adalah mencari tempat yang cocok untuk berlabuhnya kapal dan juga lokasi yang bakal menjadi pusat pemerintahan VOC. Tugas selanjutnya adalah mngatasi korupsi yang selama ini dilakukan oleh para pedagang VOC dan memastikan monopoli rempah-rempah di Maluku jatuh ke tangan VOC. Akhirnya Both menjadikan Maluku sebagai pusat perdagangan, sementara untuk kantor dan pelayanan administrasi dipusatkan di Jawa. Alasannya adalah persediaan pangan lebih melimpah di Jawa dibandingkan di Maluku. Sejarah membuktikan bahwa memang akhirnya pulau Jawa mempunyai kedudukan yang strategis selama penjajahan Belanda di Indonesia. Both membangun sebuah kantor di kota Jayakarta, kemudian menjalin kontrak dengan raja-raja Maluku, membuat perjanjian dengan Timor yang saat itu sudah dijajah Portugis dan menaklukan Tidore.

Pieter Both berhenti menjadi Gubernur Jenderal dan digantikan oleh Gerard Reynst pada tanggal 6 November 1614. Tanggal 2 Januari 1615 dengan menaiki kapal "Banda"sebagai kapal komando, Both meninggalkan Banten dengan armada yang terdiri dari empat kapal membawa muatan senilai 4.5 juta Gulden, tetapi Both tidak pernah sampai tujuan. Pada tanggal 6 Maret 1615 kapalnya karam diterjang badai di lepas pantai Mauritius, Both berusaha mencapai pantai tetapi akhirnya tewas sebelum mendarat di pantai. Untuk mengenang namanya, sampai sekarang nama Pieter Both dipakai sebagai nama salah satu dataran tinggi di Mauritius dengan nama Pieter Bothberg.

Disarikan dari berbagai sumber dan dirangkum oleh Hatmanto Sri Nugroho.

Wednesday, November 16, 2005

KALKULATIF

Entah hari ini tiba-tiba aja inget dengan pengalaman sekitar dua tahun yang lalu, pada saat itu I was unemployee, beneran jobless less less yang pekerjaan hanya bergantung kepada event-event yang berkenan hiring me as their Floor Director or Artist Coordinator.

Pada saat itu saya lagi berhubungan katakanlah dengan A. Kita bertemu dalam satu kesempatan biro iklan melalui internet (duuhhh … you can see how desperate I am), setelah melalui beberapa periode kirim-kiriman pesan dan kemudian bertukar nomer handphone lalu saling kirim sms akhirnya diputuskan untuk bertemu.

Pada dasarnya dia orang baik, masih muda dan penuh dengan pemikiran-pemikiran yang terkadang pun membuat saya amazed dengan segala pertanyaannya. Dia masih berstatus mahasiswa dan sedang giat-giatnya belajar pada waktu itu. Anyway, kemudian setelah beberapa kali pertemuan, akhirnya diputuskan bahwa kita menjalin hubungan (cieee bahasanya … ngga kuat!). Segala sesuatu berjalan cukup lancar pada awalnya … PADA AWALNYA .. dan kemudian terjadilah tragedi yang membuat semuanya buyar dan akhirnya mengembalikan saya pada posisi bahwa tidak lagi mau percaya pada diri sendiri tapi bukan itu yang ingin saya ceritakan, saya hanya ingin menceritakan tentang sesuatu yang selalu membuat saya tersenyum dan bersyukur atas apa yang ada pada diri saya sekarang ini.

Dia meninggalkan saya tanpa memberitahu sebab musababnya, itu pun saya tahu dari sahabat terbaik saya yang kebetulan saat itu melihatnya dan bertanya padanya … jadi ceritanya begini :

Suatu sore di salah satu Plaza di bilangan Jakarta Selatan, rencananya saya dan sobat terbaik saya itu ingin minum teh berhubung memang kondisi keuangan sangat mencekik dan akhirnya kita harus berhemat tapi tanpa mengurangi rasa ingin ketawa bareng-bareng dan saling tukar cerita, akhirnya kita keukeuh untuk tetap menjalankan tradisi minum teh kita itu sambil menggussip berita seputar teman-teman kita.

Pada saat itu I only had around 15 thousands rupiah kalo ngga salah, setelah dihitung-hitung maka kalo masih mau ada sisa dan untuk survive besok maka saya hanya bisa beli teh hangat saja tanpa yang lain-lain. Pada saat saya mau pesan that hot tea itulah saya lihat A dengan seseorang berjalan dan terlihat sangat intimate. Saya tidak mau berprasangka apa pun tadinya, saya hanya mikir, katanya dia mau belajar karena ujian dan sekarang kok dia ada di Plaza ? so then begitu my good friend kembali dari toilet, I told her tentang A ini …

D : “Orangnya dimana sekarang ?”
H : “Tadi sich jalan ke arah food court”
D : “Okay, you stay here and I found out what’s actually been going on”
H : “Okay.”

So pergilah D mencari A di area food court. Sambil menunggu D kembali, saya duduk dan mulai merokok sambil tentunya meniup-niup the hot tea yang entah kenapa kok hari itu rasanya panas banget.

Sepuluh menit kemudian datanglah D dan teh saya itu belum juga dingin.

D : “I think it’s better for us to move, I mean not sitting here”
H : “Why ?”
D : “Because I told A that I am not with you and I don’t want A to see you”

Walaah, ngga berusaha untuk jadi orang pelit tapi mengingat I have spent half of my money that I have untuk beli teh hangat dan duduk-duduk santai sambil ngobrol ngalor ngidul dan sekarang harus pindah gara-gara A.

H : “Gini yaa, I am not trying to be calculative but I have spent half of my money untuk beli this hot tea”

Dan dengan bodohnya saya minum pula teh panas itu dengan tergesa-gesa yang mengakibatkan lidah saya melepuh dan bibir saya panas serta mulut saya seperti naga yang baru saja mengeluarkan semburan apinya.

Lalu kita pindah dan D menceritakan hal ihwal tentang siapa yang bersama A dan juga hubungannya dengan saya.

Until now I still remembered tentang itu semua, anytime I talk with D melalui sms, telpon ataupun waktu ketemu kemaren waktu saya pulang ke tanah air the quote of “I am not trying to be calculative” selalu aja terselipkan dan kita berdua terbahak-bahak.

Kalau tadi diatas saya tidak ingat alasannya kenapa saya tiba-tiba teringat pengalaman dua tahun itu, now I remember .. karena saya hanya punya uang USD 10 dan malam ini ada undangan ajakan minum kopi bareng dengan beberapa teman-teman dari kedutaan asing lain. Saya cuman takut bahwa nanti setelah pesan kopi dan lain-lain tau-taunya harus pindah tempat lagi … oh noooooooooooooooo … tidak untuk kedua kalinya mulut saya harus berkorban lagi.

Thursday, November 10, 2005

dan kusapa pagi ini dengan penuh senyuman,
semoga hari ini semuanya berjalan baik dan lancar
sesuai apa yang diharapkan ..

doa ketika bangun tidur

Wednesday, November 09, 2005

SHALAT ...

sebenarnya ngga ada yang istimewa, cuman aja entah kenapa tiba-tiba tadi malam kok begitu selesai mandi, saya langsung ambil air wudhu dan melaksanakan shalat Isya. Ada kerinduan untuk bisa bincang-bincang dengan Yang Maha Besar, Yang Punya Hidup, Gusti Panutan umat manusia. seperti tadi pun ketika lupa tidak melaksanakan Dzuhur dan Ashar dan baru ingat pada saat Maghrib, seperti ada dentuman genderang yang membuat dada sesak dan merasa bersalah tak berkesudahan. bukan sesuatu yang berlebihan tapi inilah sesungguhnya yang saya rasakan. maksud saya menulis ini pun bukan untuk riya ... tapi sekedar mengeluarkan apa yang ada dalam pikiran semata ...

terus terang aja, dalam shalat saya tidak meminta macam-macam, saya masih ingat salah satu ajengan pernah berkata pada saya bahwa sesungguhnya yang mulia pada setiap shalat fardhu adalah mengucapkan puji syukur yang tulus kehadirat Illahi Rabbi atas segala yang telah diberikan kepada kita karena sesungguhnya Dia Maha Mengetahui yang terbaik untuk diri kita

karena (lagi-lagi) kata ajengan saya, kalau mau minta ada waktunya sendiri yaitu pada saat shalat hajat atau shalat tahajud.

saya ingat beberapa tahun lampau ketika setiap kali bulan Ramadhan tiba maka tugas keluarga yang dibebankan kepada saya pun saya jalani, ... jaga toko parcel! .. sehari-hari selama menunggu toko itu saya ditemani oleh teman keponakan saya, sebut saja Y. saya tahu dari gelagat dan tingkah lakunya bahwa Y itu sebenarnya bukan orang yang taat beribadah atau bisa melafalkan ayat-ayat Illahi seperti ustadz jeffrey melantunkan kalam-kalam Illahi, .. tidak ... ! .. Y adalah seseorang yang cukup logis dan hedonis. naaah, yang bikin saya heran adalah ketika beberapa saat menjelang hari raya, Y ini mendadak rajin sekali menjalankan shalat lima waktu, terus mendadak rajin puasa (biasanya dari rumah saur tapi begitu sampai toko langsung bikin kopi panas dan menikmatinya dengan sebatang djarum super) bahkan begitu selesai sahur tidak langsung tidur tapi mainan hp untuk menunggu adzan subuh. saya dan keponakan saya tercengang-cengang melihat itu semua. puji syukur bahwa Allah telah membukakan matanya untuk dia.

setahun setelah kejadian itu, saya pulang ke bandung untuk berlibur sesaat dan bertemulah dengan keponakan saya, .. lalu saya bertanya mengenai Y ini, keponakan saya yang saya tanya hanya tersenyum dan yang lebih mencurigakan lagi adalah senyuman itu adalah senyuman melecehkan .. jadilah sebuah tanda tanya besar ...

lalu saya iseng menelpon Y dan saya bilang saya lagi di bandung dan kalau ada waktu mungkin we can have coffee together for the old time sake ... dan jawabannya adalah .. Om, gw sibuk, next time better kali yaa ...

agak terkejut juga saya, lalu saya cerita pada keponakan saya itu, ... keponakan saya tertawa terbahak-bahak, lalu berceritalah dia .. bahwa dulu itu Y mendadak alim karena dia lagi ingin memikat hati seorang gadis pujaannya ... lalu Y itu pun dalam setiap shalatnya selalu berdoa semoga Allah mau membukakan pintu hati si gadis untuknya semata ...

Gubrak .. gubrak .. gubrak ... !!! ... gantian saya yang bengong ...

well, bukan hal yang aneh tentunya .., tapi yang saya sesali adalah ketika semua telah dimakbulkan oleh-Nya ... kembalilah Y menjadi Y yang dulu ...

duuh Gusti kulo nyuwun pangampuro ... mudah-mudahan ini tidak pernah terjadi pada saya. saya tahu bahwa saya masih lalai menjalankan setiap perintah lima waktunya, terkadang dilaksanakan, terkadang tidak, namun saya berusaha untuk selalu mengucap syukur atas segala rahmatan dari-Nya hingga saya bisa kembali bangkit dan meraih kehidupan yang lebih baik dan lebih baik lagi ...

so ... shalat anyone ?
entahlah
sudah berjuta kata coba kurangkai
sudah berjuta huruf kujalin
namun semua seolah hilang
lenyap tak berbekas

bagai dentuman genderang kekecewaan
bertalu tak henti
menghujat diri, meramaikan pasar malam kebodohan
yang kini kujalani

tak lagi ada asa untukmu
tidak untuk satu titik pun

entahlah
sudah berjuta kata coba kurangkai, kujalin
namun ...

dentuman kecewa itu terlampau keras
menghantam tembok sang maha diraja kekecewaan

sakit namun itulah kejujuran
aku tak tahu lagi kebohongan apa yang kan kudengar
....

Tuesday, November 08, 2005

LEBARAN ...

Lebaran tahun ini nampaknya berlalu seperti tahun lalu. Nothing special happens, dan yang lebih menyayat hati adalah inilah untuk kedua kalinya Lebaran di negeri orang dan hanya bisa mendengar melalui telepon suara-suara hingar-bingar ketika menelepon teman-teman atau sanak saudara yang lagi asyik berkumpul.

Kalau ditanya ngapain aja Lebaran kemarin. Well, here goes the story ..
Malam Takbiran ngga kemana-mana, stay at Wisma dan ikutan bantuin Ibu KRT dan Juru Masak bikin persiapan untuk open house di Lebaran hari kedua. So, setelah bantu-bantu, I went directly to my room and continued reading Senopati Pamungkas I that written by one of my favorite author Arswendo Atmowiloto.

Di hari Lebaran yang jatuhnya sama dengan Lebaran di Tanah Air yaitu tanggal 3 November 2005, jam enam sudah dibangunkan oleh Ibu KRT terus langsung mandi dan turun kebawah sambil menunggu saatnya berangkat shalat Ied. Nyatanya Ibu KRT dan Juru Masak belum mandi dan bersiap-siap, alhasil duduk dengan manislah gue di dapur menikmati kopi dan roti.

Jam tujuh kurang seperempat berangkat ke Mesjid Toul Tom Pong dengan Tuk-Tuk. Tahun ini berhubung supir Wisma Indonesia hanya satu yang dinas maka para kawula dalem harus menggunakan tuk-tuk untuk berangkat shalat Ied.

Ketemu dengan beberapa masyarakat Indonesia yang juga akan melaksanakan shalat Ied. Suasana Lebaran sama sekali tidak terasa, entah kenapa kok rasanya hambar dan biasa aja walaupun alunan takbir, tahmid dan tahlil terus dikumandangkan. Om Dubes dan Tante datang ketika shalat hendak dimulai .. ehm, ini sudah menjadi satu hal yang biasa bahwa Duta Besar Indonesia selalu datang tepat waktu alias mepet, padahal sudah diberitahu bahwa harus datang lebih pagian karena hampir semua masyarakat muslim di Phnom Penh akan shalat Ied di Mesjid Toul Tom Pong mengingat Mesjid Besar Boeng Kok terkena imbas banjir dari danau di belakang mesjidnya.

Selesai shalat terus seperti biasa salam-salaman mohon maaf lahir batin, balik ke Wisma, terus melanjutkan sarapan yang tertunda setelah itu terus di kamar ngelanjutin baca lagi. In between telpon ke Indonesia, ngomong sama Bunda dan saudara-saudara yang lagi ngumpul dan tampaknya ramai sekali. Ada perasaan miris tapi I know that I may not regret for what I have decided waktu dulu ngambil kerjaan ini. I tried to keep thinking positive dan nampak susah beneur. Sore keluar sebentar setelah itu bantu-bantu lagi di dapur buat acara besok open house.

Jam duabelas malam masih cekikikan di dapur barengan sama Ibu KRT dan Juru Masak, mungkin this is the only hiburan yang bisa gue rasain untuk bisa ngilangin rasa kangen ngumpul dengan keluarga pas Lebaran.

Siang waktu telpon Bunda, she's so fine terus telpon gue kasihin ke Ibu KRT, begitu selesai ngomong sama Bunda dan telpon sudah ditutup, Ibu KRT bilang "Bunda tadi bilang pengen nangis soalnya udah dua kali Lebaran si Ragil ndak dirumah" .... aduuuhhh ... I am speechless.

Hari kedua Lebaran adalah Open House untuk masyarakat Indonesia yang ada di Kamboja. Sesuai jadwal bahwa Open House adalah pukul 11.30 sampai dengan pukul 16.00. Acara hari itu terbagi atas dua, satu untuk masyarakat Indonesia kemudian jam 18.30 - 20.30 adalah resepsi diplomatik untuk para kepala perwakilan negara asing / organisasi internasional.

Seperti biasa, acara berjalan dengan lancar. Tamu mulai berdatangan jam setengah duabelas dan sebagian besar datang setelah selesai Shalat Jumat. Jam tiga sore boleh dikatakan acara open house untuk masyindo sudah selesai. Langsung beres-beres untuk acara berikutnya jam setengah tujuh, setelah koordinasi dengan pihak dari Le Royale, gue segera bergegas untuk mandi dan ganti kostum tentunya.

Seperti yang terlihat dibawah ini ... hihihihi ...

Image hosted by Photobucket.com

kombinasi antara silk kamboja dan kain parang jawa ...

Wednesday, October 26, 2005

SMS

I don't know where u r now, I'm not even sure where I am now n just as uncertain as future has always bn, I don't know where I'll b or if we ever b in d same place. But4sure like I've bn all this time, I'd b undstanding of ur choice, given the fact I'm not certain thing. That's y I've bn sincerely letting u go w/ ur choice all this time. I just want u 2 have TRUE happiness n whatever's best 4 u, no lip svice. Yg bahagia ya, heart. I'll fondly think of u.

from i love you

SMS

I remain what I am now, what I was then, what I used to be. But I cannot hide the dissapointment to see you not getting better in managing your own life. Time has passed and the limit is approaching. God knows how I love and care so much of you but life continues and I won't waste my time anymore in uncertainties. You're always special, only that we're no longer living in the same world. I love u still n I won't deny that.

my reply

SMS

Things made me feel spc4u. Things change n so does each of us. It's okay if I'm no longer spc4u - as now even I wudnt cnsdr myself spc either. This is me at d present; notd1 who once u felt cmftble being w/ or may b no longer even s'1 u feel strongly cnncted2 - but I wudnt deny that this is how n where I am now. Just dont u hesitate2b true2urself n admit what u feel, dear - 4 I still want only happiness4u, wherever u find it. :-) Love, = D filthy me =

from i love you

Tuesday, October 25, 2005

WHAT PATTERN IS YOUR BRAIN ?

Your Brain's Pattern
You have a dreamy mind, full of fancy and fantasy.You have the ability to stay forever entertained with your thoughts.People may say you're hard to read, but that's because you're so internally focused.But when you do share what you're thinking, people are impressed with your imagination.

PERJALANAN PULANG II ...

hari sabtu bangun jam delapan pagi walaupun rasanya masih ngantuk (padahal kan kalo cuti itu halal hukumnya bangun siang .. yaaa nasib karena kebanyakan acara). hari sabtu dimulai dengan sarapan terus udah gitu sama desy jalan ke tempat mbak didiet, kakakku yang paling tua, it's been ages kayaknya ngga pernah ke ciputat lagi, begitu memasuki kompleks perumahannya, bergantian dalam pikiran semua kejadian yang pernah terjadi di kompleks itu. gimana yaa orang-orang sekarang ?
sampai di tempat mbak didiet, numpang makan siang, menu andalan sayur asem bumbu munik, how i love it so much especially dengan kacang merah ... ditambah dengan emping, sambal dan lalapan .. duuuhh berat badan yang sudah 85 kg ini tidak diperdulikan lagi dech pokoknya.
selesai makan siang, kudu harus jalan dengan segera karena harus ke pim 2 untuk ketemuan dengan anak-anak gelang putih jakarta.
well, ternyata pim 2 tidak senyaman pim 1 yang mana sekarang ini pim 1 ngga dingin tapi cenderung hangat. ketemuan juga sama andy temannya desy terus bertiga ngobrol di regal kafe setelah selesai dengan anak-anak gelang putih jakarta.
jalan ke sumenep untuk ketemu sama tante nani, disana makan rawon lagi bikinan yu rat .. duh yang namanya masakan indonesia bener-bener dipuas-puasin, sambil ngobrol sama tante nani, sama indra dan juga sambil nungguin desy yang nganterin andy ke kost-nya.
setelah dari sumenep terus menuju ke kebon sirih ketempat ketemuannya para blogger. thanks to cano yang udah membantu mengkoordinir dan akhirnya bisa ketemuan dengan sebagian blogger. ada cano, ada kang dq, ada rio, ada baskin, ada ko aldie, .... sebenernya sich banyak yang ditunggu tapi sebagian ngga bisa, too bad .. ya udah ...

Image hosted by Photobucket.com
ehm .. ada yang tersenyum simpul menatap kamera ...
Image hosted by Photobucket.com
pssstt .. ceu, tau ndak ... jadi waktu gue smp itu yaa .. gue pernah .... temen gue lhoo ...
ah, masa sich ? .. jadi jij udah dari dulu yaaa ....
Image hosted by Photobucket.com
cano mana yaa ? ...
habis ketemuan dengan para blogger, kemudian melanjut ke hot planet untuk ngupi-ngupi sebentar dengan cathy and truly terus pulang dan tidur karena besok pagi ke bandung.

Friday, September 30, 2005

PERJALANAN PULANG ...

bangun jam tujuh, itu pun dibangunkan oleh KRT. buru-buru mandi, menikmati sarapan walaupun tidak habis, minum kopi dan naik keatas untuk pamitan dengan om dubes.

diantar chan tha ke airport, check-in, ngurus over-weight, pamitan sama bu kun dan chan tha dan segera naik keatas, masuk loungenya bangkok airways, sambil nungguin boarding baca buku sambil minum kopi. jam sembilan masuk ke pesawat dan dada makin ngga karuan rasanya, too excited kayaknya.

pesawat berangkat tepat waktu, tiba jam setengah sebelas terus ngurus barang lagi di counternya kuwait air, abis itu nungguin waktu jam dua belas, boarding setengah satu dan diperiksa pula satu-satu, halaaaahhh ...

jam setengah tiga sampai di jakarta, duuh senangnya, dijemput sama desy di airport, baru keluar dari tempat imigrasi dan lainnya sekitar jam empat kurang, langsung menuju ke sumenep 17 untuk kasih titipan, makan rawon sebentar disitu terus langsung ketemuan avin di plaza indonesia, duduk di coffee bean terus udah gitu muncul fandy dan ngga lama kemudian muncul calvin.

dari plaza indonesia terus ke utan kayu untuk liat pameran lukisannya okky, anak lontar. ngga ketemu siapa-siapa, dari situ terus ke kts untuk ketemu sama brahm dan leo. abis itu terus ke hotel dan tidur karena plan untuk hari sabtu sudah tersusun sedemikian padatnya.

Thursday, September 29, 2005

Well ... pernah ndak punya perasaan senang, gembira, sedih, khawatir, panik, deg-deg-an ndak jelas, ingin senyum terus ... dan semua perasaan itu jadi satu ? ... rasanya jantung memompa darah terlalu cepat terkadang atau malah terlalu lambat ke seluruh penjuru tubuh ...

Duuuhhh ....


kurang lebih 22 jam menjelang ...

Tuesday, September 27, 2005

07.00
Seperti biasa alarm bunyi, nyalain tv dan RCTI sedang asyik menggussip pagi-pagi. Tidur lagi sebentar dan bangun jam 07.45.

08.00
Sudah siap untuk berangkat kerja. Turun, minum kopi dan orange juicenya terus berangkat kantor.

08.15
Sampai di kantor segera beberes. Banyak banget yaak yang mesti dikerjakan terus udah gitu ternyata cuman sendirian ngerjainnya. I need help. Mungkin minta tolong Chan Tha sore ini buat nyelesaiin semuanya. Besok rencananya ngga ada di kantor soalnya mau nganterin temannya Tante Nani yang lagi berkunjung ke Phnom Penh. Duuhh .. Nyonya Dubes ngga ada kok jadinya saya yang ketempuhan nganterin yaakk ? ... hihihihi .. berasa jadi ibu-ibu anggota Dharwa Wadon ....

09.00
Pak Dubes datang. Ngobrol sebentar di ruangannya.

10.00
Pak KOP, Pak BPKRT dan Mas Kun dipanggil.


3 hari menjelang ...

Friday, September 23, 2005

11.00
Pak Suryo masuk ketemu dengan Bapak.

12.00
Masuk ke ruangan Bapak, kasih surat yang harus ditandatangan setelah itu remind him untuk Shalat Jumat.

12.20
After Bapak berangkat Shalat Jumat, I went to my room, locked it and went directly downstairs. Ke mesjid barengan sama Kangmaskoe and dilanjut dengan santap siang dirumah Kangmaskoe seperti biasa kalau setiap hari Jumat.

14.30
Kembali ke kantor, hujan besar, siapin uang untuk bayar tiket, telpon Chan Tha minta diantar ke tours and travel.

16.00
Kembali ke kantor. Beresin meja, beresin file-file yang harus dibawa pulang. Malam ini ada Sitting Dinner untuk 20 orang di Wisma.

16.45
Tang-Ting-Tung selesai. Tiket sudah okay, hotel sudah confirm. Semua sudah set. Okay ... BANGKOK HERE I COME AGAIN .... *browsing .. browsing .. cruising .. cruising .. shopping .. shopping ... * ... :D :D :D

SAMPAI JUMPA LAGI YAA TEMAN-TEMIN PADA HARI SELASA ... I will leave for Bangkok tomorrow morning and be back on Monday evening .. soalnya disini hari Senin hari libur nasional Kamboja ... :) ....
07.00
Alarm bunyi. Matiin AC dan tidur lagi.

07.47
Bangun ... JENGGIRAT karena sudah hampir jam delapan. Doooohh rasanya mata masih ada gajahnya. Buru-buru mandi.

08.10
Keluar kamar, turun kebawah, minum kopi dan Orange Juice terus berangkat ke kantor.

09.15
Bapak datang. Duduk di ruang Bapak ngomongin beberapa hal. Sumhow saya ngerasa makin hari kerjaan saya kok makin kayak this Charlie Young .... :) But I do enjoy my work.

10.00
Nyambungin Bapak dengan beberapa pejabat teras di Universitas Gadjah Mada (UGM) via telepon.

Thursday, September 22, 2005

07.00
Alarm bunyi. Matikan. Nyalain TV, liat gossip di RCTI dengan mata masih setengah terbuka, lanjut nonton KISS dengan berita yang hampir sama.

08.00
Selesai mandi, turun kebawah, cari Pak Abidin, inform him mengenai meeting jam setengah sembilan di AMRITA Performance Arts. Duuhh, beliau itu yaa sudah tiga tahun lebih di Phnom Penh tapi kok ngga hapal-hapal jalan ... mau marah tapi orang tua, besides pagi-pagi pula, jauhin rejeki kalo kata orang dulu.

09.00
Bapak datang, senyum, sapa selamat pagi, siapin teh panas dan Evian plus bawain koran dan laporan schedule hari ini.

10.00
Staff meeting. Seperti biasa briefing dan sosialisasi banyak hal. Nampaknya sampai saat ini Deplu belum melakukan sesuatu yang riil, anyway ya dinikmati dan disyukuri saja dulu sampai sejauh ini semua berjalan baik.

12.00
Bapak pulang ke Wisma cepat karena ada meeting pukul 15.00. Begitu Bapak pulang, I called up one of my good friends, Desy .. ngobrol haha hihi .. mostly sich mengenai rencana-rencana mendatang. Aduuh senangnya, saya berusaha untuk melupakan semuanya dan tidak peduli dengan hal - hal yang sekiranya bisa menganggu. I deserve to be happy dan saya mau senang. Cape euy ngikutin maunya orang mulu, ngertiin orang mulu, memprioritaskan kepentingan orang mulu tapi pada akhirnya nothing for me. Sekarang sich yang pasti-pasti aja, buat apa ngebelain orang yang ternyata untuk mbela saya pun masih mikir, buat apa dengerin orang kalo ternyata ngedengerin saya pun tidak mau ...

14.00
Bapak datang. Ngerjain beberapa hal. Udara panas buanget.

15.00
Bapak meeting di Bayon TV. Jalan kaki dikawal Chan Tha sama Sudi. Mobil standby takut hujan.

15.30
Hujan lebat mendera Phnom Penh. Duuuh gimana ngga sakit kepala dan kulit berasa ditarik-tarik karena perubahan cuaca yang ngga jelas tiap harinya.

17.00
Selesai ngerjain Menu List untuk acara sitting dinner besok di Wisma, Bapak minta dirubah. Duuuuhh .. *twink-twink* ... gimana ngga agak-agak naik pitam, tapi ya sudahlah. This is the consequences sebagai "batur".

18.30
Makanan datang kemudian nyiapin makanan buat Bapak.

20.00
Ngerjain card list untuk besok meanwhile thanks GOD daftar menu untuk dimeja sudah selesai dikerjain .. !!!

22.30
I was on the line with Chandi waktu Bapak manggil saya untuk ngambil tas dan file-nya untuk dibawa pulang dan minta Pak Abidin siap-siap.

22.45
Bapak on the way home, I was going up to my room again lalu telpon Chandi.

23.50
Sudah satu jam lebih ngobrol sama Chandi di telpon ngebahas banyak hal dari mulai Gelang Putih, Mr. Activist, Sejarah, Museum, Protokoler, Surat Kredensial dan lain-lain. Selesai itu semua, beresin meja, make sure semua ruangan atas sudah terkunci dan persiapan diri untuk pulang.

Wednesday, September 21, 2005

We're going to see him soon in the theatre ...

Image hosted by Photobucket.com
I can't wait this movie to be on the big screen ...

Image hosted by Photobucket.com
MEMOIRS OF GEISHA
Well, I've decided to position myself now ..
I just can't wait ... :)
I really just can't ...

9 days to go ...

Friday, September 16, 2005

Ketemu syukur .. ngga ketemu ya udah ... that's the way it is .. :)
Ada kejadian yang membuat entah kenapa ya perasaan kok jadi miris dan kemudian kesal. Sampai saat ini saya masih mencoba untuk menetralisir itu semua, masih mencoba untuk menenangkan pikiran dan tidak mau ambil pusing lagi.

Satu sms datang dari seseorang yang saya anggap selama ini merupakan orang yang sangat dekat dan tanpa dibilang pun semua orang tahu kalau saya sayang dengan dia. SMS yang dikirimnya hari ini kepada saya, cukup membuat saya tersentak, hati saya miris, tersinggung, merasa diri bodoh dan merasa diri selama ini sudah melakukan banyak ketololan-ketololan hanya demi orang tersebut.

Kalau pun apa yang saya rasa itu kemudian membuat orang tersebut balik terkejut, well, saya hanya ingin mengeluarkan apa yang ada di dalam pikiran saya saja saat ini.

"Har, maaf baru ngasih kbr. Jd kpn pulang ke sini, Har? I'm not sure bout picking u up yet, jd kynya mndingan ga' janji2. Bn wanting 2 contact u, Har."

SMS itu dikirim siang tadi pukul 15.23.

Bukannya ingin menjadi the first priority dalam hidupnya, sama sekali tidak, saya tahu dimana posisi saya, orang tersebut pun sudah memiliki seseorang istimewa dalam hidupnya. Ada beberapa hal yang memang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata dan so far saya selalu berpegang pada hal tersebut. Tapi ketika siang ini saya dapat sms tersebut diatas, seolah-olah langit-langit runtuh dan saya terbangun.

For once in my life I want people to understand me and knows me better, memang salah yaa permintaan seperti itu ?

For once in my life I want to be in someone's else shoes, memang salah yaa ?

Sampai saat ini saya masih merasa sakit. But I know it will go eventually, the pain. But I learnt my lesson. Seperti yang dibilang di film Moulin Rouge bahwa the greatest thing to learn is to love and be loved. I learn bahwa selama ini saya hanya menghabiskan waktu dengan memikirkan sesuatu yang mustahil terjadi, so .. it's time for me untuk membuka lembaran baru.

Enough is enough.

I replied smsnya dengan "No need to pick me up kok. I am fine. I will in Indonesia on end of Sept. Take care yaa. I see you when I see you. Salam buat .... ."
dan aku masih mencintaimu
walau kini hanya ada
dalam bayang semu semata

dan aku masih mencintaimu
diam-diam, tak lagi ada pijar
tak lagi ada lentera

akankah kau terimakan cintaku
walau hanya dalam kerjapan mata
umurnya ?
adakah rasa dalam dirimu
untukku yang selalu mencintaimu ?

kegetiran akan realita cinta sesungguhnya,
telah kujalani saat ini
perlahan, melangkah lambat
aku tahu,
adalah diriku yang kini
menyepi, menyendiri
dalam langkahku
menuju kuburan cintaku
... tak kan lagi ada cinta untukku
... kini dan selamanya

Wednesday, September 14, 2005

MAX HAVELAAR .. tetap menarik ditonton

BAGINDA raja adil, tapi tempatnya jauh. Gubernur Jenderal adil, tapi tempatnya jauh. Maka siapakah yang akan dihukum mereka yang melakukan kesalahan karena tidak bertindak adil kepada rakyat ?

Itulah kira-kira pertanyaan yang diajukan Asisten Residen Lebak (kini wilayah di Provinsi Banten), Max Havelaar, yang baru saja ditempatkan di wilyah itu pada paruh kedua abad kesembilan belas. Pertanyaan itu diajukan kepada bupati dan para demang di wilayah Lebak, yang memperlakukan rakyatnya dengan kasar.

Walaupun kita dapat saja mempersoalkan apakah Raja Belanda dan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda (nama Indonesia saat itu) benar-benar adil, namun pertanyaan Max Havelaar itu bisa menjadi bahan perenungan, pun di masa kini.

Kita bisa bertanya pada diri kita sendiri, betulkah kita telah berlaku adil pada bawahan kita ? Betulkah pemimpin yang terdekat dengan rakyat atau bawahannya, misalnya lurah di sebuah kelurahan, manajer di sebuah perusahaan, ketua cabang di suatu organisasi non-pemerintah, telah bertindak dengan adil ?

Max Havelaar, tokoh rekaan Eduad Douwes Dekker (1820-1887) dalam novel berjudul sama itu, kini dapat disaksikan kembali filmnya. Film yang disutradai Fons Rademakers pada tahun 1976 juga berjudul Max Havelaar. Ini memang bukan film baru, bahkan sudah beberapa kali ditayangkan.

Namun film yang juga dibintangi oleh artis kenamaan Indonesia, Rima Melati, tetap menarik untuk ditonton kembali.

Film Max Havelaar bersama sejumlah film lainnya, akan tampil dengan Festival Film Belanda 2005 yang akan diadakan di Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, dari 15 sampai 25 September mendatang.

Kurang Dikenal

Harus diakui, karya-karya film Belanda kurang dikenal di Indonesia. Selain Max Havelaar, paling-paling yang diingat orang adalah film OEROEG yang menceritakan persahabatan dua anak, satu anak mandor perkebunan berkebangsaan Belanda, dan satu lagi anak seorang tukang di kebun itu yang berdarah Indonesia.

Persahabatan keduanya kemudian sempat terpecah, ketika anak sang mandor menjadi tentara Belanda dan anak tukang kebun itu menjadi gerilyawan pejuang kemerdekaan Indonesia.

Secara keseluruhan, film itu menarik untuk ditonton. Termasuk yang mungkin paling menyentuh, adegan di bagian akhir film itu.

Terjadi pertukaran tawanan di sebuah jembatan yang menghubungkan wilayah Belanda dengan wilayah Republik Indonesia. Anak mandor perkebunan yang telah menjadi tentara Belanda ditukar dengan sejumlah pejuang kemerdekaan Indonesia, termasuk salah satunya anak sang tukang kebun. Saat keduanya berpapasan, anak mandor perkebunan itu berkata, "Kita tetap bersahabat 'kan?"

Si anak tukang kebun yang menjadi pejuang kemerdekaan Indonesia menatap orang yang bertanya padanya sesaat, baru kemudia menjawab, "Ya, kalau kita sudah setara." Jawaban pendek, namun penuh makna.

Sekali lagi, memang asyik menonton film Oeroeg. Tapi kembali ke pernyataan sebelumnya, film Belanda memang masih kurang dikenal di Indonesia. Kalau film Eropa lainnya, seperti film Italia, Perancis atau Jerman, beberapa kali sudah ditayangkan di bioskop-bioskop yang ada di Indonesia, film Belanda tampaknya baru bisa kita saksikan bila ada Festival Film Belanda.

Direktur Erasmus Huis, Maarten CD Mulder dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (12/9) mengakui, bahwa film Belanda kurang komersial. Belanda diakuinya sebagai negara yang sedikit menghasilkan film.

*disadur dari artikel di Suara Pembaruan*
I miss thee ...
Pulang jam empat pagi karena ngerjain kawat yang harus segera dikirim ke Jakarta, jam tujuh sudah dibangunkan, jam delapan sudah di kantor lagi ..

Alhasil hari ini tiap kali diajak ngomong orang jadi bolot ..... doooooohhhhhhhhh....


16 hari menjelang ...

Tuesday, September 13, 2005

Kembali hari ini bangun kesiangan. Astaga mak .. ketika lihat jam sudah jam setengah sembilan kurang tiga menit dan sang atasan pun sudah jalan ke kantor. Ya sudah pasrah saja. Mungkin efek dari re-position everything in my room :).

Seharian ini ngerjain file, mainan di blog, friendster and YM. Sempat email-emailan dengan beberapa orang. Setelah itu jam enam latihan paduan suara di International School of Phnom Penh (ISPP) .. ahahahahahah .. finally join dengan Bella Voice 2005 dan dapat tempat di BASS ... hihihi, padahal kan berharap dapat tempatnya di Tenor seperti kawankuh Avin .

Latihan sampai jam delapan kurang seperempat dan ternyata ini untuk pentas natal nanti, duuh senangnya akhirnya bisa menyanyikan Christmas Carol. Anggota laki-lakinya cuman berempat. 2 di Tenor dan 2 di Bass.

Balik ke kantor dan ngerjain file lagi. Sampai saat ini sang atasan pun masih di kantor. Katanya sih lagi bikin kawat ke Jakarta untuk minta ijin meninggalkan negara akreditasi berhubung katanya (lagi) denger-denger beliau mau ke Jakarta tanggal 5 Oktober. Duuh .. ketemu lagi dong, padahal niat ingsun cuti itu untuk tidak bertemu sesaat dengan beliau.

Pengen ketemuan sama Roth malam ini tapi liat kondisi kayaknya ngga mungkin ...

Laparrrrrrrrrrrrrrrrrrr ....

17 hari menjelang ...
cinta tak sepenuhnya indah,
sejuta onak menanti,
seribu ilalang menghalangi,

cinta tak sepenuhnya indah,
sungai tak bermuara
berliku, melingkar tak berpangkal

cinta sepenuhnya indah,
dan cinta hanya untuk cinta ... ,

Monday, September 12, 2005

Bangun pagi seperti biasa dan nyiapin baju kerja karena tadi malam ruang baju dikunci oleh Madame Butler jadi ngga bisa ambil baju. Selesai mandi dan beresin kamar, segera turun ke bawah, hujan gerimis lumayan deras, minta antar Chan Tha ke kantor sambil mampir beli obat Madame Ambassadeur.

Sampai kantor kedinginan, hari ini karena hujan yang terus menerus, Phnom Penh terasa dingin sekali. Di kantor beresin file mulai dicicil tapi tetap masih jalan ditempat *sigh*.

Siang makan dikantor seperti biasa dengan menu nasi goreng, emping, buah dan air putih.

Sore ngantuk ampun-ampunan. Jam enam berangkat ke tempat les tapi mampir ke Western Union dulu karena perlu kirim dana. Pulang dari les terus ke tempat Lyna Ro, ambil pesanan The West Wing - Season 5.

Ke kantor sebentar, beresin meja, file dan matikan komputer terus buru-buru pulang. Ngga sabar mau nonton.
as love comes to an end,
I smile to an eternity
hope has gone
as the tears dry,
as I close my eyes
the pain is gone
peace be with me ..
satu janji teringkar
untuk menutup kelambu hati,
hanya asa yang
membiarkan sang cinta
menyelinap,
bertahta sejenak
kemudian berlalu
hanya kepedihan tersisa
tak kuasa sembunyikan
riak-riak kekecewaan,
asa memudar, perih menjalar
dijiwa meratap,
benamkan wajah dan berteriak,
menangis, ratapi diri ...
kini taman hati kembali usang,
gersang dan sekali lagi
tertutup kelambu jingga
sang penjaga hati ..

Sunday, September 11, 2005

Seharian ngga kemana-mana. Asli diam di rumah. Nonton TV, nonton film di DVD, tidur-tiduran. Pun kalau pergi cuman ke In-Style Spa aja, biasalah program rutin setiap akhir minggu.

Sore jam setengah enam ke kantor karena ada acara peringatan Isra-Miraj Nabi Muhammad SAW. Ngga ngikutin sepenuhnya acara karena yang ceramah orang Cham dengan bahasa Melayu yang .. ehm .. *maaf* .. bikin sakit telinga. So then alhasil photo-photo aja barengan ama Elvan, Gema and Nada.

Acara selesai jam sembilan, naik keatas mau matikan komputer dan turunlah hujan dengan sangat derasnya. Setelah hampir dua jam nunggu dikarenakan tidak reda juga, nekat pulang. Sampai rumah langsung mandi, beresin rak dvd, niatnya mau rubah posisi tata letak di kamar tapi berhubung malas alhasil tarik selimut, matikan lampu dan tidur ...

19 hari menjelang ...

Saturday, September 10, 2005

Mungkin karena dipaksakan akhirnya tadi malam tumbang juga. Pulang dengan badan sangat tidak enak dan tidak nyaman walaupun sempat ngobrol panjang lebar tentang cinta, kehidupan dan sebagainya di Salt Lounge bareng sama Kenneth Lauw, Satoshi Morita and Roth.

Bangun jam setengah sembilan pagi namun kerasa sekali badan ancur-ancuran alhasil tidur lagi dan baru bangun jam setengah satu siang. Abis itu langsung kerja bongkar barang. Maghrib hujan sangat besar dan acara bongkar membongkar terus melanjut dan diteruskan dengan makan duren sambil nonton Inaugurasi AFI. So happy because at least Anjar bisa jadi juara.

Jam setengah duabelas naik ke kamar, mandi dan ngelanjutin nonton The West Wing . Tidur...


20 hari menjelang ...

Friday, September 09, 2005

PERJALANAN SATU TAHUN

sebuah refleksi balik

Hari ini setahun yang lalu ..

Penggalan puisi yang tidak pernah selesai ditulis. Kalimat itu seperti biasanya tentu kalimat standar yang tidaklah istimewa, lain jika kalimat tersebut yang menulis adalah beberapa teman baik saya yang sangat – sangat handal dalam hal tulis menulis baik itu berupa puisi atau pun prosa ataupun artikel. Silahkan lihat di masing – masing blog milik Vinkeuh, Fandillah, Desy, ataupun Ucha.

Tanggal 9 September 2004 waktu itu adalah genap satu tahun saya bekerja disini, begitu banyak bentuk perjuangan yang sudah saya lakukan baik itu dalam moril maupun materiil, lahir maupun batin. Sebuah perjalanan yang tidak mudah, sebuah perjalanan yang bagi saya masih merupakan proses pendewasaan diri untuk bisa menjadi manusia yang lebih berdedikasi, berkomitmen, mengerti akan arti kesabaran yang sesungguhnya dan kebijaksanaan yang sejati.

Tiga bulan pertama bekerja dengan satu sistim baru, suasana baru dan ritme kerja baru, telah menghabiskan hampir 90 % dari waktu satu hari. Inilah pertama kalinya saya berkesempatan untuk bekerja dibawah sistim birokrasi yang diciptakan oleh apa yang disebut dengan aparatur negara. Aparat negara yang sehari-harinya berkutat dengan masalah hubungan luar negeri. Bukan hal yang mudah untuk beradaptasi walaupun mungkin saya punya kemampuan lebih untuk melakukan adaptasi namun tidak untuk kali ini. Saya harus jungkir balik menyesuaikan gaya, kultur dan ritme kerja saya.

Saya sudah lama meninggalkan dunia korporasi sejak saya gabung bekerja dengan salah satu LSM di Jakarta. Dari LSM itulah dimulainya kehidupan saya yang berkutat dengan kultur seni, budaya, sastra dan sejarah, diskusi, aksi dan juga tentunya perenungan-perenungan untuk mencapai langkah kehidupan yang lebih baik. Memang 5 tahun bukan waktu yang banyak, boleh dikatakan adalah waktu yang masih baru dan pendek tapi saya merasa sudah banyak mendapatkan ilmu dan menyatu dalam kehidupan bebas dunia freelance.

Ketika memutuskan untuk menerima pekerjaan yang saat ini saya lakukan, saya tidak berpikir bahwa kemudian masalah birokrasi para birokrat dapat membuat darah naik ke ubun-ubun, satu hal yang saya lupa untuk pelajari dan tanyakan sebelum keberangkatan saya. Alhasil, itulah yang terjadi, tiga bulan pertama saya harus jungkir balik, menahan semua emosi, mengontrol rasa marah yang acap kali muncul setiap kali saya harus berhadapan dengan sistim yang sesungguhnya sudah tidak jamak dilakukan di era globalisasi ini, namun kemajuan tinggal kemajuan, pada akhirnya kalau pun kita menuntut perubahan tetap harus melalui satu proses dan jika orang yang luar biasa dan berkuasa penuh mendukung perubahan itu, barulah hal tersebut dapat terjadi.

Adaptasi dengan atasan baru pun membutuhkan perjuangan yang tidak mudah, walaupun sudah mendapatkan gambaran seperti apa sesungguhnya sang atasan, tetap saya harus beradaptasi dan kemudian juga mengambil langkah-langkah yang sekiranya perlu diantisipasi. Tahap kedua setelah adaptasi dengan sistim, saya beradaptasi dengan sang atasan yang terkenal sebagai figur yang keras, workalholic namun juga banyak sisi baiknya. Sampai saat ini pun proses adaptasi, pendekatan kepada sang atasan masih saya lakukan walaupun mungkin tidak separah dulu. Seperti fenomena umum yang terjadi, jika sudah tahu selahnya maka akan mudah untuk mengerjakannya.

Bayangkan, tiga bulan pertama beradaptasi dengan sistim kerja, tiga bulan bulan kedua beradaptasi dengan sang atasan dan memasuki tiga bulan ketiga, adaptasi pada lingkungan kerja, kegiatan masyarakat Indonesia dan rekanan kerja. Bukan hal yang mudah untuk bisa langsung masuk pada satu lingkungan dan langsung diterima, tentunya ada banyak pro dan kontra yang terjadi apalagi omongan-omongan yang seharusnya dan sepatutnya tidak perlu diucapkan. Kecemburuan, kesirikan, sikut sana, sikut sini masih sering terjadi dan bukan hal yang jarang terjadi. Kesabaran, kebijaksanaan, pengontrolan emosi, penggunaan logika, langkah antisipasi yang lugas dan tegas merupakan hal-hal harus terus diasah dalam menghadapi semua itu.

Tiga kali tiga bulan berarti sembilan bulan. Ada duabelas bulan dalam satu tahun dan sudah tiga perempatnya saya habiskan untuk beradaptasi. Disela-sela itu tugas semakin banyak, kewajiban semakin bertambah sehingga dibutuhkan kekuatan mentalitas yang bisa memanage semua itu. Saya tidak mengatakan bahwa setelah sembilan bulan masa adaptasi kemudian saya menjadi seseorang yang bisa dikatakan sebagai orang yang dapat diandalkan. Saya hanya bisa mengatakan setelah sembilan bulan masa adaptasi, saya bisa lebih menikmati setiap hembusan napas, setiap jejak langkah yang saya lakukan. Menjadi orang yang diandalkan bukan hal yang mudah dan dibutuhkan mental yang kuat untuk bisa melakukan itu.

Satu hal yang pasti adalah memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rakhmatan yang diberikan oleh-Nya, atas segala limpahan rizki, taufik dan hidayah-Nya. Saya bersyukur bahwa Allah masih menyayangi saya, masih memberikan bimbingannya, masih menuntun acap kali jalan gelap terbentang didepan mata.

Satu tahun ini pun tak lepas dari campur tangan Bunda yang selalu acap kali saya ingin bicara selalu ada. Bunda yang selalu mensupport setiap langkah jejak yang saya lakukan dan Bunda yang tak pernah bosan memberikan nasihat, memperingati segala tindakan yang sekiranya merugikan dan juga yang tak pernah bosan memberikan cinta dan sayangnya.

Sore ini saya tersenyum dan menengadahkan muka saya menatap langit jingga, "Bapak, I wish you were here. I wish you could see me now. I could not be the one like now without you. You are my truly hero and idol. I love you. Till we meet again. May you rest in peace".

Perjalanan kerja masih panjang, baru duabelas purnama berlalu dan masih ada 24 purnama lagi yang harus dilalui dan saya percaya bahwa insya Allah kedepannya akan lebih mudah, lebih bijak dan lebih sabar. Masih banyak yang harus dibenahi, masih banyak yang harus dikerjakan, masih banyak yang harus dipenuhi. Namun dengan bantuan Allah dan seiring doa restu orang tua dan ikhtiar yang ikhlas, tulus dan tidak menuntut pamrih, segalanya insya Allah akan berjalan lancar. Amien.

Hari ini setahun yang lalu,


21 hari menjelang ...

Thursday, September 08, 2005

Kepala pusing karena tadi pagi bangunnya kaget. Selesai ngerjain surat jam satu pagi dinihari dan setelah memaksakan diri nonton serial favorit , jam tiga baru bisa memejamkan mata dan nyoba untuk tidur tapi yang ada malah balik kiri-kanan dan ganti posisi terus.

Alarm seperti biasa bunyi jam tujuh pagi dan I tried so hard to ignore it sampai akhirnya ketika sumone from the office called me about sumthing, MAK JENGGIRAT !!! .. loncat dari tempat tidur karena ternyata sudah jam delapan lewat limabelas menit saja. Ngga pake basa-basi terus langsung ke kamar mandi dan mandi. Keluar kamar sudah rapi.

Jam sebelas kurang sepuluh ke Raffles Hotel Le Royale untuk ngurus event ASEAN AMBASSADORS' LUNCHEON. Ketemu dengan Princess Sita, sambil nunggu tamu, ngobrol ngalor-ngidul. Jam 12 saatnya makan semua sudah hadir.

Makan siang di hotel karena as usual harus stand by. Ditemani oleh BPKRT dan Mas Kun.

Pagi matahari begitu menyengat sampai-sampai kalau tidak pakai sun glasses bikin kepala pusing. Pas siang hujan besar banget dan angin cukup besar, udara lumayan dingin. Kembali ke kantor setelah semua selesai.

Ngantuk ngga tertahankan.

22 hari menjelang ...

Wednesday, September 07, 2005

Hmm .. secara baru kemarin malam terima cd Christian Bautista dari Glo yang notabene datang dari Jakarta membawa cd tersebut plus dua bungkus rokok Djarum Super dan dua bungkus rokok Dji Sam Soe, so then most of the time itu cd berulang dan berulang terus ngga ada matinya.

Hari ini Phnom Penh hujan dari pagi dan suasana hati pun lagi runyam entah kenapa. Malas untuk mencari tahu pun menelusuri ada apakah gerangan ? whatever happens, let it happens.

Tadinya niatan mau beresin file yang sudah menumpuk dan menumpuk namun alhasil tidak ada, malah ngejogrog didepan komputer dan asyik ngutak-ngatik format laporan sambil mainan internet tentunya.

Makan siang sudah jam satu lewat. Nasi Rawon komplit .. duh jarang-jarang dapat menu Nasi Rawon berhubung bahan-bahan masaknya terbatas. Makan Rawon pake emping, duuuh nikmat banget yaak, persediaan emping segitu di-irit-iritnya takut tidak mencukupi sampai waktunya ada orang pulang ke tanah air dan bisa dititipi untuk beli emping lagi. Persediaan emping manis malah sudah ludes duluan (ini kok malah ngomongin makanan yaak).

After lunch rasa ngantuk menyerang teramat sangat sehingga mata ini benar-benar ngga bisa diajak kompromi lebih jauh lagi. Coba dengan matiin ac dan kemudian ngerokok, tetap aja. Well, what can I do to avoid it ? ya sudah nikmati aja tentunya.

Jam enam berangkat kursus. Dua kali tidak masuk kelas dan pelajaran pun tertinggal banyak. Jumat minggu lalu because of National Day-nya Vietnam lalu hari Senin karena ada jamuan makan malam di Wisma Indonesia so then I again am absent from the class.

23 hari menjelang ...

Tuesday, September 06, 2005

the way you look at me

no one ever saw me like you do
all the things that i could add up too
i never knew just what a smile was worth
but your eyes see everything
without a single word.

coz there's somethin' in the way
you look at me
it's as if my heart knows
you're the missing piece
you make me believe that there's nothin'
in this world i can't be
i never know what you see but there's
somethin' in the way you look at me.

if i could freeze a moment in my mind
it'll be the second that you
touch your lips to mine
i'd like to sop the clock
make time stands still
coz' baby this is just the way
i always wanna feel.

coz' there's something in the way
you look at me
it's as my heart knows
you're the missing piece
you make me believe that there's nothin'
in this world i can't be
i never know what you see but there's
something' in the way you look at me.

i don't know how or why.
i feel different in your eyes
all i know is it happens every time.

coz' there's something in the way
you look at me
it's as if my heart knows
you're the missing piece
you make me believe that there's nothin'
in this world i can't be
i never know what you see but there's
somethin' in the way you look at me.

the way you look at me
24 hari menjelang ...

Monday, September 05, 2005

Start working as usual. Duuh bakalan penuh schedule minggu ini. Tadi ke airport jemput Komandan PasPamPres yang diundang datang ke Kamboja oleh Komandan PasPamPM. Dari airport langsung ke Wisma untuk ngurus dinner karena sitting dinner.

Setelah urusan dinner kelar, ke kantor untuk ambil surat-surat yang belum diproses then after that ngobrol sama Roth sampai jam setengah dua pagi terus dilanjut ...

Pulang sampai rumah jam 3. Ngantuk, cape tapi kok bawaannya mau smile terus.

25 hari menjelang ...

Sunday, September 04, 2005

Asli tidur seharian dan cuman berkutat dikamar dengan nonton TV dan sms-an.

26 hari menjelang ...

Saturday, September 03, 2005

Seharian dirumah. Nonton The West Wing -- Season 4. How I love the way Sam Seaborne working. I admire CJ. Cregg and I hate the snobbish style of Toby.

Hari ini adalah my first year anniversary di Phnom Penh. I came to this city a year ago on September 03rd, 2004 jam 17.20. So many things have happened and so many things have changed.

Nonton Grand Final AFI 2005 .. finally Ade dari Manado berhasil menjadi juara. Syukurlah .. at least not Bojes yang jadi juara.

27 hari menjelang ...

Friday, September 02, 2005

Hari ini libur. Try not to go the office.

Datang ke acara Ambassador's Secretaries of ASEAN++ Friendship Dinner di Palm View Cafe, Hotel Phnom Penh. Yang jadi host Naroat dari Embassy of USA.

28 hari menjelang ...

Thursday, September 01, 2005

Biasanya bisa sabar tapi nggak tau kenapa belakangan ini jadi malah ngga karuan. Tidak ter-organize dengan baik segala sesuatunya.

Tadi datang ke National Day-nya the Socialist Republic of Vietnam. Cuman ketemu dengan Nguyen Giang, ternyata he did not invite others secretaries from other embassies so I was so surprised when I knew that. Well, may be because he is new in Phnom Penh and the one who always be around whenever he needs an assistance is me. :)

I did enjoy the party. I was a little bit tipsy.

29 hari menjelang ...

Monday, August 29, 2005

MALAM SYUKURAN HUT KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE 60

Mengakhiri rangkaian kegiatan menyambut / memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 60, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh mengadakan acara Malam Syukuran 60 tahun Indonesia Merdeka dimana pada kesempatan itu pun diadakan pembubaran panitia untuk segala jenis kepanitiaan sehubungan dengan acara menyambut / memperingati 60 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sudah dari jauh hari ditetapkan bahwa acara akan dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2005 dari mulai pukul 17.00 sampai dengan pukul 21.00 dan bertempat di auditorium Pannasastra University. Dikatakan pula bahwa yang akan hadir kemungkinan mencapai sekitar 300 orang, mengingat pada saat itu terdapat tamu dari Masyarakat Indonesia di Ho Chi Minh City, Vietnam.

Persiapan yang dilakukan boleh dikatakan sistim ekspres dimana semuanya dikerjakan dengan sistim gotong royong. Koordinasi sana, koordinasi itu, koordinator anu bicara dengan koordinator ini untuk menyelesaikan itu.

Setelah itu diadakanlah rapat akhir pada hari Kamis (kalo ndak salah) untuk membicarakan semuanya. Hampir semua pihak terkait ikut hadir. Untuk kegiatan yang satu ini dikarenakan kesibukan mengurus untuk acara ASEAN Ambassadors’ Working Luncheon dan trip ke Bangkok maka saya untuk kali ini tidak involve banyak dan hanya sejauh sebagai pengisi acara saja.

Pada kesempatan kali ini, Atase Pertahanan RI di Phnom Penh berhasil mendapatkan sponsor untuk mendatangkan artis ibukota sebagai pelepas rindu bagi para warga Indonesia yang sudah lama tidak mendengarkan lagu-lagu Indonesia terbaru secara live. Tentunya pihak lokal yang dalam hal ini adalah kami-kami yang ada di Phnom Penh tidak mau kalah tampil sehingga bergiatlah kami pun berlatih untuk nanti bisa tampil satu panggung dengan artis – artis ibukota yang tentunya sudah punya nama.

Para artis datang pada hari Jumat malam, dijemput oleh perwakilan staf diplomatik dari KBRI Phnom Penh plus saya yang mewakili Duta Besar karena beliau ada acara dan rekan-rekan dari protokol dan juga kantor Athan. Dari airport langsung menuju hotel dan langsung diacarakan makan malam bersama Duta Besar. Senang juga ternyata di rombongan tersebut ada Kang Acan yang ternyata adalah partnernya my beloved sista Mbak Vita. Alhasil kita asyik ngobrol-ngobrol dan saling berbagi cerita.

Sabtu pagi bangun kesiangan. Jam sepuluh sampai di Auditorium untuk Gladi Bersih ceritanya. Tunggu punya tunggu alhasil baru mulai gladi bersih pukul 11 siang dan para artis pun mereka check sound baru sekitar pukul satu.


Image hosted by Photobucket.com


Bersama Cici Faramida. Gladi Bersih Malam Syukuran HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 60.

Image hosted by Photobucket.com


Bersama Siti KDI. Gladi Bersih Malam Syukuran HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 60.


Acara diawali dengan hujan lebat yang mengguyur kota Phnom Penh namun Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Pukul 19.00 rangkaian acara hiburan pun dimulai dengan dibuka oleh permainan gamelan para ibu-ibu Dharwa Wanita Persatuan dan ibu-ibu Masyarakat Indonesia di Kamboja.

(photo menyusul)


Gamelan selesai, maka tarian Sukaretna yang ditarikan oleh tiga anak Indonesia menempati rangkaian acara berikutnya. Lucu juga lihat anak-anak menari.

(photo menyusul)


Setelah itu Rebana dengan lagu melayu dibawakan oleh PERMIKA.

(photo menyusul)


Angklung yang merupakan alat musik tradisional dari Jawa Barat pun dimainkan oleh gabungan tim remaja dan KBRI dengan membawakan dua buah lagu Jawa yaitu Cublek-Cublek Suweng dan Gundul-Gundul Pacul.

(photo menyusul)


Selesai angklung maka band remaja pun dengan vokalis anak-anak menghibur para undangan yang hadir dengan lagu I have a dream dan Benderaku (eh judulnya bener ngga yaa ? pokoknya yang syair .. berkibarlah bendera negeriku .. berkibarlah ….).

(photo menyusul)


Band anak-anak selesai dilanjutkan dengan anggota Brigade 911 Kamboja menyanyikan lagu Bengawan Solo, lalu saya menyanyikan Manuk Dadali (yang protes bayar !!!) dan ditutup dengan lagu tradisional Khmer yaitu Arappia.

(photo menyusul)


Usai sudah rangkaian acara pembuka. Acara dilanjutkan segera dengan acara utama yaitu hiburan dari artis ibukota.
(photo menyusul)


Disela-sela giliran naik panggung. Saya yang semenjak ikut blog jadi narsis karena ketularan teman-teman saya blogger yang lain (hayoooo ngaku siapa yang narsis ???) pun akhirnya kembali photo dengan para artis pendukung .. cieeeee …

Image hosted by Photobucket.com
Dengan Cici Faramida, Malam Syukuran HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 60

Image hosted by Photobucket.com

Dengan Siti KDI, Malam Syukuran HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 60

Setelah mengambil photo ini, saya baru teringat ucapan sobat saya yang waktu itu saya cerita bahwa akan ada Cici Faramida dan Siti KDI datang ke Phnom Penh dan dengan semangat perjuangan 45 dia bilang kalo gue harus photo karena waktu dia lagi belajar di London dan ada acara di KBRI London yang mendatangkan Ikke Nurjanah, dia photo lhoo bersama Ikke Nurjanah J.

Selesai acara tentunya kami berphoto ria kembali di panggung.

Image hosted by Photobucket.com

Tuesday, August 23, 2005

SAYA TETAP ORANG JAWA

Dilahirkan di Bandung pada tanggal 25 Desember 1971, anak ketujuh dari tujuh bersaudara, empat kakak laki-laki dan dua kakak perempuan. Cucu Bupati Madura yang dibuang oleh pemerintah Belanda ke Kediri. Ayahnya seorang pensiunan TNI AD dengan pangkat Mayor dan ibunya adalah mantan guru yang kemudian mendedikasikan hidupnya sebagai pegawai di Yayasan Kartini. Punya nama yang sangat panjang menurut ukuran orang-orang pada umumnya Raden Panji Hary Carpijanto Saptadi Puruhito. Hary adalah nama keluarga atau dalam bahasa Inggris biasa disebut dengan Family Name. Carpijanto diambil dari kata Le Carpiagne, sebuah kota kecil di Perancis, tempat dimana almarhum ayahnya melaksanakan tugas belajar dari TNI AD. Saptadi diambil dari kata Sapta yang berarti tujuh dan Adi yang berarti anak laki-laki. Puruhito adalah nama seorang Begawan yang pada masanya terkenal sangat arif bijaksana dan setiap ucap tutur katanya selalu didengar dan dituruti oleh para murid-muridnya.

Mengawali masa kecilnya di sebuah komplek perumahan tentara di kota kembang dan menjalani jenjang pendidikannya dimulai dari TK. Kuncup Melati di Komplek Seskoad Bandung lalu masuk SD BPI di Jalan Burangrang, masa SMPnya dihabiskan di SMPN XIII Bandung dan aktifitas organisasinya dimulai di SMAN 12 Bandung. Mengikuti 11 ekstra kurikuler dari 12 ekstra kurikuler yang dimiliki SMA tersebut, dengan jabatan tidak jauh dari Ketua atau Bendahara.

Sempat frustasi karena tidak bisa melanjutkan ke bangku kuliah karena terbentur masalah biaya sehingga memutuskan untuk mencoba tahun berikutnya, sambil menunggu masa ujian masuk perguruan tinggi tahun berikutnya, mengikuti kursus bahasa Perancis di CCF Senopati Jakarta dan memperdalam bahasa Inggrisnya dengan membaca lebih banyak lagi buku-buku bacaan bahasa Inggris. Dalam satu kesempatan mencoba keberuntungan, melamar di McDonald's Indonesia yang pada saat itu baru saja akan membuka gerainya yang pertama. Berangkat ke Kuala Lumpur bersama 12 orang temannya dari 350 lebih pelamar. Meniti karir di fast food yang terkenal diseluruh dunia ini selama hampir lima tahun sebelum kemudian dibajak oleh Wendy's Old Fashioned Hamburgers dan bekerja untuk Wendy's selama hampir tiga tahun lebih. Microsoft Indonesia adalah lahan berikutnya, dengan modal fast learner dan willing to work hard akhirnya bisa menyelesaikan kontrak dengan predikat terakhir adalah Data Base Supervisor. Baru kemudian masuk dan malang melintang dalam dunia LSM Budaya di Indonesia melalui Yayasan Lontar yang mempercayainya sebagai Campaign and Historical Memory Coordinator sambil juga mulai aktif di berbagai event-event kesusastraan, budaya dan sejarah. Lepas dari Yayasan Lontar kemudian merambah pada dunia event organizer dengan membantu beberapa teman dalam mengatur beberapa events yang cukup besar sebagai Floor Director / Manager. Semua pengalaman tersebut yang kemudian membekalinya untuk bekerja sebagai Sekretaris Pribadi salah satu Duta Besar Republik Indonesia Luar Biasa dan Berkuasa Penuh.

Hobinya adalah membaca, mengumpulkan film (terbukti dengan 250 film tertata rapi di rak dikamarnya), mengobrol bersama teman-teman dekatnya sambil minum kopi, mengkoleksi kain batik dari mulai yang tulis, terus dan cap, berdiskusi dan mengumpulkan bahan-bahan tentang perjalanan sejarah kebangsaan Indonesia serta juga gedung-gedung kuno yang memiliki arti dalam sejarah perkembangan negara Indonesia.

Gemar memakai kain batik di setiap acara sehingga semangat kebangsaan tampak jelas dari setiap pakaian yang dikenakannya sehingga terkadang dijuluki etnik slebor karena terlampau berani memadumadankan kain-kain dengan pakaian modern.

Seorang yang punya cita-cita memiliki satu yayasan yang bergerak dibidang pengembangan minat baca di kalangan generasi muda Indonesia dan juga menjadi Cultural Ambassador of Indonesia.

Dalam dirinya mengalir darah Madura dan Jawa yang sangat kental. Ketika tidak diterima oleh salah satu radio swasta di Jakarta sebagai penyiar (padahal semua test sudah lulus) dikarenakan dialek Jawa yang masih sangat cetho dalam setiap ucap tutur katanya, dia hanya bilang, SAYA ADALAH ORANG JAWA . SEMODERN APAPUN PENDIDIKAN SERTA PERGAULAN YANG SAYA PUNYA. SAYA TETAP DAN AKAN TERUS JADI ORANG JAWA DAN SAYA BANGGA DENGAN ITU.


Image hosted by Photobucket.com

Saturday, August 20, 2005

Malam Resepsi Diplomatik 60 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia
Grand Ballroom, Intercontinental Hotel, Phnom Penh, Cambodia
18 Agustus 2005


Image hosted by Photobucket.com
The Committee :
M. Amin - Toast Coordinator; Hary CSP - MC; Wahyu Maarif - Protocol; Kun Cahyono - Floor Manager; Lina In - Guest Relations; Ichwan Munaswien - Protocol; Ith Vuthy - Documentation; Suripto - Sound System; Neng Vannak - Documentation; Som Kak - Sound System Coordinator

Tuesday, August 16, 2005

TAHUKAH ANDA ? ..

FAKTA SEPUTAR PROKLAMASI
oleh Iwan Satyanegara


Mungkinkah Revolusi Kemerdekaan Indonesia disebut sebagai revolusi dari kamar tidur? Coba simak ceritanya. Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00, ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda.

Pating greges, keluh Bung Karno setelah dibangunkan dr. Soeharto, dokter kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi.

Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta. Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah.

Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!, ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Setelah upacara yang singkat itu, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya. masih meriang. Tapi sebuah revolusi telah dimulai…

Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nantikan selama lebih dari tiga ratus tahun!

Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera resmi pertama bagi RI. Tetapi dari apakah bendera sakral itu dibuat? Warna putihnya dari kain sprei tempat tidur dan warna merahnya dari kain tukang soto!

Setelah merdeka 43 tahun, Indonesia baru memiliki seorang menteri pertama yang benar-benar orang Indonesia asli. Karena semua menteri sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945. Itu berarti, mereka pernah menjadi warga Hindia Belanda dan atau pendudukan Jepang, sebab negara hukum Republik Indonesia memang belum ada saat itu. Orang Indonesia asli pertama yang menjadi menteri adalah Ir Akbar Tanjung (lahir di Sibolga, Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Pembangunan V (1988-1993).

Menurut Proklamasi 17 Agustus 1945, Kalimantan adalah bagian integral wilayah hukum Indonesia. Kenyataannya, pulau tersebut paling unik di dunia. Di pulau tersebut, ada 3 kepala negara yang memerintah! Presiden Soeharto (memerintah 4 wilayah provinsi), PM Mahathir Mohamad (Sabah dan Serawak) serta Sultan Hassanal Bolkiah (Brunei).

Hubungan antara revolusi Indonesia dan Hollywood, memang dekat. Setiap 1 Juni, selalu diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila semasa Presiden Soekarno. Pada 1956, peristiwa tersebut hampir secara kebetulan dirayakan di sebuah hotel Hollywood. Bung Karno saat itu mengundang aktris legendaris Marylin Monroe, untuk sebuah makan malam di Hotel Beverly Hills, Hollywood. Hadir di antaranya Gregory Peck, George Murphy dan Ronald Reagan (25 tahun kemudian menjadi Presiden AS). Yang unik dari pesta menjelang Hari Lahir Pancasila itu, adalah kebodohan Marilyn dalam hal protokol. Pada pesta itu, Maryln menyapa Bung Karno bukan dengan Mr President atau Your Excellency, tetapi dengan Prince Soekarno!

Ada lagi hubungan erat antara 17 Agustus dan Hollywood. Judul pidato 17 Agustus 1964, Tahun Vivere Perilocoso (Tahun yang Penuh Bahaya), telah dijadikan judul sebuah film The Year of Living Dangerously. Film tersebut menceritakan pegalaman seorang wartawan asing di Indonesia pada 1960-an. Pada 1984, film yang dibintangi Mel Gibson itu mendapat Oscar untuk kategori film asing!

Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki dan disimpan oleh Pemerintah! Anehnya, naskah historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan B. M. Diah. Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik. Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.

Ketika tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa 9 Juli 1942 siang bolong, Bung Karno mengeluarkan komentar pertama yang janggal didengar. Setelah menjalani pengasingan dan pembuangan oleh Belanda di luar Jawa, Bung Karno justru tidak membicarakan strategis perjuangan menentang penjajahan. Masalah yang dibicarakannya, hanya tentang sepotong jas! Potongan jasmu bagus sekali! komentar Bung Karno pertama kali tentang jas double breast yang dipakai oleh bekas iparnya, Anwar Tjikoroaminoto, yang menjemputnya bersama Bung Hatta dan segelintir tokoh nasionalis.

Rasa-rasanya di dunia ini, hanya the founding fathers Indonesia yang pernah mandi air seni. Saat pulang dari Dalat (Cipanasnya Saigon), Vietnam, 13 Agustus 1945, Soekarno bersama Bung Hatta, dr Radjiman Wedyodiningrat dan dr Soeharto (dokter pribadi Bung Karno) menumpang pesawat fighter bomber bermotor ganda. Dalam perjalanan, Soekarno ingin sekali buang air kecil, tetapi tak ada tempat. Setelah dipikir, dicari jalan keluarnya untuk hasrat yang tak tertahan itu. Melihat lubang-lubang kecil di dinding pesawat, di situlah Bung Karno melepaskan hajat kecilnya. Karena angin begitu kencang sekali, bersemburlah air seni itu dan membasahi semua penumpang. Byuuur…

Berkat kebohongan, peristiwa sakral Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat didokumentasikan dan disaksikan oleh kita hingga kini. Saat tentara Jepang ingin merampas negatif foto yang mengabadikan peristiwa penting tersebut, Frans Mendoer, fotografer yang merekam detik-detik proklamasi, berbohong kepada mereka. Dia bilang tak punya negatif itu dan sudah diserahkan kepada Barisan Pelopor, sebuah gerakan perjuangan. Mendengar jawaban itu, Jepang pun marah besar. Padahal negatif film itu ditanam di bawah sebuah pohon di halaman Kantor harian Asia Raja. Setelah Jepang pergi, negatif itu diafdruk dan dipublikasi secara luas hingga bisa dinikmati sampai sekarang. Bagaimana kalau Mendoer bersikap jujur pada Jepang?
Kali ini, Bung Hatta yang berbohong demi proklamasi. Waktu masa revolusi, Bung Karno memerintahkan Bung Hatta untuk meminta bantuan senjata kepada Jawaharlal Nehru. Cara untuk pergi ke India pun dilakukan secara rahasia. Bung Hatta memakai paspor dengan nama Abdullah, co-pilot. Lalu beliau berangkat dengan pesawat yang dikemudikan Biju Patnaik, seorang industrialis yang kemudian menjadi menteri pada kabinet PM Morarji Desai. Bung Hatta diperlakukan sangat hormat oleh Nehru dan diajak bertemu Mahatma Gandhi. Nehru adalah kawan lama Hatta sejak 1920-an dan Gandhi mengetahui perjuangan Hatta. Setelah pertemuan, Gandhi diberi tahu oleh Nehru bahwa Abdullah itu adalah Mohammad hatta. Apa reaksi Gandhi? Dia marah besar kepada Nehru, karena tidak diberi tahu yang sebenarnya. You are a liar! ujar tokoh kharismatik itu kepada Nehru

Bila 17 Agustus menjadi tanggal kelahiran Indonesia, justru tanggal tersebut menjadi tanggal kematian bagi pencetus pilar Indonesia. Pada tanggal itu, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, WR Soepratman (wafat 1937) dan pencetus ilmu bahasa Indonesia, Herman Neubronner van der Tuuk (wafat 1894) meninggal dunia.

Bendera Merah Putih dan perayaan tujuh belasan bukanlah monopoli Indonesia. Corak benderanya sama dengan corak bendera Kerajaan Monaco dan hari kemerdekaannya sama dengan hari proklamasi Republik Gabon (sebuah negara di Afrika Barat) yang merdeka 17 Agustus 1960.

Jakarta, tempat diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia dan kota tempat Bung Karno dan Bung Hatta berjuang, tidak memberi imbalan yang cukup untuk mengenang co-proklamator Indonesia. Sampai detik ini, tidak ada Jalan Soekarno-Hatta di ibu kota Jakarta. Bahkan, nama mereka tidak pernah diabadikan untuk sebuah objek bangunan fasilitas umum apa pun sampai 1985, ketika sebuah bandara diresmikan dengan memakai nama mereka.

Gelar Proklamator untuk Bung Karno dan Bung Hatta, hanyalah gelar lisan yang diberikan rakyat Indonesia kepadanya selama 41 tahun! Sebab, baru 1986 Permerintah memberikan gelar proklamator secara resmi kepada mereka.

Kalau saja usul Bung Hatta diterima, tentu Indonesia punya lebih dari dua proklamator. Saat setelah konsep naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia rampung disusun di rumah Laksamana Maeda, Jl. Imam Bonjol no 1, Jakarta, Bung Hatta mengusulkan semua yang hadir saat rapat din hari itu ikut menandatangani teks proklamasi yang akan dibacakan pagi harinya. Tetapi usul ditolak oleh Soekarni, seorang pemuda yang hadir. Rapat itu dihadiri Soekarno, Hatta dan calon proklamator yang gagal: Achmad Soebardjo, Soekarni dan Sajuti Melik. Huh, diberi kesempatan membuat sejarah tidak mau, gerutu Bung Hatta karena usulnya ditolak.

Perjuangan frontal melawan Belanda, ternyata tidak hanya menelan korban rakyat biasa, tetapi juga seorang menteri kabinet RI. Soepeno, Menteri Pembangunan dan Pemuda dalam Kabinet Hatta, merupakan satu-satunya menteri yang tewas ditembak Belanda. Sebuah ujung revolver, dimasukkan ke dalam mulutnya dan diledakkan secara keji oleh seorang tentara Belanda. Pelipis kirinya tembus kena peluru. Kejadian tersebut terjadi pada 24 Februari 1949 pagi di sebuah tempat di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Saat itu, Soepeno dan ajudannya sedang mandi sebuah pancuran air terjun.

Belum ada negara di dunia yang memiliki ibu kota sampai tiga dalam kurun waktu relatif singkat. Antara 1945 dan 1948, Indonesia mempunyai 3 ibu kota, yakni Jakarta (1945-1946), Yogyakarta (1946-1948) dan Bukittinggi (1948-1949).

Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia Jenderal Soedirman, pada kenyatannya tidak pernah menduduki jabatan resmi di kabinet RI. Beliau tidak pernah menjadi KSAD, Pangab, bahkan menteri pertahanan sekalipun!

Wayang ternyata memiliki simbol pembawa sial bagi rezim yang memerintah Indonesia. Betapa tidak, pada 1938-1939, Pemerintah Hindia Belanda melalui De Javasche Bank menerbitkan uang kertas seri wayang orang dan pada 1942, Hindia Belanda runtuh dikalahkan Jepang. Pada 1943, Pemerintah Pendudukan Jepang menerbitkan uang kertas seri wayang Arjuna dan Gatotkoco dan 1945, Jepang terusir dari Indonesia oleh pihak Sekutu. Pada 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan uang kertas baru seri wayang dengan pecahan Rp1 dan Rp2,5 dan 1965 menjadi awal keruntuhan pemerintahannya menyusul peristiwa G30S/PKI.

Perintah pertama Presiden Soekarno saat dipilih sebagai presiden pertama RI, bukanlah membentuk sebuah kabinet atau menandatangani sebuah dekret, melainkan memanggil tukang sate! Itu dilakukannya dalam perjalanan pulang, setelah terpilih secara aklamasi sebagai presiden. Kebetulan di jalan bertemu seorang tukang sate bertelanjang dada dan nyeker (tidak memakai alas kaki). Sate ayam lima puluh tusuk!, perintah Presiden Soekarno. Disantapnya sate dengan lahap dekat sebuah selokan yang kotor. Dan itulah, perintah pertama pada rakyatnya sekaligus pesta pertama atas pengangkatannya sebagai pemimpin dari 70 juta jiwa lebih rakyat dari sebuah negara besar yang baru berusia satu hari.

Kita sudah mengetahui, hubungan antara Bung Karno dan Belanda tidaklah mesra. Tetapi Belanda pernah memberikan kenangan yang tak akan pernah dilupakan oleh Bung Karno. Enam hari menjelang Natal 1948, Belanda memberikan hadiah Natal di Minggu pagi, saat orang ingin pergi ke gereja, berupa bom yang menghancurkan atap dapurnya. Hari itu, 19 Desember 1948, ibu kota Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.

Sutan Sjahrir, mantan Perdana Menteri RI pertama, menjadi orang Indonesia yang memiliki prestasi luar biasa dan tidak akan pernah ada yang menandinginya. Waktu beliau wafat 1966 di Zurich, Swiss, statusnya sebagai tahanan politik. Tetapi waktu dimakamkan di Jakarta beberapa hari kemudian, statusnya berubah sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Monday, August 08, 2005

PERTANYAANNYA NANA ...

Secara hari ini situasi adalah sibuk-sibuk tidak dan nanti malam siap-siap untuk kerja lembur karena undangan untuk resepsi diplomatik tanggal 18 Agustus 2005 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 60 harus siap dikirim besok pagi, so I take my liberty untuk santai sejenak.

Hari ini ketika buka blog, ada pesan dari ponakan tersayang ... minta saya untuk buka blognya dan menjawab tantangan yang ada disitu .. hmm .. such an interesting challenge actually ..

Baiklah, Jeng Nana-ku yang terchayank (dooh nulis 'sayang'nya kudu ala 80an yaakk ? .. hihihi), here is the answer of the questions that seems you really want to know ..

Jumlah Buku-ku
I love reading since I know how to read. Dari mulai Lima Sekawan, Sapta Siaga, Pasukan Mau Tahu, Trio Detektif, Nancy Drew, Hardy Boys, Tintin, Malory Towers, St. Claire, Si Kembar, Nina, Trigan, beberapa komik Djair, koleksi komik wayang RA. Kosasih dan beberapa komik Indonesia semua itu ada tersimpan rapi di rumah di Bandung.

Kemudian waktu dan keadaan membuat saya harus pindah ke Jakarta. Di Jakarta mulai berkenalan dengan banyak ragam buku, maklum saat itu saya sudah beranjak dewasa (cieeee ... ) so I started my collection dengan buku-bukunya Danielle Steele, John Grisham, Michael Crichton, Tom Clancy, Judith Michael kemudian tentunya semua buku-buku yang diterbitkan oleh penerbit mana pun yang berkaitan dengan Peristiwa September 1965 lalu buku-buku yang berkaitan dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia plus juga bangunan-bangunan tua yang ada di Indonesia. Semakin hari semakin bertambahlah tentunya koleksi buku saya semenjak saya mulai meminati untuk mencermati setiap buku-buku baru yang dikeluarkan oleh sastrawan atau pun penulis-penulis muda Indonesia seperti buku-bukunya Remy Sylado, Umar Kayam, Ahmad Tohari, Fira Basuki, Ayu Utami, Dewi Lestari.

Lalu tugas baru menanti di Phnom Penh ini, dengan meninggalkan koleksi saya di Jakarta pada orang yang saya percaya, I start my collection here in Phnom Penh dengan membeli banyak buku (dikarenakan inilah hiburan di Phnom Penh selain tentunya nonton film di DVD). Ada beberapa buku yang memang saya bawa dari Jakarta lalu ditambah yang beli disini ataupun di Bangkok .. bukunya Tom Clancy, Dan Brown, beberapa buku mengenai kisah perjalanan bangsa Cina serta juga beberapa buku yang berkaitan dengan Peristiwa Rezim Khmer Merah serta buku-buku yang berkaitan dengan Angkor Wat.

Kalau dijumlah, ehm .. mungkin sudah bisa membuka satu perpustakaan kecil :) ..

Kalau ditanya jumlah exactnya berapa, mungkin ada sekitar 500an lebih.


Yang Terakhir Dibaca ?
Hmm ... saat ini saya lagi menyelesaikan Babad Tanah Jawi jilid 3 dari 6 jilid yang harus diselesaikan. Setelah itu saya akan menyelesaikan Harry Potter lalu juga Dan Brown's books yang sampai saat ini belum sempat saya sentuh.


Yang Terakhir Dibeli ?
Well, honestly speaking .. buku yang terakhir yang saya beli adalah Harry Potter and a half Prince .. pas kemaren terakhir ke Bangkok dan saya senang karena acap kali saya baca buku itu di cafe favorit saya di Phnom Penh ini, beberapa anak remaja bule melirik dengan penuh sirik ... HAHAHAHA.


5 Buku Yang Dianggap Penting ?
Ada banyak sebenarnya namun karena diminta cuman 5, well here we go ..
1. Trilogi Ahmad Tohari : Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dinihari, Jentera Bianglala
2. Tetralogi Pramoedya Ananta Toer : Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca
3. Babad Tanah Jawi jilid 1 - 6
4. Kumpulan Buku seputar peristiwa September 1965
5. Kumpulan Buku karya Remi Sylado


5 Teman Yang Harus Menjawab Pertanyaan Diatas :
Cano
Aldi
Cakra
Desy
Avin


So, NANA, tuntas sudah tugas darimu ... that's the best thing that I can answer ... hehehehehe. Hope you like it. Okah dah .. makan dulu ah .. lapeur pisan euy ... :D :D :D

Friday, August 05, 2005

Otak-Atik

Dari semalam cuba ngutak-ngatik supaya feature COMMENT di blog bisa diaktifkan dan hasilnya nihil ... hwaaaaaaaaa .... ngga tau gimana caranya.

Ada yang berbaik hati mau memberitahu saya ? ... ihiks .. ihiks ..

Thursday, August 04, 2005

HOW SMART ARE YOU ?

The Classic IQ Test http://web.tickle.com/invite?test=3001&type=t

The Classic IQ Test
What's Your IQ?

Congratulations, Hary!Your IQ score is 100

This number is based on a scientific formula that compares how many questions you answered correctly on the Classic IQ Test relative to others. Your Intellectual Type is Precision Processor. This means you're exceptionally good at discovering quick solutions to problems, especially ones that involve math or logic. You're also resourceful and able to think on your feet. And that's just some of what we know about you from your test results.

Wednesday, August 03, 2005

Bahwasanya kehidupan itu adalah sesungguhnya milik Sang Maha Kuasa, Sang Pencipta. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dan langkah apa yang sudah Allah rencanakan untuk kita semata, bahwa kepasrahan adalah cara terbaik untuk menerimakan semuanya. Tawakal dan percaya pada-Nya

to my beloved sister Endang Little, be strong for God will always be with you and we will always be by your side no matter what. We love you.

CERITA CINTA

Entah kenapa nampaknya hari ini dipenuhi dengan segala macam yang berbau-bau cinta. Entah itu dalam lagu, puisi ataupun cerita-cerita di blog yang belakangan ini sudah jarang saya tengok, maksudnya blognya teman-teman, namun ketika hari ini saya punya kesempatan untuk jalan-jalan ke blognya teman-teman yang lain .. BOOOM ... !!! .. beberapa dari mereka bicara tentang cinta, persahabatan, teman dan juga hal lainnya.

Pagi ini terus terang saja semenjak bangun sampai dengan saya menulis cerita ini, pikiran saya terus menuju kepada seseorang. Saya tahu bahwa mungkin itu adalah rasa kangen yang terakumulasi dari minggu ke minggu setelah hampir tiga minggu kita tidak pernah ketemu. Asli, inginnya lari ketemu dia dan peluk dia sampai puas .. tapi ...

Siang tadi pas lagi makan siang, seorang sahabat baru sms ke saya dan bicara tentang cinta serta sebuah pengakuan. Walaupun cukup terkejut namun ada bias senang yang saya rasakan dan itu entah kenapa.

Sepanjang hari ini dari pagi sampai dengan detik ini, saya tidak pernah berhenti mendengarkan lagunya Rio Febrian .. BUKAN UNTUKKU .. yang dinyanyikan kembali oleh Sherine.

Terus sore ini ketika melihat blognya pacarnya salah satu sahabat saya, saya tertawa sendiri dan membayangkan perjuangan panjang melelahkan yang telah ditempuh oleh sahabat saya itu akhirnya membuahkan hasil yang sangat membahagiakan buat dirinya (I hope) dan juga membahagiakan saya dan sehingga mau tidak mau saya tersenyum dan tertawa tergelak-gelak acap kali saya ingat tulisan dia di blog pacarnya itu ..

from anonymous .. love u too hihihihi ....

AHAHAHAHAHAHAHAHA, orang mau ngomong I love you too aja kok kayaknya malu ...

Tiba-tiba pula hari ini saya didera dengan ingatan saya pada seseorang yang pernah dekat dengan saya belakangan kemarin, mungkin pun secara ikatan batin kami masih dekat tapi saya sekarang berusaha untuk menghindari, berusaha untuk mengurangi frekuensi komunikasi saya dengan dia ataupun juga bertemunya saya dengan dia. Tidak ada maksud apa-apa namun saya belum cukup tegar dan dewasa serta bijaksana menerima kekalahan yang sesungguhnya tidak patut untuk diperbandingkan atau pun dipikirkan.
dan aku merindu padamu
sungguh
adakah kau rasakan hal yang sama ?
seandainya waktu dapat berputar
aku memilih untuk tak bertemu denganmu

kini
entah mengapa
kebencian itu mulai menggerogoti
relung hatiku
dan kau pun tak pernah menyadari
arti sesungguhnya
dari setiap ucap, tingkah dan lakuku
padamu
dan purnama silih berganti
diri tak lagi lenakan cinta
hampa meraja
pada sosok gulana mencari damai,
adakah waktu kan meluruskan semua ?

selamat bubu,

Tuesday, August 02, 2005

and the star hides its beauty
as the moon rejects to shine
for the lonely soul remains

good night
may sweet dream be yours
and tomorrow will be better,

always ..
PETISI

Kepada Yth.
Perdana Menteri Kerajaan Belanda
Mr. dr. Jan Peter Balkenende
Den Haag
Nederland


Dengan hormat,

Terlebih dahulu kami mengucapkan selamat atas keberhasilan rakyat Belanda menuntut Pemerintah Jepang untuk meminta maaf kepada bangsa Belanda, atas pelanggaran HAM yang telah dilakukan oleh tentara Jepang dan perlakuan buruk yang dialami oleh para interniran Belanda selama berada di kamp-kamp interniran Jepang di Indonesia tahun 1942 - 1945.

Seluruh dunia mendengar permintaan maaf yang disampaikan oleh Perdana Menteri Jepang, Junichiro Koizumi pada tanggal 2 Mei 2005 dalam kunjungannya ke Belanda.

Di lain pihak, sejarah juga mencata, bahwa antara tahun 1946 - 1949, setelah bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, tentara Belanda melancarkan agresi militer dan melakukan berbagai pelanggaran HAM berat dan kejahatan atas kemanusiaan, seperti antara lain perkosaan, penyiksaan dan bahkan pembantaian ribuan rakyat di Sulawesi Selatan bulan Desember 1946 - Februari 1947 dan pembunuhan sekitar 500 penduduk di Rawa Gede pada bulan Desember 1947.

Pemerintah Belanda belum meminta maaf atas berbagai pelanggaran HAM berat tersebut, demikian juga atas penjajahan, perbudakan, berbagai pelanggaran HAM-berat dan kejahatan atas kemanusiaan, yang telah dilakukan selama ratusan tahun di Bumi Nusantara.

Selain itu, yang sangat menyinggung perasaan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat adalah fakta, bahwa hingga detik ini Pemerintah Belanda tidak mau mengakui kemerdekaan Republik Indonesia adalah 17 Agustus 1945, melainkan 27 Desember 1949, yaitu pengakuan atas Republik Indonesia Serikat (RIS).

Negara federal Republik Indonesia Serikat telah dibubarkan pada 16 Agustus 1950 dan pada 17 Agustus 1950, dinyatakan berdirinya kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan demikian saat ini Pemerintah Belanda mempunyai hubungan diplomatik dengan Pemerintah Republik Indonesia, yang proklamsi kemerdekaannya adalah 17 Agustus 1945.

Apabila dua negara menjalin hubungan diplomatik, sudah sewajarnya masing-masing negara menghormati dan menghargai kedaulatan negara lain yang menjadi mitra diplomatiknya dan tidak mendikte secara sepihak, kapan hari nasional atau hari kemerdekaan negara mitra yang bersangkutan.

Sikap yang ditunjukkan oleh Pemerintah Belanda selama ini tidaklah mencerminkan sikap bersahabat dan saling menghargai diantara negara-negara merdeka dan saling menjalin hubungan diplomatik, dan bahkan merupakan pelecehan terhadap kedaulatan negara Republik Indonesia serta merendahkan martabat bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, KOMITE UTANG KEHORMATAN BELANDA menuntut kepada Pemerintah Belanda untuk :

I. MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945,

II. MEMINTA MAAF KEPADA BANGSA INDONESIA ATAS PENJAJAHAN PERBUDAKAN, PELANGGARAN HAM BERAT DAN KEJAHATAN ATAS KEMANUSIAAN

Atas perhatian yang diberikan kami sampaikan terima kasih


Hormat kami
Ttd

Batara R. Hutagalung
Ketua

Ir. Teuku H. Agam Saifudin
Sekretaris


Tembusan:
1. Yth. Presiden Republik Indonesia
2. Yth. Ketua dan seluruh anggota DPR - RI
3. Yth. Ketua dan seluruh anggota MPR - RI
4. Yth. Seluruh Menteri Kabinet Indonesia Bersatu
5. Yth. Seluruh Kedutaan Besar Asing di Jakarta
6. Yth. Perwakilan PBB di Indonesia, untuk diteruskan kepada Sekretaris Jenderal PBB
7. Yth. Perwakilan Uni Eropa di Indonesia

TAHUKAH ANDA ?

Pulau Onrust

Penduduk kepulauan seribu lebih mengenal pulau Onrust dengan sebutan pulau Kapal. Karena sejak abad 17-18 banyak kapal VOC yang bersandar di sini. Padahal pulau tersebut telah memiliki nama yaitu Onrust. Nama Onrust diberikan oleh Belanda yang artinya “tanpa istirahat atau sibuk”. Disebut sebagai pulau Sibuk dikarenakan fungsinya sebagai tempat bongkar muat barang dan kegiatan perbaikan kapal. Nama Onrust sendiri terkenal sejak abad ke 17.

Pulau Onrust adalah pulau kecil yang luasnya tak lebih dari 7.5 hektar (dulunya 12 hektar), walaupun kecil pulau ini merupakan salah satu pulau penting dalam situs kepurbakalaan di Indonesia, khususnya Jakarta. Pulau ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Di mulai ketika pulau ini dan beberapa kepulauan lain di gugusan kepulauan seribu dijadikan tempat untuk peristirahatan raja-raja Banten. Pulau ini juga sempat dijadikan pulau sengketa antara kerajaan Jayakarta dan kerajaan Banten yang tak pernah terselesaikan. Ketika VOC masuk dan gagal dalam monopoli perdagangan di Banten, VOC memutuskan untuk mengalihkan perdagangannya ke Jayakarta. Di Jayakarta VOC berkembang. Seiring perkembangan itu VOC meminta bantuan kerajaan Jayakarta untuk menggunakan salah satu pulau yang terletak di teluk Jakarta untuk tempat galangan kapal yang diperlukan untuk perbaikan kapal dan istirahat pelaut. Bantuan diatas tertuang pada Perjanjian yang ditandatangani tahun 1610 oleh VOC, dengan wakil L. Hemit dan Pangeran dari Kerajaan Jayakarta. Sejak itu Pulau Onrust mulai memerankan sesuatu yang lebih besar karena merupakan pulau yang dipilih untuk dijadikan galangan kapal pada saat itu.

Tahun 1613 Onrust mulai dibangun oleh VOC. Pembangunan pertama adalah galangan kapal. Seiring dengan waktu dibangun benteng kecil dilengkapi 2 bastion (1656). Benteng tersebut kemudian diperluas dengan bentuk persegi lima (1671). Benteng tersebut digunakan untuk pertahanan paling luar dari kota Batavia. Benteng itu bernama Beekhuis. Dan disamping benteng di tempatkan meriam-meriam serta arteleri peralatan perang yang lain. Setelah benteng dibangun Kincir angin (1674) untuk keperluan penggergajian kayu. Kemudian ditambah lagi menjadi dua kincir angin ditahun (1691). Setelah itu baru gudang untuk menyimpan barang yang akan dikirim ke Eropa. Pembangunan Onrust yang pesat di bidang perbaikan kapal sampai disebut oleh penemu benua Australia, James Cook sebagai tempat galangan kapal yang bagus karena berhasil membetulkan kapalnya Endevour yang rusak. Gereja juga pernah dibangun disini pada tahun 1772, tapi kemudian dihancurkan sekitar tahun 1809 oleh Inggris. Sedangkan makam belanda tetap dipakai sampai tahun 1863.

Berkembangnya pulau Onrust juga diikuti perkembangan penduduk dikota itu. Awalnya penduduk hanya ada pendatang dari kepulauan termasuk koloni cina yang dikirim JP Coen, pada tahun 1695 menjadi 148 pegawai VOC dan 200 budak. Hal ini semakin memantapkan pulau tersebut sebagai depo logistik VOC. Kemudian tahun 1775 menjadi 1200 orang.
Pulau ini sempat dua kali hancur. Pertama ditahun 1795 karena serangan armada laut Inggris dibawah pimpinan HL Ball. Walaupun sempat dibangun lagi oleh Belanda tahun 1803 tetapi dihancurkan kembali oleh Inggris di tahun 1806 dibawah penyerangan Admiral Edward Pellow. Setelah itu Onrust dijadikan milik pemerintah Inggris sampai tahun 1816.
Setelah Inggris angkat kaki dari Onrust, Onrust kembali dibangun oleh Belanda pada masa gubernur jendral GA Baron Van Der Capellen (1828). Tahun 1856 pulau ini kembali berjaya dengan adanya Dok terapung. Disamping dok terapung di pulau Onrust juga dibangun pangkalan laut Hindia Belanda (1840). Pangkalan laut ini hanya bertahan sampai tahun 1883 karena adanya gelombang tydal (tsunami) akibat letusan gunung Krakatau.

Pulau ini sempat menghilang perannya. Hal ini disebabkan pembangunan pelabuhan Tanjung Priok di awal tahun 1883 tetapi kemudian menjadi perhatian lagi ditahun 1905. Pada tahun 1905 dibangun stasiun cuaca. Kemudian tahun 1911 dijadikan tempat karantina haji sampai tahun 1940. Karantina haji dilakukan dipulau ini selama 5-10 hari. Jumlah daya tampung jamaah haji di sini adalah 3500 orang. Bila terjangkit penyakit menular mereka akan dikirim ke pulau Cipir (pulau kayangan) dan di pulau Bidadari (pulau sakit). Selain tempat karantina haji juga dijadikan sanatorium TBC.

Selain itu pulau Onrust juga sempat dijadikan tempat tahanan para pemberontak yang terlibat dalam peristiwa kapal tujuh. Pada saat itu ada 23 awak kapal yang memberontak yang meninggal dan dikuburkan di pulau kelor (1933). Pada tahun 1940 juga pulau ini dijadikan tempat tawanan orang jerman yang disinyalir antek Hitler. Disamping tahanan orang yang tidak pernah jemu mengusik Belanda. Tahun 1942 ketika kependudukan Jepang, pulau Onrust tidak diperhitungkan sebagai daerah pertahanan perang Jepang karena telah dikenal oleh pesawat tempur udara.

Pada masa Indonesia merdeka pulau Onrust dijadikan sebagai rumah sakit karantina bagi penderita penyakit menular. Rumah sakit ini berdiri sampai tahun 1960. Kemudian rumah sakit ini di pindah ke pelabuhan Tanjung Priok. Bangunan rumah sakit tadi rusak disekitar tahun 1968. Periode 1960-1965 dijadikan tempat penampungan gelandang dan pengemis. Disamping tempat tawanan oposan Orla misalnya HJ Princen. Setelah itu dijadikan tempat latihan militer dan terbengkalai sampai tahun sekitar 70-an awal. Bahkan ada informasi sejarah yang menyebutkan di pulau ini pemimpin DI/TII Kartosuwiryo dibunuh. Tetapi pulau ini akhirnya di rehab kembali untuk dijadikan sebagai pulau sejarah pada tahun 1972. Termasuk rumah dokter yang dijadikan ruang pamer barang kuno.

Tour de ONRUST anyone ? ... ;)

Monday, August 01, 2005

KAPAN TERAKHIR ANDA BERKUNJUNG KE MUSEUM ?

Museum yang berada di bawah pembinaan Departemen Pendidikan Nasional ini pada mulanya didirikan dalam bentuk lembaga dengan nama Bataviaasche Genootschap Van Kunsten en Wetenschappen yang bertujuan memajukan penelitian di bidang Seni dan Pengetahuan, antara lain: Ilmu Hayat, Ilmu Alam, Ilmu Purbakala, Sastra dan sebagainya.

Koleksi awal museum dan perpustakaan lembaga ini adalah seperangkat peralatan ilmu alam, pelikan alat musik dan buku-buku koleksi dari J.C.M. Rademacher. Ia juga menyerahkan rumahnya di Kali Besar sebagai tempat penyimpanan koleksi.

Sir Thomas Stamford Raffles kemudian menyumbangkan sebuah gedung baru untuk literacy Society yang terletak di Jalan Majapahit No. 3, karena gedung di Kali Besar sudah terlalu kecil untuk menampung koleksi yang kian bertambah.

Pada tahun 1862, pemerintah memutuskan untuk mendirikan gedung museum baru yang lebih luas untuk menampung koleksi yang semakin bertambah di Jalan Merdeka Barat No. 12. Museum yang diresmikan penggunaannya pada tahun 1862 ini lebih dikenal dengan sebutan "Museum Gajah" karena adanya patung gajah di halaman depan yang merupakan hadiah dari Raja Siam (Thailand), Chulalangkorn pada tahun 1871.

Pada tanggal 29 Februari 1950, Koninklijke Bataviaasche Van Kunsten en Wetenschappen berganti nama menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia dengan semboyan memajukan ilmu-ilmu kebudayaan yang berfaedah untuk pengetahuan tentang Kepulauan Indonesia.

Lembaga Kebudayaan Indonesia kemudian menyerahkan museum ini kepada Pemerintah RI pada tanggal 17 September 1962, dan menjadi Museum negara dengan nama Museum Pusat yang kemudian menjadi Museum Nasional. Koleksi-koleksi yang terdapat di museum ini antara lain, koleksi Prasejarah, Arkeologi Klasik, Keramik Asing, Numismatik, Relik Sejarah, Seni Rupa dan benda-benda bernilai seni budaya dari berbagai suku bangsa dan daerah di Indonesia.

Saat ini Museum Nasional mencoba mengubah citra masyarakat terhadap museum yang selalu mengesankan sebagai gudang barang-barang antik dengan tampilan yang seadanya menjadi tempat yang menarik bagi pengunjung. Sejak tahun 1996, pemerintah mencanangkan pembangunan untuk perluasan gedung Museum Nasional. Namun dari dua unit gedung yang direncanakan (unit B dan C), baru unit B yang mendekati penyelesaian akhir dan siap dimanfaatkan untuk pameran. Pembangunan ini rencananya memakan waktu sekitar 9 tahun.

Selain pembenahan dari segi fisik (gedung, display pameran), Museum Nasional juga membenahi dari segi non-fisik (kualitas sumber daya manusia). Sebuah upaya keras yang dilakukan oleh Pemerintah untuk menjadikan museum sebagai tempat tujuan wisata dan tempat pembelajaran yang menarik bagi masyarakat, bukan sekedar tempat mengumpulkan, merawat dan melestarikan benda cagar budaya.

Museum Nasional dengan semua koleksi didalamnya menambah kekaguman tersendiri akan budaya bangsa sendiri yang beraneka ragam, namun sebuah ironi pula ketika menyadari sebagian pengunjung yang datang adalah kaum ekspatriate bersama keluarga mereka. Sebagus apapun museum yang didirikan, jika masyarakat Indonesia masih belum menyadari pentingnya sebuah museum sebagai tempat rekreasi dan belajar, semua itu menjadi hal yang sia-sia. Sebuah pertanyaan pun hadir, kapan terakhir anda berkunjung ke museum?